<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8995744091977541029</id><updated>2011-04-22T03:17:53.693+07:00</updated><title type='text'>Pilpres USA 2008</title><subtitle type='html'>Obama Vs Mc Cain</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://klikpilpres.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpilpres.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>77</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8995744091977541029.post-5506974938293990749</id><published>2009-01-24T15:18:00.000+07:00</published><updated>2009-01-24T15:19:05.576+07:00</updated><title type='text'>Reuni Keluarga Obama di Tilden Street</title><content type='html'>&lt;div id="judulartikelcetak"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;   &lt;div class="txtartikelcetak"&gt;       &lt;!--zoom image--&gt;  &lt;script language="javascript"&gt;  function Big(me)  {  me.width *= 1.700; me.height *= 1.700;  }  function Small(me)  {  me.width /= 1.700; me.height /= 1.700;  }  &lt;/script&gt;            &lt;div id="boximartikelcetak1"&gt;   &lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" height="200" width="300"&gt;     &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td&gt;     &lt;img src="http://www.kompas.com/data//photo/2009/01/24/3167404p.jpg" onmouseover="Big(this);" onmouseout="Small(this);" height="224" width="300" /&gt;   &lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;     &lt;tr align="left"&gt;    &lt;td&gt;          &lt;span class="txfotocetak"&gt;    Kompas/Budiarto Shambazy / &lt;a href="http://www.kompasimages.com/" target="_blank"&gt;Kompas Images&lt;/a&gt;    &lt;br /&gt;Adik Presiden Barack Obama dari satu ibu, tetapi lain ayah, Maya Soetoro Ng (keempat dari kiri), dan warga Indonesia melakukan reuni di Washington, Kamis (22/1). &lt;/span&gt;                                   &lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;     &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;/div&gt;          &lt;span class="tglct"&gt;Sabtu, 24 Januari 2009 | 01:42 WIB&lt;/span&gt;  &lt;div id="article_body"&gt;&lt;p align="center"&gt;Oleh &lt;strong&gt;Budiarto Shambazy&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rangkaian acara inaugurasi 18-21 Januari amat berarti bagi keluarga besar Lolo Soetoro, lelaki Indonesia yang menikahi Stanley Ann Dunham, ibu kandung Presiden Barack H Obama Junior. Lolo—yang tutup usia tahun 1987—adalah putra ke-9 pasangan Soewarno Martodihardjo-Djoeminah yang dianugerahi sepuluh anak.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lolo yang lajang berjumpa dengan Dunham, yang akrab dipanggil ”Tante Ann”, di University of Hawaii, Honolulu, AS. Mereka berdua penerima beasiswa universitas yang berlokasi di bukit Manoa yang hijau. Kala itu, Tante Ann adalah seorang janda yang bersama orangtuanya merawat Obama Jr yang masih balita.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tante Ann dan Obama Jr ditelantarkan Barack Hussein Obama Senior, lelaki Kenya yang sepanjang hidupnya menikahi empat perempuan. Setelah menikahi resmi Tante Ann, Obama Senior yang juga penerima beasiswa University of Hawaii melanjutkan studi S-3 ke Harvard University.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lolo-Tante Ann yang menikah di Honolulu lalu membawa Obama Jr pindah ke Jakarta pada medio 1960-an. Ketika itu, Lolo, lulusan Fakultas Geografi UGM, bekerja sebagai pegawai negeri di Dinas Topografi Angkatan Darat. Adapun Tante Ann melakukan penelitian tentang pemberdayaan ekonomi perempuan miskin di Jawa Tengah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kondisi ekonomi mereka membaik saat Lolo pindah bekerja sebagai vice president di perusahaan minyak AS, Union Oil. Namun, justru saat itulah terjadi perceraian. Maya, yang kelahiran 1971, tahun 1985 dipindahkan ibunya ke Honolulu untuk menetap bersama Obama Jr di bawah asuhan kakek-nenek.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Entah kapan Obama Jr terakhir kali berkunjung ke Indonesia, sementara Maya tahun 2002. Di Jakarta, Maya selalu menginap di rumah salah seorang pamannya, Trisulo, yang pensiunan Pertamina, yang tinggal di wilayah Menteng. Trisulo, yang kini berusia 81 tahun, suami dari almarhumah Soewardinah yang adalah kakak Lolo.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Maya saat kecil akrab dengan dua sepupu perempuannya, Yana Trisulo dan Ami Arnscheidt, karena mereka nyaris seusia. Sayang, Yana tak bisa ikut reuni ke Washington DC bertepatan dengan inaugurasi Presiden Obama karena tak bisa meninggalkan ayahnya yang membutuhkan perawatan khusus.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tiga sepupu langsung yang memenuhi undangan Maya reuni keluarga di Washington adalah Ami bersama kakaknya, Haryo Soetendro, dan kakak Yana, Sonny Trisulo. Ami menikah dengan orang Jerman dan menetap di Portstewart, Irlandia Utara, Inggris. Ia membawa pula putranya, Constantine Arnscheidt (13).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sonny datang dengan istrinya, Lisa Trisulo, dan tiga anak mereka: Cinta (24), Radit (22), dan Keanu (12). Sementara Yana diwakili oleh suaminya, Muhammad Satriawan Tambunan. Reuni yang melibatkan sembilan keluarga besar Soetoro itu berlangsung di Wisma Indonesia di Tilden Street, Washington DC, dengan tuan rumah Duta Besar RI untuk AS Sudjadnan Parnohadiningrat bersama istrinya, Ibu Nunung.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Maya datang bersama suaminya, Konrad Ng, warga Kanada keturunan China asal Malaysia dan putri mereka Suleiha. Kedua orangtua Konrad tampak bahagia menikmati reuni ini lengkap dengan makan siang aneka masakan Indonesia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bertemu Maya dan keluarganya tak ubahnya bertemu sesama orang Melayu. Maya masih fasih berbahasa Indonesia dan sesekali menyebut istilah dalam bahasa Jawa karena sering bolak-balik Jakarta-Yogyakarta saat masih kecil. Dan, tentu saja ia juga sering nyeletuk dalam dialek anak Betawi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Suara Maya dan Presiden Obama sama-sama berjenis bariton. Mereka juga mewarisi tinggi dan tulang besar ibunya. ”Banyak sekali! Saya 14 tahun di Indonesia,” ujar Maya saat ditanyai apa saja yang ia ingat tentang Indonesia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebagai pasangan guru (Maya pernah berencana ingin mendirikan sekolah di Indonesia), sosok Maya dan Konrad lebih tampak sebagai pendidik yang terbiasa mengayomi orang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Maya kini berperan lebih kurang sebagai ”duta besar” tak resmi yang bertekat membantu kepemimpinan Presiden Obama yang mau merangkul tiap bangsa, golongan, etnis, dan agama di dunia. Ia banyak berbicara soal prinsip-prinsip universalitas yang ingin dipraktikkan kakaknya. Kini di keluarga Presiden Obama dan Maya mengalir darah Kenya, AS, Indonesia, dan China.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setelah selama tujuh tahun tak bersua, selama sekitar empat jam 11 anggota keluarga besar Soetoro dari dua generasi bercengkerama, bernostalgia. Selama ini hubungan antarmereka hanya melalui SMS, telepon, dan surat elektronik saja.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Reuni di Tilden Street akan menjadi ritual rutin karena Maya dan keluarga sebentar lagi pindah ke Washington DC karena Konrad akan diberikan tugas oleh Presiden Obama. Kita tunggu saja.(Budiarto Shambazy, &lt;em&gt;dari Washington DC&lt;/em&gt;)&lt;/p&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8995744091977541029-5506974938293990749?l=klikpilpres.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpilpres.blogspot.com/feeds/5506974938293990749/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8995744091977541029&amp;postID=5506974938293990749' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default/5506974938293990749'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default/5506974938293990749'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpilpres.blogspot.com/2009/01/reuni-keluarga-obama-di-tilden-street.html' title='Reuni Keluarga Obama di Tilden Street'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8995744091977541029.post-2815584159325539184</id><published>2008-12-08T21:19:00.000+07:00</published><updated>2008-12-08T21:21:17.731+07:00</updated><title type='text'>Pengaruh Kata-kata Obama dalam Menyedot Dana Kampanye</title><content type='html'>&lt;div class="judulisiberita" style="margin: 5px 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;           &lt;/div&gt;&lt;div style="width: 300px; float: left; margin-right: 10px; text-align: justify;"&gt;         &lt;div style="padding: 0px 0px 5px; width: 298px;"&gt;        &lt;div id="loadarea" style="margin-bottom: 5px; width: 298px;"&gt;&lt;img src="http://www.kompas.com/data/photo/2008/12/06/002259p.jpg" border="0" width="298" /&gt;     &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;                                            &lt;!--- video --&gt;             &lt;div id="boxpoto" style="margin-bottom: 0px; font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102);"&gt;&lt;a href="http://www.kompas.com/read/xml/2008/12/06/00191847/pengaruh.kata-kata.obama.dalam.menyedot.dana.kampanye" style="font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102); text-decoration: none;" target="_blank"&gt;/&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;                                &lt;div id="boxterkait" style="width: 300px; background-color: rgb(255, 255, 255); margin-bottom: 20px;"&gt;      &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;       &lt;div style="padding: 0pt;"&gt;        &lt;/div&gt;                                  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="tanggal"&gt;Sabtu, 6 Desember 2008 | 00:19 WIB&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" id="article_body"&gt;   &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kampanye&lt;/strong&gt; kepresidenan Barack Obama telah mengumpulkan dana 104 juta dollar AS dalam waktu beberapa pekan menjelang pemilihan presiden AS. Dana yang terkumpul ini merupakan rekor tertinggi yang tercatat dalam sejarah pengumpulan dana kampanye di AS.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Obama total telah mengumpulkan hampir 750 juta dollar AS selama perjalanannya menuju tampuk kekuasaan tertinggi di Gedung Putih. Pengeluaran Obama dalam waktu 8 pekan sebelum berlangsung pemilu telah melampaui pengeluaran mantan rivalnya dari partai Republik John McCain. Laporan ini dikeluarkan oleh Komisi Pemilu Federal AS berdasarkan tinjauan selama 15 Oktober hingga 24 November.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kubu kampanye Obama menjelaskan lebih dari 1 juta kontributor berpartisipasi dalam donasi selama periode tersebut. Lebih dari separuh kontributor tercatat untuk pertama kali terlibat donasi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selama masa kampanye, lebih dari 3,95 juta kontributor terlibat dalam donasi untuk presiden terpilih AS tersebut. Pengumpulan dana yang diraih oleh kubu Obama tercatat lebih besar yang dicapai nomine 2 partai besar peserta pemilu 4 tahun lalu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;George W. Bush dan John Kerry mengumpulkan total 653 juta dollar AS pada pemilihan pendahuluan dan kampanye pemilu 2004, termasuk dana pembiayaan publik federal. Pengumpulan dana kampanye akhir menekankan betapa pentingnya strategi kandidat yang digunakan oleh Obama dan McCain untuk mendanai kampanye pemilu mereka.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;McCain menerima dana 84 juta dollar AS dari dana pembayar pajak yang diraihnya lewat sistem pendanaan publik. Sementara Obama bertaruh dalam mengumpulkan dana lebih besar dari uang pribadi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pada kurun 15 Oktober hingga 24 November, McCain menghabiskan 26 juta dollar AS sementara Obama menggunakan dananya hingga 136 juta dollar AS. Saat dana pengeluaran McCain dibatasi hingga 84 juta dollar AS mulai dari bulan September, Obama menghabiskan dana hingga 315 juta dollar AS pada periode yang sama.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;McCain berusaha memperkecil kesenjangan pengeluaran dana dengan bantuan dari Partai Republik yang memompa dana hingga jutaan dollar AS untuk mempromosikan pencalonan mantan pilot angkatan laut AS ini sebagai presiden. Partai Republik telah menghabiskan dana  53 juta dollar AS untuk iklan independen yang ditargetkan terhadap Obama.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Obama mengakhiri kampanyenya dengan dana yang bersisa hampir 30 juta dollar AS. Obama tercatat masih mempunyai utang pada masa kampanye senilai hampir 600.000 dollar AS.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kelihaian Obama dalam memikat hati pendonor merupakan keunggulan karakteristiknya yang menentukan pada masa kampanye. "Obama berhasil membujuk sejumlah besar orang untuk menyampaikan donasi lebih dari sekali," jelas Michael Malbin, direktur eksekutif Campaign Finance Institute.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hasil studi yang dikeluarkan oleh institut nonpartisan itu menyebutkan Obama telah mengumpulkan sekitar 26 persen dari total donasi untuk kampanyenya dari pendonor yang menyumbangkan kurang dari 200 dollar AS. Seperti pada kampanye lainnya, Obama bergantung pada pengumpulan dana dari sejumlah pendonor besar, yaitu mereka yang menyumbangkan dana hingga 1.000 dollar AS atau lebih.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Secara terpisah, para pendonor Obama diminta untuk memberikan donasi ke Hillary Rodham Clinton saat mantan rival Obama itu mengurangi utang kampanyenya sebelum ditunjuk sebagai menteri luar negeri dan peraturan etika federal membatasi pengumpulan dana kampanye istri Bill Clinton ini. Pada awal November, utang Hillary untuk membiayai upaya yang gagal menjadi presiden AS mencapai 7,5 juta dollar AS.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8995744091977541029-2815584159325539184?l=klikpilpres.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpilpres.blogspot.com/feeds/2815584159325539184/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8995744091977541029&amp;postID=2815584159325539184' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default/2815584159325539184'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default/2815584159325539184'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpilpres.blogspot.com/2008/12/pengaruh-kata-kata-obama-dalam-menyedot.html' title='Pengaruh Kata-kata Obama dalam Menyedot Dana Kampanye'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8995744091977541029.post-629033021190244721</id><published>2008-11-19T05:57:00.000+07:00</published><updated>2008-11-19T05:58:15.890+07:00</updated><title type='text'>Tim Obama Selidiki Catatan Keuangan Clinton</title><content type='html'>&lt;div class="judulisiberita" style="margin: 5px 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;           &lt;div style="width: 300px; float: left; margin-right: 10px;"&gt;         &lt;div style="padding: 0px 0px 5px; width: 298px;"&gt;        &lt;div id="loadarea" style="margin-bottom: 5px; width: 298px;"&gt;&lt;img src="http://www.kompas.com/data/photo/2008/11/18/162326p.jpg" border="0" width="298" /&gt;     &lt;/div&gt;                    &lt;div id="boxpoto" style="margin-bottom: 0px; text-align: right; font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102);"&gt;&lt;a href="http://www.kompas.com/read/xml/2008/11/18/09455152/tim.obama.selidiki.catatan.keuangan.clinton........#" style="font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102); text-decoration: none;"&gt;GETTY IMAGES&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;        &lt;div id="boxtitle" style="margin-bottom: 0px; font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 11px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Hillary dan suaminya, Bill Clinton.&lt;/div&gt;       &lt;/div&gt;                                            &lt;!--- video --&gt;             &lt;script type="text/javascript" src="http://tv.kompas.com/video/swfobject.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;div id="player"&gt;&lt;embed type="application/x-shockwave-flash" src="http://tv.kompas.com/video/mediaplayer.swf" style="" id="mpl" name="mpl" quality="high" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" flashvars="height=225&amp;amp;width=298&amp;amp;file=rtmp://stream.kompas-tv.com:443/default/&amp;amp;image=http://tv.kompas.com/images/stories/081022_l_internasional.jpg&amp;amp;id=081022_l_internasional" width="298" height="225"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/div&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;var so = new SWFObject('http://tv.kompas.com/video/mediaplayer.swf','mpl','298','225','8');so.addParam('allowscriptaccess','always');so.addParam('allowfullscreen','true');so.addVariable('height','225');so.addVariable('width','298');so.addVariable('file','rtmp://stream.kompas-tv.com:443/default/');so.addVariable('image','http://tv.kompas.com/images/stories/081022_l_internasional.jpg');so.addVariable('id','081022_l_internasional');so.write('player');&lt;/script&gt;&lt;div id="boxpoto" style="margin-bottom: 0px; text-align: right; font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102);"&gt;&lt;a href="http://www.kompas-tv.com/content/view/7069/2" style="font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102); text-decoration: none;" target="_blank"&gt;Apa Kabar Hillary?/KompasTV&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;                                &lt;div id="boxterkait" style="width: 300px; background-color: rgb(255, 255, 255); margin-bottom: 20px;"&gt;      &lt;b class="judulnolead"&gt;Artikel Terkait:&lt;/b&gt;      &lt;ul id="navlist"&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.kompas.com/read/xml/2008/11/17/01053929/tokoh.republik.dukung.hillary.jadi.menlu"&gt;Tokoh Republik Dukung Hillary Jadi Menlu&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.kompas.com/read/xml/2008/11/14/14235679/hillary.masuk.bursa.menlu.obama"&gt;Hillary Masuk Bursa Menlu Obama&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.kompas.com/read/xml/2008/10/15/03293888/minat.hillary.jadi.presiden.as.semakin.surut"&gt;Minat Hillary Jadi Presiden AS Semakin Surut&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.kompas.com/read/xml/2008/10/05/09253455/hillary.mccain.hanya.pengekor.bush"&gt;Hillary: McCain Hanya Pengekor Bush&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.kompas.com/read/xml/2008/09/24/05120721/hillary.tak.ragukan.obama.sebagai.presiden.as"&gt;Hillary Tak Ragukan Obama sebagai Presiden AS&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;     &lt;/div&gt;       &lt;div style="padding: 0pt;"&gt;        &lt;/div&gt;       &lt;div style="border-top: 1px solid rgb(238, 238, 238); border-bottom: 1px solid rgb(238, 238, 238); padding: 10px 0pt; margin-bottom: 20px; height: 25px;"&gt;     &lt;div class="artikelkiriman"&gt;            &lt;a href="http://www.surya.co.id/" target="_blank"&gt;        &lt;img src="http://www.kompas.com/data/photo/logo/logo_surya.gif" border="0" /&gt;       &lt;/a&gt;          &lt;/div&gt;         &lt;/div&gt;                                  &lt;/div&gt;  &lt;div class="tanggal"&gt;Selasa, 18 November 2008 | 09:45 WIB&lt;/div&gt;     &lt;p&gt;&lt;b&gt;WASHINGTON,SELASA — &lt;/b&gt;Para penasihat Presiden AS terpilih Barack Obama mulai mempelajari catatan keuangan dan aktivitas mantan Presiden Bill Clinton. Ini dilakukan terkait prospek istrinya, Hillary Clinton, untuk menduduki posisi menteri luar negeri pada kabinet Obama.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebuah tim pengacara mempelajari organisasi filantropis Clinton, interaksinya dengan pemerintah asing, dan hubungannya dengan perusahaan farmasi, ungkap sumber Partai Demokrat yang dekat dengan Hillary dan Obama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini Clinton diketahui menggunakan yayasannya dalam upaya memerangi AIDS, kemiskinan, dan perubahan iklim di seluruh dunia. Namun, mantan presiden itu juga menerima honor saat menjadi pembicara atau sumbangan dari pejabat atau pebisnis luar negeri yang punya kepentingan dengan kebijakan Pemerintah AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para penasihat Obama kini tengah mendiskusikan yang perlu dilakukan Clinton untuk menghindari konflik kepentingan dengan tugas-tugas Hillary sebagai menlu AS. Hillary dikabarkan sangat tertarik untuk menduduki posisi itu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Itu hambatan pertama dan terpenting. (Bill Clinton) melakukan aktivitas berguna dan tidak ada yang ingin menghentikannya. Namun, harus ada batasan untuk menghindari konflik kepentingan,” beber seorang penasihat senior Obama.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam sebuah konferensi di Kuwait, Bill Clinton secara terbuka mengakui kemungkinan dipilihnya Hillary sebagai menlu AS. “Jika dia (Obama) memutuskan memilihnya (Hillary), saya rasa Hillary akan menjadi menlu yang hebat. Dia bekerja keras untuk Obama selama masa kampanye dan kami senang Obama menang,” kata Clinton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obama dan Hillary bertemu pada Kamis pekan lalu. Namun, keduanya menutup mulut rapat-rapat soal isi pembicaraan. Hal itu makin menunjukkan keseriusan dan besarnya peluang Obama memilih Hillary. &lt;b&gt;nytimes/kis&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8995744091977541029-629033021190244721?l=klikpilpres.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpilpres.blogspot.com/feeds/629033021190244721/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8995744091977541029&amp;postID=629033021190244721' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default/629033021190244721'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default/629033021190244721'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpilpres.blogspot.com/2008/11/tim-obama-selidiki-catatan-keuangan.html' title='Tim Obama Selidiki Catatan Keuangan Clinton'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8995744091977541029.post-6716405149944717881</id><published>2008-11-19T05:44:00.000+07:00</published><updated>2008-11-19T05:56:59.412+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="judulisiberita" style="margin: 5px 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;           &lt;/div&gt;&lt;div style="width: 300px; float: left; margin-right: 10px; text-align: justify;"&gt;         &lt;div style="padding: 0px 0px 5px; width: 298px;"&gt;        &lt;div id="loadarea" style="margin-bottom: 5px; width: 298px;"&gt;&lt;img src="http://www.kompas.com/data/photo/2008/11/19/023933p.jpg" border="0" width="298" /&gt;     &lt;/div&gt;                    &lt;div id="boxpoto" style="margin-bottom: 0px; font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102); text-align: left;"&gt;&lt;a href="http://www.kompas.com/read/xml/2008/11/19/02394459/lupakan.persaingan.obama.dan.mccain.rangkul.reformasi#" style="font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102); text-decoration: none;"&gt;(&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Getty Images/SAUL LOEB)&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;        &lt;/div&gt;&lt;div id="boxtitle"   style="margin-bottom: 0px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(51, 51, 51); text-align: left;font-family:arial;font-size:11px;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Barack Obama (kanan) menerima John McCain di kantor transisinya di Chicago pada 17 November 2008 &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;       &lt;/div&gt;                                            &lt;!--- video --&gt;             &lt;div id="boxpoto" style="margin-bottom: 0px; font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102);"&gt;&lt;a href="http://www.kompas.com/read/xml/2008/11/19/02394459/lupakan.persaingan.obama.dan.mccain.rangkul.reformasi" style="font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102); text-decoration: none;" target="_blank"&gt;/&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;                                &lt;div id="boxterkait" style="width: 300px; background-color: rgb(255, 255, 255); margin-bottom: 20px;"&gt;      &lt;b class="judulnolead"&gt;Artikel Terkait:&lt;/b&gt;      &lt;ul id="navlist"&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.kompas.com/read/xml/2008/11/19/00464033/wawancara.obama.cetak.rekor.penonton"&gt;Wawancara Obama Cetak Rekor Penonton&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.kompas.com/read/xml/2008/11/18/10484211/indonesia.bisa.mencuri.peluang.kerja.sama.di.era.obama."&gt;Indonesia Bisa "Mencuri" Peluang Kerja Sama di Era Obama &lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.kompas.com/read/xml/2008/11/18/09455152/tim.obama.selidiki.catatan.keuangan.clinton........"&gt;Tim Obama Selidiki Catatan Keuangan Clinton        &lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.kompas.com/read/xml/2008/11/18/05585977/obama.dan.mccain.akhiri.permusuhan"&gt;Obama dan McCain Akhiri Permusuhan&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.kompas.com/read/xml/2008/11/17/02371812/obama.ikuti.cara.lincoln.musuh.pun.dirangkul"&gt;Obama Ikuti Cara Lincoln, "Musuh" Pun Dirangkul&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;     &lt;/div&gt;       &lt;div style="padding: 0pt;"&gt;        &lt;/div&gt;                                  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="tanggal"&gt;Rabu, 19 November 2008 | 02:39 WIB&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;     &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Presiden terpilih AS Barack Obama mencoba melupakan kegetiran persaingan yang telah dijalaninya bersama mantan rivalnya dari partai Republik, John McCain. Hal itu dilakukan Obama dan McCain dengan mencari persamaan pada sejumlah isu untuk mencapai kerjasama bipartisan yang lebih besar di Washington.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;John McCain diterima selama 40 menit di markas transisi Obama Senin (17/11) waktu Chicago untuk membahas kemungkinan kolaborasi pada perubahan iklim, pembaharuan imigrasi, Teluk Guantanamo serta sejumlah masalah lainnya. Ini merupakan pertemuan pertama keduanya sejak Obama menundukkan McCain dalam kemenangan mutlak electoral vote pada pemilihan presiden AS 4 November lalu. Kamis (13/11) pekan lalu, Obama mendekati mantan rivalnya dalam merebut posisi capres dari Demokrat, Senator Hillary Rodham Clinton, yang dipertimbangkan untuk ditunjuk sebagai menteri luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ajudan Obama dan McCain menjelaskan belum ada posisi kabinet yang dialokasikan untuk senator Arizona tersebut. Obama sempat menyebutkan rencananya untuk memasukkan sedikitnya satu kader Republik untuk bergabung dengan kabinetnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Obama, jalinan hubungan hangat dengan politisi terkenal dan sukses seperti Hillary dan McCain mengarahkan pemerintahannya pada kemungkinan kesiapan untuk menuntaskan krisis ekonomi dan keterlibatan AS di perang Afganistan serta Irak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum mengikuti pertemuan, Obama menjelaskan ia dan McCain akan membicarakan "cara untuk membina kerjasama dalam mengatasi masalah negara." Seusai mengikuti pertemuan, Obama dan McCain berjanji bekerjasama untuk memperbaharui pemerintahan serta meningkatkan kemitraan bipartisan di Washington.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Hillary yang kembali ke Kongres tanpa prospek dalam waktu dekat untuk meraih jabatan ketua nampak lebih mendambakan jabatan menteri luar negeri di kabinet Obama. Para pejabat transisi menjelaskan Hillary dengan mendapat dukungan dari suaminya yang adalah mantan presiden Bill Clinton berusaha mengikuti sebuah proses uji kompetensi walaupun terdapat beberapa calon untuk mengisi posisi menteri luar negeri.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8995744091977541029-6716405149944717881?l=klikpilpres.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpilpres.blogspot.com/feeds/6716405149944717881/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8995744091977541029&amp;postID=6716405149944717881' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default/6716405149944717881'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default/6716405149944717881'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpilpres.blogspot.com/2008/11/getty-imagessaul-loeb-barack-obama.html' title=''/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8995744091977541029.post-2488543436905607704</id><published>2008-11-16T09:55:00.000+07:00</published><updated>2008-11-16T09:56:01.191+07:00</updated><title type='text'>Ayah Obama yang Kontroversial</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;" id="judulartikelcetak"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="txtartikelcetak"&gt;       &lt;!--zoom image--&gt;  &lt;script language="javascript"&gt;  function Big(me)  {  me.width *= 1.700; me.height *= 1.700;  }  function Small(me)  {  me.width /= 1.700; me.height /= 1.700;  }  &lt;/script&gt;            &lt;div id="boximartikelcetak1"&gt;   &lt;table style="text-align: left; margin-left: 0px; margin-right: 0px;" width="300" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" height="200"&gt;     &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td&gt;     &lt;img src="http://www.kompas.com/data//photo/2008/11/16/3086357p.jpg" onmouseover="Big(this);" onmouseout="Small(this);" width="300" height="224" /&gt;   &lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;     &lt;tr align="left"&gt;    &lt;td&gt;          &lt;span class="txfotocetak"&gt;    AP Photo/Mikhail Metzel / &lt;a href="http://www.kompasimages.com/" target="_blank"&gt;Kompas &lt;span style="font-size:78%;"&gt;Images&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;    &lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;Pengunjung mengamati lukisan karya pelukis Rusia, Farid Bogdalov, Moskwa, Kamis (13/11). Barack Obama dilukiskan berpakaian sebagai Paman Sam (Uncle Sam) yang dipajang di sebuah galeri di Moskwa. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;        &lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;     &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;          &lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span class="tglct"&gt;Minggu, 16 November 2008 | 03:00 WIB&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div id="article_body"&gt;&lt;p&gt;Simon Saragih&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di harian Inggris The Daily Mail, edisi 27 Januari 2007, muncul sebuah tulisan berjudul ”A drunk and a bigot- what the US Presidental hopeful HASN’T said about his father...”. Tulisan ini dibuat oleh Sharon Churcher di London, Rob Crilly di Nairobi (Kenya) dan Gill Pringle di Honolulu (AS).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam bukunya The Dream from My Father, Obama tak menulis lebih rinci soal ayahnya. Tak seromantis isi buku Obama, ayahnya ternyata seorang pemabuk dan poligamis. Rasa ingin tahu soal ayah Obama mencuat setelah Obama sendiri menjadi bakal calon presiden AS. Kemudian ketahuan bahwa Barack Hussein mengabaikan anak dan istrinya. Obama mengatakan hidupnya diwarnai dengan cacian rasialis. Ibunya yang kulit putih dan ayahnya yang kulit hitam membuatnya terombang-ambing dalam dua warna itu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kenyataannya, ibu Barack Obama menceraikan Barack Hussein setelah ketahuan bahwa Barack Hussein mempunyai istri yang ditinggalkan di Kenya. Istri pertamanya sedang mengandung anak kedua saat Barack Hussein berangkat ke AS.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut harian Daily Mail, Barack Hussein menikah lagi dengan wanita ketiga, yang ditemui justru saat ia masih serumah dengan ibu Barack Obama. Seorang keponakan Barack Hussein kepada harian tersebut mengatakan bahwa poligami adalah bagian dari budaya Afrika. Tak sepenuhnya benar bahwa perceraian orangtua Barack Obama semata-mata karena perbedaan warna kulit, seperti penuturan Obama.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Barack Hussein memulai hidup dengan keberuntungan karena bisa membaca dan menulis. Namun, ia juga merasakan hidup tidak adil. Ayah dari Barack Hussein, kakek Barack Obama, adalah tukang masak keluarga Inggris di Kenya. Barack Hussein dijuluki anak di keluarga Inggris tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sang kakek mengirim Brack Hussein ke sebuah sekolah misionaris. Akan tetapi, setelah lulus sekolah, Barack Hussein tak dapat pekerjaan dan kembali ke desa beternak kambing di Nyangoma Kogela, desa terpencil dengan jalan rusak serta berbukit-bukit di Kenya Barat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pada usia 18 tahun, Barack Hussein menikahi Kezia. Namun, Barack Hussein tidak lebih tertarik kepada keluarganya ketimbang politik dan ekonomi. Minat besarnya ke politik membuat para pemimpin kemerdekaan Kenya memberi perhatian.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kemudian ia didorong mendapatkan beasiswa untuk belajar ekonomi di AS dan kembali ke Kenya setelah kemerdekaan. Pada usia 23 tahun, ia menuju Universitas di Hawaii. Keluarga mengatakan dia mata keranjang dan saat di Honolulu, merayu rekan mahasiswi berusia 18 tahun. Lahirlah Barack Junior pada Agustus 1961.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dua tahun kemudian Obama Senior harus pindah lagi karena menerima panggilan belajar di Harvard University, Cambridge. Ia pun meninggalkan Obama dan istrinya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saat itu Ann menjelaskan kepada Obama bahwa ayahnya harus pergi dan hidup terpisah. Beasiswa tidak mencukupi jika mereka ikut, tetapi bukan uang yang dikhawatiran. Obama Junior mengatakan, rasisme dari dua keluarga merusak perkawinan ayah dan ibunya. Di dalam bukunya, Obama mengatakan ibunya, Ann, yang dipanggil Tut, tidak menginginkan menantu kulit hitam, sementara kakek Obama di Kenya tidak menginginkan menantu kulit putih.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Nyatanya Ann menceraikan suaminya setelah ketahuan sudah menikah. Ann kemudian menikah lagi dengan pria Indonesia, Lolo Soetoro, yang kini sudah almarhum. Obama pun bercerita mengapa Obama pernah tinggal di Jakarta.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ayah Obama kembali ke Kenya dan bertemu keluarga dengan dua anak. Ia kemudian bekerja sebagai pegawai pemerintah di pemerintahan Presiden Jomo Kenyatta. Obama Senior kemudian menikah ketiga kalinya sebelum berangkat ke Kenya. Dengan gaji yang besar, mobil mewah, istri ketiganya bernama Ruth, seorang guru kulit putih kelahiran AS, turut bersamanya ke Kenya. Ruth dikenal Obama Senior di Harvard dan menikah justru di saat Obama Senior masih terikat pernikahan dengan Kezia dan Ann. Dia juga sudah punya anak dengan Ruth.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ruth akhirnya meninggalkan Obama Senior setelah berkali-kali mabuk yang selalu membuatnya berang dan memukuli Ruth secara brutal. Kebiasaan mabuk membuat Obama Senior akhirnya kehilangan dua kaki karena tabrakan saat mabuk dan pekerjaannya pun lenyap. Obama Senior menikah lagi dengan wanita lain dan punya anak satu lagi dan sering kembali ke rumah sembari mabuk.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Obama Senior hendak menikahi wanita ini, ketika ia mengalami kecelakaan mobil dan meninggal pada tahun 1982. Saat ini Barack Obama berusia 21 tahun. Said Hussein Obama (40), sepupu Obama, mengatakan kepada The Mail, ”Jelas, Barack Obama sangat terharu setelah mengetahui kisah ayahnya.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;”Kami meyakinkan Barack bahwa ayahnya adalah seorang yang baik namun saat itu ia sulit mencocokkan hal itu dengan kebiasaan mabuk dan perkawinan poligami,” kata Said.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;”Ayahnya adalah manusia biasa dan tidak bisa diharapkan menjadi sempurna 100 persen. Sepupu saya (Obama) bingung ketika bertemu saudara-saudari dari empat ibu berbeda. Namun, sama seperti Afrika yang merasa aneh dengan kebiasaan Amerika, demikian pula Amerika bingung melihat kebiasaan Afrika,” kata Said.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Jauh dari teladan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jauh dari figur teladan, Obama merasakan keanehan. Namun, di dalam bukunya Barack Obama menuliskan hal-hal baik soal Obama Senior. Misalnya, ia mengatakan bahwa ayahnya kehilangan pekerjaan setelah bergabung dengan kampanye menentang korupsi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Salah satu rekan Obama Senior, yang juga sama-sama sering mabuk, Philip Ochieng Ochieng, mengatakan, kejatuhan Obama Senior adalah akibat kebiasaan buruknya. Rekan Obama Senior ini seorang penulis.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;”Meski menyenangkan, murah hati dan pintar luar biasa, Obama Senior juga suka mendikte, kejam. Ia kecanduan minuman beralkohol, jatuh karena kebiasaan pulang ke rumah sembari mabuk setiap malam. Karakter buruk menunjukkan kelemahan dan menyebabkannya kehilangan pekerjaan, jatuh miskin dan semua ini makin mengacaukan kepribadiannya,” kata Ochieng.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ochieng mengenang, setelah duduk sembari minum semalaman dengan menenggak minuman beralkohol di Hotel Stanley, terkenal di Nairobi, Obama Senior berang setiap kali Ruth bertanya dari mana saja dia semalaman.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ochieng mengenang ucapannya kepada kerabat dekatnya itu. ”Kamu membawa jauh-jauh seorang wanita dan kamu mengacaukan hidupnya. Ini bukan cara kita.” Nasihat ini tidak mempan. Ruth akhirnya menggugat cerai setelah sebuah pemukulan brutal terulang lagi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;”Obama Senior mengalami kecelakaan parah. Kedua kakinya harus diamputasi dan diganti dengan kaki palsu dari logam. Obama Senior sangat arogan saat mengemudi, terutama ketika sedang mabuk. Saya tidak heran jika ia kecelakaan,” kata Ochieng.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ruth menolak berkomentar soal semua itu saat ditanyai di sebuah sekolah di Kenya, tempatnya sekarang mengajar. ”Saya menikah dengan bapaknya Barack Obama selama lebih kurang tujuh tahun, ya, Anda bisa mengatakan Barack Obama adalah anak tiri saya,” kata Ruth.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;”Obama Senior orang yang sulit. Meski saya menikah tujuh tahun dengannya, paling lama bertahan dari semua istrinya, namun ia bukan orang yang selalu berada di dekat saya.”&lt;/p&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8995744091977541029-2488543436905607704?l=klikpilpres.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpilpres.blogspot.com/feeds/2488543436905607704/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8995744091977541029&amp;postID=2488543436905607704' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default/2488543436905607704'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default/2488543436905607704'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpilpres.blogspot.com/2008/11/ayah-obama-yang-kontroversial.html' title='Ayah Obama yang Kontroversial'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8995744091977541029.post-7928032605026870986</id><published>2008-11-15T06:47:00.001+07:00</published><updated>2008-11-15T06:47:33.011+07:00</updated><title type='text'>Belajar Mengaku Kalah</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Salahuddin Wahid&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ratusan juta orang di seluruh dunia mengikuti proses Pemilihan Presiden AS 2008 melalui televisi. Mendengar pidato kekalahan McCain, semua takjub. Mengagumi kebesaran jiwanya dan terpesona isi pidato kekalahannya yang menyentuh hati. Substansi pidato itu tidak kalah dibandingkan pidato kemenangan Obama.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kata McCain, ”Malam ini amat berbeda dengan malam-malam sebelumnya, tidak ada dalam hati saya, kecuali kecintaan saya kepada negeri ini dan kepada seluruh warga negaranya, apakah mereka mendukung saya atau Senator Obama. Saya mendoakan orang yang sebelumnya adalah lawan saya, semoga berhasil dan menjadi presiden saya.”&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Al Gore ”versus” Bush&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Penghitungan suara Pilpres 2000 (Wapres Al Gore melawan Bush) amat dramatis. Hasil penghitungan suara secara nasional hampir selesai dan siapa pemenangnya bergantung pada penghitungan suara di Florida, yang gubernurnya adalah adik capres Bush. Suara Bush: 2.909.171, suara Gore: 2.907.387. Selisihnya amat kecil: 1.784 suara.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tim kampanyenya berhasil mencegah Al Gore yang sedang dalam perjalanan untuk mengakui kekalahan di depan publik. Mereka berusaha keras agar dapat di lakukan penghitungan ulang di seluruh Florida. Maka, dimulailah proses hukum yang menegangkan, yang memakan waktu beberapa pekan hingga melibatkan MA Florida dan MA Amerika Serikat.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pemilihan menggunakan mesin yang ternyata hasil coblosannya sering tidak jelas kalau tidak cukup kuat menekannya. Perdebatan terjadi tentang standar coblosan yang bisa diakui sebagai tanda bahwa si pemilih telah menentukan pilihannya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sempat dilakukan penghitungan ulang untuk sejumlah county dan selisih suara menurun tinggal 327 suara. Terjadi tekanan massa pendukung Bush untuk menghentikan proses penghitungan ulang di sebuah county. Lalu, ada perintah untuk menghentikan penghitungan ulang.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tim Al Gore masih tetap ingin berjuang. Al Gore menelepon ketua tim untuk menghentikan perjuangan itu. Salah satu kalimat Al Gore amat menarik: ”Kalaupun aku menang (dalam penghitungan suara), rasanya aku tidak menang (dalam pengertian lebih luas). Ayahku mengatakan bahwa kekalahan dan kemenangan itu dibutuhkan untuk memuliakan jiwa kita.”&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Lalu, Al Gore tampil dalam acara TV bersama Bush yang ada di tempat lain untuk mengakui kekalahan dan menyampaikan selamat kepada Bush. Tidak ada protes atau demo pendukung Al Gore. Ternyata Al Gore betul, dia menerima hadiah Nobel, sedangkan Bush dianggap sebagai salah satu Presiden AS terburuk.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Jesse Owens dan Hitler&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ada kisah menarik pada Olimpiade 1936 di Berlin tentang Jesse Owens, atlet terbesar AS berkulit hitam, pemegang rekor dunia untuk lari 100 meter dan 200 meter. Jerman mempunyai atlet hebat yang bisa menjadi saingan berat Jesse Owens.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pertarungan antara atlet Jerman dan Owens akan menjadi atraksi paling bergengsi. Karena itu, Hitler memompa semangat atlet Jerman itu. Hitler yang rasis menyatakan, Owens seorang negro yang tidak sepadan dengan atlet Jerman yang berdarah Aria, ras terunggul di dunia. Dia mengatur agar penonton mendukung si atlet Jerman dengan menyoraki Owens agar emosinya terganggu dan kalah.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ternyata Owens tampil sebagai juara. Hitler tidak dapat menerima kekalahan itu dan tidak bersedia memberikan selamat kepada Owens. Si atlet Jerman yang kalah ternyata bukan rasis dan punya sportivitas tinggi. Dia berani menghampiri dan memberikan selamat kepada Owens di depan Hitler dan puluhan ribu penonton.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Kondisi Indonesia&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bandingkan tiga hal di bagian awal tulisan ini dengan apa yang terjadi di Indonesia. Pidato kekalahan memang belum menjadi tradisi di sini. Namun, mengucapkan selamat meski tidak langsung bertemu, cukup dengan telepon atau melalui pers, sudah merupakan suatu teladan yang baik bagi masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Saya tidak tahu apakah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sudah sempat bertemu dan berjabat tangan dengan Megawati Soekarnoputri pasca-Pilpres 2004. Namun, kita tahu, Taufik Kiemas telah menjalin komunikasi langsung dengan Presiden Yudhoyono. Pak Habibie, tanpa beban datang ke Istana menemui Presiden Yudhoyono. Gus Dur menghadiri upacara peringatan 17 Agustus 2008 dan bersilaturahim Idul Fitri ke Istana Merdeka.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Yang paling parah adalah terjadinya konflik fisik di antara pendukung pasangan calon gubernur di Maluku Utara (Malut). Tak terdengar adanya upaya dari kedua cagub untuk meredam emosi para pendukung. Meski menganggap tidak sah penetapan dan pelantikan Gubernur Malut oleh Mendagri, akan baik jika pihak yang kalah dengan legowo menerima kekalahan dan mengucapkan selamat kepada pemenang. Setelah itu melakukan rekonsiliasi di antara kedua kelompok pendukung.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Menanamkan kesadaran&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kisah Owens dan Al Gore saya dapatkan melalui film. Perlu digali dan disosialisasikan kisah tentang mereka yang kalah bertanding dalam bidang apa pun (politik, olahraga, dan ilmu) yang menunjukkan bagaimana cara menjadi pihak yang kalah secara terhormat, terutama di Indonesia.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Adang Daradjatun berani mengakui kekalahannya dalam pemilihan gubernur DKI di depan pers. Seusai menghadiri sidang untuk mendengarkan pembacaan putusan penolakan MK terhadap gugatan pasangan Wiranto-Wahid tentang hasil penghitungan suara KPU, di depan wartawan saya menyampaikan selamat kepada pasangan SBY-JK dan Mega-Hasyim. Tentu masih banyak lagi contoh lainnya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sejak kecil perlu ditanamkan kesadaran, jika sudah kalah dan mengaku kalah, itu terhormat, tidak memalukan atau mencemarkan nama baik. Tindakan itu justru menunjukkan kebesaran jiwa, kedewasaan, dan sikap ksatria. Bayangkan apa jadinya jika Al Gore tetap ngotot dan tidak mau mengaku kalah.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Baik sekali jika dalam Pilpres 2009, capres yang kalah menyampaikan pidato kekalahan. Lalu, tradisi itu diikuti cagub dan cabup. Namun, tradisi itu perlu diikuti proses pemilihan calon yang pertimbangan utamanya bukan uang dan pelaksanaan pemilihannya bersih dan jurdil. Tanpa itu, pengakuan kalah kurang bermakna.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Salahuddin Wahid&lt;/strong&gt; Pengasuh Pesantren Tebuireng&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8995744091977541029-7928032605026870986?l=klikpilpres.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpilpres.blogspot.com/feeds/7928032605026870986/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8995744091977541029&amp;postID=7928032605026870986' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default/7928032605026870986'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default/7928032605026870986'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpilpres.blogspot.com/2008/11/belajar-mengaku-kalah.html' title='Belajar Mengaku Kalah'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8995744091977541029.post-6580081106678804324</id><published>2008-11-14T12:56:00.000+07:00</published><updated>2008-11-14T12:57:25.741+07:00</updated><title type='text'>’Sinyo’ Hitam di Gedung Putih</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;" class="block-content"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;div class="news-content"&gt;&lt;p&gt;MATAHARI terbit kembali di Amerika. Setidaknya itulah yang dirasakan para pendukung Barack Obama setelah mendengar kemenangan kandidat Partai Demokrat itu dalam pemilihan Presiden Amerika Serikat pekan lalu. Maklum, mereka merasa kepemimpinan George Walker Bush selama delapan tahun terakhir ini telah membawa negaranya ke dalam malam yang pekat. Amerika menginvasi Afganistan dan Irak, memenjarakan ribuan orang tanpa pengadilan di Guantanamo, dan menerbitkan undang-undang antiteroris yang represif. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mulanya adalah serangan teroris ke menara kembar di New York, 11 September 2001. Belum lagi asap menghilang dari reruntuhan bangunan, suara marah dan semangat dendam keras berkumandang dari Gedung Putih. Perang terhadap teroris digelindingkan ke seluruh penjuru bumi dan dunia dipaksa memilih: ikut Washington atau akan dianggap sebagai lawan. Simpati dunia yang sempat membanjir begitu gedung World Trade Center roboh pun pelan-pelan berubah menjadi kekesalan. Popularitas Amerika melorot dan kaum antidemokrasi di seluruh bumi berteriak lantang: demokrasi telah gagal! &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kini rakyat Amerika membuktikan betapa kelirunya pernyataan itu. Di negara demokrasi, pengendali kekuasaan yang dianggap salah dapat diganti dalam sebuah proses yang damai. Tak cuma tanpa kekerasan, tapi juga dapat berlangsung seru, menegangkan, dan amat inspiratif. Bagaimana tidak, seorang anak yang ayahnya beragama Islam dan berasal dari Kenya, yang sempat dibesarkan di Menteng Dalam, Jakarta, dapat terpilih menjadi orang nomor satu di negara terkuat di dunia. Kejadian ini membuktikan bahwa Amerika tetaplah sebuah tanah bebas, tempat mimpi mungkin dikejar dan diwujudkan. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Paling tidak mimpi Dr Martin Luther King yang tewas ditembak 41 tahun silam kini menjadi kenyataan. Pejuang persamaan hak bagi kulit berwarna ini dibunuh karena mimpinya mengganggu kenyamanan kelompok masyarakat negaranya yang rasis. Rasisme yang menyebabkan hukum Virginia mengkriminalkan perkawinan berbeda warna kulit hingga Mahkamah Agung menyatakan hukum ini melanggar konstitusi pada 1967. Rasisme yang kini kelihatannya tinggal menjadi reruntuhan sejarah. Buktinya, Barack Obama juga menang suara di negara bagian yang pernah memimpin pemberontakan bersenjata terhadap Washington karena menolak kebijakan Presiden Abraham Lincoln menghapus perbudakan ini. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Amerika rupanya sedang berubah drastis. Perubahan yang tak terelakkan karena sistem yang berjalan selama ini ternyata membuahkan tiga krisis besar: perang di dua negara, krisis keuangan, dan guncangan perubahan iklim bumi. Obama menjanjikan untuk menyelesaikan perang, mengatasi krisis ekonomi, dan menanggulangi masalah lingkungan global ini melalui aliansi dengan negara-negara lain, tak lagi menempuh jalan Presiden Bush yang gemar melakukan kebijakan unilateral. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pilihan Obama ini perlu kita sambut dengan tangan terbuka. Kemenangan pria yang pernah bersekolah di sekolah dasar negeri di Indonesia ini menunjukkan rakyat Amerika memilih sikap terbuka dan rendah hati dalam menghadapi tantangan masa depan. Sebuah pilihan yang tak mudah karena biasanya dorongan untuk menutup diri dan bercuriga kepada pihak asing amat terasa di saat krisis sedang melanda. Ini jelas menunjukkan bahwa rakyat banyak lebih cerdas ketimbang anggapan mencibir yang kerap disuarakan segelintir kelompok elite terdidik. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Buktinya, lebih dari tiga juta warga memberi sumbangan semampu mereka kepada Obama sehingga ketergantungan alumnus Universitas Harvard ini pada sumbangan konglomerat, yang biasanya merupakan penyumbang utama kandidat pertarungan politik, tak terbentuk. Jutaan orang yang biasanya kurang peduli untuk memilih pun kali ini rela antre berjam-jam untuk menggunakan hak suara mereka. Mereka ingin Amerika kembali pada khitahnya: sebuah pemerintahan yang dibentuk untuk kepentingan rakyat, oleh rakyat. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Keyakinan warga Amerika atas sistem demokrasi ini mudah-mudahan menjadi inspirasi bagi warga dunia, terutama rakyat Indonesia. Kita seolah diingatkan kembali bahwa prinsip dasar sistem demokrasi adalah kepercayaan bahwa rakyat yang bebas itu menghasilkan pemikiran kolektif yang cerdas. Bahwa hanya dalam kondisi setiap warga bebas mengutarakan pendapat dan ekspresi, pasar bebas politik akan menghasilkan gagasan terbaik untuk menghadapi tantangan bangsa. Justru tugas negara adalah memastikan bahwa pasar bebas gagasan ini terjaga dari intervensi kelompok yang gemar memaksakan aspirasi mereka dengan kekuatan nonkon-stitusional. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Keberhasilan Amerika dan banyak negara maju lainnya dalam menyejahterakan bangsa mereka adalah bukti empiris ampuhnya sistem demokrasi. Sejarah menunjukkan banyak bangsa yang sempat jaya di masa lalu akhirnya menjadi merana karena ketidakmampuan rezim penguasanya menghadapi perubahan zaman. Sebaliknya, sistem demokrasi yang merawat kebinekaannya seperti di banyak negara maju saat ini terbukti mempunyai kemampuan untuk selalu mengadaptasi diri menghadapi berubahnya zaman. Soalnya, bangsa yang demokratis selalu dapat mengganti pemimpinnya secara damai dan teratur agar selalu sesuai dengan tantangan yang baru.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8995744091977541029-6580081106678804324?l=klikpilpres.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpilpres.blogspot.com/feeds/6580081106678804324/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8995744091977541029&amp;postID=6580081106678804324' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default/6580081106678804324'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default/6580081106678804324'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpilpres.blogspot.com/2008/11/sinyo-hitam-di-gedung-putih.html' title='’Sinyo’ Hitam di Gedung Putih'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8995744091977541029.post-8622369304167670127</id><published>2008-11-14T12:54:00.000+07:00</published><updated>2008-11-14T12:55:22.553+07:00</updated><title type='text'>Barack Obama dan Kekuasaan Amerika</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;" class="block-content"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;div class="news-content"&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:#ff9900;"&gt;&lt;b&gt;Joseph S. Nye&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;Guru besar Harvard Kennedy School of Government dan bekas Asisten Menteri Pertahanan Amerika Serikat.&lt;/i&gt; &lt;p&gt;DARI sejumlah tantangan awal yang dihadapi Presiden Barack Obama,  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;krisis finansial adalah yang utama. Krisis ini telah melahirkan keraguan akan kekuatan Amerika Serikat di masa depan. Far Eastern Economic Review menulis, gejolak di Wall Street menimbulkan pergeseran tektonis global: awal keruntuhan kekuasaan Amerika. Presiden Rusia Dmitri Medvedev melihat krisis ini sebagai tanda pungkasnya kepemimpinan global Amerika. Presiden Venezuela Hugo Chavez menyatakan kini Beijing jauh lebih relevan ketimbang New York. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dolar—simbol kekuasaan keuangan Amerika—sejatinya menguat sebagaimana disampaikan Kenneth Rogoff. Guru besar ekonomi Harvard dan mantan ekonom Dana Moneter Internasional (IMF) ini menyatakan, ”Ironis bahwa ketika ekonomi kita centang-perenang, banyak orang asing ingin menyetorkan uang mereka ke negara kita. Mereka bingung hendak ke mana. Mereka lebih percaya pada kemampuan kita menyelesaikan soal, sedangkan kita sendiri belum yakin.” &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Orang bilang, bila Amerika bersin, dunia sakit pilek. Akhir-akhir ini banyak yang mengklaim bahwa kebangkitan Cina serta negara-negara minyak telah menyelamatkan Amerika. Tapi manakala Amerika terkena flu finansial, yang lain segera saja terjangkit. Para pemimpin dunia beralih dari schadenfreude (rasa girang karena orang lain tertimpa bencana—Red.) kepada rasa takut serta jaminan surat utang Amerika. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Krisis sering menggugurkan kebijaksanaan konvensional. Dan krisis yang satu ini menunjukkan kekuatan ekonomi Amerika tetap meyakinkan. Kinerja buruk Wall Street dan para regulatornya membuat Amerika membayar mahal. Namun pukulan tidak akan begitu fatal (tidak seperti Jepang pada 1990-an) jika Amerika berhasil mencegah kerugian serta membatasi kerusakan. Forum Ekonomi Dunia masih menempatkan ekonomi Amerika pada posisi paling kompetitif. Ini berkat kelenturan pasar tenaga kerjanya, pendidikan tinggi, stabilitas politik, serta keterbukaannya terhadap inovasi. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pertanyaan lebih mendasar adalah tentang kekuatan jangka panjang negara ini. Dewan Intelijen Nasional Amerika tengah menyiapkan prakiraan baru untuk 2025. Dewan memproyeksikan kedigdayaan Amerika—dengan militer sebagai kunci utama—bakal jauh menurun di tengah dunia yang kian kompetitif. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kekuasaan selalu bergantung pada konteks. Dalam dunia dewasa ini, kekuasaan disalurkan melalui satu pola yang mencerminkan permainan catur tiga dimensi nan kompleks. Di puncak papan catur, ada kekuasaan militer yang cenderung bersifat unipolar. Di tengah papan catur terbentang kekuasaan ekonomi multipolar. Amerika, Eropa, Jepang, dan Cina menjadi pemain utamanya sembari para pemain lain juga terus menguat. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di dasar papan catur terdapat bidang hubungan transnasional yang melintas batas kontrol pemerintah. Ia mencakup berbagai unsur: bankir yang mentransfer uang dalam jumlah melebihi anggaran pendapatan belanja negara, teroris, dan para hacker di Internet. Ia juga mencakup tantangan-tantangan baru berupa pandemi dan perubahan iklim. Di dasar papan catur, kekuasaan benar-benar menyebar. Jadi omong kosong belaka bila kita berbicara tentang unipolaritas, multipolaritas, atau hegemoni. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di bidang politik antarnegara, faktor terpenting adalah ”kembalinya Asia”—proses yang masih terus berlangsung. Pada 1750, Asia memiliki tiga perlima penduduk dunia dan tiga perlima ekonomi dunia. Pada 1900, setelah Revolusi Industri di Eropa dan Amerika, kekuatan ekonomi Asia turun menjadi seperlima ekonomi dunia. Namun Asia diperkirakan kembali mengukir suksesnya yang bersejarah pada 2040. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kebangkitan Cina dan India bisa jadi menciptakan instabilitas, tapi ini soal preseden. Kita belajar dari sejarah betapa kebijakan mempengaruhi hasil. Satu abad lalu, Inggris mampu mengelola kebangkitan Amerika tanpa konflik. Tapi dunia gagal menghadapi kekuatan Jerman yang malah meletuskan dua perang dunia. Kekuatan aktor-aktor yang bukan negara juga perlu ditata. Penyakit pandemik yang disebarkan burung dapat membunuh lebih banyak manusia dibanding jumlah yang tewas dalam Perang Dunia I dan II. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kian banyak isu dan problem yang tak terkontrol—bahkan oleh negara paling berkuasa—merupakan tantangan bagi Barack Obama. Meski Amerika dapat mengelola kekuatannya dengan baik menurut ukuran tradisional, ukuran-ukuran itu gagal menangkap apa yang didefinisikan politik dunia yang—karena revolusi dan globalisasi informasi—terus berubah. Karena itu menghalangi orang Amerika mencapai semua tujuan internasionalnya melalui usaha sendiri. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Stabilitas finansial internasional menjadi perihal vital kesejahteraan Amerika. Tapi Amerika memerlukan kerja sama dengan pihak lain untuk menjamin hal ini. Dalam sebuah dunia dengan batas negara kian longgar bagi segala sesuatu—dari narkoba hingga terorisme—Amerika harus memobilisasi koalisi internasional dan menyampaikan ancaman serta tantangan yang mesti dihadapi bersama-sama. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebagai kekuatan ekonomi terbesar dunia, kepemimpinan Amerika tetaplah penting. Problem kekuatan Amerika dalam krisis finansial ini bukanlah pada kemundurannya, melainkan perwujudannya, yakni bahwa negara paling digdaya sekalipun tak dapat mencapai tujuannya tanpa bantuan negara-negara lain. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Syukurlah Barack Obama memahami hal itu.&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8995744091977541029-8622369304167670127?l=klikpilpres.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpilpres.blogspot.com/feeds/8622369304167670127/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8995744091977541029&amp;postID=8622369304167670127' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default/8622369304167670127'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default/8622369304167670127'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpilpres.blogspot.com/2008/11/barack-obama-dan-kekuasaan-amerika.html' title='Barack Obama dan Kekuasaan Amerika'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8995744091977541029.post-3196782816634471791</id><published>2008-11-14T12:53:00.001+07:00</published><updated>2008-11-14T12:53:57.776+07:00</updated><title type='text'>MALAM BERSEJARAH OBAMA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;" class="block-content"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;div class="news-abstract"&gt;Barack Obama terpilih sebagai Presiden Amerika Serikat ke-44. Ia punya tim sukses tangguh, kampanye yang meyakinkan, penggalangan dana yang unik. Dan ia membidik dengan tepat para pemilih muda.&lt;/div&gt; &lt;div class="news-content"&gt;&lt;div class="news-img"&gt;&lt;img src="http://majalah.tempointeraktif.com/images.php?width=130&amp;amp;pic=http://mbmfoto.tempointeraktif.com/1407/head1138.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;HARI itu pekan ketiga September. Para pekerja kantoran baru saja kembali dari makan siang ke tempat kerja mereka dengan tergesa. John McCain, kandidat Presiden Amerika Serikat dari kubu Republik, sedang berbicara di podium Balai Sidang di Jacksonville, Florida. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hari itu pula, Lehman Brothers rontok. Krisis finansial sudah menyentuh pelupuk mata. Namun, di atas panggung McCain terus meyakinkan kelimun orang dengan optimistis. ”Dasar ekonomi kita kuat. Jangan khawatir,” dia berseru. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan hari itu, di kantor pusat kampanye Partai Demokrat di Chicago, staf kampanye Barack Obama menyaksikan pidato McCain. Lalu bergegas menelepon Dan Pfeiffer, direktur komunikasi tim sukses Obama. Ucapan McCain di atas podium Kota Jacksonville bisa jadi senjata karena menunjukkan betapa tidak pekanya kubu Republik. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;”McCain bilang apa?” Pfeiffer bertanya di ujung telepon. Obama, yang baru saja kembali dari kampanye di Colorado, ikut nimbrung. Sebelum matahari tenggelam, tim kampanye Obama sudah siap dengan propaganda yang berisi video pidato McCain. Video itu terus membayangi dan menjadi mimpi buruk pihak Republik. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selasa malam pekan lalu (Rabu siang waktu Indonesia), mimpi buruk itu jadi kenyataan. Barack Obama memenangi pemilu Amerika Serikat dengan perbedaan electoral votes yang mencolok: 364:162. Presiden baru Amerika lahir di Grant Park, Chicago, malam itu—presiden yang, kata Obama sendiri, ”Wajahnya belum pernah Anda lihat di atas uang dolar Anda selama ini.” &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Nicolaus Teguh Budi Harjanto, mahasiswa program doktoral di Northern Illinois, Chicago, menyebut malam itu sebagai pesta rakyat yang amat meriah. Lebih dari seratus ribu orang menjadi saksi malam bersejarah. Semuanya tumpah-ruah dalam kegembiraan. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Teguh mencatat tak hanya orang Amerika yang larut dalam perhelatan. ”Ada yang jauh-jauh terbang dari Polandia,” katanya. Teguh melihat orang-orang Afrika-Amerika memekikkan yel ”My Black President” berulang kali. Keriuhan mencapai puncaknya ketika sirene pasukan keamanan berbunyi dan Obama naik panggung menyampaikan pidato kemenangan. Chicago terjaga sampai pagi. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Inilah babak baru sejarah Amerika. Seorang presiden yang menjanjikan perubahan pada 20 Januari nanti. Dari tangan George W. Bush, dia akan menerima Amerika yang tengah remuk-redam. Sembari berjanji memandu negeri itu keluar dari kehancuran ekonomi, dan trauma perang serta perselisihan di negeri-negeri timur jauh. Obama menjadi presiden kulit hitam pertama sejak Amerika merdeka 232 tahun silam. Kini 47 tahun, dia menjadi presiden kelima termuda dalam sejarah Amerika. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Apa yang membuat orang yakin bahwa Obamalah pemimpin yang ditunggu? Dua tahun lalu, ia hanya setitik pijar dalam radar politik Amerika. Latar belakangnya bagai pungguk dan bulan dibanding para pangeran politik Amerika yang lahir dari klan-klan terkemuka: Bush, Kennedy, Adams, Roosevelt. Obama lahir dari keluarga yang amat biasa, tumbuh tanpa figur ayah, dan bersandar pada asuhan neneknya. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Toh namanya terkerek dalam waktu singkat. Kepandaian memilih isu perubahan adalah keunggulan utama dia. Jejak multikulturalnya menebalkan keunggulan itu. Dengan ayah kandung kulit hitam dari Kenya, ibu kulit putih berdarah Indian Cherokee, ayah tiri berkulit sawo matang, adik ipar berdarah Cina-Kanada, Obama menawarkan jawaban Amerika terhadap dunia yang memandang negeri itu dengan cemas hati. ”Ia berbicara tentang perubahan dan kemungkinan dalam keberagaman. Saya pikir itulah yang membuat Barack diterima banyak orang,” ujar adik seibu Obama, Maya Soetoro-Ng, dalam wawancaranya dengan Tempo pekan lalu. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Faktor ”bukan siapa-siapa” juga menguntungkan Obama. Ia merupakan gambaran ideal Amerika kelas menengah. Punya rumah yang pantas, keluarga harmonis, pekerjaan bagus, dan pekerja keras. Dia kontras menarik dari kehidupan McCain yang mirip opera sabun. Setelah kembali dari Perang Vietnam, McCain bercerai dari istrinya, Carol. Lalu menikahi Cindy Hensley yang memiliki kekayaan lebih dari US$ 300 juta (Rp 3 triliun lebih). Dia putri tunggal keluarga Hensley, hartawan dan konglomerat bir Amerika. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kelebihan lain Obama adalah memiliki tim kampanye yang andal dan cerdas. Sebagian besar mereka adalah orang muda. Inilah tim yang dalam pidato kemenangan Obama di Grant Park disebut ”tim yang paling hebat dalam sejarah Amerika”. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tim kampanye ini, misalnya, menyerbu 218 juta pengguna Internet—dari 303 juta penduduk—di Amerika. Separuh pengguna Internet adalah orang muda. Obama mengangkat Chris Hughes, 24 tahun, sebagai manajer kampanye web, untuk menaklukkan para pemilih belia dari ranah maya. Di bawah pendiri situs jejaring sosial Facebook ini, tim kampanye Obama merambatkan pengaruh dengan cepat. Hughes mengerahkan situs pertemanan macam MySpace, Twitter, Facebook, dan Plurk. Dan menjadi mesin penyebar pesan Obama paling ampuh. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di bawah Hughes, Obama sukses merangkul lebih dari 1,7 juta sahabat di Facebook dan 510 ribu teman di MySpace. Jumlah ini sepuluh kali lipat dari teman maya McCain. Lewat Internet pula Obama berhasil menggalang sebagian besar dana kampanye yang bernilai total US$ 659,7 juta (Rp 6,9 triliun). Ia berhasil membujuk lebih dari tiga juta pengguna komputer untuk menyumbang. Jumlah ini hampir tiga kali lipat dana kampanye McCain dan mengalahkan dana yang dapat dihimpun dua kandidat presiden pada 2004. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Agresivitas tim Obama juga tampak dari pemasangan iklan di media-media yang tak lazim digunakan sebelumnya. Mereka melekatkan wajah dan pesannya di bermacam game video online. Tim ini jeli melihat bahwa 70 persen pemilih berusia 18-30 tahun ternyata menyukai game online. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hasilnya, Obama berhasil mengajak 24 juta pemilih berusia 18-24 tahun, atau 54,5 persen orang muda—yang berhak memilih—ke tempat pemungutan suara. Ini jumlah pemilih muda terbanyak sepanjang sejarah Amerika. ”Saya kaget betapa efektifnya Internet meraih rakyat, baik dalam hal finansial maupun organisasi,” katanya. ”Ini salah satu kejutan terbesar dalam kampanye ini,” Obama menambahkan. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di luar Internet, Obama memiliki David Plouffe, 40 tahun, manajer kampanye yang hebat. Dia mendesain mesin kampanye yang menghubungkan setiap orang di daftar pemilih dan membiarkan mereka bekerja. Dengan jaringan berlapis mirip multilevel marketing, orang-orang yang bersimpati pada Obama siap menggunakan komputer pribadi mereka untuk berkampanye. Mereka memanfaatkan fasilitas telepon gratis pada malam hari dan akhir pekan dari jaringan telepon seluler. Tujuannya, mengorganisasi kampanye dari tingkat paling bawah. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;”Mereka punya alat dan mereka membangun jaringan sendiri,” kata Joe Trippi, juru kampanye kandidat Howard Dean, yang pada 2004 memusatkan perhatian pada pemilih muda. Ia terkesima melihat anak-anak muda yang menjadi tulang punggung kampanye Obama. ”Kampanye Dean bagaikan Wright bersaudara yang menemukan kapal terbang. Empat tahun kemudian sudah berkembang sepesat roket Apollo,” Trippi mengumpamakan. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Obama sendiri lihai meyakinkan orang agar mau melongok program-programnya. Sebagai bekas penggiat komunitas gereja, dia punya pengalaman mengetuk dari pintu ke pintu. Dalam sebuah conference call dengan 400 pemimpin sukarelawan pendukungnya, ia memberikan tip begini: ”Jangan minum. Jangan hanya bicara, tapi simaklah yang banyak,” katanya. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Senator Illinois itu juga mahir melihat kemungkinan munculnya konflik yang akan menyulitkannya. Itu tampak ketika Obama melepas salah seorang penasihat kampanyenya, Mazen Asbahi, yang tadinya diharapkan bisa menghimpun pemilih muslim. Asbahi mundur setelah muncul laporan bahwa ia pernah bekerja sama dengan seorang imam yang punya hubungan dengan organisasi Ikhwanul Muslimin. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan tim yang kuat, Obama berkeliling Amerika. Berbeda dengan strategi tim kampanye John Kerry yang memantapkan kampanye di basis tradisional Partai Demokrat, Obama justru lebih banyak pergi ke kandang lawan. ”Ia harus merebut suara di basis Republik. Tak perlu banyak, cukup menaklukkan Virginia dan Ohio, pertarungan selesai,” kata David Axelrod, 53 tahun, sang kepala strategi. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Axelrod benar. Perolehan suara Obama di ”wilayah angker” yang dikenal dengan istilah battleground itu jauh melampaui perkiraan. Dari delapan battleground yang selama puluhan tahun dimenangkan Republik, Obama merebut enam wilayah, termasuk Ohio, Virginia, Pennsylvania, Missouri, dan Florida. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selama 18 bulan masa kampanye, Obama membuktikan timnya tetap solid: tak ada krisis keuangan atau pergantian strategi, tak ada konflik internal. Bahkan slogan kampanye ”Perubahan yang Kita Percaya” tak berubah sejak awal. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Satu-satunya ”badai” adalah ketika AP mempublikasikan sebuah laporan hanya beberapa hari sebelum pemilu. Dalam investigasi itu diberitakan Zeituni Onyango, bibi Obama di Kenya, dulu masuk ke Amerika secara ilegal. Berita ini dimanfaatkan kubu McCain untuk membalikkan hasil polling. Dalam sehari keunggulan 10 poin atas McCain merosot menjadi 8 poin. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Markas kampanye Obama di Chicago tegang. Valerie Jarret, 51 tahun, penasihat dan sahabat baik Michelle dan Obama, dipanggil. Dia dikenal sebagai ”orang yang selalu jujur dan mengatakan apa yang ada di pikirannya”. Jarret segera menelepon Obama agar bicara jujur. Dengan terbuka, sang senator mengungkapkan bahwa ia sama sekali tak tahu bibinya masuk ke Amerika secara ilegal. ”Walaupun saya sayang padanya, silakan ia dideportasi jika melanggar hukum,” ucap Obama. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketegasan dan kejujuran Obama inilah yang kemudian ”dijual” kembali ke publik. Alhasil, popularitas Obama kembali terdongkrak.  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pada hari pemilihan, Obama membuktikan ia merupakan orang yang tepat untuk memimpin Amerika. Dari 133,3 juta pemilih—atau 62,5 persen penduduk yang berhak memilih—ia menangguk 53 persen suara (popular votes). Dalam hitungan electoral college ia meraih 364 dari total 538 electoral votes. Obama menang telak. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di Grant Park Chicago, Selasa pekan lalu, dunia menyaksikan suatu malam bersejarah bagi Obama dan Amerika.  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;Angela Dewi, Yos Rizal (AFP, AP, BBC, CNN, Chicago Tribune, The Washington Post)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8995744091977541029-3196782816634471791?l=klikpilpres.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpilpres.blogspot.com/feeds/3196782816634471791/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8995744091977541029&amp;postID=3196782816634471791' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default/3196782816634471791'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default/3196782816634471791'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpilpres.blogspot.com/2008/11/malam-bersejarah-obama.html' title='MALAM BERSEJARAH OBAMA'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8995744091977541029.post-6639072105565960060</id><published>2008-11-14T12:50:00.000+07:00</published><updated>2008-11-14T12:51:14.160+07:00</updated><title type='text'>Obama, 2008</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;" class="block-content"&gt;  &lt;div class="news-content"&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;Weep no more, my lady,&lt;br /&gt;Oh weep no more today&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;p&gt;Kau kembali ke pojok yang agak diterangi matahari di kerimbunan hutan itu. Kau kembali dengan mesin waktu yang tak sempurna, tapi masih kau dengar kor itu, My Old Kentucky Home, lagu murung yang bertahun-tahun terdengar sampai jauh lepas dari Sungai Mississippi, sejak Stephen Foster menulisnya. Itu tahun 1853. Budak belian hitam yang mencoba jeda dari terik dan jerih ladang tembakau. Sebuah selingan sederhana dari rutin panjang yang tak pernah dinamai "Penghisapan". Sebuah sudut hutan yang jadi majelis tersembunyi. Sebuah ruang buat orang-orang yang dirantai dan dinista untuk berkumpul dan bertanya: apa sebenarnya semua ini? &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kau tak tahu kapan kau datang. Tapi dengan mesin waktu yang tak sempurna kau lihat seorang perempuan tua berbicara di depan majelis itu, di depan jemaat yang takut menyebut nama Tuhan. Ia mengingatkan kamu kepada Baby Suggs dalam Beloved Toni Morrison. Kau dengar ia berbicara tentang sesuatu yang menakjubkan tapi diabaikan, sesuatu yang biasa tapi tak terduga-duga: daging, jangat, tulang, sendi yang sanggup menanggung pukulan dan dera perbudakan, kelenjar yang menitikkan air mata, jantung yang sesak sebelum tangis, tubuh yang menyembuhkan lukanya sendiri, badan yang dari kepedihan bisa menyanyi, menari, menyanyi. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saudara-saudaraku, tubuh kita bisa mengejutkan kita. Kadang-kadang dengan kegagahan. Kadang-kadang dengan keindahan. Semuanya terbatas, tapi dengan itu kita menggapai yang tak terhingga. Semuanya fana, tapi tiap kali memberi arti yang kekal. Maka jangan menangis lagi. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kau lihat orang-orang terpekur. Kau mungkin tak tahu kenapa: mereka ingin percaya. Tapi mereka juga mendengar, konon di atas tubuh bertahta Takdir. Yang tetap. Yang tegar. Yang lurus dan terang-benderang. Yang tangan-tangannya menebarkan daya tersendiri, merasuki ke otak, setitik demi setitik. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Otak itulah yang kemudian memproduksi alasan. Telah lahir penjelasan yang gamblang, bahwa ada nasib yang memasang pigmen dalam kulit. Pigmen kita membuat hakikat kita. Ada orang hitam, ada kulit "negro", ada juga yang "putih". Warna-warna itulah yang mengarahkan sejarah. Identitas adalah nujum. Ada esensi sebelum eksistensi. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tapi benarkah Takdir merancang semuanya? Di majelis hutan Mississipi itu, suara perempuan tua itu merendah: "Saudara-saudaraku, kegelapan menyertai kita." &lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Kegelapan di balik pori-pori, di ceruk sel darah merah dan getah bening. Kegelapan dalam suara serak, dalam lagu Old Black Joe yang memberat menjelang ajal. Kegelapan Maut, kegelapan kata-kata Tuhan yang tak selamanya kita mengerti, kegelapan yang mengelak dari Takdir yang makin lama makin putih. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Kegelapan yang membiarkan kita tak punya nama, yang menampik nama bila nama adalah daftar milik yang jelas dari tuan-tuan kita. Kegelapan hutan ini yang teduh. Kegelapan yang melindungi kita dari Kebengisan." &lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;Blood on the leaves&lt;br /&gt;And blood at the root&lt;br /&gt;Black bodies swinging&lt;br /&gt;In the southern breeze &lt;br /&gt;Strange fruits hanging&lt;br /&gt;From the poplar trees&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;p&gt;Kebengisan itu tak pernah kau lihat. Mesin-waktumu yang tak sempurna hanya menemukan potret tubuh George Hughes yang digantung di dahan pohon. Tak hanya digantung. Ia dibakar. Ini Sherman, Texas, 1930. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kau bisa baca di perpustakaan kota itu: "negro" buruh tani ini ditangkap dengan tuduhan membunuh majikannya dan memperkosa istri si tuan. Di kampung kecil yang jarang dihuni itu, bisik-bisik beredar: Hughes adalah "hewan yang tahu betul apa yang dimauinya". &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Para petani kulit-putih yang tinggal di dusun itu telah lama bringas, dan kini punya alasan buat lebih bringas. Mereka yang selamanya takut, curiga, dan benci kepada makhluk dengan pigmen berbeda itu kini punya dalih. Mereka serbu gedung pengadilan tempat Hughes ditahan. Mereka bakar. Hughes mereka seret ke luar dan mereka lemparkan ke atas truk. Polisi tak berbuat apa-apa - malah membantu mengatur lalulintas. Di sebuah lapangan dekat tempat tinggal orang hitam, Hughes diikat dan dikerek ke atas sebuah pohon. Api besar dinyalakan. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam sebuah potret kau lihat: Hughes yang tinggal arang, terpentang, bergayut, pada pokok yang rendah. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Orosco mengabadikan adegan itu dalam sebuah litograf dari tahun 1934, &lt;i&gt;Negros Colgados&lt;/i&gt;. Lihat, tak cuma satu "negro". Tubuh-tubuh yang dibunuh itu begelantungan seperti puluhan buah yang aneh. Billie Holiday mengungkapkannya dalam &lt;i&gt;Strange Fruits&lt;/i&gt;: suaranya setengah serak, dengan pilu yang seakan-akan telah jadi napas: &lt;i&gt;Darah pada daun/ darah pada akar/ Jasad hitam yang terayun-ayun/di angin selatan/ buah ganjil yang tergantung/ di pohon  poplar.&lt;/i&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ada sesuatu yang lain pada lagu itu, yang mula-mula tampak pada litograf Orosco: pohon dan dahan itu - tak dihiasi daun-daun -- seakan-akan menegaskan kekuatan yang lurus, lugas, tegak. Juga ia tempat pameran yang meyakinkan. Tak sengaja Orosco mengingatkan kita bahwa sebuah negeri, sebuah tata, adalah bangunan yang kuat karena ia memamerkan sesuatu yang lurus dan sekaligus mengancam. Dengan kata lain: kebengisan. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kebengisan itu sering ditutupi dengan kata-kata: "utuh", "harmonis", "mufakat", seakan-akan sesuatu yang mulia telah diraih. Seakan-akan tak ada pergulatan politik di baliknya. Seakan-akan yang ada hanya arsitektur Tuhan. Tapi nyanyian Billie Holiday mengungkapkan kontradiksi-kontradiksi yang disembunyikan: ia berbisik tentang daerah pedalaman Selatan Amerika yang punya sejarah yang gagah, &lt;i&gt;the gallant South&lt;/i&gt;, tapi ia segera menyebut wajah kesakitan orang-orang hitam yang tercekik. Ia menyebut "harum segar manis kembang magnolia", tapi di baris berikutnya "bau jangat terbakar yang terhidu tiba-tiba". &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tiap tata dibentuk dengan taksonomi: "putih", "hitam", "borjuis", "proletar", "asli", "tak-asli", "mayoritas", "minoritas". Tiap taksonomi dimulai dengan kepalsuan dan pemaksaan. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tapi itu berarti ini tak ada tangan Takdir yang merancang. Tak ada hakikat sebelum apa yang diperbuat. Tak ada esensi sebelum eksistensi. Pembagian, apalagi pemisahan rasial, sepenuhnya hasil sebuah proses politik. Si "hitam" bukan jadi "hitam" karena ia diciptakan "hitam", melainkan karena ia distempel dan disensus dan dikelompokkan ke dalam kategori "hitam". Sejarah "hitam" dan "putih" adalah riwayat pergelutan, terkadang dengan pertempuran, terkadang dengan teriak mengajak maju, serempak, berbaris, 1000 pekik dari pita suara yang panas. &lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;Yes, we can&lt;br /&gt;Yes, we can&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;p&gt;Kau dengar suara itu di kerumunan manusia di Grant Park, Chicago, 4 November 2008 malam. Ya, kita dapat. Ya, kita sanggup. Kita - kata orang-orang itu -- sanggup membuat seorang Amerika dengan nama yang aneh dipilih jadi presiden dengan dukungan yang meyakinkan. Kita sanggup mengubah warisan sejarah yang telah memicu Perang Saudara di abad ke-19. Kita sanggup mengguncang pohon tempat kebengisan dipajang seakan-akan sebuah struktur yang cantik. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tapi ini bukan hanya cerita kemenangan seorang yang bisa melintasi taksonomi "hitam-putih". Ini terutama cerita kemenangan dari pengertian lain tentang "politik". Sebab yang datang bersama Obama bukanlah politik sebagai kiat untuk mendapatkan yang-mungkin. Di tahun 2008 ini, di Amerika Serikat kita justru menyaksikan "politik" sebagai hasrat, setengah nekad, untuk menggayuh yang-tak-mungkin. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Yang-tak-mungkin memang akan selamanya tak-mungkin. Tapi yang-mustahil itu jadi berarti karena ia memanggil terus menerus, dan ia membuat kita merasakan sesuatu yang tak terhingga - yang agaknya menyebabkan jutaan orang bersedia antri berjam-jam untuk memilih dan mengubah sejarah: mereka menyebutnya Keadilan, atau Kemerdekaan, atau nama lain yang menggugah hati. Seperti cinta yang terbata-bata tapi tulus. Seperti sajak yang hanya satu bait tapi menggetarkan. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Seperti tubuh-tubuh yang kau lihat menyanyi di hutan itu. &lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;Weep no more, my lady,&lt;br /&gt;Oh, weep no more today.&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Goenawan Mohamad&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8995744091977541029-6639072105565960060?l=klikpilpres.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpilpres.blogspot.com/feeds/6639072105565960060/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8995744091977541029&amp;postID=6639072105565960060' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default/6639072105565960060'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default/6639072105565960060'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpilpres.blogspot.com/2008/11/obama-2008.html' title='Obama, 2008'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8995744091977541029.post-833006119717605702</id><published>2008-11-14T12:48:00.000+07:00</published><updated>2008-11-14T12:49:35.695+07:00</updated><title type='text'>Keberagaman Membentuk Wataknya</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;" class="block-content"&gt;&lt;h1&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;color:#ff9900;"  &gt;Maya Soetoro-Ng:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;div class="news-content"&gt;&lt;p&gt;KETIKA dunia larut dalam kemenangan Barack Hussein Obama Jr. dalam pemilihan umum Presiden Amerika Serikat, pekan lalu, sekitar 7.000 ribu kilometer dari Chicago, seorang perempuan berambut panjang hitam legam ikut berbagi kebahagiaan. Dialah Maya Kassandra Soetoro-Ng, adik seibu Obama. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Malam itu, di apartemen seluas 600 meter persegi di Jalan Beretania, Honolulu, Hawaii, Maya sebetulnya sedang sibuk menyiapkan proses pemakaman nenek mereka, Madelyn Dunham. Sang nenek, yang mereka panggil ”Toot”, wafat tepat sehari sebelum Obama menang. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lebih muda sembilan tahun daripada sang abang, Maya lahir di Jakarta, 38 tahun silam, dari pasangan Stanley Ann Dunham dan pria Indonesia bernama Lolo Soetoro. Keduanya menikah di Hawaii, setelah Ann Dunham bercerai dengan ayah Obama. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Meski mereka berbeda ayah, Maya sangat dekat dan selalu berbagi cerita dengan sang abang. Ketika Obama memutuskan ikut bertarung dalam konvensi Partai Demokrat, Maya rela meninggalkan pekerjaannya sebagai pengajar di sebuah sekolah putri di Honolulu dan dosen kuliah malam di University of Hawaii di Manoa. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam berbagai kampanye di depan pendukung Obama, Maya tampil ”mempromosikan” sang abang. Bukan dalam bentuk janji politik, melainkan lebih banyak berkisah tentang masa kecil dan remaja yang ia lalui bersama sang abang. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Media yang ingin tahu masa lampau Obama mulai memperhatikan Maya. Tidak mengherankan jika kemudian ibu seorang putri kecil bernama Suhaila, dari pernikahannya dengan Konrad Ng, ini ikut terkerek namanya. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rabu pagi waktu setempat, setelah pesta kemenangan itu, di sela perkabungannya, wartawan Tempo, Angela Dewi, mewawancarai Maya lewat saluran telepon internasional. Percakapan terputus beberapa kali karena Maya sangat sibuk menyiapkan proses pemakaman. Meski suaranya terdengar terburu-buru dan bernada murung, Maya menjawab pertanyaan—dalam bahasa Indonesia bercampur Inggris—dengan ramah. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;Selamat atas kemenangan abang Anda dan ikut berdukacita atas kepergian nenek Anda.&lt;/b&gt; &lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;Terima kasih. Kami memang sedang dalam suasana perkabungan. Saya tidak bisa bercerita bagaimana perasaan saya saat ini.&lt;/blockquote&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;Anda tidak berada di dekat abang Anda ketika kemenangannya diumumkan....&lt;/b&gt; &lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;Saya ikut berbagi kebahagiaan atas kemenangan Barack Obama. Tapi, sekali lagi, kami berada dalam suasana duka....&lt;/blockquote&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;Seberapa besar arti Obama buat Anda?&lt;/b&gt; &lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;Sejak kecil kami sangat dekat, karena kami tumbuh tanpa keluarga yang lengkap. Barack Obama menjadi pengganti ayah bagi saya. Dia melindungi, bossy, tapi sayang kepada saya. Saya ingat dia suka mengolok-olok jika saya tidak bisa mengerjakan tugas sekolah. Dia bilang saya harus punya tujuan hidup dan pencapaian yang tinggi.&lt;/blockquote&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;Anda berbeda usia cukup jauh dengannya.…&lt;/b&gt; &lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;Sembilan tahun. Jadi banyak sekali yang saya pelajari dari dia. Bagaimana dia menghadapi masalah, bagaimana dia menyelesaikannya. Dia mengajarkan kepada saya bagaimana menjalani kehidupan.&lt;/blockquote&gt; &lt;blockquote&gt;(Dalam satu artikel mengenai kedekatan Maya dan Obama, majalah Time menulis bagaimana Obama mengenalkan dunia kepada Maya. Ia membelikan Maya kaset jazz dan blues, mengajak Maya menonton dan membelikan novel. Tidak mengherankan jika kemudian mereka punya selera yang sama terhadap musik, sastra, dan filsafat. Kantor berita AFP juga pernah menulis, ketika ayah Maya wafat pada 1987, Obama membantunya memulihkan perasaan. Kasih sayang Obama kepada sang adik juga tampak dalam kalimat di bukunya, Dreams from My Father. Obama menulis kesannya tentang sang adik, yang berdiri di sampingnya ketika Obama menikah, pada 1992. ”Aku menatap ke arah adik kecilku dan melihat seorang perempuan yang tumbuh dewasa, cantik, dan bijaksana serta terlihat seperti perempuan bangsawan Latin dengan kulitnya yang selembut minyak zaitun dan rambut panjangnya yang hitam terurai.”) &lt;/blockquote&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;Apa yang paling berkesan dalam diri abang Anda?&lt;/b&gt; &lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;Dia punya perpaduan yang unik antara sikap independen, penuh percaya diri, empatik, dan melankolis. &lt;/blockquote&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;Barangkali karena dia dibesarkan di tengah banyak perempuan?&lt;/b&gt; &lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;Saya rasa begitu. Ibu, Nenek, dan saudara-saudara perempuan lainnya membawa pengaruh pada pembentukan watak penuh perhatian yang dimiliki abang saya. &lt;/blockquote&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;Bagaimana dengan pengaruh ibu Anda?&lt;/b&gt; &lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;Ibu kami adalah perempuan yang sibuk, independen, tapi penuh perhatian dan selalu memastikan semuanya baik-baik saja. Saya pikir abang saya mewarisi banyak karakter ibu kami, meski dalam beberapa tahun masa kecilnya Obama lebih banyak menghabiskannya bersama Nenek. Saya pikir abang saya juga mewarisi dari ibu jiwa sosial dan kemampuan merangkul banyak orang. &lt;/blockquote&gt; &lt;blockquote&gt;(Beberapa media pernah menulis reaksi tenang Stanley Ann Dunham ketika tahu Obama lebih banyak menyinggung sang ayah dalam bukunya, Dreams from My Father. Perempuan yang meninggal pada 1995 ini hanya berkomentar, ”Memang seharusnya begitu.”)&lt;/blockquote&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;Abang Anda banyak menghabiskan waktu remajanya di Hawaii. Apa pengaruhnya bagi dia?&lt;/b&gt; &lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;Kami tinggal bersama di Honolulu dari 1973 hingga 1976. Ketika Obama tinggal bersama Kakek dan Nenek, saya sering berkunjung sampai akhirnya dia tamat dari Punahou School pada 1979 dan pindah ke mainland untuk melanjutkan kuliah. Keberagaman di Hawaii juga membentuk wataknya. &lt;/blockquote&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;Bagaimana dengan pengaruh masa kecil di Indonesia?&lt;/b&gt; &lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;Abang saya melewatkan sebagian masa kecil dan perkenalannya dengan dunia luar di Jakarta. Saya rasa abang saya mulai memiliki konsep tentang jiwa sosial dan kemiskinan serta jurang antarkelas ketika kami tinggal di Jakarta. Abang saya berbaur dengan teman-temannya dari bermacam kelas, dan itu sangat baik untuk membentuk karakter.&lt;/blockquote&gt; &lt;blockquote&gt;(Dalam bukunya yang lain, Audacity of Hope, Obama berkisah bahwa meski ibu mereka seorang ekspatriat, kehidupan mereka pada akhir 1960-an hingga awal 1970-an itu sesungguhnya mirip orang kebanyakan. Jakarta saat itu dalam keadaan kacau. Listrik sulit, jalan tak beraspal. Indonesia baru berganti rezim dari Soekarno ke Soeharto. Setelah keuangan Lolo Soetoro membaik dan mereka pindah rumah ke Matraman Dalam, tetap saja keluarga Soetoro tidak mampu menyekolahkan Obama ke sekolah asing yang mentereng. Tidak mengherankan jika kemudian Obama lebih banyak bergaul dengan anak kampung.)&lt;/blockquote&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;Banyak media Barat yang berusaha mengaitkan kehidupan masa kecil abang Anda di Jakarta dengan Islam.&lt;/b&gt; &lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;Saya gusar dan frustrasi. It is terrible. Sering saya sampaikan bahwa keluarga kami tumbuh di tengah budaya Islam karena kedua ayah kami berlatar belakang Islam, tapi itu kemudian diartikan sepotong-sepotong. Saya percaya di tempat-tempat lainnya, juga di Indonesia, ada banyak berita lain yang mematahkan hal-hal semacam itu. &lt;/blockquote&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;Abang Anda takut menyinggung-nyinggung Islam karena itu akan jadi kampanye buruk bagi dirinya?&lt;/b&gt; &lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;Tidak sama sekali. Kami tidak takut. Saya tidak ingin menolak Islam dalam bagian kehidupan keluarga kami. Saya pikir sangat bijak jika kita mencoba memahami Islam, pemahaman yang lebih baik. Namun, pada saat yang sama, ada ketidakadilan yang dilekatkan pada Barack Obama. &lt;/blockquote&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;Anda dan abang Anda dikenalkan pada budaya Islam?&lt;/b&gt; &lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;Seingat saya, abang saya pernah memakai sarung dan bermain dengan anak-anak di masjid. Ketika kecil, saya juga pernah membaca Quran. Setiap pagi kami mendengar azan. Ibu bilang azan itu indah. Tapi, secara falsafah, saya adalah orang Buddha dan abang saya kristiani. &lt;/blockquote&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;Ibu Anda?&lt;/b&gt; &lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;Ibu saya agnostik, ia menganggap semua agama membawa kebaikan yang sama. &lt;/blockquote&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;Anda bahagia tumbuh di tengah keluarga yang beragam seperti itu? &lt;/b&gt; &lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;Saya pikir itulah yang membuat Barack Obama diterima oleh banyak orang. Ia bicara tentang perubahan dan sebuah kemungkinan dalam keberagaman. Kami berada dalam keberagaman itu. Kami tahu bagaimana rasanya.&lt;/blockquote&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;Abang Anda tidak keberatan disebut Afro?&lt;/b&gt; &lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;(Maya tertawa perlahan) Dia suka disebut hitam. Bukan bentuk penghinaan. Dia menikmati panggilan itu. &lt;/blockquote&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;Kalau Anda? Anda merasa lebih Indonesia atau kulit putih?&lt;/b&gt; &lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;Saya hibrida.… Saya separuh Asia dan separuh Amerika. Saya juga menikmati itu. Saya pikir anak saya juga akan merasakan hal yang sama. Sebuah hibrida tidak bisa dilihat dari satu sisi. (Maya menikah dengan pria Cina-Kanada, seorang profesor di University of Hawaii.)&lt;/blockquote&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;Ini pertanyaan yang diajukan banyak orang: abang Anda bisa bicara dalam bahasa Indonesia?&lt;/b&gt; &lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;Oh, di depan orang ramai dia tidak percaya diri. Tapi, dengan saya, dia suka berguyon. Dia suka bilang, ”Maya sini, Maya sini.…” Bicaranya halus....&lt;/blockquote&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;Abang Anda pernah bicara soal Indonesia beberapa tahun terakhir?&lt;/b&gt; &lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;Seingat saya, dia terakhir kali ke Jakarta pada 1991 untuk menyusun bukunya. Ia bilang banyak perubahan. Saya pikir dia punya kesan yang mendalam pada kunjungan itu. Dia pernah bercerita bahwa ia mengkhawatirkan Indonesia.&lt;/blockquote&gt; &lt;blockquote&gt;(Sebuah bagian dalam Audacity of Hope yang berkisah tentang Indonesia juga menyebut bagaimana Obama ingin mengajak istri dan anak-anaknya melihat Bali, tapi khawatir suasananya sudah tidak sama lagi dengan kenangan tentang Bali yang ia kunjungi ketika masih kecil.)&lt;/blockquote&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;Bagaimana Anda melihat hubungan abang Anda dengan Michelle?&lt;/b&gt; &lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;Saya mengagumi hubungan mereka yang hangat dan kuat. Saya rasa abang saya menemukan akar tempat ia melekat di Chicago dengan pernikahannya ini. Ini menyenangkan mengingat bagaimana kami menjalani kehidupan di tengah latar belakang yang beragam.&lt;/blockquote&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;Anda kini menjadi bagian dari keluarga paling penting di Amerika. Ada yang berubah?&lt;/b&gt; &lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;Saya penduduk Hawaii dan saya seorang guru sekolah. Tapi saya akan melakukan semua yang saya mampu untuk membantu abang saya.&lt;/blockquote&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;Presiden Amerika Serikat seperti apa yang Anda lihat dalam diri abang Anda?&lt;/b&gt; &lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;Ibu saya pernah bilang, kamu bisa jadi apa saja yang kamu inginkan. Tapi seriuslah dengan semuanya. Saya pikir ia akan berdiri di depan kita semua sebagai presiden yang punya pengalaman dan tumbuh dalam lingkungan yang beragam. Ia memahami apa yang tidak diketahui orang-orang Amerika kebanyakan. Sebagai Presiden Amerika Serikat, perubahan seperti yang dibawa Barack Obama adalah sebuah mimpi yang mustahil di masa lampau. Saya pikir kami beruntung. &lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8995744091977541029-833006119717605702?l=klikpilpres.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpilpres.blogspot.com/feeds/833006119717605702/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8995744091977541029&amp;postID=833006119717605702' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default/833006119717605702'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default/833006119717605702'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpilpres.blogspot.com/2008/11/keberagaman-membentuk-wataknya.html' title='Keberagaman Membentuk Wataknya'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8995744091977541029.post-902957461464994095</id><published>2008-11-14T12:46:00.000+07:00</published><updated>2008-11-14T12:48:04.101+07:00</updated><title type='text'>Sang Presiden dari Menteng Dalam</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Barack Obama sudah bercita-cita jadi presiden sejak tinggal di Jakarta.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Karakternya terbentuk oleh didikan keras sang ibu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IA cuma pegawai rendahan. Pekerjaannya saban pagi adalah menyiapkan proyektor dan LCD di ruang kelas PPM Institute of Management, di kawasan Menteng, Jakarta. Tapi Rabu siang pekan lalu, Saman, anggota staf bagian umum lembaga pendidikan itu, mendadak menjadi selebritas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat Barack Obama disebut sebagai Presiden Amerika terpilih untuk periode 2009-2013 pada siang itu (atau Selasa malam di Chicago, Amerika Serikat), teman-teman sekantor Saman langsung menyerbunya. ”Selamat, Pak,” kata seseorang yang menyalaminya di lift. ”Kalau enggak ada Bapak, Obama tak akan jadi presiden,” ucap yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obama bagi pria 58 tahun asal Gunung Kidul itu memang bukan nama yang asing. Ia bagian dari kehidupan masa lalu Saman. Saat itu, 38 tahun silam, Saman mendapat tugas dari ibu Obama, Stanley Ann Dunham, untuk ”mengikuti Barry ke mana pun dia pergi”. Barry adalah nama panggilan Obama kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluarga Barry ketika itu belum lama pindah dari Jalan KH Ramli Nomor 16, Menteng Dalam, Jakarta, ke Jalan Taman Matraman Barat Nomor 22. Barry tinggal bersama Ann, Lolo Soetoro—ayah tirinya—dan adiknya, Maya Kassandra Soetoro, serta tiga pembantu yang lain. Lolo bekerja pada bagian topografi TNI Angkatan Darat, sebelum pada 1972 pindah kerja ke Union Oil, perusahaan minyak Amerika yang kelak berganti nama menjadi Unocal (terakhir Chevron).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saman masih ingat pada 1970 itu ia kerap mengantar Barry ke Sekolah Dasar 01 Besuki (sekarang SD Menteng 1) menggunakan sepeda ontel. Ia bertugas mengantar bila Barry tak ikut mobil jemputan ibunya, yang bekerja sebagai guru bahasa Inggris di PPM (yang waktu itu berlokasi) di Budi Kemuliaan, Jakarta. Di jalan itulah, atau saat bermain, teman-teman Barry kerap meledeknya dengan panggilan ”Negro, Negro”. Obama membalas ejekan itu dengan teriakan ”Huuu… kampungan!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Barry sudah mulai lancar berbahasa Indonesia dan sudah bisa bilang lu-gue,” ujar Saman kepada Tempo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obama bersekolah di Jakarta dari 1968 hingga akhir 1971. Ia belajar di SD Fransiskus Strada Asisi (sekarang SD Katolik Fransiskus Asisi) sejak 1968 hingga awal 1970. Selanjutnya, ia pindah ke SD 01 Besuki saat kelas III hingga kelas IV. Ia kemudian melanjutkan pendidikan dasarnya di Hawaii.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum Obama berangkat ke sekolah, Ann biasanya memberinya tugas belajar. Tugas itu harus diselesaikan sebelum sang ibu pulang kerja. ”Kalau Barry tak menyelesaikan tugas yang diberikan ibunya, dia akan dikunci di dalam kamar,” kata Saman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan disiplin keras inilah Ann mendidik Barry. Saat tinggal di Menteng Dalam, misalnya, Obama harus menimba air sumur sendiri. Sang anak pun tak boleh menolak menu makan yang disuguhkan. Nucky Nugroho, 53 tahun, bercerita pernah melihat Obama, Lolo, dan Ann makan nasi dengan hanya berlaukkan ikan asin dan sambal. ”Saya sebenarnya kasihan melihatnya. Tapi Barry makan makanan sederhana itu dengan lahap,” ujar pengusaha batu bara yang kini tinggal di Cirebon itu seraya terkekeh. Nucky adalah anak Trisulo, mantan pejabat Pertamina. Istri Trisulo merupakan kakak kandung Lolo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin lantaran masih belum kenyang, Barry bertandang ke rumah temannya. Keluarga Askiar dari Padang, tetangganya di Menteng Dalam, menjadi tempat favorit Barry menyantap rendang. Djoemiati, 66 tahun, Bu RT 11 di Menteng Dalam itu, mengisahkan kenakalan Obama. Barry, misalnya, pernah hampir menghabiskan kue tar yang hendak disuguhkan kepada tamu keluarga tetangga Djoemiati. Karena berang, pembantu rumah itu mengejar-ngejar Barry. Obama lari terbirit-birit sebelum bersembunyi di kolong tempat tidur. ”Gaya lari Barry lucu banget, mirip bebek sawah,” ucapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku Dreams from My Father (1995) yang ia tulis, Obama memuji kedisiplinan dan jejak multikultural yang ditinggalkan sang ibu. Ann meninggal di Hawaii pada 1995. ”Saya berutang kepadanya untuk semua hal yang terbaik dalam diri saya,” demikian tulisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jejak ini bahkan menjadi modal paling penting Obama ketika kembali ke Amerika dan kemudian terjun ke dunia politik. Dengan ayah kandung kulit hitam dari Kenya, ibu kulit putih berdarah Indian Cherokee, dan ayah tiri berkulit sawo matang, ia tak lagi gusar saat mendapat sebutan ”miring” dari teman-temannya. David Axelrod, sahabat yang kemudian menjadi manajer strategi kampanye Obama, mengisahkan, ketika Obama masuk sekolah menengah di Honolulu, teman-teman putih Amerikanya justru memanggil dia dengan julukan ”Negro dari Indonesia”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kematangan multikultural itu ia menapaki panggung politik. Hanya dalam waktu dua tahun setelah menjadi senator pada 2004, wajah Obama sudah terpampang di sampul majalah Time. Judulnya sangat provokatif, ”Barack Obama: Apakah Dia Presiden Berikutnya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obama memang menjadi bintang yang melesat cepat di politik Amerika Serikat. Padahal ia baru resmi menjadi politikus pada 1996—sebagai politikus lokal di Negara Bagian Illinois. Saat terpilih sebagai senator pada usia 43 tahun itu, Obama tak menjanjikan hal yang muluk. Kepada wartawan, ia mengatakan yang pertama dilakukan setelah menjadi senator adalah mempelajari bagaimana lembaga itu bekerja, bagaimana membuka keran di wastafel, serta bagaimana menggunakan telepon di sana. Inilah strategi ”mengenal lingkungan terdekat”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan strategi ini ia menancapkan pengaruhnya di Illinois. Seperti bebek sawah yang terus mengitari sawah yang ia kenal, Obama mengetuk dari satu pintu ke pintu lain, dari satu komunitas ke komunitas lain, hingga akhirnya ia merebut para pemilih di seluruh Amerika. Ia menjadi Presiden Amerika pada usia muda: 47 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah cita-cita yang, kata Obama, ”tak ada yang tak mungkin diwujudkan di Amerika”. Di Indonesia, ketika duduk di kelas III, Obama pernah diminta Israella Pareira Darmawan, guru di SD Fransiskus Asisi, mengarang dengan tema ”Cita-citaku”. Israella, kini 64 tahun, ingat betul, bocah delapan tahun itu pernah menulis: ”Cita-citaku: Presiden.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saman pun mengingat suatu obrolan antara Obama dan Lolo Soetoro. ”Kamu besok mau jadi apa?” tanya Lolo. Obama menjawab, ”Ingin jadi PM.” Saman baru ngeh sekarang bahwa PM yang dimaksudkan Barry dulu adalah perdana menteri. ”Cita-citanya kesampaian,” kata Saman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Dia warga Menteng Dalam pertama yang jadi Presiden Amerika,” ucap Coenraad Satjakoesoemah, 77 tahun, suami Djoemiati, seraya tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Grant Park, Chicago, Selasa malam itu perayaan kemenangan Obama dihadiri 80 ribu orang. Di Bellagio Boutique Mall, Mega Kuningan, Jakarta, ratusan fan Obama dari beberapa negara berkumpul pada Rabu pukul 19.00 hingga tengah malam. Musik jazz mengayun, pelbagai minuman cepat tandas, kaus dan poster bergambar Obama ludes, balon warna-warni diterbangkan, enam spanduk besar menjuntai dari lantai dua hingga ke lantai dasar. Tulisannya: ”We Love You Obama Presidenku”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar 20 teman SD 01 Besuki berkumpul di Pisa Cafe, Menteng, Rabu siang. Mereka merencanakan kegiatan reuni dan merancang ucapan selamat kepada sang sahabat: Barry. Untuk pertemuan itu, sebagian besar dari mereka tak masuk kerja. ”Saya sudah izin kantor untuk menyaksikan penghitungan ini,” kata Cut Citra Dewi, 48 tahun, teman sebangku Obama saat kelas III-A.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nucky, di rumah dengan luas lebih dari 500 meter persegi di Jalan Perjuangan VII, Cirebon, mengundang puluhan wartawan menonton siaran langsung penghitungan suara. ”Lihatlah, semua orang seperti kesirep,” serunya. Saat Obama dinyatakan menang, ia pun segera menelepon saudara-saudaranya di Jakarta dan Yogyakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kismardhani S. Roni, anak Suwarti, kakak Lolo Soetoro, mengenang kembali Obama dan Maya Soetoro yang dulu sering berlibur di rumah eyang mereka di Kampung Jayeng Prawiran, Yogyakarta. ”Om Lolo sangat sayang kepada Barry,” ucapnya. Lolo meninggal pada 1987 karena komplikasi lever.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ide menggelar syukuran keluarga besar Trisulo dan Lolo Soetoro pun terbit. Tapi Sonny Trisulo, adik Nucky, tak setuju. ”Itu berlebihan. Kita doakan saja Barry selamat,” kata Sonny, yang telah bertemu dengan Obama pada Juni lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saman, ”sang pengawal” Presiden Amerika, juga tak punya rencana hajatan. Ia hanya warga jelata yang setiap hari naik sepeda motor dari rumahnya di Pulogebang, Jakarta Timur, ke kantornya untuk menyiapkan properti sekolah. Sudah sejak 1972 ia bekerja di sana. Ann-lah yang meminta PPM mempekerjakan Saman menjelang pulang ke Hawaii. Saman mengawali karier sebagai juru parkir dan masuk bagian yang ia tempati sekarang sejak 1975. Dunia Saman masih tak beranjak jauh dari mesin proyektor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yos Rizal S., Iqbal Muhtarom, Cornila, Ivansyah (Cirebon), Pito Agustin (Yogyakarta)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8995744091977541029-902957461464994095?l=klikpilpres.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpilpres.blogspot.com/feeds/902957461464994095/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8995744091977541029&amp;postID=902957461464994095' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default/902957461464994095'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default/902957461464994095'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpilpres.blogspot.com/2008/11/sang-presiden-dari-menteng-dalam.html' title='Sang Presiden dari Menteng Dalam'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8995744091977541029.post-8906589766669884857</id><published>2008-11-13T10:29:00.000+07:00</published><updated>2008-11-13T10:31:19.107+07:00</updated><title type='text'>Demokrasi "Paman Sam" di Mata Publik Indonesia</title><content type='html'>&lt;div class="judulisiberita" style="margin: 5px 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;           &lt;/div&gt;&lt;div style="width: 300px; float: left; margin-right: 10px; text-align: justify;"&gt;         &lt;div style="padding: 0px 0px 5px; width: 298px;"&gt;        &lt;div id="loadarea" style="margin-bottom: 5px; width: 298px;"&gt;&lt;img src="http://www.kompas.com/data/photo/2008/11/04/213021p.jpg" border="0" width="298" /&gt;     &lt;/div&gt;                    &lt;div id="boxpoto" style="margin-bottom: 0px; font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102); text-align: left;"&gt;&lt;a href="http://www.kompas.com/read/xml/2008/11/13/06083173/demokrasi.paman.sam.di.mata.publik.indonesia..#" style="font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102); text-decoration: none;"&gt;(&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Getty Images/Joe Raedle)&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;        &lt;/div&gt;&lt;div id="boxtitle" style="margin-bottom: 0px; font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 11px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(51, 51, 51); text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Barack Obama menyapa sejumlah orang saat berkampanye di Mack's Apples, Londonderry, New Hampshire, 16 Oktober 2008&lt;/span&gt;. &lt;/div&gt;       &lt;/div&gt;                                            &lt;!--- video --&gt;             &lt;script type="text/javascript" src="http://tv.kompas.com/video/swfobject.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;div id="player"&gt;&lt;embed type="application/x-shockwave-flash" src="http://tv.kompas.com/video/mediaplayer.swf" id="mpl" name="mpl" quality="high" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" flashvars="height=225&amp;amp;width=298&amp;amp;file=rtmp://stream.kompas-tv.com:443/default/&amp;amp;image=http://tv.kompas.com/images/stories/081107_x_politik.jpg&amp;amp;id=081107_x_politik" height="225" width="298"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/div&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;var so = new SWFObject('http://tv.kompas.com/video/mediaplayer.swf','mpl','298','225','8');so.addParam('allowscriptaccess','always');so.addParam('allowfullscreen','true');so.addVariable('height','225');so.addVariable('width','298');so.addVariable('file','rtmp://stream.kompas-tv.com:443/default/');so.addVariable('image','http://tv.kompas.com/images/stories/081107_x_politik.jpg');so.addVariable('id','081107_x_politik');so.write('player');&lt;/script&gt;&lt;div id="boxpoto" style="margin-bottom: 0px; font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102);"&gt;&lt;a href="http://www.kompas-tv.com/content/view/8069/2" style="font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102); text-decoration: none;" target="_blank"&gt;Obama Jadi Presiden, Indonesia Harapkan Perhatian AS /KompasTV&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;                                &lt;div id="boxterkait" style="width: 300px; background-color: rgb(255, 255, 255); margin-bottom: 20px;"&gt;      &lt;b class="judulnolead"&gt;Artikel Terkait:&lt;/b&gt;      &lt;ul id="navlist"&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.kompas.com/read/xml/2008/11/12/20353329/keluarga.hambali.dukung.obama.tutup.guantanamo"&gt;Keluarga Hambali Dukung Obama Tutup Guantanamo&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.kompas.com/read/xml/2008/11/12/17151129/sby.akan.telpon.obama.dari.washington"&gt;SBY akan Telpon Obama dari Washington&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.kompas.com/read/xml/2008/11/12/16112887/obama.batasi.peran.kelompok.lobi"&gt;Obama Batasi Peran Kelompok Lobi&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.kompas.com/read/xml/2008/11/12/12261267/hamas.bantah.bertemu.rahasia.dengan.penasihat.obama"&gt;Hamas Bantah Bertemu Rahasia dengan Penasihat Obama&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.kompas.com/read/xml/2008/11/12/10271718/obama.akan.ubah.banyak.kebijakan.bush"&gt;Obama Akan Ubah Banyak Kebijakan Bush&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;     &lt;/div&gt;       &lt;div style="padding: 0pt;"&gt;        &lt;/div&gt;                                  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="tanggal"&gt;Kamis, 13 November 2008 | 06:08 WIB&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;     &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Pemilihan &lt;/strong&gt;Presiden Amerika Serikat menjadi tontonan yang menarik bagi masyarakat Indonesia. Berbagai kalangan, tua-muda, laki-laki-perempuan, pendidikan tinggi-rendah, antusias mengikuti pemberitaan tentang pemilu di Amerika Serikat.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Antusiasme itu ditangkap oleh jajak pendapat Litbang Kompas yang dilakukan sehari setelah Pemilu Amerika Serikat digelar 4 November lalu. Sebanyak 91,5 persen responden mengaku mengikuti pemberitaan pesta demokrasi di Negeri Paman Sam itu lewat media massa. Bahkan, 35,9 persen tidak mau ketinggalan berita barang sehari pun, merasa perlu untuk mengikutinya setiap hari.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Jika dilihat lebih jauh, ketertarikan untuk mengikuti pemberitaan pemilu di negara yang dijuluki ”adidaya” dan pelopor demokrasi ini merata di semua kalangan meskipun dengan derajat ketertarikan yang berbeda- beda. Laki-laki dan perempuan, misalnya, sama-sama menyukai pemberitaan Pemilu Amerika Serikat, tetapi terlihat bahwa proporsi jumlah laki-laki lebih banyak yang mengikuti.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dilihat dari sisi pendidikan, makin tinggi pendidikan responden, makin intens mengikuti pemberitaan media tentang Pemilu Amerika Serikat. Sementara usia tidak berpengaruh pada ketertarikan mengikuti pemberitaan momen bersejarah di Amerika Serikat. Ini artinya, Pemilu Amerika Serikat menjadi konsumsi publik Indonesia, baik tua maupun muda.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pidato kemenangan Barack Obama yang disiarkan, oleh televisi asing dan lokal, juga menjadi klimaks pemilu yang menarik untuk ditonton. Sebanyak 57,3 persen responden menyempatkan diri menontonnya pada 5 November, baik yang disiarkan langsung maupun tidak langsung oleh stasiun televisi.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Selain saat pemilu dan pengumuman pemenang, 88,7 persen responden juga menganggap proses pemilihan yang dijalani, mulai dari pencalonan lewat pemilu pendahuluan hingga penetapan calon dalam konvensi, menarik untuk diikuti. Demikian juga dengan debat calon presiden Amerika Serikat, diakui oleh 85,1 persen responden telah menyajikan sebuah tontonan yang menarik.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dengan semua rangkaian pemilu yang telah berlangsung, Amerika telah menampilkan sebuah pergelaran demokrasi yang elegan. Penghargaan kepada lawan politik oleh Obama dan pengakuan kekalahan oleh McCain yang diberikan oleh kedua kandidat seusai pertarungan menjadi pameran demokrasi dan etika politik yang menarik.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pesta Pemilu Amerika Serikat membuat 89,2 persen responden menilainya sebagai sebuah perhelatan pemilu yang demokratis, bahkan 39,7 persen menilainya sangat demokratis. Penilaian ini tidak berbeda antara mereka yang sudah pernah pergi ke Amerika Serikat dan yang belum pernah menginjakkan kaki di sana.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8995744091977541029-8906589766669884857?l=klikpilpres.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpilpres.blogspot.com/feeds/8906589766669884857/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8995744091977541029&amp;postID=8906589766669884857' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default/8906589766669884857'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default/8906589766669884857'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpilpres.blogspot.com/2008/11/demokrasi-paman-sam-di-mata-publik.html' title='Demokrasi &quot;Paman Sam&quot; di Mata Publik Indonesia'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8995744091977541029.post-799594592544785602</id><published>2008-11-11T05:13:00.000+07:00</published><updated>2008-11-11T05:14:10.834+07:00</updated><title type='text'>Pilpres USA (2)</title><content type='html'>&lt;div class="entry-content"&gt; &lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p&gt;Masih ada hubungannya dengan &lt;span style="text-decoration: line-through;"&gt;Erectoral&lt;/span&gt; Electoral College, saya iseng2 bersimulasi kalau misalnya sistem tersebut diterapkan di Indonesia untuk pemilihan presiden. Yah, maklum, saya kan pegawai yang kurang pekerjaan, jadi banyak waktu untuk iseng. *&lt;em&gt;hint&lt;/em&gt; mau pundung kalau gak naik gaji gede* &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif" alt=":D" class="wp-smiley" /&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jadi, begini kurang lebih skenarionya. Pertama-tama, saya harus tahu berapa jumlah anggota MPR. Karena anggota MPR itu adalah gabungan dari anggota DPR dan anggota DPD (a.k.a. Senat), maka saya harus tentukan dulu berapa jumlah masing2 badan legislatif tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Anggota DPR saat ini adalah 550 orang. Nah, jumlah inilah yang nanti harus dibagi2 ke masing2 provinsi dengan jumlah yang berbeda2 sesuai jumlah penduduk masing2 provinsi tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Berbeda dengan anggota DPR, anggota DPD jumlah sama untuk seluruh provinsi, yaitu 4 orang untuk tiap provinsi. Saat ini ada 33 provinsi, artinya jumlah anggota DPD mesti 132 orang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Berarti jumlah anggota MPR adalah 682 orang dan itu berarti saya punya 682 elector dalam Electoral College ala Indonesia. &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif" alt=":D" class="wp-smiley" /&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Setelah itu, saya perlu membagi2 alokasi jumlah elector untuk masing2 provinsi. Tapi sebelum itu, saya harus mendapatkan angka jumlah populasi yang diwakili oleh satu elector. Caranya adalah membagi jumlah penduduk Indonesia dengan jumlah elector, yaitu 682. Penduduk Indonesia sekarang sekitar 220 juta, jadi hasilnya satu elector itu mewakili 320 ribuan rakyat Indonesia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kemudian saya tinggal membagi jumlah penduduk masing2 provinsi dengan angka 320 ribu tadi, yang hasilnya bisa dilihat di tabel di bawah ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="http://fistomacho.files.wordpress.com/2008/11/table1.jpg"&gt;&lt;img class="alignnone size-full wp-image-1310" title="table1" src="http://fistomacho.files.wordpress.com/2008/11/table1.jpg?w=351&amp;amp;h=434" alt="table1" width="351" height="434" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kalau dilihat sekilas, provinsi2 di Jawa bakal jadi rebutan ya. Sedangkan provinsi2 muda kelihatannya memiliki elector yang relatif sedikit.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nah, sekarang tinggal dimainkan saja pemilu-nya. &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif" alt=":D" class="wp-smiley" /&gt; &lt;/p&gt; &lt;/div&gt;      &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8995744091977541029-799594592544785602?l=klikpilpres.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpilpres.blogspot.com/feeds/799594592544785602/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8995744091977541029&amp;postID=799594592544785602' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default/799594592544785602'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default/799594592544785602'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpilpres.blogspot.com/2008/11/pilpres-usa-2.html' title='Pilpres USA (2)'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8995744091977541029.post-5261033785014190934</id><published>2008-11-11T05:11:00.000+07:00</published><updated>2008-11-11T05:12:50.736+07:00</updated><title type='text'>Pilpres Model USA (1)</title><content type='html'>&lt;div id="post-1304" class="post hentry category-faktual category-politik category-serbaserbi category-tokoh tag-politik tag-politics tag-president tag-pemilu tag-presiden tag-electoral-college tag-election p1 publish author-fistonista y2008 m11 d06 h01"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;     &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="entry-meta"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;     &lt;div class="entry-content"&gt; &lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p&gt;Pemilu di AS kali ini memang menimbulkan euforia yang lebih besar daripada pemilu2 sebelumnya. Tidak cuma di AS saja, tapi juga di seluruh dunia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="http://fistomacho.files.wordpress.com/2008/11/vote2.jpg"&gt;&lt;img class="alignnone size-medium wp-image-1305" title="vote2" src="http://fistomacho.files.wordpress.com/2008/11/vote2.jpg?w=300&amp;amp;h=213" alt="vote2" width="300" height="213" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dulu, kebanyakan orang di Indonesia mungkin tidak terlalu peduli dengan apa dan bagaimana Pemilu AS berlangsung, atau siapa yang menjadi calon presiden AS. Tapi sekarang, lebih banyak orang yang mengikuti jalannya Pemilu di sana. Obama atau McCain jadi bahan obrolan dan analisa. Kalau ditanya siapa Biden atau Palin, kemungkinan besar sudah banyak yang bisa menjawab.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebelum tahun 2004, Presiden dan Wapres kita dipilih secara tidak langsung melalui Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) yang merupakan ’suara rakyat’. Tahun 2004, kita baru saja melahirkan Presiden dan Wapres yang dipilih langsung oleh rakyat. Dan itu katanya adalah salah satu bukti pencapaian kehidupan demokrasi di negeri ini. &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" class="wp-smiley" /&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pemilihan presiden dan wapres secara langsung tentu membutuhkan biaya yang sangat sangat besar. Belum lagi kalau kejadiannya seperti tahun 2004 di mana kita harus melakukan 2 kali putaran pilpres karena belum tercapainya syarat jumlah persentase suara minimal pada putaran pertama. Mungkin biayanya bisa membengkak berlipat2 juga. Belum lagi ongkos akibat konflik di tingkat akar rumput yang sering terjadi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di Amerika Serikat, yang katanya mbah-nya demokrasi, pemilihan presidennya justru tidak dilakukan secara langsung seperti yang baru mulai diterapkan di Indonesia. Rakyat Amerika tidak memberikan suara secara langsung untuk salah satu kandidat presiden dan wakil presiden, melainkan kepada pemilih (&lt;em&gt;elector&lt;/em&gt;) yang nantinya akan memegang mandat untuk memilih presiden dan wakil presiden. Kumpulan pemilih atau elector itulah yang disebut sebagai &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Electoral_College_%28United_States%29"&gt;Electoral College&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ukuran Electoral College berbeda2 untuk tiap negara bagian di Amerika Serikat, yaitu tergantung jumlah penduduknya. Makin banyak penduduk suatu negara bagian, makin besar ukuran Electoral College-nya alias makin banyak elector-nya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jumlah elector untuk seluruh negeri adalah 538, atau sesuai dengan jumlah anggota Kongres atau MPR-nya AS yaitu 535 orang plus 3 orang untuk mewakili Washington DC. Seperti diketahui, untuk memenangi pemilihan presiden, seorang kandidat harus meraih paling sedikit 270 suara.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hampir seluruh negara bagian menerapkan sistem &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Plurality_voting_system"&gt;Winner-takes-all&lt;/a&gt;. Jadi misalnya di suatu negara bagian ada 6 elector yang diperebutkan dan kemudian hasil pemilihan suara menunjukkan ada 2 elector terpilih dari partai Republik dan ada 4 elector terpilih dari partai Demokrat, maka seluruh elector yang berjumlah 6 itu akan menjadi milik partai Demokrat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pemilihan presiden dan wapres di AS juga sekaligus memilih sebagian anggota House of Representatives (DPR-nya Amerika) dan Senat. Biasanya, kemenangan salah satu kandidat presiden dan wapres dari partai tertentu akan diikuti kemenangan partai tersebut di badan legislatif.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya tidak tahu apakah sistem Electoral College bisa diterapkan di Indonesia atau tidak. Mungkin bisa, tapi kurang cocok dan perlu usaha besar untuk mengubah dan mengamandemen UUD. Selain itu, sistem ini juga mempunyai kelemahan, salah satunya adalah pemenang jumlah Electoral College belum tentu mewakili kemenangan suara rakyat yang sesungguhnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hal ini bisa menimbulkan polemik, apalagi kalau selisih suara antara kandidat presiden sangat tipis. Bayangkan kalau itu terjadi di Indonesia, apa tidak tawuran dan rusuh tuh???… &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif" alt=":D" class="wp-smiley" /&gt; &lt;/p&gt; &lt;/div&gt;      &lt;/div&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8995744091977541029-5261033785014190934?l=klikpilpres.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpilpres.blogspot.com/feeds/5261033785014190934/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8995744091977541029&amp;postID=5261033785014190934' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default/5261033785014190934'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default/5261033785014190934'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpilpres.blogspot.com/2008/11/pilpres-model-usa-1.html' title='Pilpres Model USA (1)'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8995744091977541029.post-4046021516188363893</id><published>2008-11-10T11:25:00.001+07:00</published><updated>2008-11-10T11:27:51.095+07:00</updated><title type='text'>Ini Dia Tim Bentukan Obama</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;                           &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;CHICAGO. Sejak memenangkan pemilihan presiden AS, Barack Obama telah menyisihkan begitu banyak waktunya untuk menyusun tim kecil untuk membantunya melajukan pemerintahannya di masa transisi ini. Situs berita BBC menggandengkan semua profil tim Obama ini.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;CHIEF OF STAFF: RAHM EMANUEL&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rahm Emanuel bukanlah orang asing di Gedung Putih. Ia meladeni Bill Clinton sebagai Deputy Chief of Staff� untuk melakukan negosiasi. Ia termasuk staf yang loyal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2002, setelah meninggalkan Gedung Putih, ia terpilih untuk menjadi anggota House of Representatives mewakili distrik Illinois. Empat tahun sesudahnya, ia terpilih untuk memimpin Democratic Congressional Campaign Committee.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, sebagai Chief of Staff untuk Obama, Emanuel bertanggung jawab untuk menyampaikan platform kebijakan presiden. Beberapa Demokrat yang liberal takut bahwa Emanuel yang moderat akan menggiring Obama terlalu fokus ke politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara lawan dari partai Republik mengeluh bahwa gaya partisan Emanuel bakalan tidak sepadan dengan kampanye Obama yang menjanjikan perubahan di Washington.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SENIOR ADVISER: DAVID AXELROD&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai Chief Strategist Obama untuk duduk senat AS dan presiden AS, David Axelrod selalu mengharapkan untuk bisa mengikuti Presiden terpilih untuk masuk ke Gedung Putih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Axelrod akan meladeni Obama sebagai Senior Adviser yang bertindak untuk mencermati keputusan Presiden dan menemani Presiden kapan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir seluruh masa kariernya habis di panggung politik di Chicago. Awalnya ia reporter untuk Chicago Tribune, lantas sesudahnya menjadi konsultan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia juga pernah menjadi penasihat bagi Harold Washington, seorang mayor Afro-Amerika� pertama Chicago. Ia pun mengenal Obama sebagai senator yang namanya melambung di kancah politik Chicago.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obama memilih David sebagai tim sukses kampanye 2004 untuk kursi senat AS dari Illinois. Kemudian, ia juga ditunjuk kembali untuk menjadi tim sukses pemilihan presiden sejak tahun 2006.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;TRANSITION CO-CHAIR: VALERIE JARRETT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti David Axelrod and Rahm Emanuel, Valerie Jarrett adalah teman dekat Obama. Ia juga elit politik Chicago.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia pernah bekerja untuk Harold Washington di tahun 1980-an dan juga penggantinya Richard Daley; disaat yang bersamaan ia mempekerjakan Michelle Robinson yang dulu tengah bertunangan dengan Obama. �&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia duduk di Chicago Transit Board sejak tahun 1995 hingga 2005; dan akhirnya ikut Obama sebagai penasihat senior.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersama dengan John Podesta selama masa transisi Obama, Jarrett akan membentuk tata pemerintahan untuk Obama, dan sepertinya akan diberi tanggung jawab yang besar sejak Obama terpilih sebagai presiden. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8995744091977541029-4046021516188363893?l=klikpilpres.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpilpres.blogspot.com/feeds/4046021516188363893/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8995744091977541029&amp;postID=4046021516188363893' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default/4046021516188363893'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default/4046021516188363893'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpilpres.blogspot.com/2008/11/ini-dia-tim-bentukan-obama.html' title='Ini Dia Tim Bentukan Obama'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8995744091977541029.post-4723078736661338898</id><published>2008-11-09T15:32:00.000+07:00</published><updated>2008-11-09T15:33:20.221+07:00</updated><title type='text'>Pemilih Tertinggi dalam Sejarah Pilpres AS</title><content type='html'>&lt;div class="judulisiberita" style="margin: 5px 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;           &lt;/div&gt;&lt;div style="width: 300px; float: left; margin-right: 10px; text-align: right;"&gt;         &lt;div style="padding: 0px 0px 5px; width: 298px;"&gt;        &lt;div id="loadarea" style="margin-bottom: 5px; width: 298px;"&gt;&lt;img src="http://www.kompas.com/data/photo/2008/11/01/3060574p.jpg" border="0" width="298" /&gt;     &lt;/div&gt;                    &lt;div id="boxpoto" style="margin-bottom: 0px; font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102); text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://www.kompas.com/read/xml/2008/11/04/07341541/Pemilih.Tertinggi.dalam.Sejarah.Pilpres.AS#" style="font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102); text-decoration: none;"&gt;AP Photo/Jae C Hong&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;        &lt;/div&gt;&lt;div id="boxtitle" style="margin-bottom: 0px; font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 11px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Pemilih Amerika Serikat antusias menghadiri kampanye pemilihan presiden 2008 sebagaimana terlihat di Reno, Nevada, 25 Oktober lalu. Krisis ekonomi yang melanda AS belakangan ini lebih menjadi penentu para pemilih AS dibandingkan sebelumnya, latar belakang agama para pemilihnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt;       &lt;/div&gt;                                            &lt;!--- video --&gt;             &lt;div id="boxpoto" style="margin-bottom: 0px; font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102);"&gt;&lt;a href="http://www.kompas.com/read/xml/2008/11/04/07341541/Pemilih.Tertinggi.dalam.Sejarah.Pilpres.AS" style="font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102); text-decoration: none;" target="_blank"&gt;/&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;                                &lt;div id="boxterkait" style="width: 300px; background-color: rgb(255, 255, 255); margin-bottom: 20px;"&gt;      &lt;b class="judulnolead"&gt;Artikel Terkait:&lt;/b&gt;      &lt;ul id="navlist"&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.kompas.com/read/xml/2008/11/04/07202625/waspadai.75.juta.suara.mengambang"&gt;Waspadai 75 Juta Suara Mengambang&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.kompas.com/read/xml/2008/11/04/04533399/pemilu.as.harapan.baru.masyarakat.muslim."&gt;Pemilu AS Harapan Baru Masyarakat Muslim &lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.kompas.com/read/xml/2008/11/03/05211098/dua.hari.menuju.perubahan.amerika"&gt;Dua Hari Menuju Perubahan Amerika&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.kompas.com/read/xml/2008/11/03/04082838/bush.serukan.warga.gunakan.hak.pilih"&gt;Bush Serukan Warga Gunakan Hak Pilih&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.kompas.com/read/xml/2008/11/03/03435958/berharap.dari.hasil.pemilu.as"&gt;Berharap dari Hasil Pemilu AS&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;     &lt;/div&gt;       &lt;div style="padding: 0pt;"&gt;        &lt;/div&gt;                                  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;" class="tanggal"&gt;Selasa, 4 November 2008 | 07:34 WIB&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;" id="article_body"&gt;   &lt;p&gt;&lt;strong&gt;TRI CITY, SELASA&lt;/strong&gt; - Jumlah warga Amerika Serikat yang benar-benar akan memilih diperkirakan minimal 135 juta orang dari 153,1 juta orang yang sudah mendaftar. Ini adalah jumlah tertinggi dalam Pemilu Presiden AS sejak tahun 1920 ketika wanita AS mulai boleh memilih.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Upaya gencar kubu Partai Demokrat menyemangati warga untuk memilih merupakan faktor utama di balik naiknya minat warga untuk memilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;John Della Volpe, ahli politik dari Universitas Harvard, kepada wartawan Indonesia mengatakan, porsi terbesar di balik peningkatan jumlah pemilih adalah besarnya minat warga muda untuk memilih. Menurut Volpe, ini adalah kategori pemilih usia 18-24 tahun, yang menginginkan perubahan dan pro-Barack Obama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan informasi dari The Center for the Study of the American Electorate dari American University, Washington DC, warga yang akan benar-benar memilih sekitar 73,5 persen dari yang mendaftar. Sejak 1920, persentase ini adalah yang tertinggi dan lebih baik dari 72,1 persen yang tercatat pada tahun 1964.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari terakhir kampanye, Senin (3/11), John McCain berkampanye di tujuh negara bagian, dimulai dari Florida, dilanjutkan ke Tennessee (Tri City), Virginia, Pennsylvania, Indiana, New Mexico, dan Nevada. Obama akan berkampanye di Virginia, dan North Carolina, Florida.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Minggu (2/11), di Florida, McCain memohon kepada warga untuk memilihnya. ”Gedung Putih bukan tempat bagi orang sebagai latihan, tetapi tempat bagi orang yang berpengalaman,” kata McCain, menirukan ucapan Hillary Clinton saat berhadapan dengan Obama dalam pemilu pendahuluan. Ini adalah sindiran kepada Obama, yang dipersepsikan kurang berpengalaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, di Cincinati, Ohio, Minggu, Obama mengatakan, ”Jangan lengah. Kita akan mengubah sejarah. Warga penat dengan orang yang sama, yang tak punya ideologi yang pas untuk mengatasi masalah. Saya juga bisa menggugah sejumlah besar pendukung Republik, yang juga haus akan perubahan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perkembangan terbaru, pamor Sarah Palin, yang sempat melejitkan kubu Republik, makin pudar. Berdasarkan jajak pendapat New York Times/CBS News poll, pekan lalu, 59 persen mengatakan Palin tak siap dengan pekerjaan. Warga juga yakin Obama lebih dipercaya sebagai pihak yang akan memilih orang-orang berkualitas untuk membantunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal lain yang menunjukkan keunggulan Obama adalah program pajak Obama akan menguntungkan warga berpenghasilan 100.000-250.000 dollar AS per tahun. Sekitar 95 persen warga AS berada pada kategori ini. Ini adalah data dari Tax Policy Center, usaha patungan antara Urban Institute, Brookings Institution, dan Deloitte (perusahaan akuntan) atas permintaan The New York Times.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iklan kampanye berdurasi 30 menit dari kubu Obama juga berhasil menaikkan pamor Obama sepanjang pekan lalu, sebagaimana juga ditayangkan di Univision, MSNBC, BET, dan TV One yang ditonton 25 juta orang. ”Saya terkejut dengan jumlah pemirsa yang menonton iklan Obama,” kata Leslie Moonves, pemimpin CBS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatian media juga lebih terfokus pada kampanye Obama, yang dua kali lebih besar dari McCain. Kubu McCain tetap mengatakan permainan belum berakhir dan dia akan memenangi pemilu. David Plouffe, jubir kampanye Obama, lewat e-mail kepada Kompas juga mengatakan tidak menyangka Demokrat unggul di Georgia dan North Dakota, daerah tradisional Republik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Reuters, Obama unggul di enam dari delapan negara bagian kunci. Dikatakan kunci karena negara bagian ini memiliki porsi suara terbesar. Obama unggul di Florida, dengan porsi 27 suara, Ohio (20), Missouri (11), Virginia (13), Nevada (5), dan Pennsylvania (21).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;McCain unggul di North Carolina (15) dan Indiana (11). Ini adalah negara bagian yang juga disebut sebagai daerah pertempuran karena negara bagian lain sudah fanatik kepada calon presiden dari Republik atau Demokrat.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;      &lt;br /&gt;                        &lt;b style="font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: bold; font-size: 11px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(153, 153, 153);"&gt;Sumber : Kompas Cetak&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;    &lt;!--end artikel --&gt;          &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8995744091977541029-4723078736661338898?l=klikpilpres.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpilpres.blogspot.com/feeds/4723078736661338898/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8995744091977541029&amp;postID=4723078736661338898' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default/4723078736661338898'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default/4723078736661338898'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpilpres.blogspot.com/2008/11/pemilih-tertinggi-dalam-sejarah-pilpres.html' title='Pemilih Tertinggi dalam Sejarah Pilpres AS'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8995744091977541029.post-4750031173749426905</id><published>2008-11-09T15:26:00.000+07:00</published><updated>2008-11-09T15:27:09.435+07:00</updated><title type='text'>Demokrasi AS</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-weight: bold;" class="subjudulidxcetak"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-weight: bold;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-weight: bold;" id="judulartikelcetak"&gt;KEBEBASAN BARU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="txtartikelcetak"&gt;       &lt;!--zoom image--&gt;  &lt;script language="javascript"&gt;  function Big(me)  {  me.width *= 1.700; me.height *= 1.700;  }  function Small(me)  {  me.width /= 1.700; me.height /= 1.700;  }  &lt;/script&gt;            &lt;div id="boximartikelcetak1"&gt;   &lt;table style="text-align: left; margin-left: 0px; margin-right: 0px;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="300" height="200"&gt;     &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td&gt;     &lt;img src="http://www.kompas.com/data//photo/2008/11/08/3069609p.jpg" onmouseover="Big(this);" onmouseout="Small(this);" width="300" height="224" /&gt;   &lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;     &lt;tr align="left"&gt;    &lt;td&gt;          &lt;span class="txfotocetak"&gt;    &lt;span style="font-size:78%;"&gt;AP PHOTO/MUHAMMED MUHEISEN / &lt;a href="http://www.kompasimages.com/" target="_blank"&gt;Kompas Images&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;           &lt;/span&gt;        &lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;     &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;          &lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span class="tglct"&gt;Sabtu, 8 November 2008 | 03:00 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div id="article_body"&gt;&lt;p&gt;”Kita berada di sini mengabdikan diri kepada tugas besar di hadapan kita... bahwa kita berketetapan mereka yang mati tidak akan mati sia-sia... bahwa bangsa ini, dalam Tuhan, akan memiliki kebebasan baru... dan bahwa pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat tidak akan musnah dari muka bumi.” (Abraham Lincoln, 1863)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;”A New Birth of Freedom” atau Kebebasan Baru dipilih menjadi tema hari pelantikan Barack Obama sebagai presiden ke-44 Amerika Serikat pada 20 Januari 2009. Frase itu dicuplik dari Gettysburg Address, pidato Presiden Abraham Lincoln di Gettysburg, Pennsylvania, 19 November 1863, semasa Perang Saudara Amerika.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pilihan tema itu jelas memiliki alasan kuat. Hari pelantikan Obama menjadi presiden bertepatan dengan peringatan 200 tahun kelahiran Lincoln, tepatnya pada 12 Februari 2009. Keduanya sama-sama wakil rakyat dari Negara Bagian Illinois. Keduanya juga terpilih pada saat-saat krusial dalam sejarah bangsa Amerika.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Terpilihnya Lincoln membuka jalan bagi terpilihnya Obama, lebih dari satu abad kemudian. Proklamasi Emansipasi yang diusung Lincoln serta penghentian Perang Saudara telah mengakhiri perbudakan di AS dan kini memungkinkan Obama menjadi presiden keturunan kulit hitam pertama. Saat Lincoln dilantik untuk kedua kalinya pada tahun 1865, warga keturunan Afrika-Amerika diperbolehkan berpartisipasi dalam parade pelantikan untuk pertama kalinya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tidak seperti pemimpin dunia lainnya, Lincoln dikenal karena rasa kemanusiaan dan keadilannya. Selama berada di Gedung Putih, Lincoln mengabdikan pemerintahannya untuk kebebasan. Tantangan terbesar Lincoln adalah Perang Saudara dan dampaknya. Hidupnya didedikasikan untuk menghapus perbudakan dan berjuang keras menjaga persatuan bangsa. Dia berhasil membawa AS keluar dari krisis itu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;”Pada saat negara kita menghadapi tantangan besar di dalam dan luar negeri, sangat tepat untuk menilik kembali kata-kata Presiden Lincoln yang berjuang untuk menyatukan bangsa,” kata Senator Dianne Feinstein, Ketua Komite Bersama Kongres untuk Upacara Pelantikan, seperti dikutip Washington Post.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saat diambil sumpahnya pada 20 Januari 2009, tempat Obama berdiri akan membuat dia melihat ke seberang National Mall dan langsung tertuju ke arah Lincoln Memorial. Di tempat itulah, kata-kata presiden ke-16 AS itu tentang idealisme pembaruan, kesinambungan, dan persatuan terukir dan bisa dikenang setiap presiden AS yang dilantik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;”Tepat sekali merayakan kata-kata Lincoln saat kami mempersiapkan pelantikan presiden AS keturunan Afrika-Amerika yang pertama,” ujar Feinstein.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Seperti Lincoln, Obama terpilih saat AS mengalami masa-masa sulit di dalam dan luar negeri. Perekonomian AS terpuruk. Dua perang di Irak dan Afganistan menyita banyak sekali sumber daya negara serta memakan korban ribuan orang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Diharapkan, dengan mengenang kembali nuansa perjuangan Lincoln dan mengusungnya sebagai tema kampanye, Obama bisa mengambil semangatnya dan menerapkannya dalam memimpin negara.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Persiapan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain tema besar dan bersejarah, persiapan pelantikan Obama juga telah dilakukan. Para pekerja telah mempercantik ruas jalan untuk parade sepanjang Pennsylvania Avenue. Ruas jalan yang terbentang sepanjang sekitar 11 kilometer itu menghubungkan Gedung Putih dengan Capitol Hill pada kedua ujungnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pennsylvania Avenue disebut sebagai Jalan Utama Amerika, yang merupakan lokasi parade dan prosesi kenegaraan serta unjuk rasa dan protes masyarakat. Di sepanjang jalan itu, berdiri antara lain Monumen Perdamaian, Galeri Seni Nasional, Markas Biro Investigasi Federal (FBI), George Washington University, dan Freedom Plaza.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Komite pelantikan di Kongres telah mencetak tiket sebanyak 250.000 lembar. Selama bertahun-tahun, hadirin di pelantikan presiden berkisar antara beberapa ratus ribu hingga 1,5 juta orang yang menghadiri pelantikan Presiden Lyndon B Johnson tahun 1965.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;”Bagi saya, tidak mengherankan jika yang hadir jumlahnya sebesar itu saat pelantikan Obama,” kata Darrell Darnell dari Komite Pelantikan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pentagon telah menambah jumlah staf menjadi 270 orang, 150 orang di antaranya akan mengemudikan mobil, van, dan bus yang digunakan dalam upacara pelantikan. Secret Service akan memimpin badan pengamanan lain untuk mengamankan jalannya upacara.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ingar-bingar pemilu dan perayaan kemenangan presiden baru yang bersejarah akan selesai bersamaan dengan upacara pelantikan. Tinggal menunggu bagaimana Obama mulai memimpin negaranya mengarungi hari baru kebebasan yang dia janjikan menuju dunia yang lebih baik. (fransisca romana ninik)&lt;/p&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;!--s:insert_counter--&gt;  &lt;!--ttpend artikel --&gt;       &lt;!--START KOLOM PRINT--&gt;        &lt;!--s:insert_counter--&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="artikelkiriman"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;!-- s:rate--&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8995744091977541029-4750031173749426905?l=klikpilpres.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpilpres.blogspot.com/feeds/4750031173749426905/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8995744091977541029&amp;postID=4750031173749426905' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default/4750031173749426905'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default/4750031173749426905'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpilpres.blogspot.com/2008/11/demokrasi-as_09.html' title='Demokrasi AS'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8995744091977541029.post-7767005019088000411</id><published>2008-11-09T15:22:00.000+07:00</published><updated>2008-11-09T15:25:25.058+07:00</updated><title type='text'>Cari Kambing Hitam</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="txtartikelcetak"&gt;       &lt;span class="tglct"&gt;Sabtu, 8 November 2008 | 01:42 WIB&lt;/span&gt;  &lt;div id="article_body"&gt;&lt;p&gt;Pahlawan perang Vietnam itu—bahkan sempat lima tahun dijebloskan ke penjara sebagai tahanan perang di Vietnam—John McCain (72), harus merasakan kekalahan. Ia harus mengakui kehebatan ”anak muda”, Barack Obama (47), yang belum pernah merasakan dan mengalami hebatnya perang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pengalaman politiknya pun jauh lebih panjang dan matang dibandingkan dengan Obama. Ia memenangi kursi Kongres pada tahun 1982 dan empat tahun kemudian menduduki kursi Senat. Tahun 2000 ia pernah bertarung melawan George W Bush untuk merebutkan nominasi sebagai kandidat presiden dari Partai Republik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setelah gagal mengalahkan Bush, ia kembali ke Senat. Kemudian, ia bertarung melawan Obama setelah mengalahkan para nominator dari Partai Republik untuk memperebutkan kursi presiden.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Akan tetapi, kenyataan berkata lain. McCain harus menyimpan dalam-dalam mimpinya untuk menjadi orang nomor satu di AS, satu-satunya negara adidaya di dunia ini. Ia harus mengakui keunggulan Obama.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;”Kita telah sampai pada akhir perjalanan panjang,” katanya dalam pidato pengakuan kekalahan, beberapa hari lalu, seperti disiarkan CNN. ”Rakyat Amerika telah berbicara (memilih) dan mereka berbicara secara jelas.” Rakyat Amerika telah menjatuhkan pilihan dan pilihannya itu Obama.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebelum berpidato di hadapan para pendukungnya di Arizona, ia menelepon Obama: mengakui kekalahan dan mengucapkan selamat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia melanjutkan pidatonya, ”Apa pun perbedaan kita, kita semua adalah orang Amerika. Saya desak semua warga Amerika yang mendukung saya untuk bersama saya tidak hanya memberikan selamat kepada dia (Obama), tetapi menawarkan kepada presiden kita mendatang kehendak baik kita dan usaha yang sungguh-sungguh untuk bersama-sama mencari jalan, berkompromi, menjembatani perbedaan kita, dan membantu memulihkan kemakmuran, mempertahankan keamanan kita dalam dunia yang berbahaya ini, dan mewariskan kepada anak cucu kita sebuah negara yang lebih baik dan lebih kuat dibandingkan yang kita warisi.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;McCain melanjutkan pidatonya, ”Kalau sekarang ini kita kalah, itu bukan kegagalan Anda semua, tetapi kegagalan saya!”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;McCain mengakhiri pidatonya dengan mengatakan, ”Malam ini sangat berbeda dengan malam-malam sebelumnya, tidak ada dalam hati saya kecuali kecintaan saya kepada negeri ini dan kepada seluruh warga negaranya, apakah mereka mendukung saya atau Senator Obama. Saya mendoakan orang yang sebelumnya adalah lawan saya semoga berhasil dan menjadi presiden saya.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pidato McCain itu terasa ”aneh” di telinga kita, bangsa Indonesia yang sudah terbiasa untuk tidak berani mengakui kekalahan meski sudah benar-benar kalah; yang cenderung menuding orang lain sebagai biang kekalahan daripada menunjuk pada dirinya sendiri sebagai penyebab kekalahan. Di negeri ini kalah dianggap sebagai aib, karena itu harus dibela mati-matian, kalau perlu dengan kekerasan untuk membalikkan kekalahan menjadi kemenangan meski itu rekayasa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berani mengakui kekalahan adalah bentuk dari keluhuran budi dan kerendahan hati. Mengapa banyak orang di negeri ini berani menang, tetapi tidak berani kalah? Hal itu terlihat dalam banyak bidang, mulai dari olahraga sampai politik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Para suporter sepak bola akan mengamuk bila kesebelasan yang mereka dukung kalah. Para pemimpin politik yang kalah dalam kongres ramai-ramai membentuk pengurus partai tandingan. Pembela berteriak menyalakan hakim dan berniat naik banding ketika kliennya dikalahkan dalam suatu perkara. Bahkan, para pendukungnya mengamuk.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sungguh ini salah salah satu aspek watak kita yang amat memprihatinkan. Kita belum siap menerima suatu kekalahan. Hidup ini isinya hanya kemenangan melulu. Kekalahan itu memang menyakitkan. Kesakitan itu tidak mendorong orang untuk mawas diri, tetapi cenderung menuding orang lain dan mencari kambing hitam.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mengapa McCain bisa, tetapi kita tak bisa? (ias)&lt;/p&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8995744091977541029-7767005019088000411?l=klikpilpres.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpilpres.blogspot.com/feeds/7767005019088000411/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8995744091977541029&amp;postID=7767005019088000411' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default/7767005019088000411'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default/7767005019088000411'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpilpres.blogspot.com/2008/11/cari-kambing-hitam.html' title='Cari Kambing Hitam'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8995744091977541029.post-4630173061596837516</id><published>2008-11-08T11:01:00.001+07:00</published><updated>2008-11-08T11:01:53.628+07:00</updated><title type='text'>PERTANDINGAN BERAT SEBELAH</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;" id="judulartikelcetak"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="txtartikelcetak"&gt;       &lt;!--zoom image--&gt;  &lt;script language="javascript"&gt;  function Big(me)  {  me.width *= 1.700; me.height *= 1.700;  }  function Small(me)  {  me.width /= 1.700; me.height /= 1.700;  }  &lt;/script&gt;            &lt;div id="boximartikelcetak1"&gt;   &lt;table style="text-align: left; margin-left: 0px; margin-right: 0px;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="300" height="200"&gt;     &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td&gt;     &lt;img src="http://www.kompas.com/data//photo/2008/11/08/3069699p.jpg" onmouseover="Big(this);" onmouseout="Small(this);" width="300" height="225" /&gt;   &lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;     &lt;tr align="left"&gt;    &lt;td&gt;          &lt;span class="txfotocetak"&gt;    &lt;span style="font-size:78%;"&gt;AP PHOTO/CAROLYN KASTER / &lt;a href="http://www.kompasimages.com/" target="_blank"&gt;Kompas Images&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kandidat presiden John McCain, didampingi istrinya, Cindy McCain, tertunduk ketika meninggalkan panggung di mana ia menyampaikan pidato yang mengakui keunggulan Barrack Obama, di Phoenix, AS, Selasa (4/11). &lt;/span&gt;    &lt;/span&gt;        &lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;     &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;          &lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span class="tglct"&gt;Sabtu, 8 November 2008 | 03:00 WIB&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div id="article_body"&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Budiarto Shambazy&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sesungguhnya kemenangan Barack Hussein Obama Junior (47) termasuk mudah diperkirakan karena keunggulan dia atas John McCain (72) di berbagai jajak pendapat relatif stabil sejak konvensi kedua partai selesai awal September. Perbedaan poin di antara kedua calon cukup besar, beberapa kali bahkan sempat mencapai angka dua digit.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hasil jajak-jajak pendapat pemilihan presiden Amerika Serikat tak pernah meleset selama 48 tahun terakhir, kecuali ketika John F Kennedy (JFK) mengalahkan Richard Nixon tahun 1960 dengan perbedaan angka tipis sekali.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Obama tergolong senator yunior yang belum satu periode bertugas mewakili Illinois dan kini menjadi senator ketiga asal negara bagian itu yang masuk ke Gedung Putih setelah Presiden Abraham Lincoln serta Ulysses Grant. Ia orang kedua sejak JFK yang memenangi pilpres dari jalur senator.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Justru karena masih tergolong senator yunior inilah McCain dengan gencar memojokkan Obama sebagai capres belum berpengalaman memimpin satu-satunya negeri adidaya di dunia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun, serangan itu justru bagai senjata makan tuan setelah McCain memilih Sarah Palin (44) sebagai cawapres. Rakyat ngeri membayangkan gubernur Alaska itu menjadi presiden jika McCain tiba-tiba tutup usia karena kanker kulit yang dideritanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam kampanye sejak awal September, Palin praktis jadi bulan-bulanan kritik media karena ketidakpahaman tentang berbagai isu nasional/internasional, keterlibatan dia dan suaminya dalam ”Troopergate”, dan yang terakhir menghabiskan dana puluhan ribu dollar AS hanya untuk berdandan selama kampanye.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Andai saja McCain memilih Mitt Romney, Mike Huckabee, atau Rudy Giuliani, belum tentu Obama menang telak dan mudah. Romney pengusaha yang tepat ditempatkan sebagai cawapres dalam kondisi krisis saat ini, Huckabee tergolong karismatis, dan Giuliani pahlawan yang memimpin New York City saat terjadi tragedi 9/11.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Anehnya, McCain baru bertemu satu kali saja dengan Palin sebelum menggandengnya sebagai cawapres, praktik tak biasa yang mengundang tanda tanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sejak saat itulah kubu Republik menilai McCain sebagai maverick tulen alias pemberontak yang bersikap semau gue yang emoh bantuan. Beberapa tokoh Republik, seperti kolumnis Kathleen Parker, bahkan mendesak Palin mundur dari pencalonan. Kemarin terbukti exit poll versi MSNBC menunjukkan 60 persen responden menilai Palin tak layak menduduki jabatan wakil presiden.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mengapa McCain terobsesi Palin? Salah satu pertimbangannya, McCain mau menggaet sekitar 17 juta suara perempuan pendukung Hillary Clinton. Ia lupa para pendukung Hillary tergolong hardcore yang liberal dan sukar berubah haluan. Mereka bisa saja tak suka Obama, tetapi memandang Palin perempuan puritan yang antiaborsi dan antipelestarian lingkungan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan kata lain, McCain berani melakukan perjudian berisiko besar. Mengapa ia nekat? Sebab, McCain merasa upayanya kali ini merupakan peluang terakhir kali. It’s better late than never. Kalau mau jujur, ia ”semestinya” sudah menjadi presiden tahun 2000, tetapi dikalahkan George W Bush di konvensi. Itulah momentum terbaik McCain karena ia, misalnya, bertempur sebagai serdadu di Perang Vietnam—bertolak belakang dengan Bush yang memanfaatkan posisi ayahnya untuk menghindari perang itu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;McCain politisi populer dengan pribadi yang menyenangkan, orator ulung yang mampu berbicara di hampir semua kalangan, amat berpengalaman, dan pasti sukses sebagai presiden. Sekitar Agustus 2007 ia sudah ”megap-megap” karena makin sedikit donatur yang mau mendanai kampanyenya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia terpaksa menggunakan bus ”Straight Talk Express” agar bisa berkeliling negara untuk kampanye meski istrinya salah satu pewaris pabrik bir Budweiser. Lewat perjuangan yang tak kenal lelah, ia lolos sebagai capres Republik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Ibarat paku terakhir&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mungkin karena sudah kepalang tanggung, McCain melakukan degradasi etika politik dengan melancarkan kampanye negatif terhadap Obama. Selama September-Oktober Obama dilukiskan sebagai capres yang terlalu liberal, berteman dengan teroris William Ayers, dekat dengan Pendeta Jeremiah Wright yang menyatakan 9/11 merupakan kutukan bagi bangsa AS, bahkan terakhir seorang sosialis yang akan membagi-bagikan kekayaan untuk orang miskin yang malas bekerja.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Seluruh serangan kampanye negatif itu tak berbuah karena Obama tak meladeninya, kecuali dengan mengungkapkan fakta-fakta belaka. Ia tak mau tampil sebagai capres kulit hitam yang bercorak militan seperti Jesse Jackson karena akan menimbulkan rasa khawatir kepada kalangan kulit putih. Tak seperti McCain, Obama emoh memilih Hillary Clinton cuma dengan tujuan merebut 17 juta suara.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hillary dipandang sebagai tokoh pemecah belah karena sejarah kepresidenan suaminya, Bill Clinton, yang kontroversial. Sampai hari-hari terakhir kampanye hampir semua kalangan mengetahui Bill Clinton bersikap setengah hati mendukung Obama yang telah mengakhiri impiannya ”kembali ke Gedung Putih”.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ini fenomena biasa sebab Bill Clinton (juga Ronald Reagan) paling tidak sempat dielu-elukan agar boleh jadi presiden untuk tiga periode—sebuah kemustahilan karena konstitusi cuma membolehkan dua periode.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Alhasil, pertarungan Obama versus McCain ibarat pertandingan yang berlangsung berat sebelah sejak awal September. Jika Obama tampil dengan gaya professorial yang rada membosankan tetapi inspiratif, McCain tampil bagaikan angry old man yang kelewat agresif tetapi sia-sia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Obama lebih menekankan pada substansi, McCain lebih pada gaya. Itu sebabnya, saya sejak awal sudah yakin Obama pasti menang walau tak menyangka setelak dan semudah ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Obama terpilih karena juga terbantu faktor kebetulan, yakni krisis yang dipicu foreclosure. Ia dengan cepat menanggapinya dengan menulis surat kepada Gubernur Bank Sentral Ben Bernanke dan Menkeu Henry Paulson bulan Maret 2007, yang isinya meminta seluruh pemangku kepentingan KPR segera mengadakan KTT. Surat itu tak pernah ditanggapi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berbeda dengan McCain yang per 15 September 2008 dengan lantang mengatakan ”ekonomi AS secara fundamental bagus”, persis pada hari Lehman Brothers dinyatakan bangkrut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Obama menang telak karena rakyat sudah muak terhadap pemerintahan Republik pimpinan Bush yang mencatat approval rate terendah sepanjang sejarah, yakni 24 persen.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Exit poll MSNBC kemarin menunjukkan lagi kekesalan rakyat terhadap Bush, yakni 79 persen menilai AS sudah salah arah (wrong track) dibandingkan 54 persen tahun 2004 ketika sebagian rakyat mulai sadar serbuan ke Irak merupakan hasil karangan belaka. McCain praktis tak berdaya menghadapi mantra Obama: Anda mendukung 90 persen kebijaksanaan Bush.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Itu sebabnya, McCain tak mampu menahan amarah pada debat capres ketiga ketika ia lepas kontrol dan menyergah, ”Senator Obama, saya bukan George Bush. Jika mau berhadapan melawan George Bush, Anda seharusnya mencalonkan diri empat tahun lalu.” Pernyataan emosional ini ibarat paku terakhir yang menutup rapat peti mati McCain yang telah disiapkan sejak awal September.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;(Budiarto Shambazy, dari AS)&lt;/p&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8995744091977541029-4630173061596837516?l=klikpilpres.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpilpres.blogspot.com/feeds/4630173061596837516/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8995744091977541029&amp;postID=4630173061596837516' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default/4630173061596837516'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default/4630173061596837516'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpilpres.blogspot.com/2008/11/pertandingan-berat-sebelah.html' title='PERTANDINGAN BERAT SEBELAH'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8995744091977541029.post-173922700306602912</id><published>2008-11-08T10:59:00.001+07:00</published><updated>2008-11-08T10:59:52.656+07:00</updated><title type='text'>Fenomena Politik</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-weight: bold;" class="subjudulidxcetak"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-weight: bold;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-weight: bold;" id="judulartikelcetak"&gt;OBAMA SETELAH KONVENSI DEMOKRAT &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="txtartikelcetak"&gt;       &lt;span class="tglct"&gt;Sabtu, 8 November 2008 | 01:45 WIB&lt;/span&gt;  &lt;div id="article_body"&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Simon Saragih&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bagaimana kisah Obama hingga ia terkenal dan bahkan kemudian ia disebutkan sebagai tokoh fenomenal. John S Jackson dari Southern Illinois University, Carbondale, Illinois, melukiskannya dalam makalah berjudul ”The Making Of A Senator: Barack Obama and the 2004 Illinois Senate Race” pada Agustus 2006.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia menyebutkan, dalam pemilihan Senat AS tahun 2004 di Illinois, Obama sudah menjadi bagian dari sejarah penting politik AS. Proses pemilihan Senat di Illinois itu sendiri sudah menjadi tonggak penting karier politik Obama.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Proses pemilihan senat di Illinois ini disetarakan oleh Jackson seperti mengulang fenomena pemilihan Senat Illinois yang pernah terjadi tahun 1858 ketika Stephen Douglas mengalahkan Abraham Lincoln. Obama pun sempat kalah pada pemilu senat sebelumnya di Illinois.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pemilihan di senat itu menjadi bagian dari karier politik bagi siapa saja menuju kepemimpinan nasional.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Walau Lincoln kalah dalam pemilihan sebagai Senat, pidato-pidato Lincoln serta debat-debat yang dia ajukan pada Douglas membuatnya menjadi politisi kondang hingga tingkat nasional. Lincoln mempertanyakan perbudakan dan masa depan persatuan. Lincoln dari Partai Republik tak pelak lagi menjadi perhatian nasional.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pada pemilihan Senat tahun 1860, Lincoln menjadi kandidat terdepan Partai Republik. Kekalahan dari Douglas tak menenggelamkan pamor Lincoln, yang kemudian menjadi presiden.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di zaman modern, Obama seperti mengulangi fenomena Lincoln itu. Obama bukan satu-satunya senator, dan bahkan ia tergolong baru. Namun, Obama kemudian menjadi seorang pembicara, yang pidatonya dinantikan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pidatonya melampaui horizon sebagai seorang senator yang baru terpilih pertama kali. Di zaman modern ini Obama adalah pria kulit hitam pertama yang terpilih sebagai senator AS, yang mewakili negara bagian, sejak Edward Brooke (Republik) terpilih sebagai senator AS mewakili Negara Bagian Massachusetts tahun 1966.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di tingkat Negara Bagian Illinois, ia adalah warga Amerika Afrika yang kedua terpilih sebagai senator setelah Senator Carol Moseley Braun (terpilih tahun 1992).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Baru ada lima kulit hitam yang menjadi senator di AS, tingkat negara bagian ataupun nasional, mereka adalah Hiram Rhodes Revels (1870-1871), Blanche Bruce (1875-1881), Brooke (1967-1979), Braun, dan Obama.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Obama adalah salah satu dari senator keturunan Afrika yang paling populer dalam sejarah AS. Namun, fenomena Obama bukan saja karena ia politisi Amerika Afrika. Lebih dari itu dan ia menjadi figur politik kaliber nasional karena kemampuan pribadinya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Talenta ini terpatri ketika ia berpidato pada Konvensi Nasional Partai Demokrat di Boston pada Juli 2004.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berikut petikan pidato Obama yang disampaikan untuk mengantar John F Kerry sebagai capres Demokrat pada pemilu 2004.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;”Mewakili Negara Bagian Illinois yang besar, perlintasan negara, tanah kelahiran Lincoln, izinkan saya menyatakan rasa terhormat karena diberi kesempatan berbicara pada konvensi ini. Malam ini adalah kehormatan khusus bagi saya, mari bicara terus terang. Kehadiran saya di panggung ini sesuatu yang hampir mustahil. Ayah saya adalah mahasiswa asing, yang lahir dan tumbuh di sebuah desa kecil di Kenya. Ia tumbuh sebagai peternak kambing, pergi ke sekolah tanpa alas kaki. Ayahnya (kakek saya) adalah seorang pemasak, pembantu di sebuah keluarga misionaris.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;”Namun, kakek saya menaruh impian lebih besar pada putranya. Dengan kerja keras dan ketekunan, ayah saya dapat beasiswa untuk belajar di tanah impian, Amerika Serikat, lahan kebebasan dan kesempatan bagi banyak orang yang tak pernah terjadi sebelumnya. Saat belajar di sini, ayah bertemu ibu saya. Ibu lahir di sebuah kota di sebuah sudut dunia, di Kansas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;”Kakek saya dari pihak ibu bekerja di perusahaan minyak dan pertanian saat depresi ekonomi besar AS. Setelah serangan Pearl Harbor, ia maju berperang, bergabung dengan tentara dan berpetualang hingga Eropa. Di kampung, nenek saya dari pihak ibu mengurus bayi dan bekerja di perusahaan perakit bom. Setelah perang, mereka mempelajari GI Bill, dan membeli rumah lewat FHA, dan pindah ke Barat meraih kesempatan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;”Mereka juga punya impian besar pada putrinya, sebuah impian yang lazim, awal dari lahirnya dua benua. Orangtua saya berbagi tidak saja sebuah cinta yang terlarang, mereka juga berbagi dua aliran kepercayaan yang dimungkinkan terjadi di negara ini. Mereka memberi saya nama Afrika, Barack atau ’teberkati’, karena mereka percaya bahwa di bumi Amerika yang toleran, nama bukan hambatan menuju sukses. Mereka membayangkan saya belajar di sekolah terbaik, meski mereka tidak kaya, karena di bumi Amerika yang murah hati, Anda tak perlu menjadi kaya untuk meraih impian. Mereka sudah tidak ada. Namun, saya tahu, pada malam ini, mereka bangga menyaksikan saya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;”Di sini saya berdiri sembari bersyukur pada latar belakang saya yang diwarnai keanekaragaman, dan saya juga sadar bahwa mimpi-mimpi orangtua saya kini diharapkan akan terjadi pada dua putri tercinta saya. Saya berdiri di sini sembari menyadari bahwa kisah hidup saya merupakan bagian dari kisah besar Amerika, dan saya berutang budi pada mereka semua yang pernah singgah dalam kehidupan saya, dan juga pada kenyataan bahwa tak ada negara di bumi ini, di mana kisah hidup saya bisa eksis, kecuali AS.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;”Malam ini, kita berkumpul untuk menegaskan kebesaran negara kita, bukan saja karena gedung-gedung pencakar langit, atau kekuatan militer, atau besaran ekonomi. Kebanggaan kita berpijak pada premis sederhana, tercipta dua ratus tahun lalu, bahwa semua pria lahir dengan kesempatan setara. Kita memegang keyakinan ini … di antaranya adalah kehidupan, kemerdekaan dan pengejaran kebahagiaan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;”Ini sungguh sebuah Amerika yang genius, dengan sebuah keyakinan dalam mimpi-mimpi sederhana warganya, dan percaya pada keajaiban-keajaiban kecil. Kita harus bisa membuat anak-anak kita aman di malam hari dan sadar bahwa mereka memiliki cukup makanan, pakaian, dan bebas dari ancaman. Di negara ini kita bisa mengutarakan apa yang kita pikirkan, menulis apa yang kita mau, tanpa khawatir pintu kita digedor-gedor.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;”Di AS, kita bisa memiliki ide dan memulai bisnis tanpa harus menyuap atau menyewa pengawal. Bahwa kita bisa berpartisipasi dalam proses politik tanpa takut harus membalas budi dan bahwa suara yang memilih kita benar-benar dihitung.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;”Tahun ini, pada pemilu, kita diminta menegaskan kembali nilai-nilai dan komitmen kita, memegangnya teguh … demi masa depan generasi kita. Rekan-rekan kita, Demokrat, Republik, independen, saya berpesan kepada Anda, kita masih harus bekerja keras. Banyak yang harus dikerjakan bagi para pekerja kita….”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Itulah salah satu masa paling memukau bagi Obama. Pidato dipuji banyak kalangan. Sejak itu dia tampil di mana-mana dan mendorongnya menjadi calon presiden AS 2008. Dan, dia berhasil.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8995744091977541029-173922700306602912?l=klikpilpres.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpilpres.blogspot.com/feeds/173922700306602912/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8995744091977541029&amp;postID=173922700306602912' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default/173922700306602912'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default/173922700306602912'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpilpres.blogspot.com/2008/11/fenomena-politik.html' title='Fenomena Politik'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8995744091977541029.post-2357823753091466564</id><published>2008-11-08T10:57:00.000+07:00</published><updated>2008-11-08T10:58:04.185+07:00</updated><title type='text'>JOE BIDEN, "OTAK" URUSAN LUAR NEGERI</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;" id="judulartikelcetak"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="txtartikelcetak"&gt;       &lt;span class="tglct"&gt;Sabtu, 8 November 2008 | 01:45 WIB&lt;/span&gt;  &lt;div id="article_body"&gt;&lt;p&gt;Ada dua alasan utama mengapa presiden AS terpilih, Barack Obama, memilih Joseph Biden (65) sebagai wakil presiden AS. Pertama, Biden diharapkan menjadi arsitek sekaligus pemelihara kebijakan luar negeri AS. Kedua, Biden sesungguhnya adalah seorang juru kampanye yang tangguh, energik, tetapi tenang dan berwibawa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Untuk alasan yang pertama, khalayak sudah tahu bahwa Biden kenyang pengalaman dan punya pengetahuan yang luas perihal hubungan luar negeri. Ibaratnya, nomor kontak seorang Biden dimiliki oleh para pemimpin dunia. Dia merupakan jaminan mutu bagi Obama.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun, latar belakang kepribadian Biden jarang sekali terungkap. Biden yang terlihat tenang, tapi menyimpan energi yang besar, itu menyimpan kenangan teramat pahit di awal-awal kehidupan pernikahannya. Pengalaman itu rupanya justru menjadi obor motivasi sepanjang hidupnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saat baru saja terpilih menjadi anggota Senat AS awal tahun 1972, ia harus kehilangan istri dan bayi perempuannya, Neila dan Amy, dalam kecelakaan mobil sepekan menjelang Natal tahun itu. Dua anak laki-lakinya, Beau dan Hunter, cedera parah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sejak tragedi itu, ia memilih pergi ke Washington dari tempat tinggalnya di Delaware dengan kereta api tiap hari. Ia sempat mengalami keterpurukan sebelum akhirnya menikah lagi dengan Jill Tracy Jacobs dan dikaruniai seorang anak, Ashley.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam beberapa kali wawancara, ia mengaku butuh beberapa lama untuk bangkit. Kejadian itu mengajarinya banyak hal, salah satunya ketegaran. Jadilah ia seseorang yang kuat, tenang, tapi penuh keyakinan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;”Tidak ada alasan untuk tidak bangkit dan hidup kembali. Kenangan terhadap merekalah yang membuat saya bangkit dengan kehidupan berkualitas,” kata Biden.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berdarah Irlandia dan pemeluk Katolik taat, Biden tumbuh di Scranton, Pennsylvania, bekas daerah penghasil baja dan pertambangan yang surut setelah keterpurukan industri di pertengahan abad ke-20. Kondisi itu mengharuskan keluarga Biden pindah ke Delaware saat usianya baru 10 tahun.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saking miskinnya keluarga Biden, mereka pindah tanpa alas kaki. Namun, persentuhannya dengan daerah industri dan kaum akar rumput Demokrat itu kini menjadikannya ”pendamping” sekaligus daya tarik bagi pemilih Obama di kalangan kelas pekerja.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Karier politik Biden di Senat AS kian matang. Jabatannya sebagai ketua komite hubungan luar negeri di Senat dinilai melegenda di kalangan koleganya. Dalam segala kondisi, ia sangat tenang, berwibawa, tetapi santun, termasuk saat mengkritik sejumlah kebijakan politik luar negeri Presiden George W Bush. Jabatan itu juga memberi kesempatan padanya untuk bertemu dengan sejumlah pemimpin dunia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saat AS menginvasi Irak tahun 2003, Biden pada awalnya mendukung ide itu. Namun, dia lalu berubah sikap karena AS dinilai kelewatan, termasuk saat menghukum mati Presiden Irak Saddam Hussein. Namun, ia termasuk di jajaran depan menetapkan mantan Presiden Serbia Slobodan Milosevic sebagai penjahat perang dan mengungkap misteri kekerasan di penjara Guantanamo.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;”Senator Biden membawa suasana pragmatis serta pendekatan non-ideologis pada sejumlah masalah-masalah internasional. Dia mengerti pentingnya kepemimpinan AS, tapi sekaligus juga mengerti bagaimana membatasi hal itu. Kita bisa berharap sumbang sarannya bagi Irak, Iran, dan Rusia, persoalan yang kadang AS dan sekutunya tidak sejalan,” kata William Antholis dari Brookings Institution.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Prof Paul Herrnson dari University of Maryland menyatakan, pilihan Obama atas Biden sangat tepat. ”Pilihan Obama sangat brilian. Obama sangat kuat dalam kebijakan domestik, tetapi tidak pengalaman mengurusi masalah-masalah luar negeri. Biden adalah orangnya. McCain memilih dia karena semata-mata urusan politik, bukan benar-benar berdasar pilihan yang diinginkannya,” kata Herrnson. (BENNY DWI KOESTANTO)&lt;/p&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8995744091977541029-2357823753091466564?l=klikpilpres.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpilpres.blogspot.com/feeds/2357823753091466564/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8995744091977541029&amp;postID=2357823753091466564' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default/2357823753091466564'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default/2357823753091466564'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpilpres.blogspot.com/2008/11/joe-biden-otak-urusan-luar-negeri.html' title='JOE BIDEN, &quot;OTAK&quot; URUSAN LUAR NEGERI'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8995744091977541029.post-7238359987049481246</id><published>2008-11-08T10:55:00.000+07:00</published><updated>2008-11-08T10:56:31.791+07:00</updated><title type='text'>Demokrasi AS</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-weight: bold;" class="subjudulidxcetak"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-weight: bold;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-weight: bold;" id="judulartikelcetak"&gt;ENERGI UNIK DARI PEMILU AS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="txtartikelcetak"&gt;       &lt;!--zoom image--&gt;  &lt;script language="javascript"&gt;  function Big(me)  {  me.width *= 1.700; me.height *= 1.700;  }  function Small(me)  {  me.width /= 1.700; me.height /= 1.700;  }  &lt;/script&gt;            &lt;div id="boximartikelcetak1"&gt;   &lt;table style="text-align: left; margin-left: 0px; margin-right: 0px;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="300" height="200"&gt;     &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td&gt;     &lt;img src="http://www.kompas.com/data//photo/2008/11/08/3069672p.jpg" onmouseover="Big(this);" onmouseout="Small(this);" width="300" height="224" /&gt;   &lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;     &lt;tr align="left"&gt;    &lt;td&gt;          &lt;span class="txfotocetak"&gt;    &lt;span style="font-size:78%;"&gt;AP Photo/Jae C Hong / &lt;a href="http://www.kompasimages.com/" target="_blank"&gt;Kompas Images&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Barack Obama yang lelah menyandarkan kepalanya sebelum muncul di hadapan pendukungnya di St Louis, Missouri., AS, Juli lalu. Perjalanan yang panjang dan melelahkan selama kampanye memaksa para calon presiden untuk memanfaatkan waktu yang sedikit untuk beristirahat. &lt;/span&gt;    &lt;/span&gt;        &lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;     &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;          &lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span class="tglct"&gt;Sabtu, 8 November 2008 | 03:00 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div id="article_body"&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Simon Saragih&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Meliput pemilu AS memberi kesempatan melihat variasi yang unik, kadang terasa aneh, tetapi juga sekaligus menyenangkan. Bagaimana energi para calon presiden yang seperti tidak ada capeknya. Para calon presiden mengunjungi berbagai kota dalam sehari dan hal-hal yang seperti berlangsung dalam seminggu, dan bahkan dalam 21 bulan terakhir.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saking tidak cukup tidur, Obama, misalnya, kadang terlihat tertidur lelap di kursi panjang di ruang sederhana. Hotel mewah, yang menyediakan tempat tidur nyaman, tidak membikin Obama kelamaan tidur sehingga lengah menggencarkan kampanye. ”Jangan lengah, jangan percaya pemilu ini sudah usai, besok kita akan mengubah negara,” kata Obama pada Senin (3/11) malam di Charlotte, North Carolina.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Keseriusan, semangat besar, meski dengan risiko kehilangan tidur nyenyak, menjadi warna dari semangat kepemimpinan yang diperlihatkan Obama. Si kakek John McCain, berusia 72 tahun, bahkan turut ”gila”. Dalam sehari, terutama sepanjang Senin (3/11), McCain melakukan kampanye di tujuh negara bagian sekaligus.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;”My friend,” demikian bujukan McCain kepada setiap pendukungnya di berbagai lokasi kampanye. Ucapan McCain menirukan ucapan Martin Luther King Junior saat memimpin protes pada tahun 1963 di Washington, memprotes diskriminasi oleh kulit putih kepada kulit hitam. McCain mungkin ingin meraih sukses dari Obama, seorang keturunan Afrika seperti Luther King.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Joe Biden dan Sarah Palin tak mau lepas tangan dan menyerahkan kampanye kepada atasannya semata. Biden dan Palin cukup gencar melakukan kampanye, kadang dengan serangan sengit. Akan tetapi, uniknya—kalau melihat situasi di Indonesia—begitu pesta demokrasi usai, tidak ada dendam.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;”Saya menawarkan diri untuk mendukung pemerintahan Obama,” kata Palin di Anchorage, Rabu (5/11) malam. Kedewasaan politik sangat terasa. Kekalahan diterima dengan lapang dada. Tak ada protes dengan membakar atau menyerang pendukung lawan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketika McCain memberi pidato menyerah kalah, pendukung McCain menolak. ”Huuuuh….,” demikian pendukung McCain setelah mendengar pernyataan bahwa McCain telah mengucapkan selamat kepada Obama.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pendukung McCain juga memprotes ketika McCain mengatakan, ”Obama, yang pernah menjadi saingan saya, kini telah menjadi presiden saya.” ”Huuuhhh…,” demikian reaksi pendukung McCain. Namun, McCain tidak menghasut pendukungnya, tidak pula meminta pendukungnya meninju pendukung musuh, apalagi membakar aset-aset musuh.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;”Please...!” demikian McCain berkali-kali meminta pendukungnya untuk menerima kenyataan, yakni sebuah kekalahan yang tentunya mengecewakan. ”Tetapi kita harus maju, Amerika tak pernah menyerah, Amerika tak pernah mundur,” kata McCain.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Luar biasa, demikianlah kebesaran jiwa McCain. ”Itu sungguh pidato yang luar biasa. Kita melihat McCain yang sungguh berbeda dan menyenangkan,” kata Dr Gregory Payne, pengajar komunikasi politik di Emerson College di Boston.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Demikian juga rakyatnya, semangatnya sungguh luar biasa. Untungnya pada saat pemilu cuaca cukup menyenangkan. Namun, di sebagian tempat di mana hujan turun, para pemilih rela antre dan menunggu waktu untuk memberikan suara.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mereka tidak mau kalah atau mundur. Mereka ingin memilih agar suara mereka dihitung supaya Obama menang. Semangat ini diperlihatkan minoritas, seperti Muslim, Katolik kulit putih, Kristen pendukung Demokrat, kulit hitam, Hispanik, Asia, dan minoritas lainnya. Mereka tidak mau Obama kalah karena kekurangan dukungan. Mereka tidak mau negara dipimpin penerus Presiden George W Bush, yakni McCain, yang menjadi pilihan utama kulit putih konservatif, yang sebagian di antaranya rasis dan ingin membunuh Obama.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pendukung Obama ingin menegakkan E Pluribus Unum atau Bhinneka Tunggal Ika ala AS. Ini adalah semangat yang pantas ditiru warga Indonesia jika ingin membuktikan negaranya benar-benar pendukung Bhinneka Tunggal Ika, bukan sekadar Bhinneka Tunggal Ika dalam ucapan semata.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Semangat mereka bukan saja diperlihatkan dengan rela antre di lokasi-lokasi pemilu. Mereka ingin memenangkan Obama dengan menganjurkan rekan-rekan mereka untuk memilih. ”Vote, vote, vote, ajaklah minimal lima orang rekan-rekan Anda. Jika satu orang mengajak lima orang dan setiap lima orang itu mengajak lagi lima orang lainnya, jumlah yang memberikan suara akan banyak,” demikian ucapan Halle Berry, aktris peraih hadiah Oscar, dalam kampanye yang didukung Leonardo DiCaprio, Julia Roberts, Tom Cruise, serta sekelompok artis lainnya yang merupakan pendukung Obama.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saat pemilu juga ada orang aneh-aneh. ”Pilihlah Dog”. Demikian spanduk yang dibawa seseorang dengan membawa anjing. ”Pilihlah hewan peliharaan”. Demikian pula spanduk yang dibawa Alexander, veteran perang yang dengan mobilnya berkeliling di pusat kota Boston saat pemilu berlangsung.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun, kedua orang ini tidak ditangkap. Mereka dibiarkan saja berkeliaran dan akhirnya mereka memang capek dan berhenti sendiri. Tidak ada ketakutan berlebihan dari aparat atau elite di AS, yang memutuskan bahwa dua ”pengacau” pemilu ini harus ditangkap. Tingkah dua orang itu, yang juga terjadi banyak kota di AS, dianggap sebagai bagian dari kehidupan sehingga mereka tidak perlu ditangkap dan dimasukkan ke penampungan dinas-dinas sosial.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Para pendukung McCain dan Obama juga demikian. Di lapangan mereka bisa bersaing. Namun, tidak ada dukungan berlebihan, dengan teriakan berlebihan, atau pawai berlebihan yang memacetkan jalanan, seperti yang terjadi di kota-kota di Indonesia saat kampanye berlangsung.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Inilah pernik-pernik kampanye yang menarik dari pemilu AS. (Simon saragih, dari AS)&lt;/p&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;!--s:insert_counter--&gt;  &lt;!--ttpend artikel --&gt;       &lt;!--START KOLOM PRINT--&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8995744091977541029-7238359987049481246?l=klikpilpres.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpilpres.blogspot.com/feeds/7238359987049481246/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8995744091977541029&amp;postID=7238359987049481246' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default/7238359987049481246'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default/7238359987049481246'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpilpres.blogspot.com/2008/11/demokrasi-as.html' title='Demokrasi AS'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8995744091977541029.post-8587806060696698088</id><published>2008-11-07T17:10:00.000+07:00</published><updated>2008-11-07T17:11:29.640+07:00</updated><title type='text'>Pemimpin Baru</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="txtartikelcetak"&gt;       &lt;span class="tglct"&gt;Rabu, 5 November 2008 | 01:20 WIB&lt;/span&gt;  &lt;div id="article_body"&gt;&lt;p&gt;Pemilihan presiden AS berlangsung semalam waktu WIB. Hari Rabu pagi ini, seorang presiden baru AS sudah terpilih. Senator Barack Obama dari Partai Demokrat favorit menang berdasarkan jajak pendapat dan opini yang berkembang di AS. Dari berbagai informasi yang ada, dunia juga lebih banyak berharap Obama yang berada di Gedung Putih.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sistem pemilu AS memang bisa saja membalikkan semua opini dan jajak pendapat karena ada electoral votes dan popular votes yang bisa menjungkirbalikkan keadaan. Obama populer, tetapi tidak cukup meyakinkan dalam electoral college.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lepas dari semua dugaan tadi, popularitas Obama yang meluas hingga ke luar wilayah AS jelas sebuah pencapaian yang juga harus dilihat bagi mereka yang berniat tampil di ajang apa pun. Pintar dan cerdas, komitmen, percaya diri, tulus. Semua itu disampaikan dengan cara yang enak, mudah ditangkap, dan langsung memberi jalan keluar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Keberuntungan Obama semakin berlipat ganda karena presiden sebelumnya, George Walker Bush, meninggalkan begitu banyak masalah. Ada sekitar 150.000 tentara AS yang lagi berperang di Irak dan Afganistan. Ribuan dari mereka pulang hanya tinggal nama.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kian menguntungkan, Bush berasal dari Partai Republik. Keberuntungan semakin berlipat karena krisis keuangan terburuk dalam delapan dekade ini, mencuat di AS sejak tahun lalu. Krisis semakin parah dan muncul dalam tiga bulan ini. Bush semakin dicerca sebagai penyebab semua ini. Intinya, kehidupan warga AS dan juga dunia semakin berat akibat ulah keliru seorang pemimpin di Gedung Putih.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari pengalaman popularitas para calon presiden AS, jelas bahwa warga atau pemilih mengandalkan seorang pemimpin yang bisa mengatasi berbagai masalah yang lagi dihadapi. Pemimpin yang lebih banyak mendatangkan masalah, punya catatan buruk, serta karakter dan integritas yang meragukan kerap dipandang sebelah mata oleh pemilih.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam masyarakat plural dan beragam seperti di Indonesia, jelas sosok pemimpin yang diharapkan adalah dia yang bisa mengatasi persoalan. Sosok yang bisa dengan mudah menangkap masalah yang ada dan kemudian menawarkan jalan keluar yang membesarkan hati rakyat banyak. Integritas dan karakter menjadi faktor penguat lainnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sekali lagi soal popularitas Obama, pemanfaatan internet dan kedekatan dengan media menjadi bagian lain yang ikut mendorong. Internet membuat interaksi dengan masyarakat banyak semakin langsung dan transparan. Dengan demikian, pokok permasalahan langsung sampai ke pimpinan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Katakan internet masih sulit di negeri ini, apakah para pemimpin atau calon pemimpin juga sulit memperoleh masukan dari masyarakat bawah? Tidak ada alasan soal itu. Pemimpin yang baik adalah yang melayani. Melayani berarti juga datang dan mengunjungi lokasi masalah, tempat kejadian, untuk menangkap persoalan. Merasakan nuansa kepedihan, kesusahan, bahkan juga jeritan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Seorang pemimpin baru sudah muncul di AS, Obama lebih favorit sekalipun calon presiden AS dari Partai Republik, John McCain, masih bisa membuat kejutan. Warga AS kini memiliki seorang presiden baru dengan banyak harapan yang ditaruh di pundaknya. Konsekuensi logis bagi AS sebagai negara adidaya. (ppg)&lt;/p&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8995744091977541029-8587806060696698088?l=klikpilpres.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpilpres.blogspot.com/feeds/8587806060696698088/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8995744091977541029&amp;postID=8587806060696698088' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default/8587806060696698088'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default/8587806060696698088'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpilpres.blogspot.com/2008/11/pemimpin-baru_07.html' title='Pemimpin Baru'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8995744091977541029.post-2812339884925957677</id><published>2008-11-07T17:09:00.001+07:00</published><updated>2008-11-07T17:09:40.520+07:00</updated><title type='text'>OBAMA DAN REFORMASI INDONESIA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;" id="judulartikelcetak"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="txtartikelcetak"&gt;       &lt;span class="tglct"&gt;Jumat, 7 November 2008 | 01:47 WIB&lt;/span&gt;  &lt;div id="article_body"&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;R William Liddle&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Barack Obama, seorang muda, setengah hitam, dan anggota senat dari Negara Bagian Illinois yang baru dipilih dua tahun lalu, dipastikan akan dinobatkan sebagai presiden AS terpilih. Sebelumnya, Obama sudah mengejutkan setelah dia dicalonkan oleh Partai Demokrat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia mengalahkan hampir selusin politisi kawakan yang jauh melebihi jam terbangnya, termasuk Hillary Clinton, istri mantan Presiden Bill Clinton, anggota lama di senat dari New York, dan politisi perempuan yang paling mencolok di Amerika selama puluhan tahun.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Apa yang menyebabkan kemenangan yang menakjubkan ini dan apa relevansinya buat Indonesia? Sebagai warga negara kawakan, yang sudah lama terlibat dalam politik Amerika, saya melihat empat alasan penting bagi kemenangan Obama: tuntutan ide demokrasi sebagai fondasi bangunan negara kami; aturan pemerintahan presidensial beserta otonomi daerah luas, yang berbeda dengan pemerintahan parlementer dalam negara sentralistis; Amerika sebagai negara majemuk yang senantiasa terbuka kepada imigran; dan sejarah Partai Demokrat, partai yang memilih Obama sebagai calon presidennya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pengalaman Indonesia dan Amerika tentu tidak serupa dalam segala hal, tetapi saya melihat cukup banyak persamaan, khususnya kalau kita bersedia melihat beberapa tahun ke depan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;All men are created equal, semua orang diciptakan setara. Di dalam Pernyataan Kemerdekaan Amerika, ketika kami memisahkan diri dari Kerajaan Inggris, tidak ada ide yang lebih dasar atau inti. Meskipun Thomas Jefferson dan rekan-rekannya, yang menyusun kalimat itu, masih memiliki budak dari Afrika, mereka memahami betul bahwa orang hitam adalah manusia juga. Pada suatu waktu kaum budak itu akan memanfaatkan kata-kata luhur yang tertera dalam Pernyataan Kemerdekaan untuk menuntut kebebasan yang memang merupakan hak mereka. Pada abad ke-21 kita semua ingat bahwa orang hitam Amerika telah berjuang selama ratusan tahun sebelum hak mereka diakui melalui Perang Saudara pada abad ke-19 dan civil rights movement, perjuangan hak asasi, pada akhir abad ke-20. Pencalonan Obama adalah satu langkah lanjut dalam perjuangan yang belum selesai ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kedua, jenis demokrasi Amerika, yaitu demokrasi presidensial dalam wadah otonomi daerah luas, juga berpengaruh. Di negara-negara sentralistis yang parlementer seperti Inggris, para politisi muda hanya bisa naik ke puncak pemerintahan lewat jenjang partai. Mereka diberi latihan khusus serta tugas kecil selama beberapa tahun sebelum diizinkan masuk parlemen.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di parlemen mereka menjadi backbencher, yang betul-betul bermakna anggota yang duduk di bangku belakang dan dilarang merepotkan pemimpin partai. Tony Blair harus melalui proses pengujian yang panjang sebelum dipercayai dengan kedudukan di kabinet, apalagi diangkat sebagai perdana menteri. Dalam pemerintahan parlementer, seorang Obama tak mungkin menerobos dinding partai pada usia muda. Dalam negara sentralistis seorang Obama tidak mungkin melompat dari daerah ke pusat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketiga, selama dua ratus tahun kami berhasil mempertahankan sebuah open door policy, kebijakan pintu terbuka. Hal itu tidak berarti bahwa para pendatang selalu diperlakukan dengan baik. Orang Tionghoa pada akhir abad ke-19, orang Jerman dan Jepang pada masa Perang Dunia Pertama dan Kedua, orang Meksiko dan Arab pada masa kini (yang diwarnai globalisasi ekonomi dan teror politik), semuanya dicurigai dan terkadang diancam dengan pengusiran.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun, Samuel Huntington hanya separuh benar ketika dia mengaku dalam buku kontroversialnya, Who Are We? bahwa kesuksesan Amerika tidak bisa dilepaskan dari akarnya dalam budaya Inggris Protestan pada Zaman Pencerahan. Yang seluruhnya benar adalah bahwa Amerika dari awal sampai kini adalah produk hibridisasi. Barack Obama mewakili dan membuktikan kenyataan itu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Terakhir, Barack Obama adalah hasil sejarah Partai Demokrat yang merangkul orang hitam pada masa pemerintahan Franklin Roosevelt, yang mulai menjabat sebelum Perang Dunia Kedua. Sayangnya, selama puluhan tahun partai itu bersikap skizofreni, sekaligus mewakili kelas buruh di Utara, termasuk orang hitam yang bekerja di pabrik industri, serta para tuan tanah di Selatan yang bersikap rasis.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setelah John F Kennedy menjadi presiden tahun 1960, Partai Demokrat memperjuangkan hak-hak orang hitam dengan sungguh-sungguh. Kaum Demokrat dibantu secara tidak sengaja oleh pemimpin Partai Republik Richard Nixon, yang pada awal tahun 1970-an mencari dukungan orang putih dengan ”strategi Selatan”-nya. Nixon menang di hampir semua negara bagian Selatan, tetapi ongkosnya besar. Sampai kini hampir 80 persen orang hitam di seluruh Amerika menjadi pendukung setia Partai Demokrat. Mereka merupakan salah satu basis utama Obama dalam primary elections, pemilihan pendahuluan selama tahun 2008.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Indonesia&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di Indonesia, garis besar pemilihan presiden tahun 2009 sudah cukup jelas. Presiden Yudhoyono, yang berasal dari kelas politisi Orde Baru, akan dilawan oleh calon-calon yang juga sudah lama dikenal para pemilih. Sebaiknya janganlah berharap akan ada calon baru—muda, pinter, terampil bicara, penuh ide untuk memecahkan masalah-masalah bangsa, berasal dari golongan minoritas—yang menggiurkan seperti Obama.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Meski demikian, sejarah singkat reformasi Indonesia khususnya sejak tahun 2004, baik di pusat maupun di daerah, memberi kesan kuat bahwa sebuah kelas politisi baru sudah mulai menggeliat. Seperti Amerika, Indonesia adalah masyarakat majemuk yang restless, yang bergerak terus.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Negara-negara kita berdua (saya tawarkan: Kedua negara) sedang memanfaatkan lembaga-lembaga demokrasi kita masing-masing, termasuk pemerintahan presidensial beserta otonomi daerah luas, untuk menemukan jawaban serba baru kepada tuntutan zaman yang serba baru pula. Jadi, jangan terlalu terkejut kalau ada seorang Obama ala Indonesia yang muncul mendadak dalam kurun waktu lima tahun ke depan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;R William Liddle&lt;em&gt; Profesor Ilmu Politik, Ohio State University, Columbus, Ohio, AS&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8995744091977541029-2812339884925957677?l=klikpilpres.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpilpres.blogspot.com/feeds/2812339884925957677/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8995744091977541029&amp;postID=2812339884925957677' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default/2812339884925957677'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default/2812339884925957677'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpilpres.blogspot.com/2008/11/obama-dan-reformasi-indonesia.html' title='OBAMA DAN REFORMASI INDONESIA'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8995744091977541029.post-3562985367416612610</id><published>2008-11-07T17:06:00.000+07:00</published><updated>2008-11-07T17:07:28.704+07:00</updated><title type='text'>MICHELLE "MY ROCK"</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="txtartikelcetak"&gt;       &lt;!--zoom image--&gt;  &lt;script language="javascript"&gt;  function Big(me)  {  me.width *= 1.700; me.height *= 1.700;  }  function Small(me)  {  me.width /= 1.700; me.height /= 1.700;  }  &lt;/script&gt;            &lt;div id="boximartikelcetak1"&gt;   &lt;table style="text-align: left; margin-left: 0px; margin-right: 0px;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="300" height="200"&gt;     &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td&gt;     &lt;img src="http://www.kompas.com/data//photo/2008/11/07/3069309p.jpg" onmouseover="Big(this);" onmouseout="Small(this);" width="300" height="224" /&gt;   &lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;     &lt;tr align="left"&gt;    &lt;td&gt;          &lt;span class="txfotocetak"&gt;    &lt;span style="font-size:78%;"&gt;AP PHOTO/CHARLES DHARAPAK / &lt;a href="http://www.kompasimages.com/" target="_blank"&gt;Kompas Images&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;           &lt;/span&gt;        &lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;     &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div&gt;  &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;          &lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span class="tglct"&gt;Jumat, 7 November 2008 | 03:00 WIB&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div id="article_body"&gt;&lt;p&gt;Michelle LaVaughn Robinson (47) pernah mempertanyakan Barack Obama ketika suaminya itu hendak mencalonkan diri sebagai presiden AS. Katanya, bagaimana mereka bisa menggalang dana untuk membiayai kampanye Obama karena Michelle tak ingin Obama melakukan usaha yang hasilnya nihil.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut Michelle, bukan hal mudah untuk mendapatkan dana kampanye. Tidak mungkin juga mereka hanya mengandalkan mesin uang mantan presiden dari Partai Demokrat, Bill Clinton. Tidak hanya uang, persoalan keamanan menjadi bahan pemikirannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Meski begitu, sejak awal kampanye Michelle berupaya sekuatnya untuk memberi dukungan kepada Obama. Michelle menyewa satuan intel saat di tengah massa, sebagai antisipasi akan kemungkinan Obama terluka.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;”Saya mungkin lebih bersyukur ketimbang Barack, yang mencintai kehidupan normal. Kekhawatiran ini adalah tanda-tanda awal bahwa kehidupan kami mulai tidak normal,” ujar Michelle.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Untuk mengakhiri perjuangan yang telah dimulai, Michelle turut berorasi di depan pendukung mereka. Daya tarik Michelle adalah, menurut majalah Newsweek, dia mampu mendatangkan massa setidaknya 1.000 orang lebih secara rutin, termasuk saat hanya berkampanye sendirian. Dia bepergian dari satu wilayah ke wilayah lain untuk memberi pidato dan berbagai kegiatan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Michelle muncul sebagai figur publik, menerima peran sebagai calon first lady yang mengaspirasi. Saat berkampanye, lulusan Universitas Princeton dan Harvard Law School ini terkadang dijadwalkan memberi pidato pembuka memperkenalkan Obama kepada massa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Perempuan kelahiran 17 Januari 1964 ini tidak hanya duduk santai pada sesi-sesi strategis. Ia memanfaatkan waktu untuk menggalang dana lewat telepon meski sesungguhnya ia tak menyukai pekerjaan tersebut. ”Aku benci penggalangan dana, benciii... benci!,” ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Banyak pihak mengagumi pembawaan dirinya. Sifatnya yang rendah hati dan kalem dipadu dengan kepercayaan diri yang kuat dan kecerdasan yang mantap. Cara berpakaiannya pun sangat sesuai. Karena itu, Vanity Fair memasukkannya dalam 10 perempuan berbusana terbaik. Gaya berpakaian Michelle disejajarkan dengan istri Presiden Perancis Nicolas Sarkozy, Carla Bruni; eksekutif kosmetik Evelyn Lauder; serta artis Sarah Jessica Parker.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Majalah People juga menobatkan anugerah serupa kepada Michelle, bersama peraih Piala Oscar, Gwyneth Paltrow dan Charlize Theron.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di luar itu, Obama kerap memperkenalkan Michelle sebagai ”My Rock”, seseorang yang menjaga dirinya tetap fokus dan membumi. Michelle berusaha meyakinkan Obama untuk tetap menjaga setiap hal riil.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pembicaraan mereka di telepon tidak lagi seputar hasil polling kampanye, tetapi tentang anak-anak, Malia Ann (9) dan Natasha (7). Michelle berusaha selalu mengingatkan Obama untuk tidak kehilangan kehidupan normalnya. Ketika pulang, Obama diingatkan untuk menghadiri rapat orangtua murid di sekolah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Michelle membelikan dua laptop, satu untuk Obama dan satu lagi untuk anak-anak, sehingga mereka dapat bercakap-cakap lewat video internet.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Keduanya bertemu tahun 1989. Saat itu Michelle mendapat mentor Barack Obama, seorang yang saat itu dianggap istimewa oleh banyak orang. Michelle semula tak tertarik cerita di kantor tentang mahasiswa hukum Universitas Harvard, yang olehnya dikenal sebagai ”pria berkulit hitam yang selalu berbicara tepat sasaran”.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Obama begitu percaya diri saat mendekatinya dan berkata, ”Saya rasa kita harus berkencan.” Michelle menolaknya karena merasa ajakan tersebut belum patut. Namun, pertahanan Michelle berakhir setelah Obama mengajaknya untuk pergi ke kegiatan kelompok di gereja.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia kemudian memastikan bahwa dirinya menyukai Obama. ”Dia benar-benar berbeda. Saya suka menikahi seseorang yang memiliki pemikiran mendalam mengenai berbagai hal,” katanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Obama berkomentar mengenai Michelle, ”Selama 14 tahun bersama, dia melatih saya dengan sangat baik,” kata Obama, sebagaimana dituliskan dalam buku berjudul Ebony, ”The Hottest Couple in Amerika”, yang ditulis Lynn Norment tahun 2007. (Irma Tambunan)&lt;/p&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt;  &lt;!--s:insert_counter--&gt;  &lt;!--ttpend artikel --&gt;       &lt;!--START KOLOM PRINT--&gt;        &lt;!--s:insert_counter--&gt;  &lt;div class="artikelkiriman"&gt; &lt;/div&gt;   &lt;!-- s:rate--&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8995744091977541029-3562985367416612610?l=klikpilpres.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpilpres.blogspot.com/feeds/3562985367416612610/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8995744091977541029&amp;postID=3562985367416612610' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default/3562985367416612610'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default/3562985367416612610'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpilpres.blogspot.com/2008/11/michelle-my-rock.html' title='MICHELLE &quot;MY ROCK&quot;'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8995744091977541029.post-3533752973295626922</id><published>2008-11-07T17:03:00.000+07:00</published><updated>2008-11-07T17:04:09.850+07:00</updated><title type='text'>Gorbachev: Obama Bawa "Perestroika"</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;" id="judulartikelcetak"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="txtartikelcetak"&gt;       &lt;span class="tglct"&gt;Jumat, 7 November 2008 | 01:13 WIB&lt;/span&gt;  &lt;div id="article_body"&gt;&lt;p&gt;Moskwa, Kamis - Sejumlah tokoh dunia menyambut positif kemenangan Obama. Mereka optimistis kepemimpinan di bawah Obama akan mendatangkan perbaikan pada sejumlah persoalan dunia, seperti ekonomi, terorisme, dan lingkungan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mantan Pemimpin Uni Soviet Mikhail Gorbachev menyambut Barack Obama atas kemenangannya pada pemilihan presiden AS. Menurut Gorbachev, Obama akan membawa ”perestroika” ke negara adidaya itu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;”Saya sangat gembira. Dua atau tiga tahun lalu saya mengatakan bahwa Amerika memerlukan ’perestroika’, dan kemenangan Obama disambut dengan sukacita di AS,” kata Gorbachev, seperti dikutip kantor berita Rusia, ITA-TASS, Kamis (6/11).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Gorbachev menggunakan istilah ”perestroika” untuk reformasi liberal yang dilakukannya tahun 1980-an di Uni Soviet. Perubahan ini yang membantu mengakhiri Perang Dingin.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;”Bukan suatu kebetulan, dunia mengikuti pemilihan seperti ini, termasuk Rusia. Ini menunjukkan ada harapan datangnya pemerintahan baru akan membawa perubahan,” lanjutnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Gorbachev, yang meraih Nobel Perdamaian 1990, menambahkan bahwa pemilihan presiden kulit hitam pertama AS itu merupakan pelajaran bagi negara lain dan menunjukkan ”sisi sangat kuat Amerika”.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Gorbachev menerapkan perestroika (restrukturisasi) dan glasnost (keterbukaan) di Uni Soviet pada tahun 1980-an, dengan menerapkan sistem ekonomi pasar menggantikan sistem sosialis Uni Soviet. Langkah pria berusia 77 tahun ini mengakhiri Perang Dingin dan tatanan geopolitik di Eropa Timur dan bahkan dunia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Tokoh transformasional&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mantan Menteri Luar Negeri AS Colin Powell menyambut kemenangan Obama yang dikatakan sebagai hari bersejarah dalam hubungan ras. ”Obama seperti presiden untuk seluruh Amerika,” ujar Powell, tokoh kulit hitam terkemuka AS. Powell pernah menjabat Kepala Staf Gabungan dan berada dalam pemerintahan AS selama 40 tahun.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Powell menyatakan dukungan kepada Obama sejak Oktober lalu. Dia menyebut Obama sebagai ”figur transformasional” yang menjadi presiden istimewa. ”Faktanya bahwa dia orang kulit hitam yang baru saja menghidupkan Amerika sangat emosional,” tuturnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Powell, bagaimanapun, tidak optimistis dapat masuk ke pemerintahan Obama. Dia menyatakan tidak bermaksud mencari posisi jabatan, tetapi dapat mempertimbangkannya apabila ditawari. ”Saya tak tertarik pada posisi di pemerintahan. Saya tak berharap untuk ditawari,” tuturnya. ”Bila Obama memanggil saya untuk meminta nasihat, saya akan lebih senang, tetapi saya tak berharap untuk kembali ke pemerintahan,” lanjutnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia berharap pemerintahan Obama akan menjangkau semua pihak, termasuk yang bukan sekutunya. ”Mudah berbicara dengan seorang teman, tetapi terkadang sulit untuk berbicara dengan musuh. Namun, mereka adalah orang yang kepadanya kamu butuh berbicara,” katanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Powell menyarankan Obama menjalin hubungan politik dan ekonomi untuk mempercepat penguatan hubungan Sino-AS. ”Saya tak berharap dia mengadopsi kebijakan proteksionis,” ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Perdana Menteri Jepang Taro Aso juga memberikan selamat kepada Obama. Seperti dikutip Japan Today, ia mengatakan siap bekerja sama dengan Obama dan berusaha mempercepat penguatan aliansi AS-Jepang. Kerja sama ini diharapkan dapat menyelesaikan tantangan dunia internasional, seperti ekonomi, terorisme, dan lingkungan. (AFP/ITA)&lt;/p&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8995744091977541029-3533752973295626922?l=klikpilpres.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpilpres.blogspot.com/feeds/3533752973295626922/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8995744091977541029&amp;postID=3533752973295626922' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default/3533752973295626922'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default/3533752973295626922'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpilpres.blogspot.com/2008/11/gorbachev-obama-bawa-perestroika.html' title='Gorbachev: Obama Bawa &quot;Perestroika&quot;'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8995744091977541029.post-3948001564387041625</id><published>2008-11-07T17:00:00.000+07:00</published><updated>2008-11-07T17:01:41.056+07:00</updated><title type='text'>AMERIKA TERSIHIR</title><content type='html'>&lt;div class="txtartikelcetak"&gt;       &lt;!--zoom image--&gt;  &lt;script language="javascript"&gt;  function Big(me)  {  me.width *= 1.700; me.height *= 1.700;  }  function Small(me)  {  me.width /= 1.700; me.height /= 1.700;  }  &lt;/script&gt;            &lt;div id="boximartikelcetak1"&gt;   &lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="300" height="200"&gt;     &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td&gt;     &lt;img src="http://www.kompas.com/data//photo/2008/11/07/3069312p.jpg" onmouseover="Big(this);" onmouseout="Small(this);" width="300" height="224" /&gt;   &lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;     &lt;tr align="left"&gt;    &lt;td&gt;          &lt;span class="txfotocetak"&gt;    &lt;span style="font-size:78%;"&gt;AP photo/Charles Rex Arbogast / &lt;a href="http://www.kompasimages.com/" target="_blank"&gt;Kompas Images&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Zeboraqh Ball-Paul menangis ketika mendengar pidato Presiden Amerika yang baru terpilih, Barack Obama, di Grant Park, Chicago, Amerika Serikat, Rabu (5/11). &lt;/span&gt;    &lt;/span&gt;        &lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;     &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;          &lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span class="tglct"&gt;Jumat, 7 November 2008 | 03:00 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div id="article_body"&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;strong&gt;Simon Saragih&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Warga terpana bak mendapatkan tuah, keberuntungan, atau sebutlah keberuntungan apa saja yang ada di luar dugaan. Demikianlah suasana yang merasuki warga AS setelah Barack Obama dinyatakan menang. Lidah sebagian warga seperti kelu, seperti tidak bisa mengeluarkan kata-kata apa pun.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Amerika Serikat sedang berpesta, berpesta dan terenyak atas sesuatu yang diimpikan, tetapi sempat diyakini tidak akan pernah terjadi, yakni kemenangan Obama.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;”Ya teman, saya bangga. Ya, saya bangga, ya….! demikian Yacob, seorang warga kulit hitam di Tremont Street, Boston, tak lama setelah Obama dinyatakan menang. ”Kamu bangga juga kan, Obama kan pernah tinggal di Indonesia,” kata Yacob. Tidak muncul suasana haru berlebihan dari gerak-geriknya, tetapi Yacob sedang bahagia, berbunga-bunga. ”Saya bangga kawan, saya bangga, saya bangga.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pada Selasa malam, jalanan di Boston pun langsung menjadi ajang pesta, mobil melaju dengan klakson-klakson, mengelukan-elukan Obama. Para pejalan pun seperti tidak mau kalah, turut meramaikan suasana dengan menyahut, ”Obama, Ok!”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Roy Cooper, yang tinggal di luar Metropolitan Boston, mengatakan, dia berharap semoga Tuhan mendengar permohonannya. Semampunya, Cooper, seorang pekerja bangunan, mencoba mewujudkan kemenangan Obama dengan mencoblosnya pada pagi hari.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;”Dia istimewa, saya memilihnya bukan karena dia kulit hitam. Dia mengagumkan, dia bersahaja dan sopan.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Akan tetapi, kemenangannya sungguh membuat saya terharu. ”Sekarang Anda melihat Boston lebih baik. Jika Anda berada di sini 20 tahun lalu, tindakan rasis yang menistakan kulit hitam sangat terasa. Saat itu adalah bohong besar jika dikatakan Obama adalah demokratis. Kini hal-hal seperti itu tidak terasa. Kemenangan Obama menunjukkan kemajuan sudah makin signifikan soal hubungan antar-ras.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;”Ini menjadi bukti bahwa transformasi dalam hubungan ras setidaknya sudah terbukti bisa terjadi di Amerika. Ini adalah sebuah impian Amerika yang lain, di mana ada kesediaan untuk memilih seorang kulit hitam menjadi presiden,” kata Profesor John King, yang mengajar di East Tennesse State University, Johnson City.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tak habis-habisnya cerita soal kebanggaan warga kulit hitam. Akhirnya, komunitas yang pernah menjadi budak-budak bagi tuan kulit putih punya keturunan yang kemudian menjadi presiden bagi kulit putih itu sendiri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Pesta semua ras&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun, pesta tidak saja dilakukan para keturunan kulit hitam. Kulit putih juga larut dalam pesta. ”Mari, ikut pesta. Lupakan berita, kita berpesta. Ayo minum bir, minum, minum, minum,” kata Michael McManus, mahasiswa Emerson College, yang mengatakan membara. McManus sengaja mempersiapkan kaus oblong bertuliskan ”I’M Fired Up” karena mengantisipasi kemenangan Obama.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jason, warga Inggris yang juga turut hadir di sebuah bar di Boylston Street, Boston, turut tersenyum bahagia menyaksikan kaula muda kulit putih yang berisik dan berteriak-teriak setelah Obama menang. ”Mereka bangga, mereka akhirnya merasakan kebahagiaan.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebelum Obama menang, tidak sedikit pihak yang memastikan bahwa tidaklah mungkin seorang kulit hitam menjadi presiden. Ternyata ini terjadi dan membuat mereka terenyak,” kata Dr Gregory Payne, pengajar di Emerson College, menjelaskan euforia yang merasuki warga Boston.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Gemuruh suasana pesta juga terjadi di berbagai kota di seantero AS. Dari Harlem New York hingga jalanan di Atlanta, di mana Martin Luther King Jr lahir, serta di Oakland, California, euforia menyeruak.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di Cleveland, Obama dan para pendukungnya berkumpul di sebuah rumah dan berpesta dengan menenggak sampanye sambil bersulang, berteriak. Seru, seru, seru! ”Untuk kulit hitam pertama yang menjadi presiden AS!” demikian warga berseru sambil menyentuhkan gelas di antara para hadirin.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di Tampa, Florida, Mark Bias (51) langsung berteriak. ”Dia menang telak, menang telak,” kata Bias saat televisi CNN menyatakan Obama menang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Al Sharpton, tokoh gerakan sipil AS dari kelompok hitam, juga merasakan kebahagiaan. Namun, dia mengatakan, kemenangan Obama seharusnya tidak hanya membuat kulit hitam berpesta.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;”Kulit hitam harus menjaga citra. Kulit hitam harus memiliki tanggung jawab menjaga perilaku karena setiap perilaku buruk akan menodai keberhasilan Obama,” kata Sharpton yang pernah menjadi salah satu pembenci Obama. Bagi Sharpton, Obama sempat dianggap tidak cukup hitam untuk menjadi kulit hitam.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;(Simon Saragih dari AS)&lt;/p&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8995744091977541029-3948001564387041625?l=klikpilpres.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpilpres.blogspot.com/feeds/3948001564387041625/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8995744091977541029&amp;postID=3948001564387041625' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default/3948001564387041625'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default/3948001564387041625'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpilpres.blogspot.com/2008/11/amerika-tersihir.html' title='AMERIKA TERSIHIR'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8995744091977541029.post-8371585302403852878</id><published>2008-11-07T16:54:00.000+07:00</published><updated>2008-11-07T16:55:01.262+07:00</updated><title type='text'>Pemilu yang Mengubah Dunia?</title><content type='html'>&lt;h1 style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/h1&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;h6 style="text-align: justify;"&gt;Rabu, 5 November 2008 - 09:51 wib&lt;/h6&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;                        &lt;!-- SIZER --&gt;             &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;             &lt;!-- SIZER CLOSED --&gt;             &lt;!-- CONTENT --&gt;   &lt;!-- skyscraper banner --&gt;             &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="sky"&gt;                               &lt;script type="text/javascript"&gt;                 &lt;!--// &lt;![CDATA[                     OA_show('news_Details_skyscraper');                 // ]]&gt; --&gt; &lt;/script&gt;&lt;a href="http://ads.okezone.com/openx/www/delivery/ck.php?oaparams=2__bannerid=123__zoneid=122__cb=aeeabe65f0__maxdest=http://news.okezone.com/SP/" target="_blank"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div id="beacon_aeeabe65f0" style="position: absolute; left: 0px; top: 0px; visibility: hidden;"&gt;&lt;img src="http://ads.okezone.com/openx/www/delivery/lg.php?bannerid=123&amp;amp;campaignid=12&amp;amp;zoneid=122&amp;amp;channel_ids=,&amp;amp;loc=http%3A%2F%2Fnews.okezone.com%2Findex.php%2FReadStory%2F2008%2F11%2F05%2F58%2F160836%2Fpemilu-yang-mengubah-dunia%2Fpemilu-yang-mengubah-dunia&amp;amp;referer=http%3A%2F%2Fnews.okezone.com%2Findex.php%2FReadStory%2F2008%2F11%2F07%2F58%2F161591%2Fdinasti-politik-indonesia&amp;amp;cb=aeeabe65f0" alt="" style="width: 0px; height: 0px;" width="0" height="0" /&gt;&lt;/div&gt;                        &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;              &lt;!-- skycsraper banner --&gt;                &lt;/div&gt;&lt;h4 style="text-align: justify;"&gt;              &lt;p&gt; Pemilihan presiden (pilpres) di Amerika Serikat (AS) kali ini memang menghabiskan energi, termasuk buat kita yang mengamati dari jauh, apalagi bagi yang menjalaninya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maklum, kalau biasanya kampanye di sana hanya 365 hari sebelum pekan pertama November, kali ini kampanye sudah dimulai sejak 700 hari sebelum pemilu! Makin mendekati pemilihan, media makin mendudukan isu pemilihan sebagai berita utama. Wajar jika kita bertanya: Apa pentingnya hasil pilpres AS kali ini buat dunia? Jawabannya punya dua aspek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, bentuk kegiatan ekonomi dan kebijakan keuangan negara-negara dunia. Kedua, pola politik keamanan global. Siapa pun yang memenangi pilpres sekarang akan ikut menentukan arah tatanan global yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, soal kegiatan ekonomi dan kebijakan keuangan. Setelah ambruknya pasar saham di AS bulan lalu dan rontoknya bank-bank investasi raksasa, negara-negara dunia seperti disadarkan bahwa likuiditas global yang tercatat beratus kali lipat nilainya sejak penggalakan globalisasi investasi di awal abad 21 ternyata bisa mengering juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertumbuhan ekonomi berbasis utang, jaminan, dan defisit neraca perdagangan berujung pada rontoknya perbankan, kredit macet, dan pengangguran. Pusat dari koreksi ekonomi dan keuangan ini: AS! Negara adidaya yang sejak akhir Perang Dunia I menjadi pusat perekonomian dunia karena kemampuannya menyediakan pinjaman dana untuk restorasi pascaperang itu kini justru menjadi salah satu peminjam dana terbesar dari negara-negara yang perekonomiannya tumbuh pesat di awal 2000-an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejauh ini belum ada tanda pemulihan ekonomi AS. Perusahaan automotif General Motors dan Ford yang menjadi salah satu ikon sektor riil AS memotong produksi truk dan sport utility vehicle dan makin kesulitan mendapatkan dana segar. Pengangguran meningkat hingga 6,1%, sementara hampir satu dari dua rumah tangga harus hidup dengan pekerjaan ganda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Defisit neraca pembayaran lebih dari USD180 miliar, pertumbuhan ekonomi melambat. Padahal 43% dari keluarga AS menghabiskan lebih dari pendapatan mereka dengan rata-rata utang kartu kredit USD8.000. Survei Healthcare for America dari AFL-CIO menunjukkan bahwa 83% dari pekerja yang mereka wawancara cuma punya asuransi kesehatan paspasan atau kurang dari cukup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini berarti bahwa AS memang sakit. Wajar jika prioritas pertama presiden terpilih adalah pemulihan ekonomi di dalam negeri. Opsi pemulihannya sebenarnya terbatas: menyetop pola hidup berutang serta kebijakan defisit dan mulai menggiatkan sektor riil melalui mobilisasi dana publik; atau mendesak negara-negara lain untuk bersama-sama menyelamatkan AS, melalui skema pinjaman dana. ***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau dilihat dari respons dunia, kelihatannya keleluasaan AS bahkan tidaklah sejauh itu. Sudah muncul wacana untuk keluar dari pusaran ekonomi pasar kapitalis yang berpusat pada AS. Berbagai kerja sama regional mengambil langkah konkret untuk membentuk dana bersama agar keluar dari kerangka ketergantungan pada lembaga keuangan bentukan Bretton Woods macam IMF dan World Bank.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ASEAN, China, Korea Selatan, dan Jepang sepakat mengumpulkan USD80 miliar. 27 negara Eropa sepakat membuat panduan bailout dan memantau bank-bank dari wilayah mereka. AS pun mulai menengok negara-negara kaya baru dari Asia sebagai sumber likuiditas dunia yang baru, walaupun tetap berhati-hati dalam menjaga aset-asetnya supaya tidak berpindah tangan ke Asia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari gerakan regional ini hampir bisa dipastikan, meski minim, akan ada penyesuaian pajak di AS agar mereka bisa pulih juga secara independen. Buat dunia ini berarti akan ada negosiasi baru soal tatanan finansial dunia, termasuk, tidak mustahil, bagaimana menentukan nilai tukar mata uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat Indonesia, dalam waktu dekat ini AS belum bisa diandalkan untuk menjadi pasar produk dan jasa kita. Produk makanan dan kebutuhan primer rumah tanggalah yang kelihatan potensial terjaga permintaannya. Apalagi selama produk makanan dari China dianggap berisiko untuk kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Produk-produk yang merusak lingkungan dan boros bahan bakar akan dijauhi sejalan dengan kampanye AS untuk memerhatikan kelestarian lingkungan hidup. Inovasi kendaraan atau teknologi yang ramah lingkungan dan menggunakan energi yang bisa diperbarui akan dicari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk pengelolaan keuangan, Indonesia harus mengandalkan neraca perdagangan yang surplus dengan kinerja sektor riil yang produktif, bukannya investasi asing, apalagi utang. Sebenarnya sejalan dengan reformasi pajak di AS, Indonesia bisa ikut meninjau kebijakan pajaknya, khususnya dalam hal penggunaan dana publik yang terkumpul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baik Barack Obama maupun John McCain sama-sama menyoroti perlunya pemantauan ketat atas tiap penggunaan dana publik. Jadi, tata kelola pemerintah yang bersih dan berorientasi pada transparansi potensial menjadi tema kerja sama bilateral AS dengan Indonesia. Isu desentralisasi dan pengelolaan pendapatan negara di tingkat lokal termasuk yang mungkin mendapat perhatian khusus. Jika tidak, Indonesia akan "ketinggalan kereta". ***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, dampak hasil pilpres AS untuk politik keamanan global. Salah satu alasan mengapa perdebatan pilpres di sana menarik perhatian dunia adalah karena tema politik luar negeri AS yang cenderung unilateral dan agresif selama delapan tahun ini. Segera setelah George W Bush menjadi presiden, perang terhadap terorisme memuncak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya di Afghanistan dan perbatasannya, kemudian ke Irak dan negara-negara Timur Tengah lain. Fokus ini menyedot dana hingga sekira USD10 miliar per bulan dan puluhan ribu nyawa. Buntutnya, orang AS tetap merasa belum bertambah aman. Jadi, lepas dari bercabangnya arah perdebatan pilpres antara Obama dan McCain, siapa pun yang terpilih tidak punya pilihan banyak selain meninjau ulang kebijakan keamanan luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataannya kebijakan AS selama ini telah menguras kering cadangan devisa dan menyeret negara-negara lain untuk ikut kekeringan dana. Para kritikus dari sayap kiri di AS mengecam tuduhan apa pun yang mengarah pada pembenaran sikap agresif AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada lelucon dari Michael Moore (produser film Fahrenheit 9/11) yang mendesak kaum Demokrat untuk berhenti menjadi penakut yang "minum dari gelas bayi (sippy cup), tidur dengan lampu menyala" karena diam saja meskipun tahu ada yang salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mengeringnya sumber dana untuk perang, minimal akan ada pendekatan baru di Irak. Buat negara-negara lain, tentu saja kekerasan bernuansakan identitas agama masih menjadi pekerjaan rumah serius buat tatanan politik global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah hampir satu dekade disibukkan oleh kelompok-kelompok militan yang populer karena aksi serangan bomnya, tampak bahwa negara-negara di dunia memang belum sepenuhnya siap menghadapi ragam bentuk kekecewaan masyarakat sipil terhadap pilihan kebijakan negara. Setidaknya senjata negara untuk menjaga perdamaian masih cenderung konvensional, yakni militer. Padahal nyata bahwa pendekatan militeristik menyisakan masalah hak asasi manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sejumlah negara pendekatan ini juga malah meruncingkan kecurigaan antarkelompok masyarakat yang selama ini hidup berdampingan dalam keberagaman. Sebenarnya ini faktor ketidakamanan yang justru belum tersentuh. Sampai kapan ini dipaksakan untuk berlanjut? Jadi, siapa pun yang terpilih di AS, akan punya andil dalam arah wacana keamanan ini. (*)&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Dinna Wisnu, PhD&lt;br /&gt;Doktor Ilmu Politik The Ohio State University dan Alumni FISIP UI&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;/h4&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8995744091977541029-8371585302403852878?l=klikpilpres.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpilpres.blogspot.com/feeds/8371585302403852878/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8995744091977541029&amp;postID=8371585302403852878' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default/8371585302403852878'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default/8371585302403852878'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpilpres.blogspot.com/2008/11/pemilu-yang-mengubah-dunia.html' title='Pemilu yang Mengubah Dunia?'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8995744091977541029.post-6034024402248994653</id><published>2008-11-07T16:51:00.000+07:00</published><updated>2008-11-07T16:53:26.174+07:00</updated><title type='text'>Menyambut dengan Kritis Kemenangan Obama</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;h6 style="text-align: justify;"&gt;Kamis, 6 November 2008 - 09:36 wib&lt;/h6&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;                        &lt;!-- SIZER --&gt;             &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;             &lt;!-- SIZER CLOSED --&gt;             &lt;!-- CONTENT --&gt;   &lt;!-- skyscraper banner --&gt;             &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="sky"&gt;                               &lt;script type="text/javascript"&gt;                 &lt;!--// &lt;![CDATA[                     OA_show('news_Details_skyscraper');                 // ]]&gt; --&gt; &lt;/script&gt;&lt;a href="http://ads.okezone.com/openx/www/delivery/ck.php?oaparams=2__bannerid=123__zoneid=122__cb=541b95236e__maxdest=http://news.okezone.com/SP/" target="_blank"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div id="beacon_541b95236e" style="position: absolute; left: 0px; top: 0px; visibility: hidden;"&gt;&lt;img src="http://ads.okezone.com/openx/www/delivery/lg.php?bannerid=123&amp;amp;campaignid=12&amp;amp;zoneid=122&amp;amp;channel_ids=,&amp;amp;loc=http%3A%2F%2Fnews.okezone.com%2Findex.php%2FReadStory%2F2008%2F11%2F06%2F58%2F161201%2Fmenyambut-dengan-kritis-kemenangan-obama%2Fmenyambut-dengan-kritis-kemenangan-obama&amp;amp;referer=http%3A%2F%2Fnews.okezone.com%2Findex.php%2FReadStory%2F2008%2F11%2F07%2F58%2F161591%2Fdinasti-politik-indonesia&amp;amp;cb=541b95236e" alt="" style="width: 0px; height: 0px;" width="0" height="0" /&gt;&lt;/div&gt;                        &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;              &lt;!-- skycsraper banner --&gt;                &lt;/div&gt;&lt;h4 style="text-align: justify;"&gt;              &lt;p&gt; Begitu Barack Obama diumumkan sebagai pemenang Pemilu Amerika Serikat (AS), seluruh dunia bersorak-sorai. Semua berpesta atas berakhirnya Pemerintahan Bush yang dianggap sebagai sombong dan tak becus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obama sebagai presiden pertama AS yang berkulit hitam dianggap sebagai angin segar yang bisa mengubah citra Amerika menjadi lebih rendah hati. Latar belakang Obama sebagai seorang anak yang pernah tinggal di Indonesia mengakibatkan banyak yang percaya bahwa Obama bisa lebih mengerti kesulitan negara-negara berkembang. Harapan-harapan besar dari dunia pun diletakkan di bahu Presiden Obama.&lt;span style="display: block;" id="formatbar_Buttons"&gt;&lt;span class="on" style="display: block;" id="formatbar_JustifyFull" title="Rata Penuh" onmouseover="ButtonHoverOn(this);" onmouseout="ButtonHoverOff(this);" onmouseup="" onmousedown="CheckFormatting(event);FormatbarButton('richeditorframe', this, 13);ButtonMouseDown(this);"&gt;&lt;img src="img/blank.gif" alt="Rata Penuh" class="gl_align_full" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Idealnya, Obama akan bersikap seperti Bill Clinton, yang berusaha menjadikan AS sebagai partner kerja sama dalam perpolitikan dunia, bukan seperti Bush yang berpedoman "kalau mereka tak mau ikut, lakukan saja sendiri". Namun, harapan-harapan ini menciptakan pertanyaan baru: bagaimana kalau pemerintahan Obama ternyata tak mampu memenuhi harapan yang ada?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejauh mana sebetulnya kemenangan Obama didorong oleh keinginan "dunia"? Namun saya sendiri secara pribadi tetap berharap agar pemerintahan baru AS bisa memberikan aura positif bagi dunia. ***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obama sebagai lulusan salah satu sekolah yang paling bergengsi di AS di bidang hukum memang memiliki kemampuan intelektual yang tinggi. Kehebatannya dalam membina organisasi kampanye yang sangat efektif juga kentara benar. Namun, Obama masih perlu berusaha lebih keras. Sampai sekarang pun banyak yang bertanya-tanya bagaimana kepemimpinan dan kemampuan Obama yang sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The New York Times, koran yang sangat bersimpati kepada Partai Demokrat dan pendukung Obama, dalam menyambut terpilihnya Obama menekankan,"Banyak pengikut Obama belum tahu gaya pengambilan keputusan atau gaya kepemimpinan macam apa yang dimiliki Obama." Saya pun teringat percakapan saya dengan salah seorang rekan pendukung setia Partai Demokrat di Columbus, Ohio, di mana dia berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya akan memilih Obama, tetapi sebetulnya saya tak begitu puas karena saya tak tahu siapakah dia itu." Satu hal yang jarang disebut-sebut dalam analisis tentang menangnya Obama adalah dampak dari krisis ekonomi kepada terpilihnya Obama. Seperti yang Bill Clinton pernah katakan," It's economy, stupid!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Krisis ekonomi menjadi kekhawatiran terbesar rakyat Amerika dan menghadiahkan Obama kursi di Gedung Putih. Kekhawatiran ini terlihat dalam jajak pendapat para pemilih yang dilakukan AP dan CNN. Enam dari 10 pemilih menyatakan ekonomi merupakan isu terbesar, jauh melebihi Perang Irak (1 dari 10).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sembilan sepuluh responden melihat bahwa kondisi ekonomi sangat buruk dan dari para pemilih tersebut, Obama mendapatkan suara 9 persen di atas McCain (53-44 persen, AP&amp;amp;CNN 4 November). Faktor ini pun ditekankan dengan jajak pendapat yang dilakukan sebelum pemilu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angka dukungan kepada McCain dan Obama selalu hampir sama walaupun Obama menghabiskan dana untuk iklan televisi tiga kali lebih besar daripada McCain, (Washington Post, 7 Oktober), sampai akhirnya krisis ekonomi meledak di bulan September dan ikut menghantam posisi McCain. Intinya, faktor terpenting yang menyebabkan kekalahan McCain yakni ekonomi, bukan Perang Irak atau kemarahan dunia ataupun rasa percaya rakyat Amerika bahwa Obama adalah pemimpin yang hebat. ***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sini timbul pertanyaan: mampukah Obama sebagai presiden untuk menghadapi berbagai macam krisis yang ditinggalkan Bush? Di satu sisi, Obama yang dikelilingi oleh para penasihat yang pintar dan berkualitas tinggi. Dia pun bisa memilih para anggota kabinet yang bermutu tinggi untuk membantunya dalam menghadapi masalah-masalah yang dihadapi pemerintahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun di sisi lain, kepemimpinan Obama yang belum terbukti pun akan diuji oleh krisis ekonomi dunia, penyelesaian Perang Irak dan Afghanistan, serta dia pun harus memenuhi harapan dunia yang sangat tinggi kepada kemenangannya. Selain itu, dia harus "menyenangkan" rekan-rekannya dari kubu Demokrat yang sudah menang telak di Kongres.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal seringkali keinginan kaum Demokrat di Kongres bertentangan dengan kepentingan luar negeri AS. Misalnya, tigapuluh sembilan dari empat puluh penandatangan surat kongres AS tentang Papua berasal dari Partai Demokrat. Padahal, Pemerintah AS berusaha menggalang hubungan baik dengan Indonesia untuk membantunya dalam perang melawan terorisme dan ekstrimisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sinilah kepentingan luar negeri AS dan aspirasi kongres AS bertubrukan dan dampaknya mungkin bisa mempengaruhi Indonesia secara negatif. Tantangan-tantangan di atas, ditambah lagi dengan kebingungan atas bakat kepemimpinan Obama menyebabkan hari-hari setelah Obama masuk ke Gedung Putih di Bulan Januari akan menjadi sangat menarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun yang Obama putuskan akan mempengaruhi langkah-langkahnya yang selanjutnya di empat atau delapan tahun ke depan. Namun, itu adalah kekhawatiran untuk kali lain, karena kita tetap tak bisa melupakan bahwa hari ini merupakan hari yang bersejarah dan penuh optimisme. Ini adalah sebuah hari di mana pada akhirnya seorang yang berkulit hitam, yang merupakan warga minoritas di AS, yang sampai tahun 1960-an terus didiskriminasi secara terbuka, bisa melangkah masuk ke Gedung Putih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah hari bersejarah yang menyebabkan kita kembali mengingat tentang "American Dream" yang sangat memikat itu, di mana, setiap orang dengan usaha keras bisa menghadapi segala rintangan dan mencapai apa yang ia tuju. Selain itu, jika Obama dengan kampanyenya yang terorganisasi dengan rapi mampu mengatasi segala lawan politik kelas berat seperti Hillary Clinton, John Edward, dan puncaknya adalah mengalahkan John McCain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin kita bisa melihat bahwa ini "previu" kepemimpinan Obama di Gedung Putih bahwa Obama memang memiliki bakat kepemimpinan dan disiplin yang sangat baik. Kita mungkin bisa yakin itu mampu membantunya dalam menghadapi ujian yang lebih utama lagi: yakni mengembalikan AS sebagai negara yang dihormati, disegani, dan menjadi mitra yang disukai oleh negara-negara lain di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, mari kita berharap bersama-sama agar "Change We Need" benar-benar terjadi, yakni adanya perubahan ke arah yang positif yang kita dambakan dan butuhkan. Selamat datang Mr Obama di Gedung Putih!(*)&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Yohanes Sulaiman&lt;br /&gt;Doktor Ilmu Politik The Ohio State University&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;/h4&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8995744091977541029-6034024402248994653?l=klikpilpres.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpilpres.blogspot.com/feeds/6034024402248994653/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8995744091977541029&amp;postID=6034024402248994653' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default/6034024402248994653'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default/6034024402248994653'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpilpres.blogspot.com/2008/11/menyambut-dengan-kritis-kemenangan.html' title='Menyambut dengan Kritis Kemenangan Obama'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8995744091977541029.post-26214610284680803</id><published>2008-11-06T17:05:00.000+07:00</published><updated>2008-11-06T17:06:09.415+07:00</updated><title type='text'>PIDATO KEMENANGAN OBAMA (3)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="judul"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;" class="judul"&gt;&lt;i&gt;Mendengar Suara Hati Nenek Ann Nixon Cooper&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;          &lt;span class="kalender"&gt;Kamis, 06 November 2008, 16:44:12 WIB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="konten"&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;Laporan: Tri Soekarno Agung&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;table style="text-align: left; margin-left: 0px; margin-right: 0px;" border="0" cellpadding="0" width="150"&gt;           &lt;tbody&gt;             &lt;tr h=""&gt;                &lt;td align="center"&gt;&lt;img src="http://www.myrmnews.com/images/headline/normal/585770-04474206112008@OBAMA-Yes%21.jpg" style="border: 1px solid rgb(102, 102, 102); padding: 2px;" border="0" hspace="10" /&gt;&lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;    &lt;tr&gt;                &lt;td align="center"&gt;&lt;span class="kalender"&gt;&lt;b&gt;Yes, We Can!&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;           &lt;/tbody&gt;          &lt;/table&gt;&lt;table style="text-align: left; margin-left: 0px; margin-right: 0px;" border="0" cellpadding="7"&gt;   &lt;tbody&gt;     &lt;tr h=""&gt;       &lt;td&gt;&lt;center&gt;&lt;object classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=7,0,19,0" title="telkomsel" width="150" height="350"&gt;   &lt;param name="movie" value="../tombol/telkomsel_modemgratis.swf"&gt;   &lt;param name="quality" value="high"&gt;   &lt;embed src="http://www.myrmnews.com/tombol/telkomsel_modemgratis.swf" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="150" height="350"&gt;&lt;/embed&gt; &lt;/object&gt; &lt;/center&gt;    &lt;/td&gt;           &lt;/tr&gt;          &lt;/tbody&gt;       &lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="konten"&gt;&lt;b&gt;Jakarta, myRMnews.&lt;/b&gt; Berikut adalah petikan pidato bagian terakhir dari Barack Obama saat menyampaikan &lt;i&gt;Victory Speech&lt;/i&gt; sebagai presiden Amerika Serikat di Grant Park, Chicago, Illinois, Selasa malam (4/11) atau Rabu pagi waktu Jakarta (5/11) seperti dirilis lengkap di &lt;i&gt;CNN.com&lt;/i&gt;. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="konten"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="konten"&gt;&lt;i&gt;Dan bagi semua orang yang menyaksikan pidato malam ini jauh dari wilayah kami, dari parlemen dan istana, juga bagi mereka di sudut bumi yang hampir terlupakan dan mendengar pidato ini dari radio, kisah kami tetap tunggal, tapi nasib kita ditanggung bersama dan fajar baru kepemimpinan Amerika sudah ada di tangan kita. &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="konten"&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="konten"&gt;&lt;i&gt;Bagi mereka yang ingin menghancurkan dunia: Kami akan mengalahkan kalian! Bagi mereka yang mencintai perdamaian dan keamanan: Kami akan mendukung kalian! Bagi mereka yang membayangkan bahwa mercusuar Amerika masih menyala dengan terang: Malam ini kami kembali membuktikan bahwa kekuatan sejati negara ini datang bukan dari militer atau kekayaan, tapi dari kekuatan idelisme kita yang terus hidup. Yakni, demokrasi, liberti, kesempatan, dan harapan tanpa akhir. &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="konten"&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="konten"&gt;&lt;i&gt;Fakta cemerlang tentang Amerika adalah bahwa Amerika bisa berubah. Persatuan kita bisa disempurnakan. Apa yang sudah kita capai hingga sekarang memberikan semangat kepada kita bahwa kita bisa mencapai masa depan. &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="konten"&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="konten"&gt;&lt;i&gt;Pilpres kali ini memiliki sangat banyak kisah dan kejadian perdana yang bakal terus dikenang dari generasi ke generasi. Tapi, satu yang terlintas di benak saya adalah seorang perempuan yang mencoblos di Atlanta. Dia sebenarnya sama dengan jutaan pemilih lain yang berdiri di baris antrean dan ingin suaranya didengar lewat pilpres. Tapi, satu yang membedakannya dengan yang lain. Yakni, bahwa Ann Nixon Cooper sudah berumur 106 tahun. &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="konten"&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="konten"&gt;&lt;i&gt;Dia dilahirkan satu generasi setelah perbudakan berakhir: saat tidak ada mobil atau pesawat; saat seseorang seperti dia tidak bisa memberikan suaranya karena dua alasan. Karena dia perempuan dan karena warna kulitnya. &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="konten"&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="konten"&gt;&lt;i&gt;Dan malam ini, saya berpikir bahwa dia sudah melewati banyak hal selama seabad di Amerika - sakit hati dan harapan; perjuangan dan progresnya; masa-masa di mana kita diklaim tidak bisa, dan orang-orang yang dipaksa meyakini iman Amerika: Ya kita bisa! &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="konten"&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="konten"&gt;&lt;i&gt;Pada suatu masa, saat suara perempuan tidak dianggap dan harapan-harapan mereka dihapuskan, dia hidup untuk mereka, berdiri dan menyuarakan aspirasi mereka, dan berusaha mendapatkan hak pilih. Ya, kita bisa! &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="konten"&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="konten"&gt;&lt;i&gt;Ketika ada keputusasaan dan depresi di negeri ini, dia melihat sebuah bangsa yang mampu mengalahkan ketakutannya sendiri lewat kesepakatan baru, lapangan pekerjaan baru, tujuan baru. Ya, kita bisa! &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="konten"&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="konten"&gt;&lt;i&gt;Saat bom jatuh di pelabuhan kita dan tirani mengancam dunia, dia berada di sana menyaksikan sebuah generasi tumbuh menjadi besar dan menyelamatkan demokrasi. Ya, kita bisa! &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="konten"&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="konten"&gt;&lt;i&gt;Dia berada di sana demi bus-bus Montgomery, selang air di Birmingham, jembatan di Selma, dan pengkhotbah dari Atlanta yang selalu mengatakan kepada orang lain bahwa "Kita akan melewatinya." Ya, kita bisa! &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="konten"&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="konten"&gt;&lt;i&gt;Manusia berhasil mendarat di bulan, tembok Berlin berhasil dirobohkan, dunia disatukan oleh ilmu pengetahuan dan imajinasi kita sendiri. &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="konten"&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="konten"&gt;&lt;i&gt;Dan tahun ini, dalam pilpres kali ini, dia menyentuhkan jarinya di layar dan menentukan pilihan. Sebab, setelah 106 tahun di Amerika, melewati masa-masa sulit dan gelap, dia tahu benar bahwa Amerika bisa berubah. Ya, kita bisa! &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="konten"&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="konten"&gt;&lt;i&gt;Amerika, kita sudah menempuh perjalanan sejauh ini. Kita sudah banyak melihat. Tapi, masih lebih banyak tugas yang harus kita lakukan. Jadi, malam ini, marilah kita bertanya kepada diri sendiri apakah anak-anak kita masih bisa tetap hidup hingga abad yang akan datang. Jika saja anak-anak perempuan saya bisa seberuntung Ann Nixon Cooper dan berumur panjang, perubahan apa yang akan mereka lihat? Progres seperti apa yang kita buat? &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="konten"&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="konten"&gt;&lt;i&gt;Ini adalah kesempatan kita untuk menjawab panggilan itu. Inilah saatnya.  &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="konten"&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="konten"&gt;&lt;i&gt;Masanya sudah tiba, untuk membuat rakyat kita kembali bekerja dan membuka kesempatan bagi anak-anak kita. Untuk mengembalikan kemakmuran dan menjunjung perdamaian. Untuk meraih kembali mimpi Amerika dan menegaskan bahwa kebenaran yang sejati, di antara banyak yang lain, adalah kita semua satu. Sambil kita bernapas, kita pun berharap. &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="konten"&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="konten"&gt;&lt;i&gt;Dan, saat kita dihadapkan pada kesinisan dan keraguan dan orang-orang yang mengatakan bahwa kita tidak bisa, kita akan menjawab semua itu dengan iman dan keyakinan yang didapat dari semangat semua orang: Ya, kita bisa! &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="konten"&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="konten"&gt;&lt;i&gt;Terima kasih. Tuhan memberkati Anda sekalian. Dan, semoga Tuhan juga memberkati United States of America!&lt;/i&gt; &lt;b&gt;[iga]&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      &lt;img src="http://www.myrmnews.com/images/6.gif" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8995744091977541029-26214610284680803?l=klikpilpres.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpilpres.blogspot.com/feeds/26214610284680803/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8995744091977541029&amp;postID=26214610284680803' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default/26214610284680803'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default/26214610284680803'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpilpres.blogspot.com/2008/11/pidato-kemenangan-obama-3.html' title='PIDATO KEMENANGAN OBAMA (3)'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8995744091977541029.post-929143221808268587</id><published>2008-11-06T17:03:00.001+07:00</published><updated>2008-11-06T17:03:59.345+07:00</updated><title type='text'>IDATO KEMENANGAN OBAMA (2)</title><content type='html'>&lt;span class="judul"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;" class="judul"&gt;Mengutip Lincoln, "Kita Bukan Musuh, tapi Teman"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;          &lt;span class="kalender"&gt;Kamis, 06 November 2008, 14:36:41 WIB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="konten"&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;Laporan: Tri Soekarno Agung&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;table style="text-align: left; margin-left: 0px; margin-right: 0px;" border="0" cellpadding="0" width="150"&gt;           &lt;tbody&gt;             &lt;tr h=""&gt;                &lt;td align="center"&gt;&lt;img src="http://www.myrmnews.com/images/headline/normal/988336-02394606112008@OBM-BIDEN.jpg" style="border: 1px solid rgb(102, 102, 102); padding: 2px;" border="0" hspace="10" /&gt;&lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;    &lt;tr&gt;                &lt;td align="center"&gt;&lt;span class="kalender"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;           &lt;/tbody&gt;          &lt;/table&gt;&lt;table style="text-align: left; margin-left: 0px; margin-right: 0px;" border="0" cellpadding="7"&gt;   &lt;tbody&gt;     &lt;tr h=""&gt;       &lt;td&gt;&lt;center&gt;&lt;object classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=7,0,19,0" title="telkomsel" width="150" height="350"&gt;   &lt;param name="movie" value="../tombol/telkomsel_modemgratis.swf"&gt;   &lt;param name="quality" value="high"&gt;   &lt;embed src="http://www.myrmnews.com/tombol/telkomsel_modemgratis.swf" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="150" height="350"&gt;&lt;/embed&gt; &lt;/object&gt; &lt;/center&gt;    &lt;/td&gt;           &lt;/tr&gt;          &lt;/tbody&gt;       &lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="konten"&gt;&lt;b&gt;Jakarta, myRMnews.&lt;/b&gt; Berikut adalah lanjutan dari pidato pertama Barack Obama sebagai Presiden Amerika Serikat terpilih yang disampaikan di depan 200-an ribu orang di Grant Park, Chicago, Illinois, Selasa malam (4/11) atau Rabu pagi waktu Jakarta (5/11) seperti dirilis lengkap di &lt;i&gt;CNN.com&lt;/i&gt;. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="konten"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="konten"&gt;&lt;i&gt;Saya bukanlah kandidat yang paling disukai di sini. Kita tidak memulainya dengan banyak uang atau banyak dukungan. Kampanye kita pun tidak berangkat dari Washington. Melainkan dari halaman belakang Des Moines dan ruang tamu Concord serta serambi depan Charleston. Dibangun oleh pekerja pria dan wanita yang merelakan sebagian tabungan kecil mereka untuk mendonasikan USD 5 (sekitar Rp 54 ribu) dan USD 10 (sekitar Rp 108 ribu) demi kampanye. &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="konten"&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="konten"&gt;&lt;i&gt;Menjadi kuat berkat generasi muda yang mampu menolak mitos, apatis masa kini, serta berani meninggalkan rumah dan keluarga mereka demi melakukan pekerjaan dengan bayaran kecil dan membuat mereka kurang tidur. &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="konten"&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="konten"&gt;&lt;i&gt;Juga dari kalangan yang tidak terlalu muda, yang memberanikan diri menembus dingin dan panasnya udara demi mengetuk satu per satu pintu orang asing, dan dari jutaan warga Amerika yang menjadi sukarelawan serta mengatur diri sendiri dan membuktikan bahwa dalam dua abad mendatang, pemerintahan yang benar-benar berasal dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat masih akan tetap ada. &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="konten"&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="konten"&gt;&lt;i&gt;Ini adalah kemenangan kalian!  &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="konten"&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="konten"&gt;&lt;i&gt;Dan, saya tahu bahwa kalian melakukan semua ini bukan semata-mata untuk memenangkan pilpres. Dan, saya juga tahu, kalian tidak melakukannya untuk saya. &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="konten"&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="konten"&gt;&lt;i&gt;Kalian semua melakukan ini semua karena benar-benar memahami betapa banyaknya tugas yang menanti di depan sana. Bahkan, saat kita merayakan (kemenangan) malam ini, kita semua tahu bahwa tantangan yang akan kita hadapi di masa mendatang adalah yang paling berat -dua perang, planet (bumi) yang berada dalam bahaya, krisis keuangan terburuk sepanjang abad. &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="konten"&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="konten"&gt;&lt;i&gt;Saat kita berdiri di sini malam ini, kita juga tahu bahwa sebagian warga Amerika yang pemberani sedang berjaga di padang gurun Iraq dan pegunungan Afghanistan, mempertaruhkan nyawa mereka untuk kita. &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="konten"&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="konten"&gt;&lt;i&gt;Juga ada ibu-ibu dan bapak-bapak yang selalu terjaga saat anak-anak mereka tertidur, dan pusing memikirkan cara membayar utang mereka atau membayar biaya berobat atau menyisihkan uang demi biaya pendidikan anak-anak mereka. &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="konten"&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="konten"&gt;&lt;i&gt;Ada semangat baru yang harus dimanfaatkan, lapangan pekerjaan baru yang harus diciptakan, sekolah-sekolah baru yang harus dibangun, ancaman yang harus dihadapi, dan perserikatan yang harus diperbaiki. &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="konten"&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="konten"&gt;&lt;i&gt;Jalan yang terbentang di depan kita masih panjang. Yang kita panjat akan curam. Kita tidak akan bisa mencapainya dalam waktu satu tahun atau satu periode sekalipun. Tapi, Amerika, saya belum pernah seyakin malam ini bahwa kita akan mencapainya. &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="konten"&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="konten"&gt;&lt;i&gt;Saya berjanji kepada Anda sekalian, kita semua sebagai rakyat akan mampu mencapainya.  &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="konten"&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="konten"&gt;&lt;i&gt;Akan terjadi pengulangan kembali dan awal yang salah. Akan ada banyak orang yang tidak setuju dengan keputusan atau kebijakan yang saya tentukan sebagai presiden. Dan, kita semua tahu bahwa pemerintah tidak bisa selalu menyelesaikan masalah. &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="konten"&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="konten"&gt;&lt;i&gt;Tapi, saya akan selalu jujur kepada Anda semua tentang tantangan apa pun yang kita hadapi. Saya akan mendengarkan Anda semua, terutama saat kita berbeda pendapat. Dan, di atas semuanya itu, saya akan mengajak Anda semua bekerja sama membenahi bangsa ini. Sistem yang baru sekali diterapkan di Amerika selama 221 tahun -blok demi blok, bata demi bata. &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="konten"&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="konten"&gt;&lt;i&gt;Apa yang sudah dimulai 21 bulan lalu di musim dingin yang mencekam tidak bisa berakhir begitu saja di suatu malam musim gugur ini. &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="konten"&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="konten"&gt;&lt;i&gt;Kemenangan ini bukanlah perubahan yang kita cari. Ini hanyalah kesempatan bagi kita untuk mewujudkan perubahan itu. Dan itu tidak akan pernah terjadi jika kita kembali mencontoh masa lalu. &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="konten"&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="konten"&gt;&lt;i&gt;Semua ini tidak akan terjadi tanpa kalian, tanpa semangat pengabdian baru, semangat pengorbanan baru.  &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="konten"&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="konten"&gt;&lt;i&gt;Jadi, marilah kita menghimpun semangat patriotisme baru, tanggung jawab baru, di mana masing-masing dari kita seharusnya memutuskan untuk tampil bersama dan bekerja lebih keras dan tidak hanya memedulikan diri sendiri, tapi juga orang lain. &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="konten"&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="konten"&gt;&lt;i&gt;Yang harus diingat-ingat adalah bahwa krisis finansial ini mengajarkan kita untuk tidak perlu memanjakan Wall Street, sementara Main Street menderita. &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="konten"&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="konten"&gt;&lt;i&gt;Di negara ini, kita jatuh dan bangun bersama sebagai satu negara, sebagai suatu masyarakat. Marilah kita menolak godaan untuk kembali jatuh pada paham partisan dan kepicikan dan kekanak-kanakan yang sudah meracuni politik kita sekian lama. &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="konten"&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="konten"&gt;&lt;i&gt;Marilah kita mengingat bahwa manusia dari negara inilah yang kali pertama membawa banner Partai Republik ke Gedung Putih, partai yang dibangun di atas nilai-nilai kepercayaan diri dan kebebasan individu dan persatuan nasional. &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="konten"&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="konten"&gt;&lt;i&gt;Itu adalah nilai-nilai yang bisa kita bagikan. Sementara Partai Demokrat merasakan kemenangan besar malam ini, itu semua dicapai dengan kerendahan hati dan tujuan untuk membalut perpecahan yang menghambat kita untuk maju. &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="konten"&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="konten"&gt;&lt;i&gt;Seperti yang dikatakan Lincoln kepada sebuah negara yang jauh lebih terpecah belah dari kita, kita bukanlah musuh, tapi teman. Meskipun hati bisa terluka, tapi jangan sampai mematahkan semangat kita dan persaudaraan kita. &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="konten"&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="konten"&gt;&lt;i&gt;Dan bagi seluruh rakyat Amerika yang dukungannya belum saya dapatkan, atau yang mungkin suaranya tidak mengantarkan saya pada kemenangan malam ini, saya tetap mendengarkan seruan Anda. Saya membutuhkan bantuan Anda. Bagaimanapun, saya tetap akan menjadi presiden Anda.&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(&lt;i&gt;bersambung&lt;/i&gt;)&lt;/b&gt; &lt;b&gt;[iga]&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="keterangan"&gt;&lt;img src="http://www.myrmnews.com/images/6.gif" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8995744091977541029-929143221808268587?l=klikpilpres.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpilpres.blogspot.com/feeds/929143221808268587/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8995744091977541029&amp;postID=929143221808268587' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default/929143221808268587'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default/929143221808268587'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpilpres.blogspot.com/2008/11/idato-kemenangan-obama-2.html' title='IDATO KEMENANGAN OBAMA (2)'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8995744091977541029.post-870750098808899109</id><published>2008-11-06T17:01:00.001+07:00</published><updated>2008-11-06T17:01:59.201+07:00</updated><title type='text'>PIDATO KEMENANGAN OBAMA (1)</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;" class="judul"&gt;&lt;br /&gt;"David Plouffe, Pahlawan Kampanye Saya"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;          &lt;span class="kalender"&gt;Kamis, 06 November 2008, 13:27:15 WIB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="konten"&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;Laporan: Tri Soekarno Agung&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="left" border="0" cellpadding="0" width="150"&gt;           &lt;tbody&gt;             &lt;tr h=""&gt;                &lt;td align="center"&gt;&lt;img src="http://www.myrmnews.com/images/headline/normal/154537-01282306112008@Obama-Yes2.jpg" style="border: 1px solid rgb(102, 102, 102); padding: 2px;" border="0" hspace="10" /&gt;&lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;    &lt;tr&gt;                &lt;td align="center"&gt;&lt;span class="kalender"&gt;&lt;b&gt;Fenomenal&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;           &lt;/tbody&gt;          &lt;/table&gt;&lt;table align="right" border="0" cellpadding="7"&gt;   &lt;tbody&gt;     &lt;tr h=""&gt;       &lt;td&gt;&lt;center&gt;&lt;object classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=7,0,19,0" title="telkomsel" width="150" height="350"&gt;   &lt;param name="movie" value="../tombol/telkomsel_modemgratis.swf"&gt;   &lt;param name="quality" value="high"&gt;   &lt;embed src="http://www.myrmnews.com/tombol/telkomsel_modemgratis.swf" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="150" height="350"&gt;&lt;/embed&gt; &lt;/object&gt; &lt;/center&gt;    &lt;/td&gt;           &lt;/tr&gt;          &lt;/tbody&gt;       &lt;/table&gt;&lt;span class="konten"&gt;&lt;b&gt;Jakarta, myRMnews.&lt;/b&gt; Inilah pidato pertama Barack Obama sebagai presiden AS terpilih yang dia sampaikan di Grant Park, Chicago, Illinois, Selasa malam (4/11) atau Rabu pagi waktu Jakarta (5/11) seperti dirilis lengkap di &lt;i&gt;CNN.com&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Hallo, Chicago!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ada seseorang di luar sana yang masih ragu bahwa Amerika adalah sebuah tempat di mana segala sesuatu bisa terjadi, yang masih bertanya-tanya apakah mimpi para pendiri bangsa ini masih bisa menjadi nyata di masa sekarang, yang masih mempertanyakan kekuatan demokrasi, malam ini pertanyaan Anda terjawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabannya ada pada antrean panjang di sekolah-sekolah dan gereja-gereja yang jumlahnya tidak terhitung, pada orang-orang yang rela menunggu tiga sampai empat jam, dan sebagian besar dari mereka merupakan pengalaman pertama, karena mereka yakin kali ini harus beda dan bahwa suara mereka bisa mendatangkan perbedaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah jawaban yang dibicarakan orang tua dan muda, kaya dan miskin, Demokrat dan Republik, hitam, putih, Hispanik, Asia, asli Amerika, gay, normal, cacat, dan tidak cacat. Amerika yang mengirimkan pesan kepada dunia bahwa kita bukan hanya kumpulan individu semata atau kumpulan negara bagian merah dan biru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita adalah, dan akan selalu menjadi, The United States of America!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah jawaban yang membuat mereka yang sudah sekian lama oleh banyak orang dikatakan sinis serta penakut dan penuh keragu-raguan dalam mencapai sesuatu bisa menumpangkan tangannya pada sejarah dan membelokkannya ke arah harapan yang lebih cerah, sekali lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah sekian lama, tapi (perjalanan baru dimulai) malam ini, karena apa yang kita lakukan hari ini, pada pemilihan kali ini dan pada saat yang menentukan ini, telah mendatangkan perubahan bagi Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa waktu lalu, saya menerima telepon ucapan selamat yang luar biasa dari Senator (John) McCain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senator McCain sudah melewati perjuangan yang panjang dan sulit selama kampanye. Dan, dia bahkan sudah berjuang lebih lama dan lebih sulit demi bangsa yang dia cintai. Dia sudah lama berkorban bagi Amerika, lebih dari yang kita bayangkan selama ini. Kita menjadi lebih baik berkat pengabdian pemimpin yang pemberani dan tidak egois itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mengucapkan selamat kepadanya (McCain); juga kepada Gubernur (Sarah) Palin atas seluruh pencapaian mereka. Dan, saya berharap bisa bekerja sama dengan mereka dalam beberapa bulan ke depan untuk bersama-sama memperbarui janji bangsa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada partner yang selalu mendampingi saya dalam perjalanan ini, seorang pria yang berkampanye dari dalam hatinya, dan berbicara atas nama kaum pria serta wanita yang tumbuh besar bersamanya di Jalanan Scranton dan berkendara bersamanya di kereta jurusan Delaware, wakil presiden terpilih AS, Joe Biden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan saya tidak akan berdiri di sini malam ini tanpa dukungan terus-menerus dari sahabat saya selama 16 tahun terakhir, batu karang keluarga kami, cinta dalam hidup saya, first lady bangsa ini berikutnya, Michelle Obama. Sasha dan Malia, saya mencintai kalian lebih dari yang bisa kalian bayangkan. Dan, kalian sudah mendapatkan anak anjing baru yang akan menemani kita di Gedung Putih yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, meskipun dia sudah tidak lagi bersama kita, saya yakin nenek saya melihat, bersama dengan keluarga yang telah menjadikan saya manusia seperti sekarang. Saya merindukan mereka semua malam ini. Saya tahu bahwa utang saya kepada mereka tidak terhitung lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudari saya Maya, Alma, seluruh saudara laki-laki dan saudara perempuan saya, terima kasih banyak atas dukungan yang telah kalian berikan kepada saya. Saya sangat berterima kasih kepada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kepada manajer kampanye saya, David Plouffe, pahlawan di balik layar yang menciptakan kampanye politik paling hebat, saya rasa, di sepanjang sejarah AS. Kepada &lt;i&gt;chief strategist&lt;/i&gt; saya, David Axelrod, yang menjadi mitra di setiap langkah saya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada tim kampanye terhebat yang pernah ada di sepanjang sejarah politik. Kalian telah menjadikan semuanya nyata dan saya akan selalu berutang budi kepada kalian atas pengorbanan yang telah kalian berikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, di atas semua itu, saya tidak akan pernah lupa untuk menyampaikan, untuk siapa kemenangan ini sejatinya. Kemenangan ini untuk kalian semua. Ini untuk kalian!&lt;b&gt;(&lt;i&gt;bersambung&lt;/i&gt;)&lt;/b&gt; &lt;/i&gt;&lt;b&gt;[iga]&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8995744091977541029-870750098808899109?l=klikpilpres.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpilpres.blogspot.com/feeds/870750098808899109/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8995744091977541029&amp;postID=870750098808899109' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default/870750098808899109'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default/870750098808899109'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpilpres.blogspot.com/2008/11/pidato-kemenangan-obama-1.html' title='PIDATO KEMENANGAN OBAMA (1)'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8995744091977541029.post-3676001190680398344</id><published>2008-11-06T14:35:00.001+07:00</published><updated>2008-11-06T14:35:49.724+07:00</updated><title type='text'>Obama Mengukir Sejarah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;" class="block-content"&gt; &lt;div style="font-weight: bold;" class="news-abstract"&gt;&lt;br /&gt;Jumlah pencoblos terbanyak dalam seabad terakhir.&lt;/div&gt; &lt;div class="news-content"&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;WASHINGTON&lt;/b&gt; - Barack Obama mengukir sejarah baru dalam pemilihan umum Amerika Serikat kemarin. Senator Illinois itu tercatat sebagai presiden berkulit hitam pertama di negeri yang punya sejarah kelam dalam hal rasialisme. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Jika ada orang di luar sana yang masih ragu bahwa Amerika Serikat adalah tempat di mana perubahan sangat mungkin terjadi, masih membayangkan mimpi para pendiri negara ini yang tetap hidup di masa sekarang, masih mempertanyakan kekuatan demokrasi kita, malam ini adalah jawabannya!" kata Obama di tengah pawai kemenangan yang dihadiri lebih dari 100 ribu pendukungnya di Grant Park, Chicago. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;John McCain, pesaing yang dikalahkan Obama, mengakui pentingnya pemilihan tahun ini. "Ini adalah pemilihan umum bersejarah dan saya mengakui kepentingan khusus yang dicapai bagi warga Afro-Amerika dan kebanggaan khusus yang pasti mereka miliki malam ini," kata McCain di Arizona. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Obama, politikus berusia 47 tahun yang pernah bermukim di Jakarta, terpilih sebagai presiden dengan angka kemenangan mutlak. Menurut hasil penghitungan sementara &lt;i&gt;CNN&lt;/i&gt;, Obama memperoleh 338 dari total 538 suara delegasi Dewan Pemilih (&lt;i&gt;electoral college vote&lt;/i&gt;), semacam jatah kursi di setiap negara bagian. Dia mengalahkan John McCain, kandidat Partai Republik berusia 72 tahun, yang mengumpulkan 163 suara. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rakyat Amerika tidak memilih langsung presidennya, tapi biasanya para delegasi yang mewakili mereka akan memilih sesuai dengan suara rakyat. Para delegasi ini akan berkumpul dalam Dewan Pemilih pada 15 Desember untuk secara resmi memberikan suara kepada kandidat presiden. Adapun pelantikan presiden baru dilangsungkan pada 20 Januari 2009. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Meski jumlah suara bisa berubah, misalkan bila ada delegasi yang bertindak menyimpang atau disebut delegasi "durhaka", kemenangan Obama sulit dibatalkan karena selisih suara yang sangat besar. Sebagai perbandingan, George W. Bush dua kali jadi presiden dengan dukungan suara delegasi tak pernah lebih dari 286 suara. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pemilihan umum kali ini juga memecahkan rekor jumlah pencoblos terbanyak sejak 1908. Menurut situs pemantau pemilihan umum independen RealClearPolitics, dua pertiga pemilih atau lebih dari 230 juta orang telah datang ke bilik suara. Bandingkan dengan ketika George W. Bush terpilih kembali sebagai presiden pada 2004 dengan jumlah pencoblos 55,3 persen. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kemenangan Obama juga menandai munculnya generasi baru kepemimpinan Amerika, setelah 16 tahun para presiden negeri itu datang dari masa Perang Vietnam. Obama masih kecil ketika pasukan Amerika pulang dari medan pertempuran di Asia tersebut. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Terpilihnya Obama juga menjadi simbol penolakan rakyat Amerika terhadap kepemimpinan Presiden Bush dari Partai Republik, yang dinilai gagal menangani badai Katrina empat tahun lalu dan makin terpuruk dalam perang di Irak dan krisis keuangan baru-baru ini. &lt;b&gt;AP | AFP | BBC | IWANK&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8995744091977541029-3676001190680398344?l=klikpilpres.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpilpres.blogspot.com/feeds/3676001190680398344/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8995744091977541029&amp;postID=3676001190680398344' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default/3676001190680398344'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default/3676001190680398344'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpilpres.blogspot.com/2008/11/obama-mengukir-sejarah.html' title='Obama Mengukir Sejarah'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8995744091977541029.post-6404862734023099575</id><published>2008-11-06T14:33:00.000+07:00</published><updated>2008-11-06T14:34:29.089+07:00</updated><title type='text'>Senjata Obama, Merebut Wilayah Kunci</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;" class="block-content"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;div class="news-abstract"&gt;Dalam Pemilihan Umum Presiden 2008, yang digelar Selasa lalu itu, Obama meraih 338 suara delegasi (&lt;i&gt;electoral vote&lt;/i&gt;), sedangkan rivalnya dari Partai Republik, McCain, mendapatkan 163 suara delegasi.&lt;/div&gt; &lt;div class="news-content"&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;CHICAGO&lt;/b&gt; -- Kunci kemenangan Barack Obama atas rivalnya, John McCain, adalah menaklukkan wilayah-wilayah kunci. Ini merupakan negara-negara bagian yang menjadi ajang perebutan kedua kubu, atau dikenal sebagai &lt;i&gt;battleground&lt;/i&gt;. Wilayah ini paling diperebutkan karena memiliki jumlah suara delegasi yang tinggi, seperti California dan New York. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan taktik inilah Obama meraih suara bahkan melampaui perkiraan partainya, Partai Demokrat. Dalam Pemilihan Umum Presiden 2008, yang digelar Selasa lalu itu, Obama meraih 338 suara delegasi (&lt;i&gt;electoral vote&lt;/i&gt;), sedangkan rivalnya dari Partai Republik, McCain, mendapatkan 163 suara delegasi. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Obama mampu mempertahankan semua negara bagian yang berhasil digenggam Partai Demokrat pada Pemilu 2004. Selain itu, dari tujuh &lt;i&gt;battleground&lt;/i&gt;, Obama menang di empat negara bagian (Florida, Indiana, North Carolina, dan Ohio). Sedangkan sisanya dimenangi oleh McCain (Missouri, Montana, North Dakota). &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Misalnya, California (55 suara delegasi), New York (31), dan Illinois (21), yang memang menjadi basis Demokrat sejak calon presiden Al Gore bertarung pada Pemilu 2000 dan John Kerry pada 2004. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Juga keberhasilan mendapatkan suara Pennsylvania, yang menyediakan 21 suara delegasi. Padahal kubu Republik berencana menjadikan Pennsylvania wilayah yang paling diperjuangkan sampai detik terakhir. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Langkah mundur terbesar bagi kubu McCain adalah ketika Negara Bagian Ohio dan Florida juga menjadi milik Obama. Berdasarkan &lt;i&gt;polling&lt;/i&gt; terakhir, Ohio, yang menyediakan 20 suara delegasi, dan Florida dengan 27 suara delegasi, merupakan wilayah dengan kekuatan berimbang (&lt;i&gt;toss up&lt;/i&gt;) di antara kedua partai. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pada dua pemilu presiden sebelumnya, baik Ohio maupun Florida merupakan wilayah kekuasaan Republik yang berhasil diraih George Walker Bush. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain itu, Republik dipermalukan dengan hilangnya kantong pendukungnya, Virginia. Padahal, pada 2004 dan 2000, Bush juga berhasil meraup suara Virginia. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Virginia, yang menyumbang 13 suara delegasi itu, selalu menjadi milik Republik. Karisma Obama kini membuat negara bagian itu untuk pertama kalinya memilih Demokrat sejak pemilu Presiden Lyndon Johnson pada 1964. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sampai menjelang tengah malam, penghitungan suara masih berlangsung di dua negara bagian: Montana dan North Carolina. Tapi Demokrat sudah dipastikan menang di 28 negara bagian, termasuk di Washington, DC, Iowa, dan New Mexico. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sementara itu, McCain kemungkinan besar menang di 20 negara bagian, termasuk Tennessee, Kentucky, Georgia, dan South Carolina. &lt;b&gt;AFP | REALCLEARPOLITICS | BBC | GUARDIAN | DODY HIDAYAT&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8995744091977541029-6404862734023099575?l=klikpilpres.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpilpres.blogspot.com/feeds/6404862734023099575/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8995744091977541029&amp;postID=6404862734023099575' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default/6404862734023099575'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default/6404862734023099575'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpilpres.blogspot.com/2008/11/senjata-obama-merebut-wilayah-kunci.html' title='Senjata Obama, Merebut Wilayah Kunci'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8995744091977541029.post-4209552977599916208</id><published>2008-11-06T13:17:00.000+07:00</published><updated>2008-11-06T13:18:11.346+07:00</updated><title type='text'>TRANSISI GEDUNG PUTIH</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;" id="judulartikelcetak"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="txtartikelcetak"&gt;       &lt;span class="tglct"&gt;Rabu, 5 November 2008 | 01:20 WIB&lt;/span&gt;  &lt;div id="article_body"&gt;&lt;p&gt;Saat sorak-sorai kemenangan masih membahana, presiden baru Amerika Serikat sudah dinanti tugas berat, yaitu membentuk pemerintahan transisi. Dia harus mengubah mesin kampanye politiknya menjadi mesin pemerintahan. Waktu yang dimilikinya hanya 77 hari sejak terpilih hingga dilantik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berbulan-bulan sebelum hari penentuan, 4 November kemarin, kandidat presiden AS, Barack Obama dari Partai Demokrat dan John McCain dari Partai Republik, diam-diam telah mempersiapkan pemerintahan transisi itu. Setidaknya sekitar 7.000 orang harus ditunjuk untuk mendukung roda pemerintahan sang presiden.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Transisi kekuasaan ini sangat penting dan diharapkan berjalan damai. Sejak transisi kekuasaan pertama tahun 1797 dari Presiden George Washington kepada John Adam, transisi diatur sedemikian rupa sehingga berjalan damai, terutama sejak Perang Dunia II.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam siklus pemerintahan tahun 2009 dari Presiden George W Bush kepada penggantinya, tampaknya transisi kekuasaan akan sedikit lebih hiruk-pikuk dari biasanya. Hal itu disebabkan krisis finansial yang tengah melanda AS dan lebih dari 150.000 tentara sedang berperang di luar negeri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;”Anda harus melihat kembali tahun 1933 untuk menemukan transisi kekuasaan yang begitu menantang seperti kali ini,” kata Darell West, Direktur Studi Pemerintahan di Brookings Institution, seperti dikutip kantor berita AFP. Waktu itu, transisi kekuasaan kepada Franklin D Roosevelt terjadi semasa krisis perbankan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;”(Saat ini) perekonomian buruk, kita menjalani dua perang, dan praktis tidak ada uang bagi presiden baru untuk menangani persoalan besar,” ujar West.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Bergerak cepat&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tidak seperti negara-negara lain yang memiliki pegawai pemerintahan tetap, posisi di pemerintahan AS harus melalui penunjukan. Artinya, seluruh jajaran staf akan pergi bersamaan dengan datangnya presiden baru di Gedung Putih.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Konon, para pegawai baru yang muncul untuk bekerja di Gedung Putih setelah pelantikan presiden kebingungan karena menemukan komputer yang sudah tidak ada hard disc-nya. Tidak ada file di komputer. Mereka tidak tahu apa yang harus mereka kerjakan. Bahkan, Presiden Harry Truman tidak mengetahui adanya program senjata nuklir AS saat mulai berkuasa tahun 1945.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Siapa pun pemenang pemilu tahun 2008, dia harus bergerak cepat untuk menentukan elemen kunci dalam tim pemerintahannya. ”Segera setelah pemilu usai, Anda akan melihat tim pengambil keputusan sudah siap, terutama jika Barack Obama (menang),” kata Martha Kumar, dosen ilmu politik di Towson University.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tim pengambil keputusan itu, menurut Kumar, meliputi kepala staf Gedung Putih, direktur pribadi, penasihat hukum presiden, tim pers, penasihat keamanan nasional, pejabat Dewan Ekonomi Nasional, dan direktur anggaran.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan adanya krisis finansial, McCain juga diperkirakan akan secepatnya membentuk tim ekonomi untuk menenangkan bursa saham. Ketua tim transisi McCain adalah John Lehman, mantan Menteri Angkatan Laut pada pemerintahan Ronald Reagan. Dia diperkirakan akan menyusun pemerintahan transisi yang efisien.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;John Podesta, yang pernah memimpin staf Gedung Putih semasa Presiden Bill Clinton, ditunjuk sebagai ketua tim transisi Obama. Dia tengah membentangkan rencana transisi dan memilih kandidat potensial untuk jabatan di pemerintahan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Demokrat pernah punya pengalaman buruk saat transisi kekuasaan kepada Clinton tahun 1992-1993. Kacaunya transisi kekuasaan saat itu membuat pemerintahan Clinton gagap pada beberapa bulan pertama.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Rumit&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jika Obama menang, dia akan lebih mudah menempatkan seseorang untuk jabatan tertentu karena cepat mendapat persetujuan Senat yang kini menguasai Capitol Hill. Bagi McCain, penempatan itu sedikit lebih sulit karena tentangan dari partai rivalnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Faktor semacam itulah yang memperumit transisi kekuasaan yang telah disiapkan kedua kubu kampanye presiden selama berbulan-bulan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Departemen-departemen di pemerintahan AS juga telah bersiap-siap selama berbulan-bulan untuk menghadapi transisi kekuasaan. Presiden Bush telah mengajukan anggaran sebesar 8,5 juta dollar AS dari anggaran tahun 2009 untuk keperluan transisi kekuasaan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menteri Pertahanan Robert Gates telah berbicara soal perlunya pengalihan kekuasaan yang mulus.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Segera setelah pemilu, staf Gedung Putih akan memberi pengarahan singkat dan berbagai bantuan bagi staf presiden yang baru terpilih agar tidak gagap lagi.(fransisca romana ninik)&lt;/p&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8995744091977541029-4209552977599916208?l=klikpilpres.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpilpres.blogspot.com/feeds/4209552977599916208/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8995744091977541029&amp;postID=4209552977599916208' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default/4209552977599916208'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default/4209552977599916208'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpilpres.blogspot.com/2008/11/transisi-gedung-putih.html' title='TRANSISI GEDUNG PUTIH'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8995744091977541029.post-6499247268146856001</id><published>2008-11-06T13:14:00.000+07:00</published><updated>2008-11-06T13:15:07.639+07:00</updated><title type='text'>Isu Biden, Sarah Palin, hingga Irak</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;" id="judulartikelcetak"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="txtartikelcetak"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;       &lt;!--zoom image--&gt;  &lt;script language="javascript"&gt;  function Big(me)  {  me.width *= 1.700; me.height *= 1.700;  }  function Small(me)  {  me.width /= 1.700; me.height /= 1.700;  }  &lt;/script&gt;            &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;" id="boximartikelcetak1"&gt;   &lt;table style="text-align: left; margin-left: 0px; margin-right: auto;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="300" height="200"&gt;     &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td&gt;     &lt;img src="http://www.kompas.com/data//photo/2008/11/05/3066226p.jpg" onmouseover="Big(this);" onmouseout="Small(this);" width="300" height="223" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;     &lt;tr align="left"&gt;    &lt;td&gt;          &lt;span class="txfotocetak"&gt;    &lt;span style="font-size:78%;"&gt;AP PHOTO/JOHN HELLER / &lt;a href="http://www.kompasimages.com/" target="_blank"&gt;Kompas Images&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;   Sarah Palin   &lt;/span&gt;    &lt;/span&gt;        &lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;     &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;          &lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span class="tglct"&gt;Rabu, 5 November 2008 | 03:00 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;div id="article_body"&gt;&lt;p&gt;Sejak pertarungan memanas, capres Republik John McCain terus mencoba memainkan taktik sumir. Pada awalnya McCain berharap bisa menjual isu kebijakan luar negeri, yang dia anggap akan lebih mengena bagi masyarakat. Namun, isu luar negeri, terutama soal Irak, tidak lagi mengena. Berdasarkan jajak pendapat, dari semua lembaga, isu Irak bukan urusan utama.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setelah krisis, faktor ekonomi kini menjadi perhatian utama warga AS, di mana Obama dianggap lebih mampu ketimbang McCain.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lagi, Barack Obama mengantisipasi kelemahannya dalam kebijakan luar negeri dengan menunjuk Joe Biden sebagai calon wakil presiden. Jualan McCain soal kebijakan luar negeri juga makin hancur dengan penunjukan Sarah Palin sebagai pendampingnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lidah Palin keseleo. Dia mengatakan, Rusia bisa dia lihat &gt;&lt;dari&gt;&lt;p&gt;Lagi pula, McCain juga dianggap tidak piawai soal kebijakan luar negeri karena ternyata dalam delapan tahun pemerintahan Presiden George W Bush, citra AS di mata dunia hancur berantakan. ”Kita tidak mau lagi menerima kenyataan bahwa citra AS terus memburuk. McCain akan sama saja dengan Bush,” kata Becky Campbell, wartawan dari Johnson City Press, di Johnson City, Tennessee.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pengangkatan Palin sebagai pendamping juga membuat McCain seperti menjilat ludah sendiri karena pernah mengatakan bahwa Obama tidak siap sebagai presiden. Palin yang tidak berpengalaman berbalik menjadi sasaran kecaman pada McCain.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;McCain juga berharap isu aborsi dan perkawinan sesama jenis bisa menjatuhkan Obama mengingat Republik pada umumnya didukung kaum konservatif. Kemudian muncul isu ekonomi dengan hancurnya sektor keuangan. ”Orang-orang tidak memerhatikan isu-isu seperti ini lagi,” kata Brittany Long, mahasiswa East Tennessee State University.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ambruknya ekonomi membuat warga menjadikan isu ekonomi menjadi prioritas, di mana McCain turut tercoreng karena semua ini lagi-lagi dianggap sebagai warisan Republik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Harapan McCain mendulang pamor sebagai eks veteran juga tidak menggugah. ”Ayah saya militer, nyatanya tidak mendukung McCain. Menjadi veteran, sama seperti ayah saya yang juga pernah bertugas di Vietnam, tidak menjadi jaminan untuk siap sebagai presiden,” kata Corie Shaun, warga Tennessee.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Karena itu, McCain mencoba memainkan isu bahwa Obama adalah teroris dan mengaitkannya dengan Bill Ayers. Hal itu langsung membuat McCain juga menjadi sasaran kecaman karena dia ternyata juga terlibat penjualan senjata ke Iran di bawah pemerintahan almarhum Presiden Ronald Reagan, dan kemudian membiayai pemberontakan di Nikaragua.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;McCain mencoba memojokkan Obama dengan menyebutkan bahwa Rashid Khalidi, warga Palestina, dikatakan pernah dekat dengan Obama. Kemudian muncul kecaman bahwa adalah McCain yang pernah menyumbang dana 400.000 dollar AS lebih kepada pihak Hamas di Palestina. Tentu saja Khalidi membantah dirinya teroris Palestina dan demikian juga Obama membantah tudingan sumir itu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;McCain mencoba meraih simpati dengan merangkul Joe Lieberman, termasuk merangkul warga Yahudi mengingat Liberman adalah Yahudi Amerika. Akan tetapi, pamor Lieberman jelek karena dia adalah pemberontak Demokrat yang berpaling mendukung Republik. Politikus pelarian tidak dihargai di AS.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;McCain dan Palin mencoba merangkul pendukung Hillary Clinton dengan menyatakan rasa simpati kepada Hillary Clinton setelah kalah pada pemilu pendahuluan dari Obama. Namun, tindakan ini juga jadi bumerang. ”Tidak untuk McCain, tidak untuk Palin,” ujar Hillary pada Konvensi Nasional Demokrat di Denver Agustus lalu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kemudian McCain mengampanyekan Samuel J Wurzelbacher, Joe the Plumber, seorang pengusaha yang menentang program ekonomi Obama, terutama program pajak Obama yang akan meningkatkan pajak korporasi. Akan tetapi, Joe the Plumber ternyata adalah pengusaha yang tidak punya izin.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Demikianlah McCain selalu terbentur aksi-aksi sumir yang dia lakukan. Dalam aksi komedinya, Tina Fay, pelawak yang meniru Sarah Palin, mengatakan, ”Berhadapan dengan Obama, McCain seperti garbage.” (simon saragih dari AS)&lt;/p&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;!--s:insert_counter--&gt;  &lt;!--ttpend artikel --&gt;       &lt;!--START KOLOM PRINT--&gt;        &lt;!--s:insert_counter--&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="artikelkiriman"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;!-- s:rate--&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8995744091977541029-6499247268146856001?l=klikpilpres.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpilpres.blogspot.com/feeds/6499247268146856001/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8995744091977541029&amp;postID=6499247268146856001' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default/6499247268146856001'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default/6499247268146856001'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpilpres.blogspot.com/2008/11/isu-biden-sarah-palin-hingga-irak.html' title='Isu Biden, Sarah Palin, hingga Irak'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8995744091977541029.post-6354261871273830298</id><published>2008-11-06T13:12:00.000+07:00</published><updated>2008-11-06T13:13:06.464+07:00</updated><title type='text'>BEDA VISI POLITIK LUAR NEGERI OBAMA DENGAN MCCAIN</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-weight: bold;" id="judulartikelcetak"&gt;&lt;br /&gt;BEDA VISI POLITIK LUAR NEGERI&lt;br /&gt; OBAMA DENGAN MCCAIN&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="txtartikelcetak"&gt;       &lt;span class="tglct"&gt;Rabu, 5 November 2008 | 01:24 WIB&lt;/span&gt;  &lt;div id="article_body"&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Makarim Wibisono&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Figur baru penentu kebijakan AS hasil pemilu 4 November 2008 sangat dinantikan karena memiliki ramifikasi politik, militer, dan ekonomi yang luas. Oleh karena itu, arah kebijakan politik luar negeri presiden AS yang baru ini ramai ditelusuri guna diamati dengan saksama. Belum ada rujukan praktik sebelumnya mengingat kedua calon bukanlah ”incumbent”.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jika Obama akhirnya muncul menjadi pemenang pemilu, dari wacana yang kerap kali diungkapkan dalam kampanye, politik luar negeri (polugri) AS jelas akan bergeser ke tengah, akan lebih menggiatkan diplomasi kolektif, mengutamakan multilateralisme dan memanfaatkan soft power sebagai instrumen polugri. Hal ini secara eksplisit disampaikan Obama pada Juli lalu, ”Instead of pushing the entire burden of our foreign policy on to the brave men and women of our military, I want to use all elements of American power to keep us safe and prosperous and free.” Secara spesifik, Obama menginginkan AS lebih membaur dengan masyarakat internasional, tidak terisolasi dan menunjukkan kepemimpinannya. Obama mengatakan, ”Instead of alienating ourselves from the world, I want America—once again—to lead….” Obama percaya, Perang Dingin berakhir karena negara-negara maju bersatu padu. Ibarat orang menari, Obama menganggap polugri AS saat ini sebagai salah langkah dan entakannya tidak seiring dengan nada dan ritme politik global. Jadi, dibutuhkan penyesuaian diri guna memutakhirkan polugri AS agar relevan dengan situasi dan konteks dunia masa kini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Visi polugri kampanye Obama terfokus pada Irak, Iran, Timur Tengah, Asia, senjata nuklir, perubahan iklim, dan pengentasan kemiskinan. Berbeda dengan McCain yang memilih status quo, Obama secara tegas menghendaki penarikan mundur satu atau dua brigade per bulan. Seluruh pasukan AS, karenanya, dapat keluar dari Irak dalam waktu 16 bulan setelah pelantikannya. Berbeda dengan McCain yang enggan bertemu dengan Presiden Ahmadinejad, Obama siap bertemu kapan saja dengan pemimpin seluruh negara, baik yang menjadi kawan maupun lawan, tanpa prasyarat apa pun, termasuk tentunya dengan Iran dan Korea Utara.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di Timur Tengah, Obama cenderung melanjutkan usaha menciptakan perdamaian yang telah dirintis sebelumnya oleh para pendahulunya. Mirip dengan visi McCain, Obama mengharapkan adanya peningkatan hubungan AS dengan negara-negara Asia. Alasannya sederhana, guna memastikan China mematuhi peraturan internasional yang ada. Di bidang keamanan, Obama mengatakan, ”The gravest danger to the American People is the threat of a terrorist attack with a nuclear weapon and the spread of nuclear weapons to dangerous regimes.” Persepsi ancaman ini dapat mendorong AS untuk menggairahkan kembali perundingan perlucutan senjata agar dapat mengawasi lalu lintas senjata nuklir secara cermat. Hal ini dapat dilakukan, misalnya, dengan memilih fissile material cut-off treaty (FMCT) sebagai lokomotif penggeraknya. Sementara itu, McCain menginginkan angkatan bersenjata AS perlu diperbesar, dimodernisasi, dan senantiasa dilengkapi senjata canggih.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Satu-satunya soal dalam visi kedua calon yang nyaris tidak ada bedanya adalah masalah perubahan iklim. Obama menegaskan, mengatasi perubahan iklim adalah satu tantangan moral terbesar generasi kini. Obama mengusulkan investasi sebesar 150 miliar dollar AS selama 10 tahun untuk mengembangkan biofuels dan pemanfaatan energi yang dapat diperbarui. Akan ditingkatkan efisiensi energi 50 persen pada 2030, di antaranya dengan program hibah pembangunan gedung hemat energi. Obama akan membentuk Forum Energi Global negara konsumen energi besar dunia guna menyelesaikan masalah lingkungan hidup. Setara dengan itu, McCain menegaskan menjamin kelangsungan udara dan air bersih, dan penggunaan lahan hijau yang berkesinambungan adalah tanggung jawab yang patriotik. Ia mendukung pengembangan teknologi batu bara bersih, penggunaan energi nuklir, dan pengeboran minyak di lepas pantai untuk mengurangi ketergantungan AS pada impor minyak. Siapa pun yang terpilih menjadi presiden AS akan lebih konstruktif pada masalah perubahan iklim ataupun Kyoto Protocol.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Obama memiliki komitmen yang teguh pada MDGs, khususnya pengentasan kemiskinan. Untuk maksud itu, pemerintahnya akan menyediakan 25 miliar dollar AS dalam tahun pertama dan pada tahun terakhir akan meningkatkan bantuannya menjadi 50 miliar dollar AS. Untuk membantu negara miskin yang memiliki utang luar negeri yang memberatkan, Obama akan membiayai sebesar 50 miliar dollar sampai tahun 2013.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pemikiran-pemikiran polugri Obama di masa kampanye sedikit banyak mencerminkan perspektif Liberal yang menonjolkan rasa kemanusiaan dan HAM. Hal ini dimaklumi karena para ahli pendampingnya dalam merumuskan gagasan polugri, seperti Susan E Rice dari Brooking Institute, Anthony Lake, mantan Penasihat Keamanan Nasional; Richard Danzig, mantan Menteri Angkatan Laut AS; dan Gregory B Graig, mantan Direktur Perencanaan Kemlu AS, berasal dari kubu Liberal. Sebaliknya, visi polugri McCain banyak menganut mazhab konservatif yang bersikeras pada masalah pertahanan dan keamanan, khususnya terorisme. Orang-orang di belakang perumusan polugri McCain, seperti William Kristol, Robert Kagan, Richard Williamson, Peter W Rodman, James Woolsey (mantan Direktur CIA), dan Scheunemann, adalah penganut setia paham konservatif.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Meskipun demikian—melihat konstelasi politik internasional— siapa pun presiden baru AS, dalam praktiknya tidak akan bergeser dari dasar-dasar polugri AS saat ini. Tentunya ada beda nuansa, fokus, prioritas, gaya, dan implementasinya, tetapi isinya masih sama. AS akan terus melanjutkan usahanya mengatasi krisis keuangan dunia, terorisme, proliferasi senjata nuklir, perdagangan narkoba, dan menangkap Osama bin Laden. Terciptanya sistem perdagangan dunia berdasarkan free-trade, menjamurnya good governance dan pemerintahan yang bersih, serta penghormatan dan perlindungan HAM masih menjadi pilar polugri AS. Kedua calon pasti akan bereaksi keras pada masalah yang mengancam keamanan nasional AS.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Munculnya presiden baru AS perlu disambut Indonesia dengan tangan terbuka. Hal-hal yang telah dilakukan Indonesia belakangan ini seperti berbenah diri menciptakan demokrasi dan pembangunan, mengembangkan pemerintah yang bersih, menghadapi terorisme dengan gigih, langkah antikorupsi yang nyata dan perhatian memadai pada masalah kesehatan dan lingkungan hidup merupakan modal berharga bagi peningkatan hubungan bilateral Indonesia dengan AS di kemudian hari. Bagi pihak yang terlalu berharap akan adanya langkah spektakuler presiden baru dan perubahan drastis polugri AS akan kecewa. Karena, sistem polugri AS sudah mapan dan senantiasa ditandai adanya kelanggengan, stabilitas, dan pragmatisme.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Makarim Wibisono &lt;em&gt;Mantan Duta Besar/Wakil Tetap RI di New York dan Geneva; Pengajar di Universitas Paramadina dan Universitas Atma Jaya&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8995744091977541029-6354261871273830298?l=klikpilpres.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpilpres.blogspot.com/feeds/6354261871273830298/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8995744091977541029&amp;postID=6354261871273830298' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default/6354261871273830298'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default/6354261871273830298'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpilpres.blogspot.com/2008/11/beda-visi-politik-luar-negeri-obama.html' title='BEDA VISI POLITIK LUAR NEGERI OBAMA DENGAN MCCAIN'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8995744091977541029.post-8722737838799194904</id><published>2008-11-06T13:10:00.000+07:00</published><updated>2008-11-06T13:11:10.805+07:00</updated><title type='text'>STRATEGI JITU HINGGA 4 NOVEMBER</title><content type='html'>&lt;div class="txtartikelcetak"&gt;       &lt;!--zoom image--&gt;  &lt;script language="javascript"&gt;  function Big(me)  {  me.width *= 1.700; me.height *= 1.700;  }  function Small(me)  {  me.width /= 1.700; me.height /= 1.700;  }  &lt;/script&gt;            &lt;div id="boximartikelcetak1"&gt;   &lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="300" height="200"&gt;     &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td&gt;     &lt;img src="http://www.kompas.com/data//photo/2008/11/05/3066236p.jpg" onmouseover="Big(this);" onmouseout="Small(this);" width="300" height="224" /&gt;   &lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;     &lt;tr align="left"&gt;    &lt;td&gt;          &lt;span class="txfotocetak"&gt;    &lt;span style="font-size:78%;"&gt;Ap photo/Alex Brandon / &lt;a href="http://www.kompasimages.com/" target="_blank"&gt;Kompas Images&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kandidat presiden dari Partai Demokrat, Barack Obama, berdiskusi di dalam pesawat udara dengan anggota staf kampanye ketika meninggalkan Denver, Amerika Serikat, Jumat (29/8). Dukungan dari anggota staf yang profesional dan efisien merupakan kunci keberhasilan Obama dalam kampanye pemilu AS. &lt;/span&gt;    &lt;/span&gt;        &lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;     &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;          &lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span class="tglct"&gt;Rabu, 5 November 2008 | 03:00 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div id="article_body"&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;strong&gt;Simon Saragih&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kemenangan Barack Obama atas Hillary Clinton sebenarnya cukup mencengangkan wartawan, sejarawan, dan ”blogger”. Mengapa Obama menang atas Hillary? Jonathan Alter menuliskannya di Newsweek Web Exclusive, 5 Juni 2008. Faktor-faktor itu terus diterapkan kubu Obama dalam menghadapi pesaingnya, John McCain.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut Alter, pesan perubahan yang diusung Obama jauh lebih superior sepanjang tahun 2008 ketimbang pesan Hillary soal pengalaman yang dia elu- elukan. Hillary salah dengan menganggap dirinya lebih berpengalaman daripada Obama.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;McCain yang juga menerapkan strategi mengandalkan pengalaman seperti Hillary akhirnya mengusung ide perubahan, seperti menjanjikan perubahan dan menunjuk Sarah Palin sebagai simbol perubahan itu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan mayoritas warga mengatakan negara ada di jalan yang salah, pemilu ini adalah pemilu perubahan. Bahkan, McCain pun mengakui bahwa negara ada di jalur yang salah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Obama sempat terancam karena dipicu ucapan Hillary bahwa perubahan yang ditawarkan Obama kabur dan sekadar retorik. Namun, kombinasi pidato hebat pada awal tahun 2007, rancangan situs yang andal membuktikan Obama lebih kuat karena dia memajang pesan-pesan secara baik di situsnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jonathan Alter mengatakan, inspirasi yang diusung Obama lebih kuat ketimbang restorasi Dinasti Clinton. Peran akan sebuah harapan lebih menggigit ketimbang nostalgia yang didambakan Hillary soal kejayaan Bill Clinton.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Organisasi&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Keunggulan Obama adalah dalam organisasi yang ditata mulai dari puncak hingga ke bawah. Selain memiliki pimpinan organisasi yang andal, petugas operasional di lapangan juga ditata rapi. Organisasi melibatkan siapa saja, etnis, usia, dan ras dari segala umur.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Superioritas Obama dalam perencanaan dan organisasi terlihat jelas mulai dari penggalangan dana yang mencengangkan, upaya mendekati delegasi, hingga pemanfaatan jaringan sosial, termasuk komunitas di internet (Facebook, Twitty, dan lainnya). Ada banyak orang yang ditugaskan melakukan itu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bentuk organisasi dengan 700 anggota adalah salah satu kisah kesuksesan Obama yang tidak diketahui banyak orang. Untuk memahami keandalan organisasi ini terlihat dari rata-rata kemenangan Obama dengan selisih 20 persen atau lebih pada 21 kemenangan di pemilu pendahuluan menghadapi Hillary. Hillary hanya punya lima kemenangan dengan selisih suara 20 persen atau lebih.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kepribadian yang kuat&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Salah satu alasan keandalan organisasi Obama adalah kekuatan kepribadian orang-orang yang masuk ke dalam organisasi Obama. Organisasi memastikan, setiap orang harus tenang serta saling bekerja sama dan dari awal harus diketahui jika ada yang melanggar aturan. Risikonya adalah keluar dari organisasi. Hanya ada sekitar tiga orang yang harus di depan, sebuah angka yang kecil dan menunjukkan rancangan organisasi yang bagus.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tentu Obama sendiri adalah pribadi yang tenang. Dia kukuh soal itu. Banyak yang tidak paham manfaat dari ketenangan ini, yang sangat menolong dalam politik, yang pada umumnya mengandalkan penampilan dan sex appeal. Dia tak mau terlihat terlalu bersemangat dan tetap tampil tenang, ini penting bagi seorang bintang. Andaikan dia kehilangan ini, hasil mungkin akan beda.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kejujuran&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Obama tidak terlalu mudah dijangkau wartawan. Sebagai kandidat yang mendambakan transparansi, Obama seharusnya lebih banyak menggunakan media. Akan tetapi, Obama tidak berbohong dan tidak menghindari persoalan demi tujuan politiknya semata. Warga mencium ketulusan ini. Ini adalah keunggulan besar bagi seorang politisi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setelah Obama memenangi 11 pemilihan pendahuluan hingga pada Februari, kampanye kelihatan sudah berakhir. Namun, Obama tidak takabur.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hillary telah menggali lubang sendiri. Kecaman bertubi-tubi kepada Obama membuat warga menilai Hillary terlalu kasar kepada Obama. Ini adalah salah satu alasan mengapa Hillary kalah di Iowa, sebuah negara bagian yang menghukum kandidat yang tak ramah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketika mengumumkan pencalonan pada awal tahun 2007, Hillary mengatakan, ”Saya mencalonkan diri untuk menang.” Tak ada orang lain yang akan mengalahkan saya, itulah pesan pernyataan Hillary. Mengapa pula dia mendaulat sebagai calon terbaik. Pemilih tak ingin didikte. Ini paling tidak disukai, khususnya pemilih berpendidikan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Strategi Hillary sangat buruk. Kubu Hillary merasa Obama sudah pasti kalah pada Super Tuesday, pemilu serentak di 22 negara bagian. Jika ini terjadi, Obama akan dipaksa secara moral mengundurkan diri. Karena itu, Hillary tak merasa perlu memperkuat organisasi. Ini bisa saja masuk akal pada tahun 2006 ketika Hillary adalah calon paling didambakan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun, pada awal tahun 2007 jelas Obama mencuat dengan jaringan internet sebagai bagian penggalangan dana yang didapat dalam jumlah besar. Keyakinan tradisional bahwa seorang calon mengundurkan diri secara dini dan kekurangan dana adalah sebuah taktik yang salah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kadang organisasi media Hillary membentak media dan melecehkan wartawan televisi. Ini yang kemudian membuat wartawan amat jengkel.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hillary juga dituduh arogan dan tidak melakukan penyesuaian secara cepat. Ini membuat para penyumbang berpikir dua kali. Sikap bermusuhan dengan media membuatnya tidak diminati warga yang independen dan delegasi super.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Strategi Obama pada pemilu 4 November juga melanjutkan, bahkan mengembangkan dari yang telah dilakukan. Obama makin memanfaatkan jaringan apa pun untuk bisa mengalahkan McCain.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt;  &lt;!--s:insert_counter--&gt;  &lt;!--ttpend artikel --&gt;       &lt;!--START KOLOM PRINT--&gt;        &lt;!--s:insert_counter--&gt;  &lt;div class="artikelkiriman"&gt; &lt;/div&gt;   &lt;!-- s:rate--&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8995744091977541029-8722737838799194904?l=klikpilpres.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpilpres.blogspot.com/feeds/8722737838799194904/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8995744091977541029&amp;postID=8722737838799194904' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default/8722737838799194904'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default/8722737838799194904'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpilpres.blogspot.com/2008/11/strategi-jitu-hingga-4-november.html' title='STRATEGI JITU HINGGA 4 NOVEMBER'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8995744091977541029.post-9043427691800531476</id><published>2008-11-06T13:08:00.000+07:00</published><updated>2008-11-06T13:09:04.864+07:00</updated><title type='text'>Prediksi Kabinet</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;" class="subjudulidxcetak"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-weight: bold;" id="judulartikelcetak"&gt;TIM KUAT OBAMA&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="txtartikelcetak"&gt;       &lt;span class="tglct"&gt;Kamis, 6 November 2008 | 01:11 WIB&lt;/span&gt;  &lt;div id="article_body"&gt;&lt;p&gt;Amerika Serikat kini menatap ke depan. Berbagai persoalan besar siap menghadang. Beban pelik dihadapi Presiden Barack Obama setelah menjadi pemenang dalam pemilu 4 November. Rival Obama, Senator John McCain dari Partai Republik, mengakui kemenangan Obama dan mengajak semua pihak untuk kini bersama-sama menghadapi masalah besar yang membentang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Krisis finansial yang terburuk sejak Depresi Besar tahun 1929 membutuhkan sebuah penanganan serius dari Obama. Demikian pula dengan keberadaan 150.000 tentara AS yang berada di Irak dan Afganistan. Sebuah upaya superberat, tetapi harus dijalankan sesuai pesan dalam kampanye.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Beban pelik, tetapi dengan kearifan dan tim kerja yang cerdas serta kompak, beban bisa dihadapi dengan lebih ringan. Jauh hari sebelum dipastikan terpilih sebagai presiden ke-44 AS, Obama dilaporkan punya sejumlah nama yang diprediksi bakal menjadi tim yang akan bolak- balik bersamanya dalam rapat di Ruang Oval, Gedung Putih, membahas langkah-langkah terobosan atas berbagai rintangan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sejumlah nama dibeber dalam sejumlah kesempatan, seperti diskusi di televisi, analisis media cetak, dan obrolan di internet. Menarik untuk mencermati orang-orang yang kemungkinan besar menjadi pilihan utama Obama. Ada sejumlah nama, meski tenar, di antaranya tetap saja wajah-wajah lama. Bahkan, sejumlah analis memprediksi Obama tidak segan akan menggunakan jasa beberapa simpatisan Republik. Kondisi ini menimbulkan sebuah sindiran bernada ironi bagi Obama: mengaku agen perubahan, tetapi masih saja menggunakan ”mesin” lama atau orang ”luar”.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tahun 1996, saat dia bertarung menjadi senator Illinois, Obama memiliki pandangan sangat liberal, salah satunya mendukung keras aborsi. Namun, sebagaimana dikatakan Matt Bennet, Wakil Asisten Bill Clinton saat masih menjadi Presiden AS, Obama kini sudah jauh lebih dewasa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;”Dia pada waktu dulu adalah aktivis komunitas di Chicago yang masih butuh aktualisasi diri sehingga pantas diidentifikasi sebagai seorang Demokrat yang liberal. Namun, seiring bertambahnya umur, idealisme-idealismenya telah digantikan sejumlah hal yang pragmatis. Dia tertarik untuk mengubah hidup masyarakat. Saya sepakat menyebutnya sebagai Demokrat yang moderat saat ini,” kata Bennett, seperti dikutip harian Daily Telegraph.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Salah satu staf senior di Gedung Putih yang juga pengarang buku terkenal perihal transisi presidensial AS, What Do We Know, Stephen Hess, menyatakan, Obama mempunyai banyak pilihan tokoh untuk mendampinginya. Namun, justru karena banyaknya pilihan itu, ia harus benar-benar dapat memilih orang-orang yang percaya diri dan telah menampakkan kesetiaan terhadap dirinya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;”Dalam level sekelas kepresidenan, mungkin saja yang terpilih adalah mereka-mereka yang paling berjasa mengantarkan Anda ke kursi kepresidenan. Satu-satunya presiden AS yang paling bebas menentukan pilihan dan memperoleh nama-nama yang betul-betul sesuai dengan keinginannya adalah Dwight Eisenhower,” kata Hess.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Menteri Luar Negeri&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di posisi menteri luar negeri, Obama butuh sosok yang dapat memulihkan citra AS di luar negeri serta mendapatkan dukungan lebih, terutama dari negara-negara di Eropa, untuk menekan kawasan seperti Afganistan dan mungkin Irak.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Calon presiden AS dari Demokrat pada pemilu 2004, John Kerry, dilaporkan menginginkan jabatan itu. Pemahaman dan pengalamannya yang kaya tentang luar negeri, termasuk kemampuan berbahasa Perancis yang prima, adalah keunggulan Kerry.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun, Obama juga sangat mungkin memilih Gubernur New Mexico Bill Richardson, Duta Besar AS di PBB pada masa pemerintahan Presiden Clinton. Atau pengganti Richardson di PBB, Richard Holbrooke. Kemungkinan Richardson terpilih relatif besar mengingat dirinya termasuk salah satu tokoh yang bekerja sangat keras bagi Obama selama masa kampanye.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sejumlah analis menyinggung kemungkinan dipilih untuk menambah tingkat kepercayaan diri Obama yang miskin pengalaman di Gedung Putih, nama Hillary Clinton tiba-tiba muncul di permukaan. Dia benar-benar orang baru sehingga cocok sebagai pengejawantahan janji Obama sebagai agen perubahan. Jika Hillary benar-benar terpilih, Hillary berpeluang besar mewujudkan idenya tentang kesehatan dunia di Senat AS.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di posisi menteri pertahanan, Obama membutuhkan orang yang mampu mengatur penarikan mundur pasukan AS dari Irak secara prima, tetapi juga siap menambah kekuatan perang AS di Afghanistan. Nama mantan Menhan AS Colin Powell adalah nama paling disebut-sebut untuk mengisi posisi itu. Dukungannya yang secara tiba-tiba kepada Obama pada pekan-pekan akhir menjelang pemilu 2008, dengan menyebut Obama sebagai presiden transformasional AS, seakan-akan merupakan sinyal bahwa ia menginginkan kembali posisi itu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Serangan ke Irak&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun, pemilihan Powell tetap saja menimbulkan nada ironis, terutama mengingat Powell adalah salah satu penggagas serangan ke Irak meskipun saat itu kabarnya Powell secara pribadi menentang hal tersebut. Nama lain yang disebut adalah tokoh yang tidak kalah kontroversial, yakni seorang senator dari Partai Republik, Chuck Hagel. Hagel dikedepankan untuk mewakili pendapat Obama suatu kali bahwa pilihannya mungkin saja menembus batas-batas pilihan politik seseorang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pilihan yang tak kalah penting bagi Obama adalah dalam posisi menteri keuangan yang bertugas menangani uang talangan (bail-out) di Wall Street senilai 700 miliar dollar AS dan harus melakukan privatisasi bank-bank di AS. Sekali lagi, pejabat pada era Clinton menjadi salah satu favorit untuk mengisi jabatan itu. Dia adalah Lawrence Summers.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun, Obama juga sangat mungkin memilih Paul Volcker, Gubernur Bank Sentral AS pada era Presiden Charter dan Reagan. Meski telah berusia lanjut, 81 tahun, pengalamannya sangat dibutuhkan untuk saat-saat ini. Apalagi, ia selama ini terkenal menjadi rujukan Obama dalam urusan keuangan negara.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;”Jika Obama memilih orang- orang seperti Summers dan Volcker, orang yang tidak memilih dia sebagai Presiden AS pun tetap teryakinkan. Kedua orang itu adalah jaminan mutu,” kata Michael Barone, seorang analis konservatif di AS.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Para analis di AS menyatakan, pemilu presiden AS bukan semata-mata memilih figur pemimpin AS untuk masa mendatang. Namun, menjadi sangat krusial juga menantikan figur-figur lain yang akan mendampingi sang presiden karena pada diri merekalah ide-ide sekaligus kerja keras bagi kemaslahatan warga AS diciptakan dan diejawantahkan. Jadi, sungguh menarik ditunggu apa yang akan dibuat Obama.(Benny Dwi Koestanto)&lt;/p&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8995744091977541029-9043427691800531476?l=klikpilpres.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpilpres.blogspot.com/feeds/9043427691800531476/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8995744091977541029&amp;postID=9043427691800531476' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default/9043427691800531476'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default/9043427691800531476'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpilpres.blogspot.com/2008/11/prediksi-kabinet.html' title='Prediksi Kabinet'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8995744091977541029.post-6717638512355237034</id><published>2008-11-06T13:06:00.000+07:00</published><updated>2008-11-06T13:07:01.342+07:00</updated><title type='text'>Impian AS, Mimpi RI</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;" id="judulartikelcetak"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="txtartikelcetak"&gt;       &lt;span class="tglct"&gt;Kamis, 6 November 2008 | 01:11 WIB&lt;/span&gt;  &lt;div id="article_body"&gt;&lt;p&gt;Impian Martin Luther King Jr akhirnya menjadi kenyataan, 55 tahun kemudian, dengan terpilihnya Barack Obama menjadi presiden ke-44 AS. Dia menjadi presiden berkulit hitam pertama di AS.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Suatu hari, 28 Agustus 1963, di hadapan sekitar 200.000 orang dari pelbagai ras di dekat Loncoln Memorial, Washington DC, yang menuntut keadilan sama di hadapan hukum, Martin Luther King Jr menyampaikan pidatonya yang begitu kesohor, I Have A Dream.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Beginilah ia berkata dengan suara lantang: ”Saya mempunyai satu impian bahwa suatu hari setiap lembah akan ditimbun, setiap bukit dan gunung akan diratakan, tempat-tempat yang kasar akan dihaluskan, dan jalan-jalan yang berkelok-kelok akan diluruskan, dan (akhirnya) kemuliaan Tuhan akan dinyatakan serta seluruh umat manusia bersama-sama melihatnya.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pidato King itu mengungkapkan impian akan lahirnya sebuah bangsa yang menghormati dan memperlakukan seluruh anak bangsanya yang beragam etnik, agama, warna kulit, latar belakang, dan golongan secara sama.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Amerika selama ini mengklaim sebagai negara yang menjunjung tinggi prinsip dan nilai-nilai demokrasi. Akan tetapi, pidato King itu memberikan bukti lain. Dalam politik, pluralisme semestinya tidak berhenti hanya sampai pada wacana, tetapi perlu diwujudkan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di mana pun ada mainstream kendati secara resmi tidak ada eksklusivisme warna kulit, keturunan, dan agama. Di AS ada mainstream yang dominan, yaitu White, Anglo-Saxon, dan Protestant (WASP). Kepemimpinan puncak AS didominasi warga berdemografis WASP. Sejak tahun 1797 atau dari 43 presiden, belum ada satu perempuan presiden pun. Obama ada di luar mainstream itu. Kulitnya gelap, ayahnya asal Kenya, beragama Islam.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Baru 55 tahun kemudian, atau 145 tahun setelah Presiden Abraham Lincoln menyerukan penghapusan perbudakan, impian King terwujud ketika seorang keturunan Afrika-Amerika terpilih menjadi presiden: Barack Obama.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Obama didukung oleh berbagai lapisan masyarakat, baik kulit putih, hitam (terutama), Asia, Hispanik, maupun juga kaum perempuan dan anak-anak muda. Kemenangannya juga disambut hangat di seluruh dunia, termasuk Indonesia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Terpilihnya Obama telah menegaskan bahwa AS adalah sebuah negara pluralis, semua golongan dengan berbagai pandangan dan kulturnya dihormati eksistensinya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Negeri kita, Republik Indonesia, adalah negara yang menjunjung tinggi prinsip dan nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika. Akan tetapi, harus dengan besar hati diakui bahwa toleransi atas keberagaman terus menghadapi masalah. Keberadaan RI dalam masyarakat Indonesia perlu diperhatikan agar selalu diletakkan sebagai republik pluralis. Republik pluralis RI bukan republik yang didasarkan kepentingan golongan. Bangsa ini terdiri atas beragam suku, etnis, agama, golongan, warna kulit, bahasa daerah, dan jender, tersebar di pulau-pulau besar dan kecil di persada Nusantara ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Republik pluralis bersifat terbuka tanpa memandang asal-usul dan warna pandangan atau keyakinan tiap orang. Kebebasan dalam menyuarakan pendapat harus dihormati dan tidak boleh dibatasi sejauh tidak mengganggu hak-hak orang lain. Itulah impian kita semua. Mimpi Indonesia! (ias)&lt;/p&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8995744091977541029-6717638512355237034?l=klikpilpres.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpilpres.blogspot.com/feeds/6717638512355237034/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8995744091977541029&amp;postID=6717638512355237034' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default/6717638512355237034'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default/6717638512355237034'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpilpres.blogspot.com/2008/11/impian-as-mimpi-ri.html' title='Impian AS, Mimpi RI'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8995744091977541029.post-2463068016168535046</id><published>2008-11-06T13:04:00.000+07:00</published><updated>2008-11-06T13:05:08.416+07:00</updated><title type='text'>SELAMAT, BARRY!</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;" id="judulartikelcetak"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="txtartikelcetak"&gt;       &lt;!--zoom image--&gt;  &lt;script language="javascript"&gt;  function Big(me)  {  me.width *= 1.700; me.height *= 1.700;  }  function Small(me)  {  me.width /= 1.700; me.height /= 1.700;  }  &lt;/script&gt;            &lt;div id="boximartikelcetak1"&gt;   &lt;table style="text-align: left; margin-left: 0px; margin-right: 0px;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="300" height="200"&gt;     &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td&gt;     &lt;img src="http://www.kompas.com/data//photo/2008/11/06/3067436p.jpg" onmouseover="Big(this);" onmouseout="Small(this);" width="300" height="224" /&gt;   &lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;     &lt;tr align="left"&gt;    &lt;td&gt;          &lt;span class="txfotocetak"&gt;    &lt;span style="font-size:78%;"&gt;AP PHOTO/OBAMA PRESIDENTIAL CAMPAIGN / &lt;a href="http://www.kompasimages.com/" target="_blank"&gt;Kompas Images&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gambar hitam putih tahun 1970-an yang disiarkan kubu kampanye Barack Obama memperlihatkan Barack Obama berusia 9 tahun (paling kanan), ibunya, Ann Dunham (tengah), dan ayah tirinya yang asal Indonesia, Lolo Soetoro, serta saudari tirinya, Maya Soetoro, yang berusia kurang dari 1 tahun di tempat tinggal mereka di Jakarta. Obama saat di Indonesia sering dipanggil Barry oleh teman-temannya. &lt;/span&gt;    &lt;/span&gt;        &lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;     &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;          &lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span class="tglct"&gt;Kamis, 6 November 2008 | 03:00 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div id="article_body"&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Budiarto Shambazy&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketika memasuki dekade 1970, Jakarta memasuki era kultural baru ”the post baby boomers”. Generasi baru era ini terdiri dari murid-murid 3 sampai 6 SD serta kelas 1 sampai 3 SMP. Kami masih remaja karena baru berusia 10-17 tahun. Kami secara samar-samar mendengar ingar-bingar Perang Vietnam, mulai tak menyukai The Beatles atau Bob Dylan, berani mencoba ganja, dan apolitis.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam berbagai literatur, budaya pop tahun 1970-an disebut dengan the me decade karena semuanya ”serba saya”. Jika generasi the baby boomers memuja gaya hidup komunalisme ala hippy, kami the post baby boomers lebih nekat dan lebih egois.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Barrack Hussein Obama atau Barry bersekolah di SD Negeri 04 Percobaan di Jalan Besuki, Jakarta Pusat. Saya ”mengenal” dia dua tahun lalu lewat perjumpaan kebetulan. Akhir 2006 Ufuk Press menghubungi saya menulis Kata Pengantar buku kedua Barry, The Audacity of Hope (2006).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di buku ini dan juga buku Dreams from My Father (1996) Barry banyak menyinggung periode dia tinggal di Jakarta tahun 1968-1971. ”Ia termasuk anak hiperaktif. Kami tak berhenti bermain kelereng, tak gebok, tak lari, dan gambaran,” kata Rully Dasaad, sohib Barry di SD Besuki. ”Waktu tiga bulan pertama Barry anak alim. Tetapi, setelah itu nakal. Tingkat kebandelan kami masih wajar,” ujar Rully, yang kini fotografer profesional.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;”Saya ingat kalau bermain detektif ala film serial I Spy Barry memilih peranan aktor kulit hitam di film itu, Bill Cosby. Padahal, Barry itu tak terlalu hitam karena ibunya bulé,” kenang Rully. Berbicara tentang ibunya, suatu kali Ann Dunham datang ke SD Besuki untuk memprotes guru siapa yang usil melempar kepala anaknya dengan batu sampai bocor.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Apa bakat Barry yang menonjol? ”Ia senang menggambar. Saya suka bawa komik-komik impor ke kelas, Barry suka meniru gambar Superman, Batman, atau Spiderman. Kami sering bertukar koleksi komik, ia suka membaca komik yang waktu itu terkenal, Wiro Si Anak Rimba. Tetapi, jangan suruh Barry bernyanyi. Pernah dia disuruh guru nyanyi lagu untuk mengenang pahlawan, Syukur. Wah, lucu banget,” kenang Rully lagi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketika terbit, Hope bertengger selama sembilan pekan di Daftar Buku Terlaris. Bangsa Amerika Serikat tak pernah bosan didongengi kisah ”Obambi” ini. Film Bambi bercerita tentang seekor anak rusa lugu yang berkenalan dengan kejamnya rimba belantara. Barry calon presiden terfavorit Demokrat meskipun dianggap ”mentah” alias kurang berpengalaman.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ibu Barry asal Kansas, ayahnya orang Kenya. Bapak tirinya Lulu Soetoro. Waktu kecil Barry hidup sederhana di Jakarta, saat dewasa pengacara top lulusan Harvard. Setiap orang terkesiap mendengar ia menyebut namanya ”Barry Hussein Obama” (mirip Saddam Hussein dan Osama bin Laden) sambil mengulurkan tangan saat kampanye jadi anggota Senat di Springfield, Illinois.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hope ibarat skripsi berpredikat summa cum laude yang meluluskan Barry sebagai pemimpin masa depan. Ia terpilih sebagai Senator Negara Bagian Illinois setelah meniti karier dari bawah. Ia bukan dari keluarga politik yang mapan seperti trah Bush atau Kennedy, tetapi dielu-elukan sebagai penjelmaan John Fitzgerald Kennedy. Nama Barry meroket ketika dipilih sebagai pengucap pidato kunci Konvensi Partai Demokrat 2004.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;”Tak ada orang hitam Amerika dan orang putih Amerika dan orang Latin Amerika dan orang Asia Amerika—yang ada hanyalah Amerika Serikat. Saya tak punya pilihan lain kecuali memercayai visi Amerika. Sebagai anak lelaki hitam dan perempuan putih, sebagai orang yang lahir di Hawaii yang multirasial bersama saudara tiri yang separuh Indonesia, punya ipar dan keponakan keturunan China, punya saudara-saudara mirip Margaret Thatcher..., saya tak bisa setia pada sebuah ras saja.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di Hope, Barry menulis esai mengenai tanah airnya yang ketiga, Indonesia. Sepanjang sepuluh halaman ia mengulas evolusi Indonesia dari sebuah kampung besar, lalu jadi antek politik dan ekonomi AS, kemudian mengalami krisis moneter dan reformasi, sampai jadi negara yang tak toleran lagi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rumahnya di Jakarta tak berkakus duduk, di halaman belakang ada beberapa ekor ayam peliharaan, dan di dekat jendela banyak jemuran bergelantungan. ”Jenderal-jenderal membungkam hak asasi, birokrasinya penuh korupsi. Tak ada uang untuk masuk ke sekolah internasional, saya masuk sekolah biasa dan bermain dengan anak-anak jongos, tukang jahit, atau pegawai rendahan,” tulisnya. Bagi Barry, Indonesia kini tak sama lagi. ”Indonesia terasa jauh dibandingkan dengan 30-an tahun yang lalu. Saya takut ia menjadi tanah yang asing,” tulisnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di buku Dreams of My Father, ia banyak bercerita tentang ayah kandungnya, jebolan University of Hawaii (UH) yang jadi anggota Phi Beta Kappa—komunitas akademisi elitis yang susah diterobos masuk orang luar AS. Ia diterima di Harvard dan pulang meninggalkan Barry kecil untuk mengabdi negaranya. Ayahnya dari suku Luo yang lahir di Alego yang menikahi ibu Barry tahun 1959 di Honolulu saat miscegenation (pernikahan antarras) dilarang di banyak negara bagian Amerika Serikat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia penerima beasiswa pertama asal Afrika di UH dan belajar ekonometri dengan menggaet terbaik di angkatannya. Barry Junior juga lulus dari Harvard Law School dan jadi presiden kulit hitam pertama di Harvard Law Review—jurnal hukum berwibawa. Ia senator kulit hitam yang ketiga dalam sejarah Amerika Serikat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dreams bercerita tentang perjalanan hidup dia yang biasa saja. Ia dari kecil hidup dengan ayah tiri, waktu remaja ditinggal ibu, dan sampai dewasa diasuh kakek-nenek. Ia pernah tinggal di Honolulu, Jakarta, New York City, Boston, Chicago, Springfield, kini Washington DC. Tanpa malu ia mengaku pernah dijerat ganja dan alkohol serta menjadi perokok berat selama bertahun-tahun.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia memiliki keyakinan pada organisasi politik yang dikelola atas basis komunitas tempat tinggal. Dreams menyajikan perjuangan Obama mengorganisasi ”mikropolitik” yang mudah diberdayakan ke skala lebih besar, mulai dari tingkat kota, regional, sampai nasional. Ia memulai awal karier politik di Chicago tahun 1983. Ia tinggalkan gaji besar di pasar saham Wall Street, New York, untuk menjadi community organizer alias politisi. ”Perubahan bukan slogan kosong yang datang dari atas, tetapi dari pengalaman berpolitik di akar rumput,” kata Barry.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia organisator komunitas di Calumet, Chicago selatan, yang dihuni kalangan bawah dari warna kulit yang berwarna-warni. Dana bagi politisi ”bau kencur” macam Obama datang dari kalangan kaya, kota praja, pebisnis, atau para donor di luar negeri. Gajinya pas-pasan, jadwal hariannya bagai ”diuber setan”, dan akhir pekan dia habiskan untuk belajar lagi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia datangi rumah warga satu per satu mendata masalah mereka, mulai dari selokan mampat, leding air tak menetes, sampai bagaimana caranya mengusir para muncikari. Tak jarang ia ditolak, diusir, bahkan dimaki. Di Altgeld Gardens, Chicago selatan, Barry mencari lowongan bagi penganggur menyusul penutupan sejumlah small and medium enterprises (SME) atau pabrik-pabrik yang produk-produknya kalah bersaing dengan kualitas barang-barang serupa dari luar negeri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Barry memaksa kota praja membongkar asbestos di apartemen karena bahan bangunan itu menjadi sumber penyakit kanker hati. Ia tak segan mengerahkan pendemo atau memanfaatkan pers untuk membongkar konspirasi pebisnis dengan politisi. Secara perlahan tetapi pasti, warga mendengar rekor Barry yang akhirnya memimpin CCRC. Ia sukses menambah jumlah organisasi antikenakalan remaja, membuat sistem manajemen sampah, memperbaiki jalan raya, membersihkan selokan, dan membuat sistem keamanan mandiri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Barry politisi yang merangkak dari bawah, yang telah membuktikan politik pengabdian tak kenal lelah, yang jika diseriusi pasti membuahkan hasil. Ia matang berkat ”politik eceran” (retail politics) yang rajin ditekuninya dengan menggeluti topik hubungan luar negeri, UU kode etik politisi, kesejahteraan rakyat miskin, pendidikan anak, masalah veteran, kesehatan, pendidikan, buruh, pensiunan, sampai pembasmian flu burung.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hari-hari ini Barry bertemu ribuan orang tiap hari, sudah berdebat 20 kali di stasiun-stasiun televisi nasional melawan capres-capres Partai Demokrat, dan sedikitnya melakukan lima putaran reli per hari selama berbulan-bulan sejak akhir 2006. Barry adalah presiden pertama dari generasi the post baby boomers yang berslogan, ”Change, We Can Believe In”.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;!--s:insert_counter--&gt;  &lt;!--ttpend artikel --&gt;       &lt;!--START KOLOM PRINT--&gt;        &lt;!--s:insert_counter--&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="artikelkiriman"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;!-- s:rate--&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8995744091977541029-2463068016168535046?l=klikpilpres.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpilpres.blogspot.com/feeds/2463068016168535046/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8995744091977541029&amp;postID=2463068016168535046' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default/2463068016168535046'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default/2463068016168535046'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpilpres.blogspot.com/2008/11/selamat-barry.html' title='SELAMAT, BARRY!'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8995744091977541029.post-4785010824147545519</id><published>2008-11-06T13:02:00.001+07:00</published><updated>2008-11-06T13:02:38.739+07:00</updated><title type='text'>Pemimpin Baru</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="txtartikelcetak"&gt;       &lt;span class="tglct"&gt;Rabu, 5 November 2008 | 01:20 WIB&lt;/span&gt;  &lt;div id="article_body"&gt;&lt;p&gt;Pemilihan presiden AS berlangsung semalam waktu WIB. Hari Rabu pagi ini, seorang presiden baru AS sudah terpilih. Senator Barack Obama dari Partai Demokrat favorit menang berdasarkan jajak pendapat dan opini yang berkembang di AS. Dari berbagai informasi yang ada, dunia juga lebih banyak berharap Obama yang berada di Gedung Putih.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sistem pemilu AS memang bisa saja membalikkan semua opini dan jajak pendapat karena ada electoral votes dan popular votes yang bisa menjungkirbalikkan keadaan. Obama populer, tetapi tidak cukup meyakinkan dalam electoral college.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lepas dari semua dugaan tadi, popularitas Obama yang meluas hingga ke luar wilayah AS jelas sebuah pencapaian yang juga harus dilihat bagi mereka yang berniat tampil di ajang apa pun. Pintar dan cerdas, komitmen, percaya diri, tulus. Semua itu disampaikan dengan cara yang enak, mudah ditangkap, dan langsung memberi jalan keluar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Keberuntungan Obama semakin berlipat ganda karena presiden sebelumnya, George Walker Bush, meninggalkan begitu banyak masalah. Ada sekitar 150.000 tentara AS yang lagi berperang di Irak dan Afganistan. Ribuan dari mereka pulang hanya tinggal nama.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kian menguntungkan, Bush berasal dari Partai Republik. Keberuntungan semakin berlipat karena krisis keuangan terburuk dalam delapan dekade ini, mencuat di AS sejak tahun lalu. Krisis semakin parah dan muncul dalam tiga bulan ini. Bush semakin dicerca sebagai penyebab semua ini. Intinya, kehidupan warga AS dan juga dunia semakin berat akibat ulah keliru seorang pemimpin di Gedung Putih.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari pengalaman popularitas para calon presiden AS, jelas bahwa warga atau pemilih mengandalkan seorang pemimpin yang bisa mengatasi berbagai masalah yang lagi dihadapi. Pemimpin yang lebih banyak mendatangkan masalah, punya catatan buruk, serta karakter dan integritas yang meragukan kerap dipandang sebelah mata oleh pemilih.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam masyarakat plural dan beragam seperti di Indonesia, jelas sosok pemimpin yang diharapkan adalah dia yang bisa mengatasi persoalan. Sosok yang bisa dengan mudah menangkap masalah yang ada dan kemudian menawarkan jalan keluar yang membesarkan hati rakyat banyak. Integritas dan karakter menjadi faktor penguat lainnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sekali lagi soal popularitas Obama, pemanfaatan internet dan kedekatan dengan media menjadi bagian lain yang ikut mendorong. Internet membuat interaksi dengan masyarakat banyak semakin langsung dan transparan. Dengan demikian, pokok permasalahan langsung sampai ke pimpinan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Katakan internet masih sulit di negeri ini, apakah para pemimpin atau calon pemimpin juga sulit memperoleh masukan dari masyarakat bawah? Tidak ada alasan soal itu. Pemimpin yang baik adalah yang melayani. Melayani berarti juga datang dan mengunjungi lokasi masalah, tempat kejadian, untuk menangkap persoalan. Merasakan nuansa kepedihan, kesusahan, bahkan juga jeritan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Seorang pemimpin baru sudah muncul di AS, Obama lebih favorit sekalipun calon presiden AS dari Partai Republik, John McCain, masih bisa membuat kejutan. Warga AS kini memiliki seorang presiden baru dengan banyak harapan yang ditaruh di pundaknya. Konsekuensi logis bagi AS sebagai negara adidaya. (ppg)&lt;/p&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8995744091977541029-4785010824147545519?l=klikpilpres.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpilpres.blogspot.com/feeds/4785010824147545519/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8995744091977541029&amp;postID=4785010824147545519' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default/4785010824147545519'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default/4785010824147545519'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpilpres.blogspot.com/2008/11/pemimpin-baru.html' title='Pemimpin Baru'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8995744091977541029.post-179363945345172706</id><published>2008-11-06T13:00:00.000+07:00</published><updated>2008-11-06T13:01:11.792+07:00</updated><title type='text'>PRESIDEN OBAMA</title><content type='html'>&lt;div style="font-weight: bold; text-align: justify;" id="judulartikelcetak"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-weight: bold; text-align: justify;" class="subjudulidxcetak"&gt;INSPIRASI MOMENTUM RESTORASI EKONOMI?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="txtartikelcetak"&gt;       &lt;span class="tglct"&gt;Kamis, 6 November 2008 | 03:00 WIB&lt;/span&gt;  &lt;div id="article_body"&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;A Tony Prasetiantono&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Fantastis. Akhirnya Barack Obama jadi juga sebagai presiden ke-44 Amerika Serikat dalam sebuah pemilu yang dramatis, Selasa (4/11). Ini tentu akan menjadi momentum penting, tidak saja bagi restorasi perekonomian AS dan global, tetapi juga menempatkan posisi Indonesia di mata AS menjadi lebih penting.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rakyat AS tampak sangat antusias mengikuti pemilu, bahkan rela antre panjang sejak cuaca masih gelap. Berdasarkan data ekonomi, antusiasme ini juga terefleksikan dengan penguatan dollar AS terhadap berbagai mata uang pada hari menjelang pemilu. Ini mengindikasikan adanya persepsi bahwa rakyat AS menaruh harapan tinggi bahwa presiden baru Obama akan dapat membawa perekonomian AS ke pemulihan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Momentum pemilu kali ini memang tepat pada saat perekonomian memerlukan pertolongan setelah mengalami krisis kredit perumahan (subprime mortgage) sejak Juli 2007. Kemudian memuncak sejak 15 September 2008, yang ditandai dengan kebangkrutan Lehman Brothers.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Munculnya presiden baru bisa menjadi momentum pembalikan keadaan. Mengapa? Karena, krisis tahun 2008, sebagaimana krisis-krisis sebelumnya, terutama tahun 1930-an, umumnya dipicu oleh hancurnya harga saham di bursa efek.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di lantai bursa, faktor persepsi sering kali berperan lebih dominan, mengalahkan faktor fundamental perusahaan. Karena itu, upaya pemulihan ekonomi pun harus disertai dengan restorasi keyakinan (confidence) atau kepercayaan (trust) terhadap prospek ekonomi. Dan, hal itu bisa dilakukan secara efektif bila terjadi pergantian para pemimpin, chief executive officer, mulai dari level bawah hingga tertinggi, yakni presiden.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ingat, krisis perekonomian Indonesia tahun 1998 juga mulai diurai dengan penggantian presiden, yang diawali dengan huru- hara Mei 1998. AS kali ini ”beruntung” bahwa pergantian presiden tidak memerlukan momentum huru-hara karena kebetulan pemilu presiden dijadwalkan 4 November 2008, atau kurang dari dua bulan dari 15 September 2008, saat krisis memasuki fase paling serius.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Karena itu, wajar jika faktor presiden baru menjadi tumpuan harapan datangnya ”perubahan”, yang dalam konteks ekonomi adalah momentum pembalikan krisis.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;”Too big to fail”&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tak hanya publik AS, masyarakat seluruh dunia pun antusias terhadap pemilu presiden AS. Alasannya jelas: sekalipun kini tengah dilanda resesi, AS masih tetap berperan sebagai motor penggerak perekonomian dunia. Dengan produk domestik bruto (PDB) yang mencapai 14 triliun dollar AS serta jumlah penduduk 305 juta orang, yang berarti PDB per kapita sebesar 46.000 dollar AS, kue ekonomi ini masih sangat menjanjikan bagi eksportir mana pun di seluruh dunia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Seluruh dunia amat berkepentingan agar perekonomian AS sehat dan menyerap produk apa pun dari seluruh dunia. Dewasa ini AS mengalami defisit perdagangan hingga 848 miliar dollar AS, yang bisa menggambarkan betapa besar kue yang dinikmati dan diperebutkan negara-negara lain terhadap pasar raksasa AS. Karena itu, semua negara sesungguhnya memandang AS dengan kaca mata too big to fail.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Artinya, amat disayangkan jika perekonomian AS mengalami kebangkrutan karena hal itu bisa mengancam surplus perdagangan dari sisa dunia (the rest of the world) terhadap AS. Angka 848 miliar dollar AS jelas tidak main- main dan sangat signifikan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan logika ini, skenario restorasi ekonomi AS bisa mulai dirancang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pertama, kehadiran Presiden Obama akan membangkitkan kepercayaan dan kegairahan ekonomi. Hal ini akan terekspresikan dalam penguatan kurs dollar AS dan indeks harga saham di Wall Street.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Meski demikian, rally kurs dollar AS yang berlebihan juga tidak selamanya bermanfaat. Pada titik tertentu, apresiasi dollar AS juga perlu mengalami jeda atau bahkan kembali mengalami depresiasi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan demikian, taruhlah kurs rupiah sempat terperosok ke Rp 11.000 atau bahkan Rp 12.000 per dollar AS, tetapi itu sifatnya hanya temporer. Obama bukanlah sosok yang bisa mengubah ekonomi AS dalam sekejap (overnight). Ia juga memerlukan waktu panjang untuk melakukan restorasi ekonomi AS. Ketika publik mulai menyadari hal ini, dollar AS pun akan terkoreksi. Dollar AS yang terlampau kuat justru akan merugikan, yang bisa mengancam defisit perdagangan menembus di atas 900 miliar dollar AS.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kedua, dengan daya pikatnya yang luar biasa, Presiden Obama bisa melakukan persuasi kepada negara-negara lain untuk secara kolektif, bahu-membahu, ”mengeroyok” krisis finansial AS. Karena, jika negara-negara lain tak peduli, krisis di AS akan berpotensi risiko sistemik (systemic risk) atau menimbulkan efek domino bagi negara-negara lain. China, misalnya, akan kehilangan potensi surplus perdagangan 200-an miliar dollar AS dari AS yang selama ini sangat mereka nikmati. Ibaratnya, perekonomian AS sedang sakit parah, maka seluruh dokter paling top di seluruh dunia harus secara kompak mengusahakan pengobatannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tahun 2009, AS harus menerbitkan obligasi pemerintah, baik jangka pendek (T-bills) maupun jangka panjang (T-bonds), untuk mengongkosi skema program bailout (penalangan bank- bank investasi yang bangkrut) melalui lembaga bentukan baru, Troubled-Asset Relief Program (TARP) atau semacam Badan Penyehatan Perbankan Nasional.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Faktor Obama bisa membantu kelancaran penerbitan obligasi ini sehingga mudah dibeli negara- negara pemilik likuiditas besar. Misalnya Timur Tengah, China, Jepang, Zona Euro, Inggris, dan bahkan Rusia, yang perekonomiannya sedang bagus dan menikmati surplus perdagangan 200 miliar dollar AS. Kolektivitas negara-negara besar akan menjadi faktor penentu untuk menghambat dan sekaligus menghentikan eskalasi krisis finansial global.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Manfaat bagi Indonesia&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Apakah Indonesia bisa mendapat manfaat dari Presiden Obama? Kemungkinan bisa. Sepuluh tahun silam (1998), ketika Indonesia terbenam di kubangan krisis ekonomi yang dalam, praktis AS kurang serius membantu. Dana Moneter Internasional (IMF), yang boleh dibilang secara tak langsung merupakan ”kepanjangan tangan” AS, ternyata hanya memberikan bantuan likuiditas secara bertahap dan tersendat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setiap bulan IMF mencairkan 1 miliar dollar AS. Itu pun dengan syarat ketat Indonesia harus menyusun proposal yang disebut letter of intent (LOI). Jika IMF tidak setuju dengan proposal itu, dana 1 miliar dollar AS batal dicairkan sampai substansinya disetujui.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Akibatnya, penyakit ekonomi Indonesia yang sudah sangat kronis, yang memerlukan suntikan dana setidaknya 30 miliar dollar AS, tak kunjung sembuh. Bagaimana mau sembuh ketika mestinya disuntik 30 miliar dollar AS, kenyataannya cuma diberi obat generik berupa injeksi 1 miliar dollar AS. Penyakit malah semakin kronis dan kritis.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Perlakuan IMF ini sangat berbeda dengan saat AS menangani Meksiko yang terkena krisis tahun 1994-1995. Sebagai tetangga terdekat, AS tampak amat sigap untuk menginjeksi Meksiko dengan dana segar 30 miliar dollar AS sehingga krisis bisa segera dilalui.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kini, setelah Obama menjadi Presiden AS, cara pandang AS terhadap Indonesia diharapkan berubah. Indonesia, meski ”jauh di mata”, siapa tahu nantinya akan diperlakukan seperti Meksiko, yang selama ini dianggap sebagai ”beranda” AS karena secara geografis memang bertetangga dengan California.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Akhirnya, selamat atas kemenangan Presiden Obama. Semoga ini bisa menjadi momentum yang bermanfaat bagi restorasi ekonomi AS, global, dan tentunya Indonesia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;A Tony Prasetiantono &lt;em&gt;Dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM; Chief Economist BNI&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;!--s:insert_counter--&gt;  &lt;!--ttpend artikel --&gt;       &lt;!--START KOLOM PRINT--&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom: 1px solid rgb(238, 238, 238); padding: 10px 0pt; margin-bottom: 20px;"&gt;    &lt;!--s:insert_counter--&gt;  &lt;div class="artikelkiriman"&gt; &lt;/div&gt;  &lt;div&gt; &lt;!-- s:rate--&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="cetakkolomkanan"&gt;&lt;div id="ctkltengah03"&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--ttpberitapopuler --&gt;   &lt;!--&lt;div style="margin-top:20px"&gt;&lt;/div&gt;  --&gt;  &lt;/div&gt; &lt;/div&gt;      &lt;!--bwH--&gt;  &lt;!--footer --&gt;  &lt;script type="text/javascript" src="http://www.kompas.com/script/jumpfooter.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8995744091977541029-179363945345172706?l=klikpilpres.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpilpres.blogspot.com/feeds/179363945345172706/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8995744091977541029&amp;postID=179363945345172706' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default/179363945345172706'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default/179363945345172706'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpilpres.blogspot.com/2008/11/presiden-obama_06.html' title='PRESIDEN OBAMA'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8995744091977541029.post-8761496300669996936</id><published>2008-11-06T12:57:00.000+07:00</published><updated>2008-11-06T12:58:15.393+07:00</updated><title type='text'>AMPUHNYA KEKUATAN INTERNET</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;" id="judulartikelcetak"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="txtartikelcetak"&gt;       &lt;!--zoom image--&gt;  &lt;script language="javascript"&gt;  function Big(me)  {  me.width *= 1.700; me.height *= 1.700;  }  function Small(me)  {  me.width /= 1.700; me.height /= 1.700;  }  &lt;/script&gt;            &lt;div id="boximartikelcetak1"&gt;   &lt;table style="text-align: left; margin-left: 0px; margin-right: 0px;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="300" height="200"&gt;     &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td&gt;     &lt;img src="http://www.kompas.com/data//photo/2008/11/06/3067463p.jpg" onmouseover="Big(this);" onmouseout="Small(this);" width="300" height="224" /&gt;   &lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;     &lt;tr align="left"&gt;    &lt;td&gt;          &lt;span class="txfotocetak"&gt;    &lt;span style="font-size:78%;"&gt;OB AMADONATIONS.COM / &lt;a href="http://www.kompasimages.com/" target="_blank"&gt;Kompas Images&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;   Salah satu situs yang menjaring donator lewat internet.   &lt;/span&gt;    &lt;/span&gt;        &lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;     &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;          &lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span class="tglct"&gt;Kamis, 6 November 2008 | 03:00 WIB&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div id="article_body"&gt;&lt;p&gt;Salah satu kekuatan Barack Obama (47) adalah memanfaatkan internet untuk menjaring pendukung dalam kampanye-kampanyenya dan mengumpulkan dana secara ”online”. Barack Obama memiliki situs-situs jejaring sosial yang populer tidak hanya di Amerika Serikat, tetapi juga di banyak negara di dunia, mulai dari Facebook, My Space, Linkedin, You Tube, Friendster, hingga Twitter.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Obama, Senator Illinois ini, mampu mengalahkan Hillary Clinton, Senator New York, saat konvensi Partai Demokrat. Kini dia menang atas John McCain dari Partai Republik dalam pemilihan 4 November. Saat pertarungannya dengan Hillary, Obama mengantongi dana 38 juta dollar AS selama kampanye dan hanya berutang 2 juta dollar AS. Adapun Hillary hanya memperoleh 6 juta dollar AS dan utangnya untuk kampanye membengkak 21 juta dollar AS.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mengapa? Padahal, Hillary memiliki nama besar dan popularitas. Obama memanfaatkan internet. Obama memperoleh sumbangan dana kampanye lewat online hanya 5 dollar AS per orang, tetapi disumbang oleh jutaan orang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hillary masih menggunakan pola lama berkampanye, termasuk mencari dana. Hillary melupakan faktor kunci dalam dunia baru politik di AS, yaitu jejaring sosial. Ibaratnya, Hillary masih menggunakan AOL, Obama sudah memanfaatkan jejaring sosial Facebook. Hillary masih PC, Obama sudah sebuah Mac.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Jejaring sosial&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menguasai komunikasi publik memang salah satu kunci kemenangan. Franklin Delano Roosevelt menggunakan radio dan John F Kennedy memanfaatkan televisi untuk menggapai kemenangan. Kini Barack Obama menggunakan internet sebagai media sosial, menyapa masyarakat akar rumput melalui teknologi komunikasi yang berkembang amat pesat. Cek di Facebook, banyak ditemukan grup pendukung Obama.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun, Obama bukan politisi Amerika pertama yang memanfaatkan jejaring sosial untuk menuju kursi kepresidenan. Howard Dean menggunakan Meetup.com saat nominasi Partai Demokrat dalam pemilihan presiden tahun 2004. Dean saat ini berhasil mengumpulkan 27 juta dollar AS melalui online.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pakar komunikasi Phil Noble, seperti dilansir BBC, menyebutkan, Obama meraih hampir satu miliar dollar AS selama kampanye tahun 2008. Jumlah ini 12 kali lebih banyak dibandingkan dengan perolehan John Kerry, yang juga memperoleh dana kampanye lewat cara yang sama tahun 2004.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Yang pasti, Obama dan tim suksesnya betul-betul memanfaatkan internet sebagai alat menuju kemenangan. Hal ini tidaklah heran karena di AS sebesar 71,9 persen atau 218,3 juta dari 303,8 juta penduduknya menggunakan internet (catatan InternetWorldStats hingga November 2007). Bahkan, internet telah menjadi bagian utama kehidupan politik Amerika.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sampai akhir Oktober lalu, Obama memiliki lebih dari 1,7 juta sahabat di Facebook, beberapa di antaranya warga negara Indonesia, dan 510.000 teman di MySpace. Sebaliknya, McCain punya 309.000 teman di Facebook dan 88.000 di MySpace. Mengapa jumlah sahabat McCain di jejaring sosial lebih sedikit, ini bisa jadi karena faktor usia. McCain yang berusia 72 tahun kurang diminati penggemar Facebook dan MySpace yang sebagian besar kaum muda.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di jejaring sosial Twitter, Obama memiliki lebih dari 45.000 pengikut. Semua aktivitasnya diinformasikan melalui jejaring sosial tersebut langsung kepada sahabat-sahabatnya. Jutaan orang di dunia, tidak hanya di Amerika, dapat menyaksikan pidato Obama melalui You Tube. Obama juga memiliki blog pribadi, mengajak pendukungnya berperan serta dalam pengumpulan dana melalui online.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tidak seperti pesaingnya, McCain, Obama menulis surat elektronik (e-mail) pribadinya dan menciptakan video-video eksklusif untuk pendukung online-nya&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Yang juga menarik, video musik Yes We Can yang ditayangkan di You Tube, dengan bintang tamu antara lain Jesse Dylan, Will.i.am, Common, Scarlett Johansson, Tatyana Ali, John Legend, Herbie Hancock, Kate Walsh, Kareem Abdul Jabbar, Adam Rodriguez, Kelly Hu, Amber Valetta, Eric Balfour, Aisha Tyler, Nicole Scherzinger, dan Nick Cannon, dalam dua hari setelah dirilis diklik 698.934 kali.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Phil Noble menyebutkan, dua juta pendukung Obama bertindak sebagai sukarelawan selama masa kampanye, itu kunci penting kemenangan bersejarah ini. Profesor Thomas Patterson dari Universitas Harvard, Inggris, memperkirakan, popularitas Obama dalam jejaring sosial menarik para pemilih muda dan kalangan terdidik Amerika.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Obama dan tim suksesnya telah mengubah cara politisi menarik publik Amerika, termasuk mengumpulkan dana kampanye melalui online. Obama telah memindahkan politik kepresidenan masuk ke abad digital. (Robert Adhi KSP)&lt;/p&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8995744091977541029-8761496300669996936?l=klikpilpres.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpilpres.blogspot.com/feeds/8761496300669996936/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8995744091977541029&amp;postID=8761496300669996936' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default/8761496300669996936'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default/8761496300669996936'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpilpres.blogspot.com/2008/11/ampuhnya-kekuatan-internet.html' title='AMPUHNYA KEKUATAN INTERNET'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8995744091977541029.post-8126106179189841645</id><published>2008-11-06T12:55:00.000+07:00</published><updated>2008-11-06T12:56:14.898+07:00</updated><title type='text'>Pemilu AS</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-weight: bold;" class="subjudulidxcetak"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-weight: bold;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-weight: bold;" id="judulartikelcetak"&gt;Begitu Pemilu Ditutup, Pemenang Sudah Muncul&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="txtartikelcetak"&gt;       &lt;span class="tglct"&gt;Kamis, 6 November 2008 | 01:15 WIB&lt;/span&gt;  &lt;div id="article_body"&gt;&lt;p&gt;Pukul 23.00 waktu Boston atau pukul 11.00 WIB adalah jam pengumuman kemenangan Barack Obama. Sesungguhnya, kemenangan sudah diketahui pukul 20.00 atau saat pemilu ditutup di hampir seluruh wilayah timur Amerika Serikat. Sudah beredar pula hasil penghitungan cepat (quick count) atau exit poll seperti yang dilakukan dalam pilkada di Indonesia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bahkan, nama pemenang sudah diketahui lebih dini, yakni pukul 18.00 waktu Boston, setelah beberapa negara bagian merampungkan pemberian suara. Sebagai contoh, dalam jajak pendapat itu disebutkan bahwa Negara Bagian Ohio dimenangi oleh Barack Obama. Juga muncul daftar pemenang di Negara Bagian Indiana, New Hampshire, Florida, Massachusetts, dan Virginia untuk kemenangan Obama.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ini adalah hasil jajak pendapat yang didapatkan Kompas dari Profesor Dr Gregory Payne, pengajar di Emerson College. Bahkan, ia menyebut Obama akan menang telak dan John McCain tidak bisa menghindari kekalahan. Beberapa jam kemudian terbukti Obama menang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebelum pukul 23.00, kubu McCain sudah berhenti bicara soal Obama. Televisi CNN juga memberitakan bahwa markas kubu McCain di Phoenix, Arizona, sudah bersikap pasrah dan hanya memainkan musik. Di televisi terlihat Cindy McCain mengusap kepala suaminya, John McCain, yang gelisah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebagai daerah yang dinamakan medan pertempuran, McCain sudah mustahil menang setelah Obama meraih kemenangan di Ohio, Florida, dan Pennsylvania seperti hasil dari quick count. Ini adalah tiga negara bagian yang menjadi andalan McCain untuk mengubah peruntungan Obama. Masalahnya, negara bagian lain tidak akan bisa diraih McCain karena secara tradisional menjadi milik Demokrat, seperti Oregon, California, Washington. Kubu McCain juga mustahil mengubah peruntungan di negara bagian di timur laut AS yang milik Obama.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Karena itulah, begitu jajak pendapat di negara bagian yang disebut medan pertempuran itu muncul, berakhirlah nasib McCain, yang kemudian muncul dan menyatakan kalah. (Simon Saragih, dari AS)&lt;/p&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8995744091977541029-8126106179189841645?l=klikpilpres.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpilpres.blogspot.com/feeds/8126106179189841645/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8995744091977541029&amp;postID=8126106179189841645' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default/8126106179189841645'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default/8126106179189841645'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpilpres.blogspot.com/2008/11/pemilu-as_06.html' title='Pemilu AS'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8995744091977541029.post-7876589504380722649</id><published>2008-11-06T12:52:00.000+07:00</published><updated>2008-11-06T12:53:09.103+07:00</updated><title type='text'>McCain: Obama Kini Presiden</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-weight: bold;" id="judulartikelcetak"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-weight: bold;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-weight: bold;" class="subjudulidxcetak"&gt;Kita Semua Sesama Warga Amerika Serikat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="txtartikelcetak"&gt;       &lt;!--zoom image--&gt;  &lt;script language="javascript"&gt;  function Big(me)  {  me.width *= 1.700; me.height *= 1.700;  }  function Small(me)  {  me.width /= 1.700; me.height /= 1.700;  }  &lt;/script&gt;            &lt;div id="boximartikelcetak1"&gt;   &lt;table style="text-align: left; margin-left: 0px; margin-right: 0px;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="300" height="200"&gt;     &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td&gt;     &lt;img src="http://www.kompas.com/data//photo/2008/11/06/3067529p.jpg" onmouseover="Big(this);" onmouseout="Small(this);" width="300" height="224" /&gt;   &lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;     &lt;tr align="left"&gt;    &lt;td&gt;          &lt;span class="txfotocetak"&gt;    &lt;span style="font-size:78%;"&gt;AP PHOTO/JAE C. HONG / &lt;a href="http://www.kompasimages.com/" target="_blank"&gt;Kompas Images&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Presiden AS terpilih Barack Obama, istrinya Michelle Obama, serta putrinya, Malia (7) dan Sasha (10), Selasa (4/11) malam, melambaikan tangan ke pendukungnya di Chicago, Illinois &lt;/span&gt;    &lt;/span&gt;        &lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;     &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;          &lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span class="tglct"&gt;Kamis, 6 November 2008 | 03:00 WIB&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div id="article_body"&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Simon saragih&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Boston, Kompas - Hanya sekitar 30 menit setelah Barack Obama dinyatakan sebagai pemenang, Senator John McCain langsung memberi pidato pengakuan kalah. McCain sekaligus memberi ucapan selamat kepada Barack Obama yang dia sebut sebagai saingannya, tetapi kini telah menjadi presidennya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;”Terima kasih telah datang di sore hari yang indah di Arizona ini. Kita sudah mengakhiri pertarungan panjang. Amerika sudah berbicara dan nada bicara mereka sudah jelas. Beberapa saat lalu, saya merasa terhormat untuk memberi ucapan selamat kepada Obama,” kata McCain di depan pendukungnya di Phoenix, Arizona, Selasa (4/11). Dia didampingi istrinya, Cindy McCain, serta Gubernur Alaska Sarah Palin dan suaminya, Todd.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mendadak suara protes muncul dari pendukung yang mengeluarkan suara menggerutu setelah mendengar McCain memberi ucapan selamat kepada Obama. McCain memohon agar pendukungnya tenang. ”Saya memberi ucapan selamat kepadanya karena telah dipilih menjadi Presiden AS, negara yang kami berdua cintai,” ujar McCain&lt;/p&gt;&lt;p&gt;”Dalam kontes yang lama dan sulit ini, suksesnya itu membuat saya harus memberi salut kepadanya dan juga daya tahannya. Dia meraih itu karena memberi inspirasi dan harapan bagi rakyat AS, sesuatu yang pernah diragukan akan berdampak besar pada pemilu ini. Ini adalah sesuatu yang saya kagumi dan saluti,” kata McCain.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut McCain, pemilu kali ini adalah pemilu historis dan disadari dampaknya bagi keturunan Afrika Amerika. Kebanggaan khusus sudah pasti akan menjadi milik mereka.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;”Saya selalu percaya bahwa Amerika memberi kesempatan kepada kita semua untuk diraih. Senator Obama juga percaya itu. Namun, kita berdua mengakui bahwa meski kita bisa melewati ketidakadilan pada masa lampau, yang pernah mencoreng reputasi negara kita, kita harus mengakui bahwa sejumlah warga Amerika pernah terhalang untuk mendapatkan hak penuh sebagai warga. Kenangan soal itu masih punya kekuatan untuk menorehkan luka,” kata McCain.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;McCain (72) juga menyinggung kejadian satu abad lalu saat Presiden Theodore Roosevelt mengundang Booker T Washington, seorang tokoh kulit hitam, untuk bersantap di Gedung Putih telah membuat marah beberapa pihak. Menurut McCain, Amerika sekarang adalah tempat di mana kekejaman masa lalu sudah pudar. Ini tidak pelak lagi telah dibuktikan dengan terpilihnya seorang keturunan Afrika Amerika sebagai Presiden AS.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;McCain juga memuji Obama dan ikut merasakan kepedihan Senator Illinois itu atas meninggalnya Madelyn Dunham, nenek Obama dari pihak ibu. ”Senator Obama telah meraih hal terbesar bagi dirinya dan juga bagi negara. Saya memujinya untuk itu dan saya menawarkan simpati setulusnya bahwa neneknya tidak bisa melihatnya hari ini,” kata McCain soal nenek Obama yang meninggal hari Minggu (2/11) lalu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Semua warga AS&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;McCain mengaku, dia dan Obama memiliki perbedaan, tetapi ternyata dia menang. Tidak diragukan lagi, perbedaan itu akan tetap ada. Kini Amerika dalam keadaan sulit. ”Tetapi, saya menawarkan kepadanya segala kemampuan saya membantu dia memimpin kita menghadapi tantangan besar yang ada. Saya meminta semua warga pendukung saya untuk bergabung dengan saya, tidak saja memberi ucapan selamat, tetapi juga menawarkan presiden kita berikutnya keinginan tulus untuk menemukan jalan bersama, mencari kompromi demi menjembatani perbedaan besar kita dan membantu pemulihan kemakmuran kita dan cucu kita,” kata McCain.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dikatakan, ”Apa pun perbedaan yang ada, kita tetap sesama warga Amerika”. Diakui McCain, secara alamiah dia kecewa. ”Namun, besok hari kita harus beranjak dan bekerja sama menggerakkan negara kita. Kita berjuang keras sebisa mungkin. Dan, walau kita merasakan ada kekurangan, ini adalah kegagalan saya, bukan kegagalan Anda,” kata McCain. Pendukung McCain menyambutnya dengan teriakan, ”Tidak….”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;”Saya sangat bersyukur kepada Anda atas dukungan yang Anda lakukan kepada saya. Saya ingin agar hasil pemilu tidak seperti ini, wahai sahabatku,” kata McCain yang dijawab pendukungnya dengan teriakan bahwa mereka juga tak menginginkan hasil ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;”Sejak awal jalan begitu sulit, tetapi dukungan dan persahabatan Anda tak ada pernah pudar. Saya tak bisa mengutarakan betapa saya berutang budi kepada Anda. Saya berterima kasih kepada istri saya, Cindy, anak-anak saya, ibu saya, dan keluarga saya, rekan-rekan yang mendampingi saya dalam suasana kampanye yang kadang menggembirakan sekaligus mengecewakan. Saya adalah orang yang selalu beruntung dan ini tidak akan terjadi tanpa cinta dan semangat Anda semua kepada saya.”&lt;/p&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8995744091977541029-7876589504380722649?l=klikpilpres.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpilpres.blogspot.com/feeds/7876589504380722649/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8995744091977541029&amp;postID=7876589504380722649' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default/7876589504380722649'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default/7876589504380722649'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpilpres.blogspot.com/2008/11/mccain-obama-kini-presiden.html' title='McCain: Obama Kini Presiden'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8995744091977541029.post-6024676724465501460</id><published>2008-11-06T12:46:00.000+07:00</published><updated>2008-11-06T12:47:19.943+07:00</updated><title type='text'>Duo David di Balik Sukses Barack Obama</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;" id="judulartikelcetak"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;!--&lt;div id="subjudulartikelcetak"&gt;Satuan Keamanan PBB Diterjunkan&lt;/div&gt; --&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="txtartikelcetak"&gt; &lt;!--zoom image--&gt;  &lt;script language="javascript"&gt;  function Big(me)  {  me.width *= 1.700; me.height *= 1.700;  }  function Small(me)  {  me.width /= 1.700; me.height /= 1.700;  }  &lt;/script&gt;    &lt;div id="boximartikelcetak1"&gt;  &lt;img src="http://www.kompas.com/data//photo/2008/11/06/3067468p.jpg" onmouseover="Big(this);" onmouseout="Small(this);" align="left" width="250" height="300" /&gt;        &lt;br /&gt;&lt;span class="txfotocetak"&gt;   &lt;/span&gt;    &lt;!--  &lt;table width="250" height="300" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0"&gt;      &lt;tr&gt;    &lt;td&gt;    &lt;img src="http://www.kompas.com/data//photo/2008/11/06/3067468p.jpg" width="250" height="300" onmouseover="Big(this);" onmouseout="Small(this);" align="left" /&gt;   &lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;     &lt;tr&gt;    &lt;td&gt;     &lt;div align="right"&gt;&lt;span class="txfotocetak"&gt;     / &lt;a href="http://www.kompasimages.com" target="_blank"&gt;Kompas Images&lt;/a&gt;    &lt;br /&gt;      &lt;/span&gt;    &lt;/div&gt;    &lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;    &lt;/table&gt; --&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;span class="tglct"&gt;Kamis, 6 November 2008 | 03:00 WIB&lt;/span&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;fransisca romana&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sukses Barack Obama mengukir sejarah dengan terpilih sebagai presiden ke-44 Amerika Serikat dan presiden kulit hitam pertama dalam pemilu 4 November ini tidak bisa dilepaskan dari duo David di belakangnya. Keduanya adalah David Plouffe (41), sang manajer kampanye, dan David Axelrod (53), sang ahli strategi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Axelrod dan Plouffe adalah inti tim Obama. Mereka membangun organisasi dari coretan-coretan, membuatnya terpadu, dan membawa pemahaman mengenai prosesnya. Jadilah tim kampanye Obama tim kampanye presiden dari Demokrat yang paling terorganisasi dengan baik dan memiliki pendanaan terbaik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;”Untuk manajer kampanye saya, David Plouffe, pahlawan tak dikenal dalam kampanye ini, yang membangun kampanye politik terbaik, saya kira, dalam sejarah Amerika Serikat,” ujar Barack Obama dalam pidato kemenangannya di Chicago kemarin.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;”Untuk ahli strategi saya, David Axelrod, yang telah menjadi mitra saya dalam setiap langkah. Untuk tim kampanye paling kompak dalam sejarah politik. Kalian membuat ini terjadi, dan saya selamanya berterima kasih atas apa yang kalian korbankan untuk mewujudkannya,” kata Obama.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pandangan tradisional Demokrat adalah kandidat presiden harus fokus di negara bagian kunci yang menjadi ajang perebutan suara, seperti Ohio dan Florida. Pasalnya, mereka tidak bisa menang di sekelompok negara bagian di selatan dan barat yang mendukung Republik selama beberapa dekade.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun, Plouffe dan Axelrod mendorong Obama menerapkan strategi untuk ”mencuri” suara di negara bagian Republik itu, sementara tetap mengandalkan negara bagian yang dimenangi John Kerry pada Pemilu 2004.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;”Akan ada lebih banyak negara bagian yang memainkan peran dalam pemilu kali ini,” kata Axelrod seperti dikutip Wall Street Journal. Maka, ke negara bagian mana pun Plouffe dan Axelrod meminta Obama untuk pergi berkampanye, ke sanalah Obama pergi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sejak awal, Plouffe telah memperkirakan bahwa pertarungan di pemilihan pendahuluan bisa beralih menjadi perebutan delegasi. Lazimnya, kontes pemilihan pendahuluan mengandalkan momentum dan persepsi. Pemenang di negara bagian awal akan menarik media dan uang. Plouffe melihat bahwa dengan dua rival, Hillary Clinton dan John Edwards, yang lebih populer dan lebih banyak uang, delegasi yang diperebutkan bisa sangat menentukan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Benarlah. Super Tuesday, pemilihan pendahuluan serentak di sekitar 22 negara bagian, dimenangi Obama. Dia terus melejit dan akhirnya mengalahkan Hillary, dan maju sebagai calon presiden AS dari Demokrat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;”Jika kami menjalankan kampanye konvensional dan terlihat seperti kandidat konvensional, kami kalah,” ujar Axelrod.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Celah baru&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Axelrod, seorang konsultan media asal Chicago, cukup lama mengenal Obama, 16 tahun, dan lebih dikenal publik. Saat Obama memutuskan untuk maju sebagai calon presiden pada Januari 2007, nama Axelrod langsung dimasukkan dalam daftar tim suksesnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selama empat tahun, Axelrod telah mengerahkan kru juru kamera yang melacak segala sesuatu tentang Obama dan apa yang telah dilakukannya di hadapan publik. Mereka berbincang dengan para veteran Perang Dunia II di selatan Illinois, mengunjungi desa nenek moyang ayah Obama di Kenya, dan bercakap-cakap dengan banyak sekali warga sipil.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Axelrod juga menangani kampanye Obama untuk menjadi anggota senat dari Illinois. Dia menjadi penasihat politik Obama paling dekat. Setiap hari mereka berbincang mengenai strategi memenangi pemilu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Firma Axelrod, yang dijalankannya bersama Plouffe dan John Kupper, telah menangani sejumlah kampanye figur nasional dan negara bagian. Sejak bekerja untuk pencalonan Harold Washington di Chicago tahun 1987, Axelrod telah mengembangkan celah baru bagi konsultan politik: membantu kandidat kulit hitam meyakinkan pemilih kulit putih untuk memilih mereka.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bagi Axelrod, menjalankan kampanye adalah ”menjual” kepribadian, bukan semata-mata ideologi. ”Ini adalah persoalan kepribadian dan bagaimana kita menjual kepemimpinan,” kata Saul Shorr, konsultan media.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Hindari publik&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tidak seperti Axelrod yang dikenal luas oleh publik, Plouffe cenderung menghindar dari publikasi. Dia sangat berhati-hati mengelola informasi, mengontrol kebocoran informasi, dan merilis informasi soal kampanye sesuai waktunya. Dia juga menolak wawancara mengenai dirinya dan meminta koleganya untuk bungkam.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia sangat serius menggarap negara-negara bagian yang bisa dimenangi Obama dalam pemilihan pendahuluan. Iowa, negara bagian pertama yang dimenangi Obama pada kaukus Demokrat, adalah buktinya. Kepada Obama, Plouffe meminta untuk tidak memedulikan jajak pendapat yang menunjukkan dia tertinggal 20 poin dari Hillary. Hasilnya, Obama menang besar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mendekati pemilu November, Plouffe menunjuk Virginia, yang tidak pernah memilih Demokrat sejak tahun 1964. ”Menangkan Virginia, dan selesai semuanya,” ujar Plouffe. Obama menang di Virginia dan jadi presiden AS.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8995744091977541029-6024676724465501460?l=klikpilpres.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpilpres.blogspot.com/feeds/6024676724465501460/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8995744091977541029&amp;postID=6024676724465501460' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default/6024676724465501460'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default/6024676724465501460'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpilpres.blogspot.com/2008/11/duo-david-di-balik-sukses-barack-obama.html' title='Duo David di Balik Sukses Barack Obama'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8995744091977541029.post-2957532991342611773</id><published>2008-11-06T12:28:00.000+07:00</published><updated>2008-11-06T12:29:09.500+07:00</updated><title type='text'>PRESIDEN OBAMA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;" id="judulartikelcetak"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-weight: bold;" class="subjudulidxcetak"&gt;INSPIRASI MOMENTUM RESTORASI EKONOMI?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="txtartikelcetak"&gt;       &lt;span class="tglct"&gt;Kamis, 6 November 2008 | 03:00 WIB&lt;/span&gt;  &lt;div id="article_body"&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;A Tony Prasetiantono&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Fantastis. Akhirnya Barack Obama jadi juga sebagai presiden ke-44 Amerika Serikat dalam sebuah pemilu yang dramatis, Selasa (4/11). Ini tentu akan menjadi momentum penting, tidak saja bagi restorasi perekonomian AS dan global, tetapi juga menempatkan posisi Indonesia di mata AS menjadi lebih penting.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rakyat AS tampak sangat antusias mengikuti pemilu, bahkan rela antre panjang sejak cuaca masih gelap. Berdasarkan data ekonomi, antusiasme ini juga terefleksikan dengan penguatan dollar AS terhadap berbagai mata uang pada hari menjelang pemilu. Ini mengindikasikan adanya persepsi bahwa rakyat AS menaruh harapan tinggi bahwa presiden baru Obama akan dapat membawa perekonomian AS ke pemulihan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Momentum pemilu kali ini memang tepat pada saat perekonomian memerlukan pertolongan setelah mengalami krisis kredit perumahan (subprime mortgage) sejak Juli 2007. Kemudian memuncak sejak 15 September 2008, yang ditandai dengan kebangkrutan Lehman Brothers.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Munculnya presiden baru bisa menjadi momentum pembalikan keadaan. Mengapa? Karena, krisis tahun 2008, sebagaimana krisis-krisis sebelumnya, terutama tahun 1930-an, umumnya dipicu oleh hancurnya harga saham di bursa efek.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di lantai bursa, faktor persepsi sering kali berperan lebih dominan, mengalahkan faktor fundamental perusahaan. Karena itu, upaya pemulihan ekonomi pun harus disertai dengan restorasi keyakinan (confidence) atau kepercayaan (trust) terhadap prospek ekonomi. Dan, hal itu bisa dilakukan secara efektif bila terjadi pergantian para pemimpin, chief executive officer, mulai dari level bawah hingga tertinggi, yakni presiden.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ingat, krisis perekonomian Indonesia tahun 1998 juga mulai diurai dengan penggantian presiden, yang diawali dengan huru- hara Mei 1998. AS kali ini ”beruntung” bahwa pergantian presiden tidak memerlukan momentum huru-hara karena kebetulan pemilu presiden dijadwalkan 4 November 2008, atau kurang dari dua bulan dari 15 September 2008, saat krisis memasuki fase paling serius.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Karena itu, wajar jika faktor presiden baru menjadi tumpuan harapan datangnya ”perubahan”, yang dalam konteks ekonomi adalah momentum pembalikan krisis.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;”Too big to fail”&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tak hanya publik AS, masyarakat seluruh dunia pun antusias terhadap pemilu presiden AS. Alasannya jelas: sekalipun kini tengah dilanda resesi, AS masih tetap berperan sebagai motor penggerak perekonomian dunia. Dengan produk domestik bruto (PDB) yang mencapai 14 triliun dollar AS serta jumlah penduduk 305 juta orang, yang berarti PDB per kapita sebesar 46.000 dollar AS, kue ekonomi ini masih sangat menjanjikan bagi eksportir mana pun di seluruh dunia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Seluruh dunia amat berkepentingan agar perekonomian AS sehat dan menyerap produk apa pun dari seluruh dunia. Dewasa ini AS mengalami defisit perdagangan hingga 848 miliar dollar AS, yang bisa menggambarkan betapa besar kue yang dinikmati dan diperebutkan negara-negara lain terhadap pasar raksasa AS. Karena itu, semua negara sesungguhnya memandang AS dengan kaca mata too big to fail.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Artinya, amat disayangkan jika perekonomian AS mengalami kebangkrutan karena hal itu bisa mengancam surplus perdagangan dari sisa dunia (the rest of the world) terhadap AS. Angka 848 miliar dollar AS jelas tidak main- main dan sangat signifikan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan logika ini, skenario restorasi ekonomi AS bisa mulai dirancang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pertama, kehadiran Presiden Obama akan membangkitkan kepercayaan dan kegairahan ekonomi. Hal ini akan terekspresikan dalam penguatan kurs dollar AS dan indeks harga saham di Wall Street.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Meski demikian, rally kurs dollar AS yang berlebihan juga tidak selamanya bermanfaat. Pada titik tertentu, apresiasi dollar AS juga perlu mengalami jeda atau bahkan kembali mengalami depresiasi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan demikian, taruhlah kurs rupiah sempat terperosok ke Rp 11.000 atau bahkan Rp 12.000 per dollar AS, tetapi itu sifatnya hanya temporer. Obama bukanlah sosok yang bisa mengubah ekonomi AS dalam sekejap (overnight). Ia juga memerlukan waktu panjang untuk melakukan restorasi ekonomi AS. Ketika publik mulai menyadari hal ini, dollar AS pun akan terkoreksi. Dollar AS yang terlampau kuat justru akan merugikan, yang bisa mengancam defisit perdagangan menembus di atas 900 miliar dollar AS.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kedua, dengan daya pikatnya yang luar biasa, Presiden Obama bisa melakukan persuasi kepada negara-negara lain untuk secara kolektif, bahu-membahu, ”mengeroyok” krisis finansial AS. Karena, jika negara-negara lain tak peduli, krisis di AS akan berpotensi risiko sistemik (systemic risk) atau menimbulkan efek domino bagi negara-negara lain. China, misalnya, akan kehilangan potensi surplus perdagangan 200-an miliar dollar AS dari AS yang selama ini sangat mereka nikmati. Ibaratnya, perekonomian AS sedang sakit parah, maka seluruh dokter paling top di seluruh dunia harus secara kompak mengusahakan pengobatannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tahun 2009, AS harus menerbitkan obligasi pemerintah, baik jangka pendek (T-bills) maupun jangka panjang (T-bonds), untuk mengongkosi skema program bailout (penalangan bank- bank investasi yang bangkrut) melalui lembaga bentukan baru, Troubled-Asset Relief Program (TARP) atau semacam Badan Penyehatan Perbankan Nasional.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Faktor Obama bisa membantu kelancaran penerbitan obligasi ini sehingga mudah dibeli negara- negara pemilik likuiditas besar. Misalnya Timur Tengah, China, Jepang, Zona Euro, Inggris, dan bahkan Rusia, yang perekonomiannya sedang bagus dan menikmati surplus perdagangan 200 miliar dollar AS. Kolektivitas negara-negara besar akan menjadi faktor penentu untuk menghambat dan sekaligus menghentikan eskalasi krisis finansial global.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Manfaat bagi Indonesia&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Apakah Indonesia bisa mendapat manfaat dari Presiden Obama? Kemungkinan bisa. Sepuluh tahun silam (1998), ketika Indonesia terbenam di kubangan krisis ekonomi yang dalam, praktis AS kurang serius membantu. Dana Moneter Internasional (IMF), yang boleh dibilang secara tak langsung merupakan ”kepanjangan tangan” AS, ternyata hanya memberikan bantuan likuiditas secara bertahap dan tersendat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setiap bulan IMF mencairkan 1 miliar dollar AS. Itu pun dengan syarat ketat Indonesia harus menyusun proposal yang disebut letter of intent (LOI). Jika IMF tidak setuju dengan proposal itu, dana 1 miliar dollar AS batal dicairkan sampai substansinya disetujui.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Akibatnya, penyakit ekonomi Indonesia yang sudah sangat kronis, yang memerlukan suntikan dana setidaknya 30 miliar dollar AS, tak kunjung sembuh. Bagaimana mau sembuh ketika mestinya disuntik 30 miliar dollar AS, kenyataannya cuma diberi obat generik berupa injeksi 1 miliar dollar AS. Penyakit malah semakin kronis dan kritis.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Perlakuan IMF ini sangat berbeda dengan saat AS menangani Meksiko yang terkena krisis tahun 1994-1995. Sebagai tetangga terdekat, AS tampak amat sigap untuk menginjeksi Meksiko dengan dana segar 30 miliar dollar AS sehingga krisis bisa segera dilalui.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kini, setelah Obama menjadi Presiden AS, cara pandang AS terhadap Indonesia diharapkan berubah. Indonesia, meski ”jauh di mata”, siapa tahu nantinya akan diperlakukan seperti Meksiko, yang selama ini dianggap sebagai ”beranda” AS karena secara geografis memang bertetangga dengan California.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Akhirnya, selamat atas kemenangan Presiden Obama. Semoga ini bisa menjadi momentum yang bermanfaat bagi restorasi ekonomi AS, global, dan tentunya Indonesia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;A Tony Prasetiantono &lt;em&gt;Dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM; Chief Economist BNI&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8995744091977541029-2957532991342611773?l=klikpilpres.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpilpres.blogspot.com/feeds/2957532991342611773/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8995744091977541029&amp;postID=2957532991342611773' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default/2957532991342611773'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default/2957532991342611773'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpilpres.blogspot.com/2008/11/presiden-obama.html' title='PRESIDEN OBAMA'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8995744091977541029.post-8949979865381762510</id><published>2008-11-06T12:25:00.000+07:00</published><updated>2008-11-06T12:27:02.066+07:00</updated><title type='text'>Dunia Berpesta dan Berharap kepada Obama</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;" id="judulartikelcetak"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="txtartikelcetak"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;       &lt;!--zoom image--&gt;  &lt;script language="javascript"&gt;  function Big(me)  {  me.width *= 1.700; me.height *= 1.700;  }  function Small(me)  {  me.width /= 1.700; me.height /= 1.700;  }  &lt;/script&gt;            &lt;/div&gt;&lt;div id="boximartikelcetak1"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;table style="text-align: left; margin-left: 0px; margin-right: auto;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="300" height="200"&gt;     &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td style="text-align: center;"&gt;     &lt;img src="http://www.kompas.com/data//photo/2008/11/06/3067532p.jpg" onmouseover="Big(this);" onmouseout="Small(this);" width="300" height="224" /&gt;   &lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;     &lt;tr align="left"&gt;    &lt;td&gt;          &lt;span class="txfotocetak"&gt;    &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;AP photo/Morry Gash / &lt;a href="http://www.kompasimages.com/" target="_blank"&gt;Kompas Images&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Presiden terpilih Barack Obama (kiri) dan wakil presiden terpilih, Joe Biden, melambaikan tangan seusai pidato kemenangan Obama di Grant Park di Chicago, Selasa (4/11) malam. &lt;/span&gt;    &lt;/span&gt;        &lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;     &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div&gt;  &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;          &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span class="tglct"&gt;Kamis, 6 November 2008 | 03:00 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div id="article_body"&gt;&lt;p&gt;Tokyo, Rabu - Di lapangan kota dan ruang keluarga, ruang dansa dan desa-desa, warga dunia bersorak menyambut gembira terpilihnya Barack Hussein Obama sebagai presiden Amerika Serikat. Pesta disertai harapan bahwa presiden berkulit hitam pertama dalam sejarah AS itu akan membawa negara AS yang lebih imbang, yang kurang konfrontasional.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Warga dunia merubung di depan televisi atau mendengarkan suara radio yang dipasang keras- keras untuk mengetahui berita paling akhir soal pemilu AS. Di Sydney, warga Australia memenuhi ruang dansa hotel. Di Rio de Janeiro, warga Brasil berpesta di pantai.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di Kota Obama, Jepang, warga menari dan bersorak gembira atas kemenangan orang yang bernama seperti kota mereka diumumkan. Di Kenya, yang merupakan tempat kelahiran ayah Obama, pemerintah setempat menyatakan hari libur nasional atas kemenangan Obama.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;”Sungguh suatu inspirasi. Ia benar-benar presiden global AS pertama yang pernah dimiliki dunia,” kata Pracha Kanjananont, warga Thailand berusia 29 tahun di Starbuck’s di Bangkok. ”Ia mempunyai masa kanak-kanak di Asia, asal-usul Afrika, dan bernama tengah Timur Tengah. Dia benar-benar seorang presiden global,” katanya tentang Obama yang pernah melewatkan masa kanak-kanaknya di Indonesia, berayah orang Kenya dan bernama tengah Hussein itu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Warga Kenya bernyanyi dan menari gembira menyambut terpilihnya pria yang mereka anggap salah satu dari mereka itu. ”Kita ke Gedung Putih! Kita ke Gedung Putih!”, para kerabat Obama di Desa Kogelo bernyanyi sekeras mungkin sambil menari-nari mengitari rumah dan pekarangan keluarga.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Besarnya dan emosinya reaksi dunia menggambarkan sifat internasional dari jabatan presiden AS. Banyak orang melihat Washington DC sebagai tempat isu- isu global perang dan damai, kemakmuran dan krisis diputuskan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Harapan juga tinggi di kalangan mereka yang mengkritik kebijakan Presiden George W Bush bahwa sebuah kemenangan Obama akan menandai pendekatan AS yang kooperatif dan lebih inklusif. Banyak yang menyebut Perang Irak sebagai kekeliruan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Walau harapan warga dunia meningkat, banyak pemantau AS menunjukkan bahwa Obama akan menghadapi masalah-masalah besar begitu dilantik. Perang di Irak dan Afganistan, kesulitan menghadapi masalah di Timur Tengah dan Korea Utara, serta krisis ekonomi dunia menjadi masalah besar bagi Obama.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Pemimpin dunia&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Para pemimpin dunia menyebut kemenangan Obama sebagai awal sebuah era baru. ”Dengan memilih Anda, rakyat Amerika telah memilih perubahan, keterbukaan, dan optimisme,” kata Presiden Perancis Nicolas Sarkozy dalam suratnya kepada Obama.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;”Pada saat ketika kita harus menghadapi tantangan-tantangan besar bersama, terpilihnya Anda meningkatkan harapan besar di Perancis, di Eropa, dan di dunia,” kata Sarkozy.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;PM Inggris Gordon Brown memuji politik Obama yang memberi semangat, ”nilai-nilainya yang progresif dan visinya untuk masa depan”.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Presiden China Hu Jintao mengatakan dalam sebuah pesan tertulis, ”Saya menanti-nantikan... membawa hubungan bilateral kerja sama konstruktif kita ke tingkat yang baru.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;PM Jepang Taro Aso dan pemimpin-pemimpin dunia lainnya menyatakan akan bekerja sama dengan pemimpin AS yang baru tersebut untuk memperkuat hubungan. Menteri Luar Negeri Irak Hoshiyar Zebari dengan nada skeptis menyambut Obama, ia menilai presiden AS itu harus melihat fakta di lapangan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sedangkan pemimpin kulit hitam pertama Afrika Selatan, Nelson Mandela, mengatakan dalam suratnya kepada Obama, kemenangan Obama memperlihatkan bahwa tiap orang harus berani bermimpi untuk mengubah dunia menjadi tempat yang lebih baik. (AP/AFP/Reuters/DI)&lt;/p&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;!--s:insert_counter--&gt;  &lt;!--ttpend artikel --&gt;       &lt;!--START KOLOM PRINT--&gt;        &lt;!--s:insert_counter--&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="artikelkiriman"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;!-- s:rate--&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8995744091977541029-8949979865381762510?l=klikpilpres.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpilpres.blogspot.com/feeds/8949979865381762510/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8995744091977541029&amp;postID=8949979865381762510' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default/8949979865381762510'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default/8949979865381762510'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpilpres.blogspot.com/2008/11/dunia-berpesta-dan-berharap-kepada.html' title='Dunia Berpesta dan Berharap kepada Obama'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8995744091977541029.post-4836852254261856153</id><published>2008-11-03T21:00:00.001+07:00</published><updated>2008-11-03T21:00:47.404+07:00</updated><title type='text'>Kemenangan Obama-McCain Ditentukan 11 Negara Bagian</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;" class="jam_artikel"&gt;Minggu, 02 November 2008 | 14:43 WIB&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;     &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="color:#666666;"&gt;&lt;strong&gt;TEMPO &lt;em&gt;Interaktif&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;, &lt;span style="color:#666666;"&gt;&lt;strong&gt;Jakarta&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;: Sebanyak 11 negara bagian dengan total 126 kursi Dewan Pemilih masih belum bisa diproyeksikan siapa pemenangnya dalam pemilihan presiden Amerika Serikat. Ini karena sejumlah jajak pendapat memperlihatkan selisih dukungan bagi Barack Obama maupun John McCain sangat tipis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil analisis, seperti diungkap koran &lt;em&gt;Washington Post,&lt;/em&gt; posisi Obama di lima negara bagian dengan total 39 kursi Dewan Pemilih menang tapi dengan selisih tipis. Selisih tipis itu artinya McCain mungkin akan merebutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, di enam negara bagian dengan 87 suara Dewan Pemilih, McCain unggul tipis dan mungkin Obama merebut satu atau dua negara bagian di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski negara bagian tempat Obama menang tipis dalam jajak pendapat hanya menyediakan 39 kursi Dewan Pemilih, tapi itu lebih dari cukup karena bocah Menteng ini &lt;a href="http://www.tempointeraktif.com/hg/pemiluAS_data_dan_angka/2008/11/02/brk,20081102-143430,id.html" title="Obama Kantongi 20 Negara Bagian"&gt;sudah mengumpulkan 252 kursi&lt;/a&gt;. Dengan menambah 18 kursi lagi, ia sudah menjadi presiden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya John McCain baru mendapat dukungan &lt;a href="http://www.tempointeraktif.com/hg/pemiluAS_data_dan_angka/2008/11/02/brk,20081102-143438,id.html" title="Proyeksi Suara McCain Jauh Lebih Kecil"&gt;160 suara dari 20 negara bagian&lt;/a&gt; sehingga masih harus mendapat 110 suara Dewan Pemilih lagi jika ingin menang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, kalaupun menang di keenam negara bagian itu, McCain tetap tidak bisa menjadi presiden. Ia masih membutuhkan 13 kursi Dewan Pemilih yang mesti ia perjuangkan dari negara bagian tempat Obama unggul tipis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="background-color: rgb(255, 255, 153);"&gt;Posisi Terakhir:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="background-color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Obama&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="background-color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Diproyeksikan menang:&lt;/strong&gt;&lt;span style="background-color: rgb(255, 255, 255);"&gt;                                20 negara bagian, total 252 Dewan Pemilih&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="background-color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Kekurangan untuk menang:&lt;/strong&gt;&lt;span style="background-color: rgb(255, 255, 255);"&gt;                              18 Dewan Pemilih&lt;/span&gt;&lt;strong style="background-color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;br /&gt;Unggul tipis:&lt;/strong&gt;&lt;span style="background-color: rgb(255, 255, 255);"&gt;                                                                                       5 negara bagian, 39 Dewan Pemilih&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="background-color: rgb(255, 255, 255);"&gt;McCain&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="background-color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Diproyeksikan menang:&lt;/strong&gt;&lt;span style="background-color: rgb(255, 255, 255);"&gt;                       20 negara bagian, total 160 Dewan Pemilih&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="background-color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Kekurangan untuk menang:&lt;/strong&gt;&lt;span style="background-color: rgb(255, 255, 255);"&gt;                                 110 Dewan Pemilih&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="background-color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Unggul tipis:                                                          &lt;/strong&gt;&lt;span style="background-color: rgb(255, 255, 255);"&gt; 6 negara bagian, 87 Dewan Pemilih&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="background-color: rgb(255, 255, 153);"&gt;Negara bagian Obama Unggul Tipis:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="background-color: rgb(255, 255, 153);"&gt;Total 39 kursi Dewan Pemilih &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;Virginia&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;13 Dewan Pemilih&lt;br /&gt;Pemilu lalu George Bush menang mudah di sini tapi dalam dua tahun terakhir, dua legislator Demokrat menang di sini sehingga Obama bisa memanfaatkan momentum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Colorado&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;9 Dewan Pemilih&lt;br /&gt;Sejak 1992, Demokrat selalu kalah di Colorado tapi sekarang ada tanda-tanda Obama akan menang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Iowa&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;7 Dewan Pemilih&lt;br /&gt;Salah satu negara bagian yang diperkirakan akan berpindah ke Obama dari calon-calon Republik yang biasa mereka dukung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Nevada &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;5 Dewan Pemilih&lt;br /&gt;Obama hanya menang tipis dalam jajak pendapat di sini sehingga peluang McCain cukup besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;New Mexico&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;5 Dewan Pemilih&lt;br /&gt;Seperti biasa, New Mexico mendukung Republik. Tapi kali ini Obama menempel ketat sehingga kejutan masih mungkin terjadi.&lt;br /&gt;&lt;strong style="background-color: rgb(255, 255, 153);"&gt;&lt;br /&gt;Negara Bagian McCain Unggul Tipis:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="background-color: rgb(255, 255, 153);"&gt;Total 87 Dewan pemilih&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;Florida &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;27 Dewan Pemilih&lt;br /&gt;Obama dan McCain masih bertarung ketat di negara bagian ini. Mereka menggelontorkan iklan dalam jumlah besar di sini. Sejumlah jajak pendapat memperlihatkan posisi kedua calon berimbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ohio&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;20 Dewan Pemilih&lt;br /&gt;Obama memimpin sangat tipis dalam jajak pendapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Carolina Utara&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;15&lt;br /&gt;Posisi McCain di atas angin tapi Obama berharap dari para pemilih kulit hitam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Missouri&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;11 Dewan Pemilih&lt;br /&gt;Selama 104, kandidat pilihan negara bagian Missouri selalu menjadi presiden Amerika Serikat. Hanya satu kekecualian, yakni pada 1956. McCain unggul dalam jajak pendapat awal tapi, setelah Obama meluncurkan kampanye televisi besar-besaran, sebagian besar jajak pendapat memperlihatkan posisi kedua calon berimbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Indiana&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;11 Dewan Pemilih&lt;br /&gt;Negara bagian yang biasa memenangkan calon Republik tapi pemilu kali ini sangat kompetitif. Jajak pendapat seusai pemilihan awal memperlihatkan Obama cukup kuat di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Montana&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;3 Dewan Pemilih&lt;br /&gt;Sejak 1992, saat Montana memilih Bill Clinton sebagai presiden, negara bagian itu selalu mendukung Partai Republik. Saat ini McCain unggul tipis dalam jajak pendapat.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Nurkhoiri &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8995744091977541029-4836852254261856153?l=klikpilpres.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpilpres.blogspot.com/feeds/4836852254261856153/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8995744091977541029&amp;postID=4836852254261856153' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default/4836852254261856153'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default/4836852254261856153'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpilpres.blogspot.com/2008/11/kemenangan-obama-mccain-ditentukan-11.html' title='Kemenangan Obama-McCain Ditentukan 11 Negara Bagian'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8995744091977541029.post-4032197222989489817</id><published>2008-11-03T20:43:00.001+07:00</published><updated>2008-11-03T20:46:07.069+07:00</updated><title type='text'>Memahami Pilpres AS</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Oleh Fitriyah&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;         &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PEMILU &lt;/span&gt;di Amerika Serikat untuk memilih presiden ke-44 dijadwalkan Selasa (4/11) besok. Presiden Bush yang telah menjabat selama dua periode tidak diizinkan mengikuti lagi, sesuai dengan Amandemen Ke-22 Konstitusi AS.&lt;br /&gt;Dua calon utama dalam pilpres kali ini adalah Senator John McCain yang berpasangan dengan Gubernur Alaska Sarah Palin dari Partai Republik, dan Senator Barack Obama berpasangan dengan Senator Joe Biden dari Partai Demokrat. Sebelum terpilih mewakili partainya, kedua capres mengikuti hampir 60 pemilihan pendahuluan atau kaukus dan telah berkampanye untuk memenangi pemilihan pendahuluan selama 20 bulan lebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibandingkan dengan pilpres sebelumnya, Pilpres 2008 mampu menyedot perhatian masyarakat seluruh dunia, termasuk Indonesia. Ini tidak lepas dari fenomena Obama. Jika terpilih, dia akan menjadi presiden pertama AS dari keturunan Afrika. Kandidasi Obama menunjukkan nominasi kandidat berdasarkan kecerdasan dan integritas calon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain dua calon utama tersebut, terdapat calon dari partai-partai menengah dan kecil, serta calon indipenden. Sistem pemilu di Amerika memungkinkan seseorang maju tanpa dukungan partai politik. Pilpres 2008 diikuti 12 capres di luar dua calon utama. Namun, seperti pilpres-pilpres sebelumnya, pemenang selalu berasal dari salah satu dari dua partai besar, Partai Republik atau Partai Demokrat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari fenomena Obama, tulisan ini ditujukan untuk memberi informasi tentang dimensi sistem pemilu di Amerika Serikat yang menarik dan berbeda dari Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h4 style="text-align: justify;"&gt;Hari Pemilu&lt;/h4&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Di AS ada dua jenis pemilihan. Pertama, pemilihan pendahuluan yang dilakukan sebelum pemilu, untuk menentukan calon-calon dari partai yang akan maju. Hanya sebagian kecil negara bagian yang menggunakan konvensi negara bagian atau daerah untuk memilih calon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, pemilihan umum (pemilu) untuk menentukan siapa yang terpilih memegang suatu jabatan. Pemilihan untuk pengisian jabatan tingkat federal, negara bagian, dan wilayah lokal dilaksanakan setiap tahun genap. Hanya beberapa negara bagian dan wilayah lokal yang mengadakan pemilihan pada tahun ganjil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rakyat AS terlibat di banyak pemilu. Setiap empat tahun, mereka memilih presiden dan wakilnya. Setiap dua tahun memilih anggota DPR, dan sepertiga dari 100 anggota Senat. Masih ada pemilu lainnya, baik untuk memilih orang guna mengisi jabatan publik maupun untuk usulan peraturan yang dimintakan persetujuan para pemilih. Semua warga negara yang berusia 18 tahun ke atas berhak memilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uniknya, baik Pilpres, Pemilu DPR, maupun Pemilu Senat selalu digelar hari Selasa setelah Senin pertama bulan November dan pada tahun genap. Sesuai rumus tersebut, Pilpres 2008 digelar pada Selasa tanggal 4 November.&lt;br /&gt;Pemilihan pendahuluan (kaukus) mengawali rangkaian pilpres.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara-negara bagian mengadakan kaukus untuk memilih delegasi. Calon yang mampu mengumpulkan mayoritas delegasi akan memenangi pemilihan sebagai kandidat presiden dalam konvensi pencalonan nasional partai politik.&lt;br /&gt;Siapa calon wakil presiden (running-mate) pun diumumkan dalam konvensi nasional. Momen ini sekaligus meratifikasi platform partai, sehingga rakyat mengetahui pilihan-pilihan kebijakan jika memerintah. Pemilihan pendahuluan umumnya dilakukan Januari sampai Juni, sedangkan konvensi nasional pada bulan Juli, Agustus, atau September.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h4 style="text-align: justify;"&gt;Electoral College&lt;/h4&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Presiden tidak dipilih langsung oleh rakyat AS, tetapi dipilih oleh Dewan Pemilihan (electoral college). Rakyat AS terlibat di banyak pemilu. Setiap empat tahun, mereka memilih presiden dan wakilnya. Setiap dua tahun memilih anggota DPR, dan sepertiga dari 100 anggota Senat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari aspek ini, Indonesia dikatakan lebih demokratis. Hari ini, rakyat Amerika di setiap negara bagian hadir ke tempat pemungutan suara (TPS) untuk memilih sebuah ”kelompok pemilih” atau Dewan Pemilihan, guna mendukung salah seorang capres.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, 41 hari sesudah pemilu atau 15 Desember 2008, anggota Dewan Pemilihan bertemu di masing-masing negara bagian untuk memasukkan suara mereka bagi presiden. Hasil pemilihan dihitung Kongres pada 6 Januari, dan pelantikan presiden terpilih tanggal 20 Januari 2009. Jadi ada empat tahapan pilpres, yakni a) pemilihan pendahuluan / kaukus, b) konvensi, c) pemilu, dan d) tahap Dewan Pemilihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah ”pemilih” tiap negara bagian bervariasi sesuai dengan jumlah delegasi Kongres. Formulanya sebanyak jumlah senator, yakni dua orang untuk tiap negara bagian, ditambah jumlah anggota DPR di suatu negara bagian yang besarnya dipengaruhi jumlah penduduk. Total jumlah anggota Dewan Pemilihan sebanyak 538 orang dari 50 negara bagian. Khusus Washington DC, yang bukan negara bagian, punya tiga wakil. Untuk menjadi pemenang pemilu, sesuai dengan prinsip mayoritas mutlak yang dianut, diperlukan minimal 270 suara.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h4 style="text-align: justify;"&gt;Dana Kampanye&lt;/h4&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Masa kampanye di AS tidak dibatasi kapan dimulai dan kapan berakhirnya. Maknanya, sepanjang waktu kandidat bisa kampanye. Untuk memenangi nominasi, para kandidat presiden memulai kampanyenya dua tahun sebelum pemilihan. Sementara kandidat cawapres tidak berkampanye karena ia diseleksi oleh capres.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam memilih cawapres tidak ada ketentuan formal. Yang diatur adalah larangan keduanya berasal dari satu negara bagian. Biasanya capres memperhatikan keseimbangan sebagai pasangan yang saling melengkapi. Misalnya Biden terpilih sebagai cawapres karena mempunyai pengetahuan dan pengalaman luas tentang isu-isu kebijakan luar negeri, sesuatu yang tak dimiliki Obama. Cawapres juga harus siap menggantikan presiden jika ada halangan di masa jabatannya. Penentuan tentang siapa cawapres yang dipilih adalah peristiwa penting dan ikut memengaruhi terpilihnya calon presiden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The long campaign membutuhkan dana besar yang diperoleh para calon melalui penggalangan dana. Ada aturan ketat tentang bagaimana cara pengumpulan dan pembelanjaan dana kampanye. Aturan-aturan ini memungkinkan semua sumbangan yang diterima para calon tak bisa dimanipulasi, karena bisa dipantau oleh pihak ketiga yang independen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besaran sumbangan kampanye yang boleh diberikan oleh individu serta badan hukum dibatasi dan harus tercatat. Sumbangan individu tak boleh lebih dari 1000 dolar AS, dan jika diberikan dalam bentuk uang tunai tak lebih dari 100 dolar AS. Perusahaan besar yang amat berkepentingan dengan capres hanya dibolehkan menyumbang tak lebih dari 100 dolar AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembatasan ini membuat tak ada satu perusahaan atau perorangan yang dominan membiayai kampanye calon, sehingga tidak ada utang budi politik. Kemampuan calon mengumpulkan dana kampanye pada akhirnya menunjukkan kualitas calon dan luasnya dukungan pemilih. Pemerintah juga membiayai kampanye, tetapi terbatas hanya bagi calon yang mampu mendapat dukungan di minimal 20 negara bagian.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h4 style="text-align: justify;"&gt;Kelemahan Sistem&lt;/h4&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Rakyat Amerika sudah mengenal tradisi pemilihan jauh sebelum pengesahan Konstitusi Amerika Serikat 1787. Dari waktu ke waktu, mekanisme pemilihan disempurnakan guna menjamin hak pilih universal. Sistem pemilu AS menjamin lahirnya kandidat berkualitas dengan platform yang responsif dan terukur, juga menjamin transparansi pengelolaan dana kampanye, serta bagaimana dana diperoleh. Tetapi bukan tak mengandung kelemahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Galibnya, sistem pemilu distrik dengan formula the winner takes all yang digunakan dalam semua pemilihan di AS, termasuk memilih anggota Dewan Pemilihan, dimungkinkan pilihan rakyat banyak terhadap capres tidak sinkron dengan pilihan melalui perwakilan di Dewan Pemilihan. Dimungkinkan capres yang memenangi suara rakyat, tetapi tidak terpilih sebagai presiden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang sejarah pemilu di AS, peristiwa tersebut telah terjadi 17 kali. Pertama kali pada Pilpres 1824 dan terakhir tahun 2000 ketika George W Bush menjadi presiden. Ketika hal itu terjadi, tak disikapi dalam bentuk kemarahan oleh mereka yang kalah dan para pendukungnya. Rakyat AS patuh dan menghormati aturan main yang disepakati dalam pemilu. Perilaku ini disebut perilaku demokrasi, sesuatu yang masih langka di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita perlu belajar tentang perilaku demokrasi dari pemilu di AS, mengingat intensitas pemilu di Indonesia makin tinggi. Tahun 2009 ada pemilu legislatif dan pilpres, selanjutnya selama kurun waktu 2010 sampai 2013, akan berlangsung 428 pilkada. Jumlah ini akan terus bertambah seiring dengan menguatnya pemekaran daerah. Kita perlu belajar untuk tidak tergoda selalu mengubah aturan main setiap menjelang pemilu, melalui revisi undang-undangnya. (32)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;— Fitriyah, staf pengajar Jurusan Ilmu Pemerintahan FISIP Undip&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8995744091977541029-4032197222989489817?l=klikpilpres.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpilpres.blogspot.com/feeds/4032197222989489817/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8995744091977541029&amp;postID=4032197222989489817' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default/4032197222989489817'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default/4032197222989489817'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpilpres.blogspot.com/2008/11/memahami-pilpres-as-oleh-fitriyah.html' title='Memahami Pilpres AS'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8995744091977541029.post-7870283915587347360</id><published>2008-11-03T19:34:00.000+07:00</published><updated>2008-11-03T19:35:24.310+07:00</updated><title type='text'>"Konflik" Agama dan Pemilu di Dua Negara</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;" id="judulartikelcetak"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;          &lt;span class="tglct"&gt;Senin, 3 November 2008 | 00:36 WIB&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;R William Liddle&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dalam kampanye presidensial Amerika Serikat 2008 ini, tuntutan kaum konservatif Kristen berkurang sekali ketimbang Pemilu 2004. Isu-isu mereka jarang dibicarakan kedua calon presiden, Barack Obama dan John McCain.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dari awal kampanye tahun ini, ketika belum ada krisis perbankan dan pasar saham, yang menonjol adalah konflik kebijakan ekonomi, khususnya peran yang seharusnya dimainkan negara dan pasar.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sebagai pengamat politik Indonesia, mungkin saya lebih peka terhadap perubahan ini, sebab keadaan Indonesia belakangan ini memberi kesan bertolak belakang dengan yang saya alami di Amerika Serikat. Sejak Pemilu 2004, tuntutan kaum konservatif Islam di Indonesia kian kedengaran. Di tingkat nasional kita menyaksikan perlawanan terhadap pluralisme, liberalisme, dan sekularisme, kampanye Undang-Undang Pornografi dan gerakan anti-Ahmadiyah. Di tingkat lokal, puluhan DPRD membuat berbagai peraturan bernuansa syariat.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Di AS, ada survei baru yayasan nirlaba Faith in Public Life (Iman dalam Kehidupan Publik) yang membantu saya mengerti apa yang terjadi di negeri Paman Sam. Ternyata ada pergeseran pandangan politik orang beragama, khususnya orang muda, yang memanfaatkan Barack Obama. Lebih banyak orang AS menganggap Obama ”ramah terhadap agama” ketimbang McCain (49 persen lawan 45 persen). Di kalangan pemilih usia 18-34 tahun, 71 persen mengaku akan memilih Obama pada pemilihan presidensial 4 November. Dari kelompok muda ini, lebih banyak orang Katolik suka Obama (55 persen) ketimbang McCain (40 persen).&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dari para pemilih yang mengikuti kebaktian di gereja satu atau dua kali sebulan, 60 persen mengaku akan memilih Obama, dibanding 49 persen memilih John Kerry, capres Partai Demokrat, tahun 2004. Hal ini mengingatkan kita kepada George Bush pada Pemilu 2004. McCain mendapat dukungan mayoritas Protestan evangelis (68 persen lawan 25 persen yang pro-Obama). Meski demikian, ada tanda, evangelis muda pun mulai bergeser dari kesetiaan lama pada Partai Republik (65 persen pro-McCain, 29 persen pro-Obama).&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Di luar pilihan calon presiden, beberapa temuan meyakinkan Faith in Public Life bahwa the God gap, kesenjangan Tuhan, mulai dijembatani. Mayoritas besar pemilih menyebutkan ekonomi, harga minyak, dan asuransi kesehatan sebagai isu paling penting masa kini. Lebih banyak orang muda Katolik mendukung hak aborsi ketimbang orangtua mereka (60 persen lawan 50 persen). Di kalangan evangelis putih, 52 persen orang muda (dibanding 39 persen orangtua) menyetujui hak orang gay dan lesbian. Lebih banyak orang evangelis putih muda percaya, moralitas terpisahkan dari agama dan bahwa diplomasi lebih baik daripada kekuatan militer.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;AS dan Indonesia&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Membaca angka-angka ini, saya teringat hasil survei yang dirilis Lembaga Survei Indonesia tentang kekuatan partai-partai Islam di Indonesia. Temuannya mirip dengan Faith in Public Life. Hal ini meyakinkan, benturan politik di permukaan belum tentu mencerminkan sikap rakyat di bawah. Hampir 90 persen masyarakat Indonesia beragama Islam, tetapi hanya 17 persen yang mengaku akan memilih partai berasas Islam pada Pemilu 2009. Pemilih Islam di Indonesia cenderung mendukung partai-partai berasas Pancasila, khususnya PDI-P, Golkar, dan Partai Demokrat.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dari berbagai segi, tiga partai ”sekuler” itu dianggap lebih mampu memerintah. Menurut 17 persen dan 16 persen responden, Golkar dan PDI-P memiliki citra mewakili rakyat kecil. Sekitar 12 persen berpendapat, Partai Demokrat punya image itu. Dari semua partai Islam, PKS di depan dengan tujuh persen. Ketika responden ditanya apakah salah satu partai punya program bagus, peduli pada keinginan rakyat, atau memiliki pemimpin yang mampu memecahkan masalah bangsa, jawabannya hampir sama. Hanya saat ditanya tentang kebersihan dari korupsi, PKS (10 persen) ditempatkan di atas Partai Demokrat (7 persen), PDI-P (6 persen), dan Golkar (4 persen).&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Masalah umum&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sebagaimana halnya pemilih Kristen di AS, pemilih Islam di Indonesia mementingkan masalah-masalah yang kiranya jauh dari agama. Sifat-sifat paling penting dimiliki suatu partai politik adalah kepedulian pada kepentingan rakyat (32 persen), memiliki program untuk kesejahteraan rakyat (29 persen), kesediaan mewakili kepentingan semua lapisan masyarakat (16 persen), serta kebersihan dari korupsi (12 persen). Saat ditanya hal-hal yang paling mendesak dan harus ditangani pemerintah, 76 persen menyebut ”ekonomi dan kesejahteraan rakyat”, hanya 0,8 persen mengatakan ”moral dan agama”.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Meski demikian, belum bisa dikatakan, konflik agama di dua negara kita sudah selesai. Akarnya terlalu dalam dan tebal. Namun, ada kemungkinan kita sudah bersama-sama memasuki fase baru dalam politik yang lebih mementingkan masalah ekonomi ketimbang agama. Meski penuh tantangan, apalagi dalam suasana krisis yang kini merundung kita. Bagi saya, fase ini lebih menjanjikan asal ada kebijakan yang tepat, kemakmuran dan kesejahteraan rakyat adalah sesuatu yang bisa dicapai di dunia ini.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;R William Liddle&lt;/strong&gt; Profesor Ilmu Politik, Ohio State University, Columbus, Ohio, AS&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8995744091977541029-7870283915587347360?l=klikpilpres.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpilpres.blogspot.com/feeds/7870283915587347360/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8995744091977541029&amp;postID=7870283915587347360' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default/7870283915587347360'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default/7870283915587347360'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpilpres.blogspot.com/2008/11/konflik-agama-dan-pemilu-di-dua-negara.html' title='&quot;Konflik&quot; Agama dan Pemilu di Dua Negara'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8995744091977541029.post-2401045559613902967</id><published>2008-11-03T19:33:00.000+07:00</published><updated>2008-11-03T19:34:05.772+07:00</updated><title type='text'>AMERICANA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;" id="judulartikelcetak"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="txtartikelcetak"&gt;       &lt;span class="tglct"&gt;Senin, 3 November 2008 | 03:00 WIB&lt;/span&gt;  &lt;div id="article_body"&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Harapan Mayer&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Musisi John Mayer (31) tidak lagi sabar menanti dunia untuk berubah. Dalam blog di harian internet The Huffington Post atau kerap disingkat HuffPo, Kamis lalu, John mengirim tulisan ”Hope Is Not a Buzz Word”. Di dalam tulisannya, pria kelahiran 16 Oktober 1977 di Connecticut itu terlihat jelas terkesan dengan kandidat Presiden Partai Demokrat, Barack Obama.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;John mengaku mendapat semangat dan harapan baru dari kampanye ”HOPE” Obama. ”Yang saya tangkap dari Obama adalah pada saat-saat sulit seperti ini, kita masih punya harapan. Ketika saya kira tugas saya hanya membantu negara melewati masa-masa krisis terparahnya, Obama membuat saya yakin saya bisa menjadi saksi perubahan yang paling brilian dalam sejarah AS,” tulis John.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;John juga mengaku tidak pernah memandang isu pemilihan dari perspektif Obama. ”Ia (Obama) mengatakan, AS akan mengalami perubahan luar biasa yang akan bisa diceritakan kepada anak cucu. Ini konsep yang luar biasa untuk anak muda,” tulisnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;John yang baru-baru ini mempersembahkan lagu untuk Obama dalam sebuah konser musik di Los Angeles menilai orang-orang dewasa yang memilih Obama menganggap Obama tokoh yang bisa mengembalikan masa-masa kejayaan AS. Sementara bagi anak-anak muda, Obama menjadi figur yang memperkenalkan kejayaan AS.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Konsep ”HOPE” atau harapan yang disebarkan Obama, menurut John, menjadi komoditas penting bagi rakyat AS yang dianggapnya kehilangan harapan. ”Harapan bisa membentuk kembali cara individu berpikir dan hidup. Jika kita tidak percaya akan harapan, keinginan untuk hidup akan berubah,” tulis John, yang telah mengeluarkan album Room for Squares dan Heavier Things. (LUK)&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt; Falco Ajak Relawan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Edie Falco (45) terlihat gelisah dan gugup. Rupanya pemeran Carmela Soprano dalam serial The Sopranos produksi HBO itu diminta berbicara di hadapan para penggemarnya di North Carolina dalam rangka ajang kampanye kandidat presiden Partai Demokrat, Barack Obama, Sabtu (1/11). Perempuan yang lahir di Brooklyn, New York, 5 Juli 1963, itu mengaku tidak pernah bisa mengerti pemikiran pemilih. ”Saya tidak pernah berniat mengubah pikiran orang,” kata Falco, yang mengaku mendukung Obama.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Falco hanya berbicara selama lima menit dan tidak sekali pun menyebut nama kandidat presiden Partai Republik, John McCain, atau Presiden AS George W Bush. ”Banyak politikus yang sebenarnya tidak mengerti politik. Saya malu punya wakil seperti mereka,” ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketika berbicara di hadapan penggemarnya sekaligus para pendukung Obama, Falco mengajak mereka membantu petugas pemilihan. ”Kalau Anda punya waktu luang untuk jadi relawan, Anda bisa membantu para petugas atau membawakan makanan dan minuman,” ajaknya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Partisipasi Falco dalam pemilihan bukan sekali ini saja. Pada waktu pemilihan presiden AS tahun 2004, Falco aktif tampil dalam iklan TV berdurasi 30 detik mewakili perkumpulan Kaum Ibu Penentang Bush (Mothers Opposing Bush/MOB). ”Ibu selalu mengutamakan kepentingan anak-anaknya. Apakah Anda juga seperti itu, Mr Bush?” kata Falco dalam iklan itu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Falco dikabarkan memberikan bantuan dana 1.000 dollar AS untuk kampanye John Kerry, 300 dollar AS untuk Komite Nasional Demokrat, serta 1.000 dollar AS dan 300 dollar AS untuk Hillary Clinton pada tahun 2005. (AP/LUK)&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8995744091977541029-2401045559613902967?l=klikpilpres.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpilpres.blogspot.com/feeds/2401045559613902967/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8995744091977541029&amp;postID=2401045559613902967' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default/2401045559613902967'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default/2401045559613902967'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpilpres.blogspot.com/2008/11/americana.html' title='AMERICANA'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8995744091977541029.post-4482364614497292573</id><published>2008-11-03T19:31:00.000+07:00</published><updated>2008-11-03T19:32:24.149+07:00</updated><title type='text'>Survei Opini sejak 1824</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;" id="judulartikelcetak"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;          &lt;span class="tglct"&gt;Senin, 3 November 2008 | 01:30 WIB&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pemanfaatan survei opini dalam ajang pemilu di Amerika Serikat telah mengakar sedemikian lama. Dalam beberapa catatan, pemilu tahun 1824 menjadi tonggak pertama kalinya survei dilakukan. Saat itu, surat kabar Harrisburg Pennsylvanian, Wilmington, dan Delaware memelopori pengumpulan opini publik terkait preferensi mereka terhadap kandidat presiden yang bersaing.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Metode yang digunakan sangat sederhana dan belum bersifat ilmiah. Siapa pun warga AS dapat menyatakan pilihannya terhadap kandidat presiden Andrew Jackson, John Quincy Adams, Henry Clay, dan William Harris Crawford. Pilihan dinyatakan dengan selembar formulir dan dikirimkan ke harian tadi.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hasilnya, Andrew Jackson lebih popular dibandingkan dengan ketiga kandidat lainnya. Hasil pemilu memang mengantarkan Andrew Jackson sebagai peraih suara pemilih (popular votes) terbanyak. Namun, hasil tersebut tidak mengantarkannya menjadi presiden oleh karena dalam perhitungan electoral votes menempatkan John Quincy Adams meraih lebih banyak.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Semenjak peristiwa ini, media massa berlomba-lomba dalam penyelenggaraan survei. Dalam perjalanannya, berkali-kali pula survei mengalami ketidakakuratan saat digunakan sebagai alat memprediksi kemenangan.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tahun 1936 juga menjadi tonggak sejarah penyelenggaraan survei opini publik. Saat itu, majalah Literary Digest menyelenggarakan survei dengan mengandalkan sekitar 2 juta responden. Pada saat yang sama, American Institute of Public Opinion (AIPO) pimpinan George Gallup, Fortune Survey pimpinan Paul T Cherington dan Elmo Roper, serta Crossley Poll pimpinan Archibald M Crossley juga menyurvei opini publik dengan mengandalkan tidak lebih dari 1.500 responden.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Mengejutkan, hasil prediksi berbeda-beda. Literary Digest memprediksikan kemenangan Alfred M Landon, kandidat Republik. Sementara ketiga institusi survei lainnya sepakat memprediksikan kemenangan Franklin D Roosevelt dari Demokrat. Hasil resmi menunjukkan kemenangan Franklin D Roosevelt. Inilah era di mana survei yang dilakukan secara scientifik mampu memprediksi secara akurat sekalipun menggunakan sampel yang jauh lebih kecil.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Keberhasilan memprediksi pada tahun 1936 dengan sendirinya membangkitkan popularitas institusi survei berbasis scientifik. AIPO berubah menjadi Gallup Poll dan merambah ke berbagai negara di Eropa. Survei dalam pemilu semenjak itu lebih dominan menggunakan pendekatan ilmiah, antara lain dengan bantuan statistika.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pada tahun 1948, pukulan keras dialami institusi survei. Saat itu Presiden Harry Truman, kandidat Demokrat, diprediksikan akan mengalami kekalahan. Sementara penantangnya, Thomas Dewey, kandidat Republik, diprediksikan sebagai pemenang oleh Gallup Poll, Crossley, maupun Roper. Pada kenyataannya, Truman mempertahankan kursi kepresidenan untuk kedua kali.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pada periode-periode selanjutnya, sekalipun peristiwa tahun 1948 menjadi momok, kepercayaan masyarakat terhadap hasil survei terpulihkan. Institusi survei pun semakin memperbaiki metode dan hasil prediksi.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sebagai contoh, responden Amerika dikategorikan dalam dua tingkatan, yaitu pemilih terdaftar (registered voters) dan pemilih terdaftar yang positif akan menggunakan hak pilihnya pada pemilu (likely voters). Perhitungan yang semula hanya mengandalkan pemilih terdaftar kerap kali mengaburkan prediksi mengingat tingkat partisipasi pemilih di AS pada beberapa pemilu terakhir hanya berkisar 50 persen.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hasil-hasil perbaikan ini berbuah hasil. Terbukti, pascatahun 1948 institusi semacam Gallup Poll berhasil memprediksi kemenangan secara tepat dengan selisih yang sangat kecil dari perhitungan resmi. &lt;strong&gt;(Bestian Nainggolan, Dari Berbagai Sumber)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8995744091977541029-4482364614497292573?l=klikpilpres.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpilpres.blogspot.com/feeds/4482364614497292573/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8995744091977541029&amp;postID=4482364614497292573' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default/4482364614497292573'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default/4482364614497292573'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpilpres.blogspot.com/2008/11/survei-opini-sejak-1824.html' title='Survei Opini sejak 1824'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8995744091977541029.post-5528901722481616344</id><published>2008-11-03T19:29:00.000+07:00</published><updated>2008-11-03T19:30:10.311+07:00</updated><title type='text'>Peluang Para Kandidat Presiden</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;          &lt;!--zoom image--&gt;  &lt;script language="javascript"&gt;  function Big(me)  {  me.width *= 1.700; me.height *= 1.700;  }  function Small(me)  {  me.width /= 1.700; me.height /= 1.700;  }  &lt;/script&gt;            &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;" id="boximartikelcetak1"&gt;   &lt;table style="text-align: left; margin-left: 0px; margin-right: auto;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="300" height="200"&gt;     &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td&gt;     &lt;img src="http://www.kompas.com/data//photo/2008/11/03/3063633p.jpg" onmouseover="Big(this);" onmouseout="Small(this);" width="300" height="224" /&gt;   &lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;     &lt;tr align="left"&gt;    &lt;td&gt;          &lt;span class="txfotocetak"&gt;    &lt;span style="font-size:85%;"&gt;AP Photo/Charles Dharapak / &lt;a href="http://www.kompasimages.com/" target="_blank"&gt;Kompas Images&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kandidat presiden Amerika Serikat, John McCain dan Barack Obama, bertatap muka sebelum dimulainya debat calon presiden di University of Mississippi, Oxford, Amerika Serikat, September lalu. &lt;/span&gt;    &lt;/span&gt;        &lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;     &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;          &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span class="tglct"&gt;Senin, 3 November 2008 | 03:00 WIB&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Bestian Nainggolan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Menjelang pemilu dilakukan, berbagai survei opini publik di Amerika Serikat cenderung menempatkan keunggulan Barack Obama atas John McCain. Survei juga mengungkap pola pengelompokan yang telah terbentuk sejak lama dan bersifat konsisten. Secara teoretis, masihkah McCain berpeluang menang?&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Apabila mengkaji dari hasil survei pre-election yang dilakukan tiga institusi survei ternama di AS, sekalipun dilaksanakan dengan metode yang beragam, secara umum memang menguatkan keunggulan Barack Obama dari Partai Demokrat.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Gallup Poll, misalnya, institusi survei dengan 70 tahun pengalaman, melalui survei terakhirnya akhir Oktober 2008, menempatkan dukungan Obama oleh 50 persen pemilih terdaftar, sementara McCain meraih 42 persen. Gambaran semacam itu konsisten selama 20 kali survei sejak Juni 2008 kecuali pada pertengahan September 2008.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;CBS News dan New York Times, institusi media yang sejak tahun 1976 berkolaborasi dalam penyelenggaraan survei pemilu, juga mendudukkan keunggulan Obama. Survei terbaru akhir Oktober 2008 menyatakan, Obama didukung 52 persen dan McCain 41 persen.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Survei CBS News dan New York Times dilakukan berkala sejak Februari 2008. Dua survei terakhir menggunakan model panel, yaitu sampel yang sama dalam dua waktu penyelenggaraan survei yang berbeda. Sampel yang terpilih bukan hanya berstatus sebagai pemilih terdaftar, tetapi mereka yang menyatakan positif akan menggunakan hak pilihnya pada pemilu.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Cara demikian cukup presisi untuk menampilkan dinamika perubahan dari masing-masing responden survei. Dalam hal ini, terlihat pada minggu terakhir posisi Obama semakin menguat.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Menguatnya posisi Obama juga dipaparkan Harris Poll, institusi yang aktif sejak tahun 1963 dalam penyelenggaraan survei. Menggunakan metode online survey dengan pembobotan, survei mereka pada 16-20 Oktober 2008 menampilkan keunggulan Barack Obama enam persen di atas John McCain. Selisih keunggulan ini semakin besar dibandingkan dengan survei-survei mereka sebelumnya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Bukan prediksi&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ratusan survei yang telah diselenggarakan di AS sepanjang pemilu 2008 ini kerap kali dimaknai sebagai upaya memprediksi kemenangan kandidat yang bertarung.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Keunggulan salah satu kandidat dalam survei dianggap ”jaminan” kemenangan dalam pemilu sesungguhnya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Padahal, setiap institusi survei di AS sepakat bahwa hasil pre-election survey yang mereka publikasikan bukan untuk memprediksi hasil. Survei untuk memahami perilaku para pemilih, termasuk preferensi (tingkat kesukaan) politik pemilih terhadap para kandidat yang bersaing saat survei diselenggarakan.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dengan demikian, kemungkinan terjadinya kejutan sesungguhnya tetap terbuka.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hal ini bermakna, bagi John McCain, sekalipun selalu tertinggal, masih punya peluang membalikkan situasi. Patut juga diperhatikan bahwa hasil rangkaian survei yang biasanya bersifat mingguan tersebut juga mengungkapkan pola kecenderungan pilihan dari waktu ke waktu.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kedua informasi inilah yang sebenarnya paling hendak digambarkan oleh survei. Dalam kaitan ini tergambar, misalnya, betapa sulit McCain menggapai kemenangan terhadap Obama.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hebatnya, meski survei yang dilakukan CBS News, New York Times, maupun Harris Poll berbeda metode, hasil pemetaan pola-pola preferensi yang didapat bisa mirip. Temuannya, pola dukungan yang terbentuk terhadap masing-masing calon ternyata cukup dekat dengan aspek identitas pemilih. Dalam hal ini, identitas primordial seperti ras, etnisitas, dan agama merupakan faktor yang signifikan memengaruhi dukungan publik Amerika Serikat.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Pola dukungan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Obama, misalnya, sangat menonjol didukung oleh kelompok ras nonkulit putih, termasuk kulit hitam dan hispanik. Dalam survei Gallup, lebih dari 90 persen kalangan kulit hitam dan 60 persen hispanik mendukung Obama. Adapun dukungan kalangan kulit putih non-hispanik berjumlah sekitar 44 persen. Di kubu McCain, basis dukungan datang dari kalangan kulit putih non-hispanik. Hanya 3 persen dari kalangan kulit hitam dan 29 persen kaum hispanik.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dalam kategori lain, yaitu penganut ritual keagamaan, 66 persen pemilih yang mengaku setiap minggu beribadah mendukung McCain. Cukup kontras dengan pendukung Obama yang 56 persen mengaku jarang atau tak pernah beribadah.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Temuan yang mirip juga tampak dalam pemilahan identitas berdasarkan kelompok usia, jenis kelamin, maupun jenjang pendidikan. Pendukung Obama secara kontras mengelompok pada kalangan muda (18-30 tahun), perempuan, dan berpendidikan tinggi. Tidak kurang dari 60 persen mendukung Obama. Sangat berbeda dengan pendukung McCain yang mengelompok pada kalangan tua dan berpendidikan menengah-bawah.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pengelompokan dukungan berdasarkan identitas pemilih secara konsisten makin terlihat pada kategori parpol. Simpatisan Demokrat, baik yang terbagi dalam liberal, moderat, maupun konservatif, setia mendukung Obama. Makin liberal simpatisan, semakin kuat dukungan mereka. Demikian juga bagi McCain, dari yang konservatif maupun moderat. Namun, dukungan terkuat datang dari yang konservatif. &lt;strong&gt;(Litbang Kompas)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8995744091977541029-5528901722481616344?l=klikpilpres.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpilpres.blogspot.com/feeds/5528901722481616344/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8995744091977541029&amp;postID=5528901722481616344' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default/5528901722481616344'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default/5528901722481616344'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpilpres.blogspot.com/2008/11/peluang-para-kandidat-presiden.html' title='Peluang Para Kandidat Presiden'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8995744091977541029.post-4363691468034393253</id><published>2008-11-03T19:27:00.000+07:00</published><updated>2008-11-03T19:28:02.512+07:00</updated><title type='text'>Belajar untuk Kecewa</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;" id="judulartikelcetak"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;          &lt;span class="tglct"&gt;Senin, 3 November 2008 | 03:00 WIB&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sistem pemilu presiden di AS bakal menimbulkan kisruh, rusuh, apabila diterapkan di Indonesia. Mengapa? Soalnya, hasil pemilu presiden di AS sangat memungkinkan seseorang yang meraih suara terbanyak alias popular votes tidak menjadi presiden terpilih karena kalah dalam electoral votes.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Simak hasil pemilu presiden tahun 2000 dengan selisih suara yang sangat tipis antara George W Bush (Republik) dan Al Gore (Demokrat) di Florida. Waktu itu, Bush meraih 271 electoral votes dari 30 negara bagian, sedangkan Gore memperoleh 266 electoral votes dari 20 negara bagian plus Washington DC.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Padahal, Bush memperoleh 50.456.002 suara popular (47,9 persen). Gore lebih banyak dengan meraih 50.999.897 suara popular (48,4 persen). Tetapi, Bush ditetapkan sebagai presiden karena unggul dalam electoral votes. Konstitusi mengatur demikian.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hal serupa sudah pernah terjadi beberapa kali di AS. Banyak yang kecewa karena popular votes jelas mewakili suara masyarakat banyak pada seorang kandidat. Tetapi, sistem menegaskan bahwa suara dari electoral college yang menentukan. Kini ada upaya untuk mengubah sistem yang dinilai tidak cocok lagi itu.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Di Indonesia, jelas sistem ini bakal kisruh karena masyarakat atau pemilih di sini masih harus belajar untuk menghadapi kekecewaan. Belajar untuk menerima kekalahan karena memang sistem atau konstitusinya sudah mengatur demikian. Padahal, sistem atau konstitusi yang mengatur sistem tadi sebelumnya sudah dibahas dan disepakati bersama.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Makanya sudah lumrah apabila pemilihan pada level apa pun di negeri ini sering diwarnai dengan benturan fisik. Lebih disayangkan lagi harta benda, termasuk kantor atau fasilitas umum yang sebenarnya milik pemerintah, dibangun dengan uang dari pajak ikut dirusak sebagai pelampiasan kekecewaan. Tidak bisa menerima kekalahan.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Padahal, seluruh sistem yang ada di sini berdasarkan kesepakatan bersama, setelah lebih dulu dibahas juga secara bersama. Anehnya lagi, para kandidat yang bertarung dalam pemilu di Indonesia juga sudah memahami semua aturan yang ada. Bahkan, mereka juga ikut membuatnya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Akan tetapi, dalam banyak kasus, justru para kandidat tokoh ini yang tidak bisa belajar menerima kekalahan. Massa dibujuk untuk melawan. Berbagai alasan seperti kecurangan dan suap dikemukakan. Alasan tanpa bukti. Hanya semata karena tidak besar hati. Tidak siap menerima kekalahan. Tidak pernah belajar untuk kecewa.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Jadi, sebenarnya sistem pemilihan presiden AS ini bukan tidak cocok dengan iklim di Indonesia, tetapi banyak dari mereka yang bertaruh dalam pemilihan level apa pun di negeri ini yang tidak siap menerima kekalahan. Tidak pernah belajar untuk kecewa. Selama kondisi itu tidak pernah diperbaiki, maka sistem apa pun termasuk sistem pemilihan yang sekarang ini diterapkan tidak pernah memadai.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Belajar menerima kekalahan, belajar untuk kecewa juga berlaku umum dalam level kehidupan apa pun. Dan menjadi tugas semua orang, apalagi para tokoh yang berpengaruh di negeri ini, untuk sejak kini mengajarkan bahwa hidup tidak pernah selalu nyaman, menang. Kecewa juga bagian yang harus diterima. Besar hati, lapang dada. (ppg)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8995744091977541029-4363691468034393253?l=klikpilpres.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpilpres.blogspot.com/feeds/4363691468034393253/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8995744091977541029&amp;postID=4363691468034393253' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default/4363691468034393253'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default/4363691468034393253'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpilpres.blogspot.com/2008/11/belajar-untuk-kecewa.html' title='Belajar untuk Kecewa'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8995744091977541029.post-2350270878087760572</id><published>2008-11-03T19:24:00.000+07:00</published><updated>2008-11-03T19:25:03.018+07:00</updated><title type='text'>Berharap dari Hasil Pemilu AS</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;           &lt;/div&gt;&lt;div style="width: 300px; float: left; margin-right: 10px; text-align: justify;"&gt;         &lt;div style="padding: 0px 0px 5px; width: 298px;"&gt;        &lt;div id="loadarea" style="margin-bottom: 5px; width: 298px;"&gt;&lt;img src="http://www.kompas.com/data/photo/2008/11/02/3062028p.jpg" border="0" width="298" /&gt;     &lt;/div&gt;                    &lt;div id="boxpoto" style="margin-bottom: 0px; font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102);"&gt;&lt;a href="http://www.kompas.com/read/xml/2008/11/03/03435958/berharap.dari.hasil.pemilu.as#" style="font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102); text-decoration: none;"&gt;AP Photo/Pablo Martinez Monsivais&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;        &lt;div id="boxtitle" style="margin-bottom: 0px; font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 11px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Presiden Amerika Serikat George W Bush (tengah) bertemu dengan calon presiden dari Demokrat, Barack Obama, dan calon dari Republik, John McCain, serta pemimpin Kongres berkaitan krisis keuangan di AS, akhir September lalu. Krisis menjadi catatan buruk lain yang ditinggalkan Bush. &lt;/div&gt;       &lt;/div&gt;                                            &lt;!--- video --&gt;             &lt;script type="text/javascript" src="http://tv.kompas.com/video/swfobject.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;div id="player"&gt;&lt;embed type="application/x-shockwave-flash" src="http://tv.kompas.com/video/mediaplayer.swf" style="" id="mpl" name="mpl" quality="high" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" flashvars="height=225&amp;amp;width=298&amp;amp;file=rtmp://stream.kompas-tv.com:443/default/&amp;amp;image=http://tv.kompas.com/images/stories/081030_t_internasional.jpg&amp;amp;id=081030_t_internasional" width="298" height="225"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/div&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;var so = new SWFObject('http://tv.kompas.com/video/mediaplayer.swf','mpl','298','225','8');so.addParam('allowscriptaccess','always');so.addParam('allowfullscreen','true');so.addVariable('height','225');so.addVariable('width','298');so.addVariable('file','rtmp://stream.kompas-tv.com:443/default/');so.addVariable('image','http://tv.kompas.com/images/stories/081030_t_internasional.jpg');so.addVariable('id','081030_t_internasional');so.write('player');&lt;/script&gt;&lt;div id="boxpoto" style="margin-bottom: 0px; font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102);"&gt;&lt;a href="http://www.kompas-tv.com/content/view/7532/2" style="font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102); text-decoration: none;" target="_blank"&gt;Polling AP: Obama Ungguli McCain di 8 Negara Bagian/KompasTV&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;                                &lt;div id="boxterkait" style="width: 300px; background-color: rgb(255, 255, 255); margin-bottom: 20px;"&gt;      &lt;b class="judulnolead"&gt;Artikel Terkait:&lt;/b&gt;      &lt;ul id="navlist"&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.kompas.com/read/xml/2008/11/03/03355827/" college="" as=""&gt;"Electoral College", Demokrasi ala AS&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.kompas.com/read/xml/2008/11/03/0319414/efek.bradley.bandwagon.ayers.atau.osama"&gt;Efek Bradley, Bandwagon, Ayers, atau Osama?&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.kompas.com/read/xml/2008/11/03/03070639/sejuta.warga.siap.pesta.di.chicago"&gt;Sejuta Warga Siap Pesta di Chicago&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.kompas.com/read/xml/2008/11/02/22391184/obama.tak.sadari.bibinya.pendatang.ilegal"&gt;Obama Tak Sadari Bibinya Pendatang Ilegal&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.kompas.com/read/xml/2008/11/02/22202453/obama.unggul.enam.poin"&gt;Obama Unggul Enam Poin&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;     &lt;/div&gt;       &lt;div style="padding: 0pt;"&gt;    &lt;ul id="vidlist"&gt;&lt;li class="listvid"&gt;&lt;a href="http://www.kompas-tv.com/content/view/7398/2" target="_blank"&gt;Siapkah AS Untuk Presiden Kulit Hitam?&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="listvid"&gt;&lt;a href="http://www.kompas-tv.com/content/view/7186/2" target="_blank"&gt;Pemilih Wanita Penentu Kemenangan Pilpres AS&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;    &lt;/div&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="tanggal"&gt;Senin, 3 November 2008 | 03:43 WIB&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;     &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" id="judulartikelcetak"&gt;&lt;strong&gt;                                                         Dewi Fortuna Anwar&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;          &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Sebagai&lt;/strong&gt; satu-satunya negara adidaya yang memiliki pengaruh di seluruh belahan bumi, pemilihan presiden Amerika Serikat—manusia paling berkuasa di dunia—selalu menarik perhatian masyarakat internasional, tidak terkecuali di Indonesia. Majunya kandidat presiden berkulit hitam, Barack Obama, sebagai calon kuat dari Partai Demokrat semakin menyedot perhatian.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Selain latar belakangnya yang tidak konvensional, Obama menjanjikan perubahan kebijakan yang cukup mendasar dari pemerintahan George W Bush yang sangat tidak populer akibat kebijakannya menyerang dan menduduki Irak. Menyadari bahwa kebijakan unilateralisme Bush telah menyebabkan citra dan posisi Washington terpuruk di mata komunitas internasional, Obama berjanji untuk kembali menjadikan AS sebagai warga dunia yang baik, yang mengedepankan pendekatan multilateral dan kerja sama internasional.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Janji Obama ini tampaknya cukup mampu meraih simpati internasional yang telah gerah dengan sikap Bush yang dinilai terlalu arogan menonjolkan kedigdayaan kekuatan militer AS. Berbagai jajak pendapat menunjukkan sebagian besar masyarakat dunia mengharapkan Obama memenangi pemilihan presiden AS, tidak terkecuali di Indonesia.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pengalaman Obama yang pernah tinggal di Indonesia selama beberapa tahun sewaktu ia masih kecil semakin menambah rasa simpati dan kedekatan masyarakat Indonesia terhadap calon presiden dari Partai Demokrat ini. Masyarakat Indonesia, dan warga Muslim dunia pada umumnya, percaya bahwa di bawah kepemimpinan Obama yang lebih mengedepankan dialog daripada konfrontasi, hubungan dunia Islam dan Barat yang belakangan cenderung memburuk karena kebijakan Bush dengan perang melawan terornya akan membaik kembali.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dapat dipastikan bahwa banyak pihak akan kecewa, termasuk di Indonesia, seandainya John McCain, calon presiden dari Partai Republik, yang tampil sebagai pemenang dalam pemilihan presiden nanti. Selain hanya dilihat sebagai penerus Presiden George W Bush, figur McCain juga kurang dikenal di Indonesia. McCain tidak akan mengubah citra internasional Washington yang mulai pudar.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dengan mengedepankan penggunaan hard power-nya dalam 5 tahun terakhir, Washington kehilangan sebagian dari soft power-nya untuk menjadi pemimpin dunia yang dapat diterima oleh sebagian besar masyarakat internasional. Sama dengan Bush, McCain cenderung melihat dunia dari perspektif realist kawan dan lawan—ia akan mengisolasi negara yang dianggap lawan serta berupaya menggalang kekuatan negara-negara yang dianggap kawan untuk mengimbangi kekuatan pesaing.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sebaliknya, Obama cenderung lebih idealist karena ia mendorong agar Washington bermitra dengan negara-negara lain dalam menyelesaikan masalah-masalah internasional serta ingin mengubah ”lawan” menjadi ”kawan”. Apakah akan ada dampak khusus terhadap Indonesia apabila Obama atau McCain memerintah AS?&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Meskipun pendekatan internasional kedua calon presiden cukup berbeda, yang akan melahirkan kebijakan luar negeri yang berbeda pula, misalnya dalam hubungan AS dengan Iran, kebijakan Washington terhadap Asia Tenggara umumnya dan Indonesia khususnya diperkirakan tidak akan banyak mengalami perubahan.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Asia Tenggara tidak menempati prioritas yang tinggi dalam kebijakan luar negeri AS yang banyak tersita oleh berbagai konflik di Timur Tengah, khususnya Irak, munculnya kembali kekuatan Taliban di Afganistan, sementara di Asia Timur perhatian AS lebih banyak tertuju pada masalah keamanan di Semenanjung Korea. Sejak berakhirnya Perang Vietnam, Asia Tenggara relatif damai dengan kebijakan ekonomi yang berorientasi ke Barat sehingga tidak perlu mendapatkan perhatian khusus Washington.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Namun, ada beberapa hal yang patut dicatat dalam hubungan Indonesia-AS. Secara umum, sejak tahun 1970-an, kebijakan AS lebih menguntungkan Indonesia manakala presiden yang menempati Gedung Putih berasal dari Partai Republik. Hal ini berkaitan dengan basis dukungan masing-masing partai.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Partai Republik umumnya didukung oleh perusahaan-perusahaan besar yang beroperasi atau ingin mendapatkan peluang bisnis di luar negeri sehingga mereka biasanya mengedepankan hubungan baik dengan pemerintahan asing, terlepas dari sistem politik yang dianut. Partai Republik juga menaruh perhatian yang lebih besar terhadap isu keamanan internasional, terutama yang berkaitan dengan masalah pertahanan. Sebaliknya, Partai Demokrat banyak didukung oleh serikat buruh, para aktivis hak asasi manusia dan lingkungan. Mereka cenderung mengaitkan isu-isu ini dalam pelaksanaan kebijakan kuar negeri AS dan lebih proteksionis dalam masalah perdagangan.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tidaklah mengherankan kalau pemerintahan Orde Baru didukung oleh pemerintahan dari Partai Republik (Nixon, Ford, Reagan, Bush I) serta mendapat banyak tekanan dan sanksi dari pemerintahan Partai Demokrat (Carter, Clinton). Terlepas dari alasan embargo pemerintahan Clinton terhadap militer Indonesia yang dituduh melanggar HAM di Timor Timur, tidak dapat dimungkiri bahwa embargo tersebut telah melemahkan kemampuan pertahanan Indonesia secara keseluruhan. Normalisasi hubungan militer Indonesia-AS dipulihkan kembali oleh pemerintahan Bush. Di samping pencabutan embargo militer, Pemerintah AS di bawah Bush juga bertindak cepat membantu rehabilitasi korban tsunami di Aceh dan memberikan bantuan pembangunan lainnya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia dan negara demokrasi ketiga terbesar yang merupakan kekuatan utama di ASEAN, bagaimanapun juga Indonesia memiliki nilai strategis tersendiri, baik dalam konteks masalah Islam-Barat maupun dalam menghadapi kebangkitan China. Siapa pun yang terpilih menjadi presiden AS diperkirakan tidak akan mengabaikan Indonesia. Baik McCain maupun Obama sama-sama memiliki pengalaman di Asia Tenggara, meskipun dalam konteks yang berbeda. Dewasa ini tidak ada isu-isu bilateral besar yang mengganjal hubungan Indonesia-AS. Masalah utama sekarang berada pada tataran persepsi masyarakat Indonesia yang negatif terhadap pemerintahan Bush sehingga cukup membatasi ruang gerak Pemerintah Indonesia untuk menerima bantuan atau menggalang kerja sama yang terlalu dekat dengan Pemerintah AS.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Di dalam politik, termasuk politik luar negeri, persepsi tidak jarang lebih penting dari realitas. Presiden Clinton cukup populer di Indonesia, meskipun banyak kebijakannya yang menyulitkan Indonesia. Sebaliknya, Presiden Bush sangat dibenci oleh sebagian masyarakat Indonesia, terlepas berbagai kebijakannya yang selama ini cukup menguntungkan Indonesia.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Apabila Obama terpilih menjadi presiden AS, diperkirakan akan lahir suatu babak baru dalam hubungan bilateral Indonesia-AS, yaitu berkurangnya kecurigaan dan adanya dukungan publik Indonesia yang luas terhadap Washington yang memungkinkan pemerintahan kedua negara untuk menjalin kerja sama yang lebih erat.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hal ini diperkirakan tidak akan terjadi apabila McCain yang menjadi pemimpin AS ke depan, yang bagaimanapun juga hanya dilihat sebagai lanjutan dari Bush. Namun, masyarakat Indonesia harap bersiap menghadapi kemungkinan semakin meningkatnya pembatasan perdagangan dan semakin sulitnya ekspor Indonesia memasuki pasar AS apabila Obama tampil sebagai pemenang, apalagi di tengah krisis ekonomi yang melanda AS dewasa ini.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Dewi Fortuna Anwar&lt;/strong&gt; Profesor Riset Bidang Intermestik, Puslit Politik LIPI&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8995744091977541029-2350270878087760572?l=klikpilpres.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpilpres.blogspot.com/feeds/2350270878087760572/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8995744091977541029&amp;postID=2350270878087760572' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default/2350270878087760572'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default/2350270878087760572'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpilpres.blogspot.com/2008/11/berharap-dari-hasil-pemilu-as.html' title='Berharap dari Hasil Pemilu AS'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8995744091977541029.post-1820482193377806213</id><published>2008-11-03T19:22:00.000+07:00</published><updated>2008-11-03T19:23:22.296+07:00</updated><title type='text'>Efek Bradley, Bandwagon, Ayers, atau Osama?</title><content type='html'>&lt;div class="judulisiberita" style="margin: 5px 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;           &lt;/div&gt;&lt;div style="width: 300px; float: left; margin-right: 10px; text-align: justify;"&gt;         &lt;div style="padding: 0px 0px 5px; width: 298px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;                                            &lt;!--- video --&gt;             &lt;div id="boxpoto" style="margin-bottom: 0px; font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102);"&gt;&lt;a href="http://www.kompas.com/read/xml/2008/11/03/0319414/efek.bradley.bandwagon.ayers.atau.osama" style="font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102); text-decoration: none;" target="_blank"&gt;/&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;                                &lt;div id="boxterkait" style="width: 300px; background-color: rgb(255, 255, 255); margin-bottom: 20px;"&gt;      &lt;b class="judulnolead"&gt;Artikel Terkait:&lt;/b&gt;      &lt;ul id="navlist"&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.kompas.com/read/xml/2008/11/03/03070639/sejuta.warga.siap.pesta.di.chicago"&gt;Sejuta Warga Siap Pesta di Chicago&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.kompas.com/read/xml/2008/11/02/22391184/obama.tak.sadari.bibinya.pendatang.ilegal"&gt;Obama Tak Sadari Bibinya Pendatang Ilegal&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.kompas.com/read/xml/2008/11/02/22202453/obama.unggul.enam.poin"&gt;Obama Unggul Enam Poin&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.kompas.com/read/xml/2008/11/02/1240454/batas.wacana.bagi.pilpres.di.as.dan.indonesia"&gt;Batas Wacana bagi Pilpres di AS dan Indonesia&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.kompas.com/read/xml/2008/11/01/22033132/obama.tebar.pesona.di.kandang.republik"&gt;Obama Tebar Pesona di Kandang Republik&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;     &lt;/div&gt;       &lt;div style="padding: 0pt;"&gt;        &lt;/div&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="tanggal"&gt;Senin, 3 November 2008 | 03:19 WIB&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;     &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;" id="judulartikelcetak"&gt;&lt;strong&gt;                                                   &lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;          &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Teori atau metode komunikasi politik mana yang paling memberi pengaruh dan kejutan menjelang 4 November di Amerika Serikat? Efek Bradley versus Bandwagon, atau iklan 30 menit Obama versus video Khalidi atau video kiriman Osama bin Laden (lagi)?&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sekitar dua pekan lalu, marak dibicarakan Efek Bradley. Tom Bradley, mantan Wali Kota Los Angeles, tahun 1982 maju sebagai calon gubernur California. Dalam berbagai jajak pendapat, kandidat dari Partai Demokrat berkulit hitam ini unggul signifikan.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Namun, fakta menunjukkan hal yang lain. Ia kalah lebih dari 50.000 suara pada kandidat dari Partai Republik berkulit putih George Deukmejian.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tentu saja pemilihan awal New Hampshire antara Hillary Clinton dan Barack Obama kembali menggairahkan para pengagum Efek Bradley. Saat jajak pendapat mengunggulkan Obama tiga belas poin di depan Clinton, faktanya ia kalah tiga poin!&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Penganut teori ini berasumsi, sebenarnya sebagian pemilih kulit putih masih rasis, tetapi saat menjadi responden mereka mengatakan sesuatu yang terhormat. Di kubu lain penentang efek ini balik bertanya: bagaimana dengan South Carolina, ketika jajak pendapat menyatakan Obama akan menang 15 poin, ternyata malah terbukti menang 29 poin?&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Efek Bandwagon&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Selain Efek Bradley, kini peneliti komunikasi politik mulai mewaspadai Efek Bandwagon. Teori ini menyatakan sekelompok pemilih yang masih ragu pada menit-menit terakhir akan memilih kandidat yang diprediksi bakal menang.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Popkin (penulis buku The Reasoning Voter: Communication and Persuasion in Presidential Campaigns) memberi gambaran unik. Seorang pemilih semula tidak ingin memilih Obama karena berkulit hitam! Namun, ia lalu mendengar McCain bakal kalah. Akhirnya ia memilih Obama untuk mengatakan kepada cucu-cucunya bahwa dia dulu ikut (membuat sejarah) memilih Obama!”&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Mutz, pakar komunikasi politik Universitas Pennsylvania, menjelaskan, ada sejumlah pertimbangan sebelum seseorang terkena Efek Bandwagon. Utamanya seseorang mencari tahu mengapa popularitas kandidat tiba-tiba menanjak, atau yang lain tiba-tiba anjlok? Isu mutakhir apa saja yang sedang tidak diketahuinya?&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Celakanya, informasi yang mereka cari umumnya lebih banyak disediakan oleh media yang sedang mengangkat tokoh yang sedang naik popularitasnya. Dengan demikian, Efek Bandwagon jelas lebih menguntungkan Obama.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Begitu juga di Indonesia, efek ini bisa lebih terasa bagi Susilo Bambang Yudhoyono yang sedang naik lagi popularitasnya, atau Prabowo yang tiba-tiba melejit, bahkan Sultan Hamengku Buwono X yang sedang ramai dibicarakan; dibandingkan dengan Megawati yang sedang turun popularitasnya atau Jusuf Kalla yang selalu digambarkan rendah dalam jajak pendapat.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Video Ayers&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Selain pertarungan Efek Bradley versus Efek Bandwagon, sebagian mantan teman-teman kuliah saya yang kini bekerja sebagai anggota tim sukses atau relawan Obama sedang menunggu apa yang mereka sebut ”Trik (Akhir) Partai Republik”. Mereka khawatir akan ada satu atau dua kejutan yang bisa menghabiskan keunggulan Obama.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Jika itu terjadi, besar kemungkinan arahnya pada keamanan nasional. Di tengah ketidakmampuan McCain-Palin menantang tawaran-tawaran paket ekonomi dan kesejahteraan versi Obama, dijual kembali kekhawatiran rakyat akan serangan terhadap Amerika. Dalam hal itu Obama tidak pernah teruji.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;McCain-Palin menggertak agar Los Angeles Times mengizinkan rakyat Amerika menonton video pesta perpisahan Profesor Rashid Khalidi di Universitas Chicago tahun 2003. Khalidi dianggap sebagai juru bicara Yasser Arafat dan PLO.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dalam acara itu terdapat pidato-pidato dan ungkapan keras terhadap Israel! McCain menantang untuk melihat apakah dalam acara itu Obama tidak sekadar hadir, tetapi juga mengecam Israel atau memberikan standing ovation ketika para pengkritik Israel sedang bicara berapi-api.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Lebih hebat lagi, dalam acara itu hadir nama yang selama ini selalu dikaitkan sebagai ”teman terorisnya” Obama, yaitu William Ayers dan istrinya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;McCain terus menggerutu! Menurut dia, itulah bukti ketidakadilan media. Kalau saja ada video, dia sedang duduk bersama salah seorang anak muda pengagum Nazi, video itu pasti sudah disiarkan di mana-mana!&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Video Osama&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Salah satu video yang juga sedang ditunggu-tunggu adalah kiriman Osama bin Laden, yang sampai saat ini belum pernah terbukti berhasil ditaklukkan tentara Amerika.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kali ini ia mungkin mengatakan, ”Saya ingin mengucapkan selamat kepada Obama. Jelas orang seperti Obama lebih pantas dipilih sebagai presiden karena ia terang-terangan mau duduk bersama Ahmadinejad atau tokoh-tokoh pejuang Amerika Latin, tanpa prekondisi!”&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Meski video itu ditutup dengan kata-kata ”McCain pergilah ke neraka”, tetapi sebagai sebuah strategi, justru ia akan menguatkan McCain dan positioning-nya pada saat-saat terakhir.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Singkat kata, detik-detik mendekati Selasa 4 November masih terasa amat panjang di Chicago markas kubu Obama yang berangin kencang ini; ia bisa saja menyajikan kejutan sebelum sebuah sejarah terukir pada sore harinya! Sesuatu yang pasti amat menantang dipelajari menjelang Pemilu 2009!&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Effendi Gazali&lt;/strong&gt; Koordinator Program Master Komunikasi Politik UI; Pimpinan Finalpoint Political Consulting; Menulis dari Chicago, AS&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8995744091977541029-1820482193377806213?l=klikpilpres.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpilpres.blogspot.com/feeds/1820482193377806213/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8995744091977541029&amp;postID=1820482193377806213' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default/1820482193377806213'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default/1820482193377806213'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpilpres.blogspot.com/2008/11/efek-bradley-bandwagon-ayers-atau-osama.html' title='Efek Bradley, Bandwagon, Ayers, atau Osama?'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8995744091977541029.post-1700952023778108330</id><published>2008-11-03T19:19:00.000+07:00</published><updated>2008-11-03T19:21:03.929+07:00</updated><title type='text'>"Electoral College", Demokrasi ala AS</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="judulisiberita" style="margin: 5px 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;           &lt;div style="width: 300px; float: left; margin-right: 10px;"&gt;         &lt;div style="padding: 0px 0px 5px; width: 298px;"&gt;        &lt;div id="loadarea" style="margin-bottom: 5px; width: 298px;"&gt;&lt;img src="http://www.kompas.com/data/photo/2008/11/01/3060574p.jpg" border="0" width="298" /&gt;     &lt;/div&gt;                    &lt;div id="boxpoto" style="margin-bottom: 0px; font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102);"&gt;&lt;a href="http://www.kompas.com/read/xml/2008/11/03/03355827/#" style="font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102); text-decoration: none;"&gt;AP Photo/Jae C Hong&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;        &lt;div id="boxtitle" style="margin-bottom: 0px; font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 11px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Pemilih Amerika Serikat antusias menghadiri kampanye pemilihan presiden 2008 sebagaimana terlihat di Reno, Nevada, 25 Oktober lalu. Krisis ekonomi yang melanda AS belakangan ini lebih menjadi penentu para pemilih AS dibandingkan sebelumnya, latar belakang agama para pemilihnya. &lt;/div&gt;       &lt;/div&gt;                                            &lt;!--- video --&gt;             &lt;div id="boxpoto" style="margin-bottom: 0px; font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102);"&gt;&lt;a href="http://www.kompas.com/read/xml/2008/11/03/03355827/" style="font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102); text-decoration: none;" target="_blank"&gt;/&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;                                &lt;div id="boxterkait" style="width: 300px; background-color: rgb(255, 255, 255); margin-bottom: 20px;"&gt;      &lt;b class="judulnolead"&gt;Artikel Terkait:&lt;/b&gt;      &lt;ul id="navlist"&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.kompas.com/read/xml/2008/08/12/16034773/bukan.pemilu.langsung"&gt;Bukan Pemilu Langsung&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;     &lt;/div&gt;       &lt;div style="padding: 0pt;"&gt;        &lt;/div&gt;         &lt;/div&gt;  &lt;div class="tanggal"&gt;Senin, 3 November 2008 | 03:35 WIB&lt;/div&gt;     &lt;div id="judulartikelcetak"&gt; &lt;/div&gt;          &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Jika&lt;/strong&gt; ada yang khas dalam pemilu presiden AS, salah satunya yang disebut ”electoral college”. Seperti tertuang dalam Konstitusi AS, presiden AS tidak dipilih secara langsung oleh rakyat, tetapi melalui sekelompok warga negara yang disebut ”electoral college”.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Meskipun dilangsungkan di seluruh negeri, pemilu AS bukan pemilu nasional, tetapi lebih serangkaian pemilu di level negara bagian yang memutuskan anggota electoral college. Suara mereka disebut electoral votes, yang dibedakan dari suara pemilih (popular votes).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Secara teknis, bisa dibilang pemilih tidak memilih kandidat presiden, tetapi memilih sekelompok orang yang akan memilih kandidat presiden dan wakil presiden saat mereka bertemu. Biasanya, mereka akan bertemu pada Senin pertama setelah Rabu kedua di bulan Desember. Tahun ini, mereka akan bertemu pada 15 Desember untuk memformalkan pemilu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Electoral college terdiri atas 538 orang dari 50 negara bagian yang komposisinya sesuai jumlah perwakilan negara bagian di Kongres AS (435 anggota DPR AS/House of Representatives dan 100 anggota Senat). Washington DC, daerah ibu kota, yang tidak memiliki perwakilan di Kongres AS, diberi 3 electoral votes, jumlah minimal yang dimiliki negara bagian terkecil.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Cara pemilihan anggota electoral college bermacam-macam di setiap negara bagian. Biasanya mereka dipilih melalui konvensi partai politik atau pemungutan suara di komite pusat partai.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Untuk bisa menjadi presiden, seorang kandidat harus mendapat minimal 270 electoral votes. Jika tidak ada kandidat yang meraih electoral votes minimal, DPR AS akan menentukan siapa yang menjadi presiden sesuai dengan Amandemen Konstitusi AS ke-12.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setiap negara bagian, kecuali Maine dan Nebraska, memberikan electoral votes dengan sistem pemenang mengambil semua (winner takes all). Artinya, kandidat yang memenangi suara pemilih (popular votes) di negara bagian akan mengambil seluruh electoral votes yang dimiliki negara bagian itu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di Maine dan Nebraska, electoral votes didistribusikan sesuai metode distrik kongres. Pemenang di setiap distrik akan mendapatkan satu electoral votes dan pemenang di seluruh negara bagian akan mendapat tambahan dua electoral votes.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Anggota electoral college bebas memilih kandidat mana pun, tetapi biasanya mereka telah berjanji untuk memilih kandidat tertentu. Mereka disarankan untuk memilih sesuai hasil pemilu di negara bagiannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Reformasi?&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sangat mungkin seorang kandidat presiden memenangi electoral votes lebih banyak dan menjadi presiden walaupun kalah suara pemilih secara nasional. Itu terjadi tiga kali dalam sejarah AS, yaitu tahun 1876, 1888, dan 2000.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hal itulah yang memicu kritik terhadap sistem electoral college yang justru disebut tidak demokratis. Namun, untuk mengubah sistem itu terbilang sulit. David Lublin, dosen ilmu pemerintahan di American University, Washington, seperti dikutip CNN mengatakan, reformasi sistem electoral college untuk memilih presiden AS memerlukan upaya luar biasa dan konsensus.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Salah satu alasan, menurut Lublin, adalah sulitnya melakukan amandemen konstitusi AS. Langkah pertama yang diperlukan adalah pengajuan usulan oleh Kongres AS yang disetujui dua pertiga suara, baik di DPR maupun Senat. Sebanyak tiga perempat negara bagian harus meratifikasinya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;”Banyak Demokrat berpikir kekalahan kandidat mereka pada pemilu presiden tahun 2000 menunjukkan reformasi mendesak dilakukan. Akan tetapi, pendukung Republik melihat upaya mengubah sistem sebagai upaya mendiskreditkan kemenangan kandidat mereka,” kata Lublin.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sejumlah negara bagian juga akan sulit meratifikasi usulan perubahan sistem electoral college. ”Banyak orang menyukai fakta bahwa sistem electoral college merefleksikan sistem federal di AS. Mereka memandang upaya untuk menghapuskan sistem itu sebagai serangan atas federalisme dan kekuatan negara bagian,” ujar Lublin.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pertarungan ketat dengan hasil yang selisihnya sangat tipis antara George W Bush (Republik) dan Al Gore (Demokrat) pada pemilu tahun 2000 di Florida beserta dampaknya memicu seruan reformasi electoral college. Waktu itu, Bush meraih 271 electoral votes dari 30 negara bagian, sedangkan Gore memperoleh 266 electoral votes dari 20 negara bagian plus Washington DC. Namun, Bush memperoleh 50.456.002 suara popular (47,9 persen) dan Gore mendapat 50.999.897 suara popular (48,4 persen).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ironisnya, menurut Lublin, belum ada mekanisme untuk memecahkan kasus semacam itu. ”Pemilu tahun 2000 menunjukkan pentingnya detail legal dan perlunya kesiapan saat pemilihan berakhir dengan selisih sangat tipis. Pemilu nasional, yang berdasarkan suara rakyat, barangkali sudah di depan mata. Namun, diperlukan rencana matang di level federal dan konsensus yang lebih dari yang ada sekarang untuk membuatnya berhasil,” tutur Lublin.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;(Fransisca Romana Ninik)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8995744091977541029-1700952023778108330?l=klikpilpres.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpilpres.blogspot.com/feeds/1700952023778108330/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8995744091977541029&amp;postID=1700952023778108330' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default/1700952023778108330'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default/1700952023778108330'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpilpres.blogspot.com/2008/11/electoral-college-demokrasi-ala-as.html' title='&quot;Electoral College&quot;, Demokrasi ala AS'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8995744091977541029.post-52399930936602712</id><published>2008-11-02T15:28:00.000+07:00</published><updated>2008-11-02T16:29:30.545+07:00</updated><title type='text'>Bush Dijauhi Republik</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;" id="judulartikelcetak"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div class="txtartikelcetak"&gt;       &lt;!--zoom image--&gt;  &lt;script language="javascript"&gt;  function Big(me)  {  me.width *= 1.700; me.height *= 1.700;  }  function Small(me)  {  me.width /= 1.700; me.height /= 1.700;  }  &lt;/script&gt;            &lt;div id="boximartikelcetak1"&gt;   &lt;table style="text-align: left; margin-left: 0px; margin-right: 0px;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="300" height="200"&gt;     &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td&gt;     &lt;img src="http://www.kompas.com/data//photo/2008/11/02/3062028p.jpg" onmouseover="Big(this);" onmouseout="Small(this);" width="300" height="223" /&gt;   &lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;     &lt;tr align="left"&gt;    &lt;td&gt;          &lt;span class="txfotocetak"&gt;    AP Photo/Pablo Martinez Monsivais / &lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://www.kompasimages.com/" target="_blank"&gt;Kompas Images&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Presiden Amerika Serikat George W Bush (tengah) bertemu dengan calon presiden dari Demokrat, Barack Obama, dan calon dari Republik, John McCain, serta pemimpin Kongres berkaitan krisis keuangan di AS, akhir September lalu. Krisis menjadi catatan buruk lain yang ditinggalkan Bush. &lt;/span&gt;    &lt;/span&gt;        &lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;     &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div&gt;  &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;          &lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span class="tglct"&gt;Minggu, 2 November 2008 | 03:00 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div id="article_body"&gt;&lt;p&gt;Tidak pernah atau jarang seorang presiden dijauhi pihak lain. Namun, hal inilah yang terjadi pada Presiden Amerika Serikat George Walker Bush. Setiap orang bangga dengan kehadiran seorang presiden walau sudah tidak menjabat. Pernah terjadi Jimmy Carter dijauhi, tetapi itu hanya sebentar. Sekarang setiap orang, bahkan dari Partai Republik, menjauhi Bush.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bahkan, saat konvensi Partai Republik di St Paul, kehadiran Bush tidak dikehendaki. Beruntung Bush punya alasan pergi ke Houston, Texas, untuk mengawasi korban topan Gustaf. Popularitas Bush, yang terrendah sepanjang sejarah, membuat Partai Republik juga tidak merasa nyaman.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;”Bush tidak lagi menjadi lame- duck, Bush adalah orang yang paling loyo sekarang ini,” kata Profesor Carole Simpson kepada wartawan Indonesia di Boston, AS, pekan ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Anggota DPR AS dari Partai Republik Arizona, John Shadeqq, juga mengatakan bahwa keadaan sekarang tidak menguntungkan negara.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun, Simpson mengatakan bahwa semua itu terjadi karena perangai Bush sendiri, yang pernah didepak oleh istrinya, Laura, karena berperangai buruk.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Keadaan ekonomi yang buruk, isu Irak yang mengecewakan warga AS, serta kroniisme yang dilakukan Bush di Gedung Putih membuat Republik menjauh. Perangai Bush seperti cowboy Texas juga turut membuat Republik menjauhinya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;John McCain sendiri, yang menjadi capres Republik, juga mengatakan dirinya sebagai maverick, orang yang lain dari partainya sendiri. Bahkan, McCain mengatakan, dia bukanlah George W Bush, sebuah pernyataan yang membuatnya jelas menjaga jaga jarak dari Presiden Bush. (Simon Saragih dari Boston, AS)&lt;/p&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8995744091977541029-52399930936602712?l=klikpilpres.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpilpres.blogspot.com/feeds/52399930936602712/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8995744091977541029&amp;postID=52399930936602712' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default/52399930936602712'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default/52399930936602712'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpilpres.blogspot.com/2008/11/bush-dijauhi-republik.html' title='Bush Dijauhi Republik'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8995744091977541029.post-1251369517629489970</id><published>2008-11-02T15:23:00.000+07:00</published><updated>2008-11-02T16:26:49.393+07:00</updated><title type='text'>Pemilu AS</title><content type='html'>&lt;div style="font-weight: bold;" class="subjudulidxcetak"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style="font-weight: bold;" id="judulartikelcetak"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Jejak "Berat" Warisan Bush&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;   &lt;div class="txtartikelcetak"&gt;       &lt;!--zoom image--&gt;  &lt;script language="javascript"&gt;  function Big(me)  {  me.width *= 1.700; me.height *= 1.700;  }  function Small(me)  {  me.width /= 1.700; me.height /= 1.700;  }  &lt;/script&gt;            &lt;div id="boximartikelcetak1"&gt;   &lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="300" height="200"&gt;     &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td&gt;     &lt;img src="http://www.kompas.com/data//photo/2008/11/02/3062029p.jpg" onmouseover="Big(this);" onmouseout="Small(this);" width="300" height="224" /&gt;   &lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;     &lt;tr align="left"&gt;    &lt;td&gt;          &lt;span class="txfotocetak"&gt;    &lt;span style="font-size:85%;"&gt;Getty Images/John Moore / &lt;a href="http://www.kompasimages.com/" target="_blank"&gt;Kompas Images&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tentara Amerika Serikat berlari ke helikopter angkut Chinook seusai memasok pasukan baru dan perbekalan ke Lembah Korengal, Afganistan, 27 Oktober. Tentara AS berada di Afganistan bagian dari "perang melawan terorisme" Presiden George W Bush. &lt;/span&gt;    &lt;/span&gt;        &lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;     &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;          &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span class="tglct"&gt;Minggu, 2 November 2008 | 03:00 WIB&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div id="article_body"&gt;&lt;p&gt;Pemerintahan Presiden George Walker Bush yang berlangsung delapan tahun akan segera berakhir dengan berbagai catatan. Banyak pengamat, politisi, dan rakyat Amerika Serikat menilai bahwa presiden AS ke-43 itu adalah presiden terburuk sepanjang sejarah AS.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tidak mengherankan bila delapan tahun pemerintahannya pun meninggalkan banyak catatan buruk. Konsekuensinya, siapa pun yang menggantikan Bush akan memikul beban berat untuk membersihkan catatan buruk itu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bush yang naik menjadi presiden setelah melalui hasil pemilu yang sempat kontroversial karena ketatnya persaingan suara dari lawannya, Al Gore dari Partai Demokrat, sebenarnya mewarisi kondisi sosial-politik dan ekonomi serta citra AS yang lumayan baik. Pemerintahan Presiden Bill Clinton dinilai cukup berhasil.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Akan tetapi, masa kepresidenan Bush lebih banyak dipengaruhi oleh peristiwa serangan teroris 11 September 2001 di New York dan Pentagon. Sebuah lembaran paling hitam dalam sejarah AS modern.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bush yang tak punya pengalaman kebijakan luar negeri kemudian menetapkan target yang tinggi untuk dirinya dan negaranya. Demokrasi harus diperluas ke seluruh dunia dan memelihara peran AS sebagai satu-satunya adidaya di dunia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saat ini, kurang dari tiga bulan dari akhir masa jabatannya, Bush akan turun dengan catatan gagal mencapai target-targetnya itu. Ironinya, Bush bahkan akan pergi dengan meninggalkan krisis ekonomi terburuk sejak Depresi Hebat tahun 1930-an. Muncul kekhawatiran terjadi resesi dan pengangguran.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Irak dan Afganistan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Serangan 11 September 2001 yang menghancurkan menara kembar World Trade Center (WTC), New York, dibalas Bush dengan langkah gegabah menyerang Afganistan dan kemudian Irak. Ironisnya, hingga akhir masa jabatannya dia belum bisa menyelesaikan perang di Irak dan Afganistan, dua medan tempur yang disebutnya sebagai ”perang melawan terorisme”.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bush yang tidak pernah berhenti berbicara soal kebutuhan untuk melindungi AS kini menghadapi tuduhan telah menghancurkan nilai-nilai luhur AS lewat jaringan penjara-penjara rahasianya, juga dengan menyerahkan para tahanan ke penjara yang tak tersentuh hukum di Teluk Guantanamo. Begitu juga dengan praktik-praktik interogasi yang penuh dengan penyiksaan. Alasan melawan terorisme menjadi pembenaran atas praktik tidak berperikemanusiaan itu. Langkah ini kerap kali mencemaskan para sekutu-sekutunya, mengundang kecaman meluas di dalam dan luar negeri. Masalah ini juga belum diselesaikan Bush hingga saat ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Meski begitu, Bush memuji diri. ”Saya rasa, saya akan diingat sebagai orang yang Anda tahu telah menghadapi banyak masalah berat untuk ditangani. Saya menghadapinya langsung dan saya tidak berusaha mundur,” katanya pada November 2007.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;”Saya membuat keputusan-keputusan atas dasar prinsip-prinsip, bukan atas dasar jajak pendapat terbaru Gallup Poll,” ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Prinsip-prinsip itu dia gambarkan sebagai sebuah misi untuk menyebarluaskan demokrasi, untuk memenangi ”perang ideologi” pada abad ke-21 ini. Hal inilah yang menjadi pusat argumentasinya untuk melakukan invasi ke Irak pada Maret 2003. Hal itu juga menjadi argumen pokok untuk doktrin ”perang preventif” yang kontroversial, saat terbukti Presiden Irak Saddam Hussein tidak memiliki senjata pemusnah massal atau punya hubungan dengan Al Qaeda.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Popularitas internasional dan nasional Bush jatuh merosot dengan terjadinya skandal Abu Ghraib. Pidato kemenangan Bush dengan tulisan besar-besar ”misi selesai dilaksanakan” ditangkap oleh kalangan sipil secara luas sebagai sebuah kebohongan besar. Namun, Bush terus menggembar-gemborkan ke mana- mana bahwa perang di Irak dan Afganistan adalah perang ”pembebasan” 55 juta orang yang ada di kedua negara itu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;”Keputusan menggusur Saddam Hussein adalah keputusan tepat di awal kepresidenan saya. Itu adalah keputusan yang tepat pada masa kepresidenan saya saat ini, dan itu selamanya akan menjadi sebuah keputusan yang benar,” katanya pada Maret 2008.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Padahal, perang itu telah membuat sejumlah sekutu tradisional AS menjauhi AS, meruntuhkan prestise AS di dunia Islam, dan akhirnya membawa partai Republik-nya kalah dalam pemilihan umum parlemen pada pertengahan tahun 2006.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Perekonomian yang buruk&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bukan hanya dalam bidang hubungan luar negeri yang merah, di bidang ekonomi pun catatan Bush buruk. Dia mengarahkan pemotongan pajak besar-besaran lewat Kongres AS, yang dikatakannya untuk menggairahkan ekonomi AS. Padahal, defisit anggaran AS semakin membesar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ekonomi AS yang semula berada dalam kondisi baik, perlahan tetapi pasti, semakin merosot dengan dialihkannya sebagian besar anggaran untuk membiayai perang di Irak, Afganistan, dan upaya-upaya melawan terorisme lainnya. Apa yang disebutnya perang melawan terorisme itu telah mengalahkan berbagai kepentingan AS lainnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Akibatnya, banyak publik AS masih mengingat gambar-gambar menyedihkan akibat buruknya respons pemerintahan Bush terhadap topan Katrina, yang meluluhlantakkan sebagian besar wilayah New Orleans.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di akhir masa jabatannya, Bush pun tak berdaya mencegah AS dari krisis keuangan yang kemudian dampaknya menyebar ke seluruh bagian dunia. Meski berbagai upaya coba dilakukan, Bush sudah sangat terlambat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Apakah Bush kini kemudian menyadari bahwa masalah krisis ekonomi jauh menyengsarakan AS dan sebagian besar warga dunia ketimbang perang melawan terorisme yang dia agung-agungkan itu? Sulit ditebak.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bagi beberapa orang, seperti pemimpin mayoritas Senat Harry Reid dari Demokrat, atau Profesor Elizabeth Sanders dari Cornell University, Bush akan tercatat sejarah sebagai ”presiden terburuk”. Akan tetapi, para pendukungnya yang saat ini sekitar tiga dari setiap 10 warga AS mengagumi keteguhan Bush pada prinsip dan meyakini sejarah akan membersihkan namanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sidney Milkis, seorang profesor masalah luar negeri dan pemerintahan di University of Virginia, mencatat bagaimana tidak populernya Harry S Truman dan Perang Korea ketika dia turun dari jabatannya. ”Perasaan terhadap Truman persis sama, tetapi kemudian sejarah memperlakukan Truman dengan baik. Ada saja kemungkinan sejarah menilai George Walker Bush lebih baik daripada yang kita pikir soal dia pada saat ini,” ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Meski demikian, Milkis juga berhati-hati sebab terjadinya krisis keuangan global akan membuat kemungkinan itu jauh lebih sulit. ”Jadi, ketimbang Truman, analogi mengenai dia lebih pas dengan (Herbert) Hoover,” ujarnya. Hoover dipersalahkan hingga saat ini karena gagal mencegah depresi hebat akibat dari bobroknya ekonomi AS.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bush sendiri tampak tidak peduli bagaimana sejarah akan menilainya. ”Saya sudah akan mati sebelum mereka akhirnya menyimpulkan bagaimana pemerintahan saya karena membutuhkan waktu untuk mendapatkan sejarah yang benar mengenai sebuah pemerintahan,” katanya. (Rakaryan Sukarjaputra)&lt;/p&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8995744091977541029-1251369517629489970?l=klikpilpres.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpilpres.blogspot.com/feeds/1251369517629489970/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8995744091977541029&amp;postID=1251369517629489970' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default/1251369517629489970'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8995744091977541029/posts/default/1251369517629489970'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpilpres.blogspot.com/2008/11/pemilu-as.html' title='Pemilu AS'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8995744091977541029.post-2813485340767401398</id><published>2008-11-02T06:37:00.000+07:00</published><updated>2008-11-02T06:38:18.595+07:00</updated><title type='text'>Dari Ohio hingga Colorado, Ajang Pertarungan Kunci</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;" id="judulartikelcetak"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="txtartikelcetak"&gt;       &lt;span class="tglct"&gt;Sabtu, 1 November 2008 | 02:02 WIB&lt;/span&gt;  &lt;div id="article_body"&gt;&lt;p&gt;Pemenang pemilu presiden AS pekan depan tampaknya akan ditentukan di sejumlah negara bagian mengambang, atau yang biasanya disebut "medan pertempuran" (”battleground”). Berdasarkan sejarah pemilu presiden, sebuah negara bagian secara konsisten mendukung satu partai. Namun, ada beberapa negara bagian yang komposisinya begitu terbagi secara politis sehingga dukungan warganya berubah-ubah dari satu partai ke partai lain.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ada negara bagian yang secara tradisional menjadi medan perebutan suara, seperti Florida dan Ohio. Pada pemilu presiden tahun 2008 ini, ada beberapa negara bagian mengambang baru, seperti Virginia dan North Carolina. Selama ini, negara bagian itu mendukung kandidat presiden Partai Republik, tetapi dalam pemilu lokal baru-baru ini mereka cenderung memilih kandidat Partai Demokrat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kedua kandidat presiden AS pada pemilu 2008, Barack Obama dari Partai Demokrat dan John McCain dari Partai Republik, menggelontorkan dana kampanye besar-besaran di negara bagian mengambang untuk merebut simpati pemilih. Berdasarkan data Campaign Media Analysis Group, sejauh ini Obama telah membelanjakan 182 juta dollar AS dan McCain menghabiskan 118 juta dollar AS untuk iklan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Ketat&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hasil jajak pendapat oleh Reuters/Zogby menunjukkan, Obama unggul di lima dari delapan negara bagian kunci, sementara McCain unggul di dua negara bagian. Di Florida, keduanya bersaing ketat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berikut gambaran di beberapa negara bagian mengambang yang menjadi ajang perebutan kedua kandidat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;- Colorado (9 ”electoral votes”). Pada pemilu tahun 2004, George W Bush (Republik) mengalahkan John Kerry (Demokrat) 52 persen lawan 47 persen. Colorado adalah negara bagian dengan konsentrasi pemilih keturunan Hispanik yang kuat. Colorado banyak memberi perhatian pada isu reformasi imigrasi, serikat pekerja, dan upah minimal yang memungkinkan negara bagian ini mendukung Demokrat. Sejak tahun 2004, banyak kandidat Demokrat memenangi kursi DPRD dan jabatan gubernur. Jajak pendapat menunjukkan, Obama unggul 12 poin atas McCain.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;- Florida (27 ”electoral votes”). Bush mengalahkah Kerry pada pemilu 2004 dengan perolehan 52 persen lawan 47 persen. Florida adalah pemain kunci dalam pemilu 2000 yang kontroversial dan akhirnya memenangkan Bush. Letaknya yang berada di selatan membuat Florida cenderung menjadi basis kuat Republik. Demokrat berharap bisa meraih dukungan pemilih keturunan Afrika-Amerika dan Hispanik. Pemilih berusia tua dan Yahudi cenderung mendukung McCain. Sebuah jajak pendapat menunjukkan, Obama unggul 1 poin atas McCain, jajak pendapat lain menunjukkan McCain unggul 2 poin atas Obama.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;- Indiana (11 ”electoral votes”). Secara tradisional, Indiana adalah basis kuat Republik. Akan tetapi, tahun 2006 Demokrat memenangi tiga kursi DPR lokal. Indiana tidak pernah memilih kandidat Demokrat sejak Lyndon B Johnson tahun 1964. Pada pemilu 2004, Bush mengalahkan Kerry dengan selisih 20 poin. Jajak pendapat menunjukkan, McCain unggul 6 poin atas Obama.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;- Missouri (11 ”electoral votes”). Negara bagian ini dijuluki ”pemimpin kawanan” yang telah lama menentukan mood bangsa AS. Inilah negara bagian yang menentukan sebagian besar pemenang kursi presiden AS. Bush mengalahkan Kerry pada pemilu 2004 dengan 53 persen berbanding 46 persen. Pertarungan kandidat pemilu tahun ini di Missouri cukup ketat. Sebuah jajak pendapat terkini menunjukkan bahwa Obama unggul 1-2 poin dan jajak pendapat lain menunjukkan, McCain unggul 1 poin.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;- New Hampshire (4 ”electoral votes”). Pada pemilu 2004, Kerry mengalahkan Bush dengan selisih 1 poin. Negara bagian ini pernah menjadi andalan Republik, tetapi menjadi negara bagian mengambang sejak 1990. New Hampshire adalah satu-satunya negara bagian yang memenangkan Bush tahun 2000 dan kemudian memenangkan Kerry tahun 2004, meskipun dengan selisih tipis. Kemenangan McCain dalam pemilu pendahuluan memberi dia harapan bisa menang di New Hampshire. Tahun 2006, Demokrat meraih dua kamar di Kongres. Jajak pendapat terkini menunjukkan, Obama unggul hingga 15 poin atas McCain.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;- New Mexico (5 ”electoral votes”). Bush mengalahkan Kerry dengan selisih kurang dari 6.000 suara pada pemilu 2004. McCain yang berasal dari Arizona, tetangga New Mexico, cukup dikenal pemilih New Mexico. Namun, blok pemilih Hispanik (40 persen populasi) yang terus bertambah menguntungkan Obama. Jajak pendapat terkini menunjukkan, Obama unggul 5-8 poin.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;- Nevada (5 ”electoral votes”). Sebanyak 8 dari 10 pemilu presiden terakhir di negara bagian ini dimenangi kandidat Republik. Pada pemilu 2004, Bush mengalahkan Kerry dengan selisih 20.000 suara. Tumbuhnya populasi Hispanik yang mencapai seperempat jumlah penduduk menjadikan Nevada ajang perebutan suara. Jajak pendapat mengunggulkan Obama 4 poin atas McCain.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;- North Carolina (15 ”electoral votes”). Meskipun kandidat wapres dari Demokrat pada pemilu 2004, John Edwards, berasal dari sini, Bush bisa mengalahkan Kerry dengan selisih 12 poin. Lebih dari seperlima populasi di Nor
